Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 167 Satu atau Dua


__ADS_3

Mata Agne terbelalak lebar mengamati raut wajah Byon yang terlihat sangat menakutkan. Aura mafianya begitu kuat melekat dalam diri seorang Byon Pyordova ketika menatap tajam mata Agne.


Dalam hati, wanita malang itu merutuk dirinya sendiri karena sejak awal ia tidak menyadari bahwa putra dan menantu yang Byon bicarakan ternyata adalah Leo dan Shena. Mungkin saking panik dan downnya, Agne lupa bahwa nama belakang Leo adalah Pyordova. Sedangkan dua orang yang ada dihadapannya ini, biasa disebut sebagai Mr. dan Mrs. Byon Pyordova, yang artinya mereka semua itu satu keluarga. Begonya Agne, ia baru sadar sekarang disaat semuanya sudah terlambat. Kini, ia hanay tinggal menunggu eksekusi yang akan diberikan pasangan sejoli yang sangar ini.


Gawat, aku sedang dalam masalah besar, sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Tamatlah riwayatku, batin Agne sambil mencoba menelan salivanya.


“Tu-tuan … sepertinya … ada kesalahpahaman di sini. Aku rasa ….”


“Jangan buka suara lagi,” sela Biyanca tiba-tiba. Ia masih duduk membelakangi Agne dan semakin benci mendengar suara yang sudah membuat hati Shena terluka.


Sejak tadi, tangan Biyanca terus mengepal kuat menahan emosi. Bukan karena Agne adalah wanita yang berani mengganggu ketenangan rumah tangga Shena dan Leo saja. Tetapi karena mertua Shena itu sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh seorang wanita berkelas seperti Agne karena telah memilih jalan hidup yang salah dan tidak memanfaatkan kelebihannya itu dengan baik.


“Nyonya … dengarkan dulu penjelasan saya, ini tidak seperti yang anda kira.” Agne masih saja mencari-cari pembelaan diri.


Sayangnya, Biyanca sudah terlanjur emosi. Ia tak ingin menerima alasan bentuk apapun. Pertengkaran Shena dan Leo hingga berujung kepergiannya dari rumah, ditambah lagi kabar terakhir yang Biyanca terima, yaitu menantu kesayangannya, kini harus terbaring lemah di rumah sakit disaat ia mengandung cucu keduanya, membuat Biyanca tak bisa mentolerir lagi orang bertindak sebagai dalang dibalik apa yang menimpa Shena.

__ADS_1


Semua itu diakibatkan oleh wanita ini, waniat yang ia kenal sebagai wanita bai-baik tapi ternyata tak lebih dari sekedar wanita murahan yang suka mengganggu hubungan orang. Bagaimana bisa Biyanca memaafkan wanita yang telah berani merusak ketenangan anggota keluarganya walau orang itu adalah orang yang dekat dengan dengannya. Istri Biyon itu jelas tidak akan pernah bisa terima. Ia akan mengehancurkan sispa saja yang mencoba mengusik Shena.


Secepat kilat, Biyanca mengambil pistol milik suaminya yang ada di dalam laci dasbor mobil. Wanita cantik paruh baya itu berbalik badan menghadap Agne sambil menodongkan pistol tersebut tepat dikepala Agne yang langsung terbujur kaku melihat senjata mematikan itu menempel erat dikeningnya.


“Nyo-Nyonya … anda … tidak serius ingin membunuhku, kan?” tanya Agne dengan terbata-bata. Ia tidak habis pikir, apa istimewanya seorang Shena hingga mertuanya ini membelanya sedemikian rupa. Padahal, jika dilihat dari segi apapun, Agne lebih sempurna bila dibandingkan dengan Shena yang terkesan biasa-biasa saja.


“Diam kau, babii! Berani bicara lagi, akan kukeluarkan seluruh isi otak yang ada dikepalamu itu,” tandas Biyanca. Matanya merah menyala karena marah.


“Tapi kenapa?” Agne masih saja tidak terima dan juga shock mendengar Biyanca menyebutnya sebagai ‘babii’. “Apa yang kau lihat dari wanita yang bernama Shena itu, Nyonya? Kau tahu betul siapa aku dan seperti apa aku, kau bahkan juga menyukaiku. Tapi kenapa … kau sangat membenciku hanya karena aku menggoda putramu? Tidakkah kau berpikir bahwa aku jauh lebih pantas menjadi menantu kalian dibandiangkan dengan wanita itu?”


Ganti Byon yang tersulut emosi sekarang. Biyanca mencoba menenangkan suaminya. “Tenanglah, Byon. Yang tahu seperti apa Shena memang hanya kita saja. Orang lain tidak akan bisa melihat betapa sempurnanya menantu kita itu dibandingkan dengan wanita lain yang ada di muka bumi ini.” mata Biyanca kembali tertuju pada Agne dan iapun mulai bersiap menarik pelatuk senjata api yang ia todongkan di kepala Agne.


“Dengarkan aku, madam Agne. Walaupun kau adalah wanita terakhir yang ada di dunia ini, aku takkan pernah mau menjadikanmu sebagai menantuku. Kau bertanya apa istimewanya Shena bila dibandingkan dengan dirimu, kan? Huh, jawabannya simple saja. Menantuku Shena … masih orisinil dan masih tersegel hingga ia menikah dengan putraku yang juga sama-sama masih ting ting. Sedangkan kau … kau sudah tidak orisinil lagi. Bagaimana mungkin aku menerima menantu bekas orang lain? Itu tidak akan pernah terjadi!” Biyanca tersenyum sinis tapi tatapan matanya masih memerah melihat wajah tercengang Agne.


Sedangkan Byon, ikut menganga juga mendengar alasan dari istrinya yang membuatnya jadi geli sendiri. “Bii … apa yang kau katakan? Itu adalah hal yang sensitif sekali untuk dibicarakan?”

__ADS_1


“Aku berkata benar, Byon. Seberengsek apapun Leo, Shena tetap mempertahankan harga dirinya dan menjaga mahkotanya agar tidak dijebol Leo sekalipun ia sangat mencintai putra kita. Shena tetap tak ingin menyerahkan semuanya pada si bedebah Leo itu sebelum ikatan perkawinan mempersatukan mereka. Di zaman sekarang, tak banyak wanita yang seperti itu, justru kebanyakn para wanita malah rela melakukan dan menyerahkan apa saja termasuk kesuciannya demi bisa mendapatkan hati pangeran pujaan hatinya terlebih lagi jika sang pangeran tersebut adalah seorang cassanova. Namun, menantu kita berbeda, tentu saja itulah yang membuat dia istimewa dimataku bila dibandingkan dengan babi betina ini terlepas dari apa yang sudah terjadi pada Shena.”


Byon tak bisa berkata-kata lagi, yang dikatakan Biyanca memang tidak salah, tapi juga agak sedikit aneh menurutnya. Banyak hal istimewa yang ada di dalam diri Shena, tapi kenapa istrinya itu malah mengutarakan hal seintim begitu.


“Sekarang,” ujar Biyanca lagi. “Aku punya dua pilihan untukmu, madam Agne. Mau mati ditanganku … atau kau mau melenyapkan dirimu sendiri dengan suka hati. Jika kau pilih yang kedua … keluarlah dari mobil ini dan terjunkan dirimu di dasar jurang menganga itu. Aku akan memberimu waktu 5 menit dari sekarang dan tentukan pilihanmu! Mati ditanganku, atau kau mengakhiri hidupmu sendiri?” Biyanca hendak menarik pelatuknya bila waktu yang ia berikan telah habis.


Sedangkan pilihan yang hukuman yang diberikan pada Agne sama-sama berujunbg kematiannya. Mau nomer satu atau dua, dia tetap akan mati di sini.


“Waktumu habis, madam! Tentukan pihanmu sekarang!” desak Biyanca sehingga membuat Agne jadi semakin panik. “Aku akan hitung sampai tiga, jika kau masih tak buka suara, maka timah panas inilah yang akan keluar dan menembus kepalamu!” Biyanca tidak main-main dengan ancamannya. “Satu … dua … ti ….”


“Dua!” seru Agne cepat sebelum ditembak Biyanca.


Mertua Shena itupun tersenyum simpul atas pilihan yang sudah dipilh Agne. Siapa suruh cari gara-gara dengan keluarga Pyordova. Bukan hanya Agne, siapapun orang yang berani mengusik ketenangan hidup Byon dan keluarganya, maka sudah dipastikan kalau hidupnya tidak bakal lama.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2