Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 233 Layar Proyektor


__ADS_3

Jepang menjadi salah satu negara yang masih mempertahankan budaya dan tradisi sampai saat ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya festival yang sering diselenggarakan di Jepang. Misalnya festival tari awa, festival salju di Sapporo, hingga festival Bunkasai.


Bagi para pelajar, festival Bunkasai termasuk tradisi unik sekolah di Jepang yang selalu dinantikan. Festival Bunkasai selalu berlangsung dengan sangat menakjubkan. Acara tahunan ini melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas. Bunkasai menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitasnya serta membiasakan diri mengorganisir suatu acara. Para pelajar dituntut untuk melakukan kerjasama demi suksesnya acara yang diselenggarakan.


Festival ini biasanya menampilkan berbagai seni pertunjukan seperti konser musik, tari, drama, dan lain sebagainya. Para siswa juga akan menghias ruang kelas dan gimnasium untuk diubah menjadi cafe atau restoran.


Tak hanya siswa saja yang diperbolehkan berpartisipasi dalam festival ini. Pengunjung lain dari luar sekolah juga bisa menikmati acara festival tahunan baik dari Jepang sendiri maupun luar negeri. Hal ini tidak lain dilakukan untuk menghargai tradisi dan kebudayaan di Jepang.


Acara ini merupakan kesempatan emas bagi Leo untuk membalas perbuatan yang telah dilakukan guru BK alias Jiru Kitaru terhadap putranya beberapa waktu lalu. Kebetulan, pihak sekolah ingin memberikan penghargaan pada guru favorit yang ada di sekolah mereka atas prestasi yang mereka capai selama mengabdi disekolah ini. Salah satu guru yang mendapat penghargaan itu adalah guru BK tersebut.


Di awal acara, Leo dan komplotannya sengaja tak menampakkan batang hidungnya. Mereka bersembunyi disuatu tempat untuk mengamati situasi dan kondisi. Bahkan kabar kematian Yeon juga sudah sampai di telinga guru itu sehingga ia merasa bahwa hati ini adalah hari paling sempurna baginya.


Namun, terlepas dari kemenangannya, ada sesuatu hal aneh dirasa oleh orang yang akrab di sapa sebagai 'Sensei Ji' itu. Pihak sekolah ataupun orang penting lainnya, sama sekali tak menunjukkan rasa dukanya pada keluarga Leo atas meninggalnya putra sulungnya. Mereka semua tampak terlihat biasa-biasa saja. Untuk mengurangi rasa penasarannya, Jiru memberanikan diri bertanya pada kepala sekolah.


"Orochi Sama," sapa Jiru pada kepala sekolah saat ia ada diruangannya sebelum acara penghargaan di mulai.


"Ya ... Jiru san, ada apa?" tanya kepala sekolah itu sambil memeriksa berkas-berkas dengan santai.

__ADS_1


"E ... apa ... anda ... sudah mendengar kabar tentang tuan muda Leo?" tanya Jiru agak ragu.


Kepala sekolah itu menghentikan aktivitasnya dan meletakkan berkasnya diatas meja. Alisnya berkerut menatap wajah tegang Juru.


"Apa maksudmu Jiru san? Apa terjadi sesuatu pada tuan muda Leo?" Kepala sekolah itu malah balik bertanya.


Sejujurnya, Jiru jadi semakin bingung, sepertinya semua orang tak tahu menahu perihal apa yang menimpa Leo tentang kematian putranya. Ini menjadi tanda tanya besar bagi Jiru yang berasumsi bahwa Leo telah menyembunyikan kematian putranya dari khalayak dan terkesan sangat dirahasiakan.


Jika dugaan Jiru ini benar, maka ini adalah kesempatan bagi guru BK itu untuk menjatuhkan Leo di depan semua orang tanpa ia tahu bahwa Leo sudah menyiapkan kejutan besar bagi Jiru.


"Tidak, Orochi Sama. Saya hanya penasaran sebab putra-putra tuan muda Leo tidak hadir ke sekolah sampai saat ini." Jiru merasa gugup. Ia tak mungkin memberitahu tentang kematian Yeon jika semua orang tak tahu apa-apa soal kabar itu. Bisa-bisa itu menimbulkan bumerang bagi dirinya.


"Hai, Orochi Sama!" Jiru membungkukkan tubuhnya tanda hormat pada kepala sekolah yang berjalan lebih dulu didepannya.


Tak berselang lama, acara penghargaan dimulai. Beberapa guru terfavorit dan berprestasi telah dipanggil menuju podium dan menerima penghargaan masing-masing dari pihak sekolah. Mereka semua disambut tepuk tangan meriah dari seluruh audience yang hadir dalam acara festival tahunan ini. Kini tiba giliran sang diva sekolah alias Jiru Kitaru untuk maju ke depan sebagai penerima penghargaan guru terfavorit terakhir.


Begitu kakinya melangkah, semua siswi langsung heboh meneriakinya. "Sensei Ji ... I love you!" teriak beberapa siswi begitu melihat guru favoritnya maju.

__ADS_1


Jiru hanya melambaikan satu tangannya. Wajahnya yang tampan dan gagah memang membuat kaum hawa menjadikannya idola. Ditambah perangainya yang cool dan tampil berwibawa, tak hanya siswi-siswi saja yang terjatuh dalam pesonanya. Para guru wanita lain juga banyak yang menaruh hari padanya tanpa tahu siapa guru tampan itu sebenarnya.


Sepasang kilatan mata menatap tajam ke arah Jiru dengan senyum sinis mencurigakan. Ia berbicara pada seluruh anak buahnya untuk segera bersiap-siap mengadakan pertunjukan spektakuler yang takkan pernah bisa di duga oleh semua orang.


"Bersiaplah!" ujar orang itu sambil berjalan kebelakang panggung tanpa diketahui oleh siapapun.


Hadiah dan penghargaan telah diberikan kepada Jiru tepat dihadapan semua orang. Rasa bangga dan besar kepala menyelimuti hati seorang Jiru. Iapun diminta menyampaikan sebuah pidato singkat sebagai rasa ucapan terima kasih atas terpilihnya guru paling digemari oleh seluruh penghuni sekolah ini.


Baru saja ia akan membuka mulutnya dan ingin menyampaikan sesuatu, tiba-tiba muncul layar proyektor yang menampilkan fakta dibalik siapa sosok seorang Jiru Kitaru sebenarnya. Awalnya, tidak ada yang aneh pada pemutaran awal tampilan proyektor tersebut karena masih berisi tentang biodata sang idola sekolah. Namun suasana mencengangkan mulai terasa berbeda begitu proyektor itu memutar sisi lain dari idola mereka.


Mata semua orang terbelalak dengan mulut menganga lebar menyaksikan apa yang mereka lihat di depan mata. Seorang guru idola telah banyak melakukan tindakan keji dan perbuatan biadab lainnya. Tak hanya mencoba membunuh putra sulung Leo, tapi Jiru juga melakukan banyak pelecehan seksual serta pemerasan dan pengancaman terhadap murid yang ia lecehkan. Lebih parahnya lagi, ia pun punya rencana untuk melengserkan jabatan kepala sekolah yang sekarang. Hal itu terbukti dari video percakapan serta perbuatannya yang terekam kamera.


"Apa ini? Matikan proyektornya!" teriak Jiru kelimpungan kesana kemari, tapi tak satupun orang menggubris teriakannya.


Selain karena terkejut atas apa yang mereka lihat, mereka semuanya juga masih belum bisa menguasai rasa shocknya. Hampir semua orang jadi heboh sendiri dan mulai bergunjing ria. Tidak ada yang tahu siapa dan dimana orang yang memutar layar proyektor tersebut dan membuatnya kacau acara festival.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2