
Rasa shock sungguh menyerang Shena setelah mendengar pernyataan dari Kristin tentang siapakah CEO perusahaan Dilagara groub. Shena tidak menyangka, ada ya … orang seperti Kristin dan suaminya. Atas dasar apa mereka mengaku-ngaku perusahaan orang lain sebagai perusahaannya seperti itu. Sudah begitu, sombongnya minta ampun.
Ingin sekali, Shena menyiram wajah dua orang bodoh menyebalkan yang ada dihadapannya dengan sisa air minum yang tadi sempat ia semburkan. Berani-beraninya mereka menyombongkan diri dan mengaku-ngaku pemilik perusahaan suami Fey. Mereka tidak tahu kalau istri sesungguhnya dari perusahaan itu ada di depan mata mereka.
“Kalian … benar-benar sudah gila,” gumam Shena masih terkejut. Entah mengapa malah jadi Shena yang marah.
Entah kedua orang tidak waras ini mendengar gumaman Shena atau tidak. Keduanya terlihat tidak merasa berdosa sedikitpun seolah semua orang bakal percaya tentang apa yang mereka ucapkan.
Bilangnya, tidak suka pamer, tapi berkoar-koar mengaku-ngaku memiliki perusahaan yang bukan milik mereka. Dasar manusia tidak tahu diuntung, umpat Shena dalam hati, Kerena terlalu kesal, Shena tidak sadar kalau ia sudah berdiri tegak sambil memelototi pasangan suami istri tidak tahu diri itu.
“Duduklah Shena,” pinta Fey dengan tenang.
Istri Refald yang tak lain permilik perusahaan Dilagara groub yang asli ini sama sekali tak terlihat marah ataupun kesal seperti halnya Shena. Sebaliknya, Fey hanya tersenyum seolah ia sudah tahu sebelumnya bahwa Kristin berbohong. Ada dua kemungkinan yang terjadi, teman lamanya ini tidak tahu kalau suaminya seorang penipu, atau Kristin sudah tahu tapi ia pura-pura tidak tahu kalau Dilagara groub bukan milik suaminya, melainkan milik Fey dan Refald.
“Kakak, apa orang ini tidak tahu seperti apa kak Refald? Bagaimana bisa dia mengaku-ngaku sebagai CEO diperusahaan, Kakak? Kak Refald turun pangkatkah?” Shena jadi bingung.
“Kau tahu sendiri, Refald menyembunyikan identitas aslinya dari semua orang yang ada di dunia. Ia tidak ingin orang tahu kalau Refald berbeda terlepas dari siapa sosok suamiku yang sesungguhnya. Tidak ada yang boleh tahu kekuatan Refald dan ia lebih suka menjadi dirinya yang sekarang. Refald selalu menyamarkan diri dan memercayakan semua hal tentang perusahaan yang ia bangun pada anak buahnya.
"Tidak ada yang tahu seperti apa wajah suamiku. Hanya orang kepercayaannya saja yang tahu, itupun jika mereka benar-benar membutuhkan tanda tangan Refald, barulah suamiku itu muncul menemui mereka. Wajar kalau ada yang memanfaatkan situasi ini,” terang Fey pada Shena, tapi matanya tetap tertuju pada gerak gerik Kristin dan suaminya yang sibuk dengan bajunya akibat tak sengaja terkena semburan Shena.
“Hei! Kau Nona,” teriak suami Kristin menggelegar. “Apa yang kau lakukan, ha? Lihat! Pakaianku jadi kotor, nih. Kau tahu berapa harga pakaian ini? Ini mahal, tahu? Kau tidak akan pernah bisa menggantinya walaupun kau menjual seluruh barang yang kau punya?” ujarnya dengan marah, tanpa pria itu tahu, jangankan membeli baju model yang ia pakai, Shena bahkan bisa membeli perusahaan yang membuat baju itu kalau ia mau.
“Huh, aku tidak percaya ini? Beraninya kau membentakku! Kau mau kusembur lagi, ha?” Shena sudah tidak bisa menahan amarahnya.
Cukup sudah istri Leo itu bersabar menghadapi orang-orang yang sok ini. Shena bahkan sudah bangun berdiri dan bersiap-siap menyiram wajah pria itu dengan air minum yang ada didepannya. Namun, lagi-lagi Fey menahan Shena agar tidak terbawa emosi.
__ADS_1
Belum saatnya, tunggu tanggal mainnya, itulah arti tatapan mata Fey yang ia tujukan pada Shena.
“Sorry Sir, adikku tak sengaja. Dia hanya shock saja tadi,” ujar Fey dengan bawaannya yang tenang. Shena langsung kagum pada kakak iparnya ini. Istri Refald itu sungguh terlihat berkharisma dalam menghadapi segala situasi. “Berikan saja nomer rekeningmu, Sir. Aku akan menstransfer sejumlah uang sebagai ganti bajumu yang kotor.”
“Huh, aku tidak yakin, kau bisa menggantinya, baju ini very very expensive, mau makan apa kau jika seluruh uangmu kau berikan padaku.” Suami Kristin itu masih bisa berlagak dan terkesan meremehkan Fey.
Dasar congkak! Gila! Nggak waras, lihat saja nanti, kau bakal dibikin pindang oleh suami dan kakak iparku! Batin Shena dalam hati.
“Mau makan apa kami nanti itu, bukan urusanmu! Harusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri setelah ini! Dasar tidak tahu diri!” sengal Shena masih kesal.
“Haish, wanita ini ….” Geram pria itu.
“Apa? Mau berkelahi? Ayo!” tantang Shena dan untuk kesekian kalinya, Fey menenangkan istri Leo yang sudah kehabisan kesabaran.
“Tapi, Kak … orang ini sudah keterlaluan banget ….”
“Aku tahu, biarkan saja. Percayalah padaku!” Fey meyakinkan Shena bahwa pria penipu itu akan segera menuai getahnya.
“Sayang, sudahlah, kan hanya baju, kita bisa beli lagi nanti,” ujar Kristin ikut menenangkan emosi suaminya.
“Baju ini termasuk unlimited Sayang, belum tentu kita bisa mendapatkan lagi yang seperti ini. Aku sungguh kesal sekali sekarang gara-gara wanita itu!” suami Kristin menunjuk wajah Shena dengan jari telunjuknya.
Hampir saja Shena memakan jari telunjuk itu saking emosinya. Kalau saja Fey tak menghentikan dirinya. Mugkin Shena sudah mematahkan tulang leher pria tidak tahu malu ini.
“Sebutkan saja nominal uang yang kau inginkan untuk ganti rugi baju kotormu itu. Aku akan mentrasfernya sekarang,” ujar Fey meredakan ketegangan suasana.
__ADS_1
“Tidak usah, tidak apa-apa,” ujar Kristin.
“Apanya yang tidak apa-apa,” sengal suami Kristin. “Dia memaksa memberikan uang ganti rugi baju ini, berikan saja rekeningmu Sayang. Toh dia sendiri yang menawarkan diri, bukan kita yang meminta.” Pria penipu itu mulai menunjukkan sifat aslinya.
“Begitu, ya? Ya sudah kalau gitu.” Kristin menuruti ucapan suaminya dan memberikan nomer rekeninganya pada Fey. Tanpa menunggu lama, Feypun menstransfer sejumlah uang yang diminta.
“Dasar bunglon!” gumam Shena menatap jijik pria yang duduk dihadapannya.
“Kau bilang apa!” teriak suami Kristin yang mendengar gumaman Shena. Dia langsung berdiri tegak dan dengan cepat menghampiri Shena. Tentu saja istri Leo itu tak gentar dan malah terkesan menantang.
“Dasar Biawak! Tak sadar dirikah?” balas Shena berteriak. “Kau itu cuma sok sok-an saja disini! Jangan berlagak belagu! Kau pikir aku tidak tahu siapa kau yang sebenarnya? Apa yang kau lakukan ini, merupakan tindakan pencurian identitas orang lain. Jika aku melaporkanmu pada pihak yang berwajib, habislah kau!”
Suami Kristin itu langsung tertegun mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Shena. Pria itu sampai terhuyung mundur dengan wajah yang mulai terlihat pucat, tapi sepertinya ia masih berusaha keras menyangkal.
“A-apa maksud ucapanmu itu?” tanya pria penipu itu.
“Huh, kenapa? Kau takut, kan? Dasar sampah!” hujat Shena langsung tak kenal takut.
Suami Kristin itu tidak terima dirinya sejak tadi dikatain Shena, iapun melayangkan satu tangannya dan hendak menggampar wajah Shena. Namun, tiba-tiba … Dor!
Terdengar suara tembakan dari arah samping Shena dan suami Kristin itu berdiri.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1