Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 272 Tantangan


__ADS_3

Datuk Situroja, mencoba mengambil napas dalam-dalam. Sepertinya, Leo sengaja mengajaknya perang dingin dengan memancing emosinya agar acara barter ini tak berjalan mulus sebagaimana mestinya. Ia tidak tahu apa yang direncanakan Leo terhadapnya, tapi sebagai mafia kelas kakap, ia tak bisa dikalahkan dengan mudah apalagi oleh anak bau kencur seperti Leo meskipun Leo adalah putra tunggal dari koleganya sendiri.


“Baiklah, sebelum acara barter ini kita lanjutkan, beritahu aku sedekat dan sebahagia apa hubungan kalian. Sejak tadi kalian berdua pamer kemesraan didepanku seolah hanya kalian berdualah pasangan paling harmonis di dunia ini. Untuk itu, aku akan memuji, sedalam apa kekuatan cinta kalian. Jika kalian menjawab pertanyaanku dengan benar. Aku akan menyetujui apapun yang kalian barterkan padaku tanpa syarat, tapi jika tidak … kalian berdua … harus menuruti keinginanku, apapun itu …”


“Setuju!” jawab Shena bahkan sebelum Datuk itu menyelesaikan kalimatnya.


Ekspresi istri Leo itu bahkan terlihat senang dan Leo langsung terkejut. Begitupula dengan Datuk, padahal rencana mafia tua itu sangat tidak menguntungkan Shena dan Leo karena dia tahu kelemahan hubungan keduanya. Anehnya, kenapa Shena malah langsung setuju tanpa pikir panjang.


“Sayang, apa yang kau lakukan? Dia sangat licik dan berbahaya, kenapa kau langsung menyetujuinya?” bisik Leo ditelinga Shena.


“Kenapa? Kau takut?” Shena malah balik bertanya pada Leo seolah ini adalah tantangan yang menyenangkan.


“Bukan begitu, kita harus berhati-hati berhadapan dengan orang sepertinya. Dia bukan mafia biasa, dia setara dengan ayah.” Leo mencoba menjelaskan situasinya pada Shena tanpa Leo tahu bahwa Shena jauh lebih tahu banyak tentang siapa lawannya ini.


“Aku tahu, tak ada yang lebih menyenangkan selain mengikuti permainan musuh, bukankah itu yang kau ajarkan padaku? Percayalah Leo Sayang, si tua bangka itu takkan bisa mengalahkan kekuatan cinta kita.” Shena memegang kedua pipi Leo sambil tersenyum manis sehingga membuat Leo tak bisa berkutik lagi. Mau tidak mau, Leo menyetujui alur Shena dalam menghadapi orang yang sudah berani merusak ketenangan hidupnya.


“Sungguhkah kau baik-baik saja, Sayang?” tanya Leo mulai sedikit khawatir akan kondisi Shena yang sekarang. Ia tak ingin Shena kenapa-napa.


“Selama kau mencintaiku, maka aku akan baik-baik saja,” jawab Shena penuh keyakinan tinggi dan mulai menatap tajam Datuk untuk memberi tanda bahwa dirinya sudah siap menjawab apapun pertanyaan yang akan diberikan oleh mafia tua ini.


Bukan tanpa alasan kenapa Shena mengatakan kata ‘setuju’ begitu mendengar tantangan dari datuk. Sebelum datang kemari, Refald memberikan sedikit bocoran tentang apa yang harus dilakukan Shena terlepas dari siapa Refald sebenarnya.

__ADS_1


Kakak Leo itu tahu betul, bahaya apa yang akan dihadapi Leo, sebab itulah ia memberitahu Shena tentang hal yang harus ia lakukan bersama dengan suaminya saat berhadapan dengan seorang Datuk Situroja. Mafia tua yang dikenal ganas terhadap wanita, mulai dari anak-anak hingga wanita tua.


Apa yang diprediksikan Refald memang benar, Datuk bukanlah mafia kaleng-kaleng. Ia tipe orang yang selalu mencari kelemahan setiap musuh-musuhnya lalu ia memanfaatkan kelemahan itu untuk menjatuhkannya. Kali inipun sama, Datuk tahu kalau Shena mengalami amnesia karena insiden di Jepang, yang artinya kemesraan yang ia dan Leo tunjukkan dihadapannya tidak sepenuhnya benar.


Dan untuk mematahkan hal itu, Datuk akan mengajukan pertanyaan yang membuat kedua pasangan ini mati kutu dihadapannya. Dengan begitu, Datuklah yang menang dalam perang dingin ini. Ia akan membuat tuan muda sombong ini jatuh sejatuh-jatuhnya hingga tak ada yang bersisa dihidupnya.


Bahkan si Datuk ini punya niat memiliki Shena. Benar-benar tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi. Sayangnya si tua keladi ini lupa, dengan siapa dia berhadapan. Singa Leopard, tak bisa begitu saja diremehkan. Begitu taring dan giginya keluar maka tamatlah si tua bau tanah ini.


“Istrimu sudah setuju, Tuan muda. Bagaimana denganmu?” tanya Datuk pada Leo yang tak segera menjawab.


Sekali lagi, Leo menatap wajah istrinya untuk memastikan bahwa keputusan yang mereka ambil tidak salah dan Shena menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan suaminya bahwa everything is be ok.


“Baiklah, aku mulai. Tuan muda Leo … apa yang kau suka dari istrimu,” tanya datuk itu dengan senyum mencurigakan.


“Segala hal yang melekat didirinya, apapun itu.” Leo menjawab sambil terus menatap istrinya, sebuah jawaban yang sudah diketahui oleh Shena.


“Apa yang tidak kau suka darinya?” tanya Datuk lagi.


“Tidak ada, aku suka semuanya. Tida ada yang tidak ku suka dari seorang Shena.” Lagi-lagi jawaban Leo membuat leleh hati Shena. Namun si cantik ini tak boleh menunjukkan perasaan bahagianya sebelum ia membuat jantung si datuk itu berhenti berdetak.


“Baik, jawaban yang romantis dari seorang gengster yang paling ditakuti. Sekarang giliran anda, Nyonya Shena.” Datuk beralih menatap Shena dan langsung mengajukan pertanyaan. “Apa warna kesukaan, makanan favorit dan olahraga yang disukai oleh suamimu?”

__ADS_1


“Kenapa pertanyaannya berubah?” protes Leo.


Tadinya, Leo kira Datuk akan menanyakan hal sama seperti yang ditanyakan padanya. Ternyata pak Tua ini mengajukan pertanyaan yang berbeda. Sebuah pertanyaan yang pastinya sangatlah sulit dijawab Sheha. Dengan kondisi Shena yang sekarang ini, tidak mungkin istrinya itu mengetahui seluk beluk tentang Leo.


Sial! Pak tua ini tahu kelemahan istriku! Ia sengaja mengubah pertanyaannya. Apa yang harus aku lakukan? Mana mungkin Shena ingat apa yang aku suka? Kalau seperti ini, kami bisa kalah, batin Leo kesal.


“Terserah aku, akulah yang mengajukan pertanyaan. Kita sudah sepakat tadi,” jawab Datuk dengan santai. Sudut bibirnya tertarik ke atas karena ia tahu kalau Shena tak mungkin ingat tentang seperti apa suaminya. Artinya, ia menang telak tanpa perlu bersusah payah.


“Tapi …” Leo bangkit berdiri dengan emosi, namun tangan Leo ditarik Shena supaya ia duduk kembali dan memberi kode agar Leo diam saja dan percaya padanya. Tatapan mata Shena sukses meredakan amarah Leo meskipun dalam hati ia sangat mengkhawatirkan situasi yang menyudutkan mereka berdua.


“Black, blue and white, itu adalah warna favorit suamiku. Makanan favoritnya adalah ravioli, and beef with celery buatan ibunya, ah tidak … maksudku ... ibu mertua kesayanganku. Suamiku sangat menyukai semua masakan ibu mertuaku meskipun ia selalu memuji masakanku. Aku tak perlu menjelaskan padamu apa alasannya, karena aku yakin, kau juga sangat menyukai masakan ibumu.


"Dan olahraga kesukaannya adalah basket dan gym. Ah … bukan hanya itu saja, suamiku suka semua jenis olahraga air dan juga … ia sangat jago memanah serta menembak termasuk menembak hati dan jiwaku. Tak ada yang tidak bisa dilakukan suamiku. Ia bisa apa saja. Hanya satu hal yang tidak bisa Leo lakukan.” Shena mengedipkan satu matanya untuk Leo yang terbengong-bengong mendengar jawaban Shena. Sebab semuanya benar dan tepat.


"Oh iya? Apa itu?" tanya Datuk penasaran, begitupun dengan Leo.


"Berpaling dariku, hanya itu yang tak bisa suamiku lakukan," jawab Shena diiringi senyuman menawan.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2