Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)

Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Shena Dan Leo)
episode 301 Kehidupan Yuna dan Yeon


__ADS_3

Mendapat tamparan keras dari orang asing tak dikenal membuat Viola langsung shock berat. Gadis itu hampir menangis saking marahnya. Apalagi, ini pertama kalinya ia ditampar seseorang. Sebelumnya, gadis angkuh itu tak pernah diperlakukan kasar oleh siapapun apalagi sampai kena tampar.


Namun kali ini sungguh ia tidak mengerti, apa yang salah dengan ucapannya, padahal ia hanya berniat membantu sang penculik untuk mendapatkan uang tanpa tahu bahwa orang-orang misterius ini menculiknya bukan karena uang, melainkan karena ingin memberi pelajaran pada Ola dan Ona atas apa yang sudah mereka lakukan pada Yuna.


“Beraninya kau menampar adikku!” bentak Viona tak terima. Sebagai kaak, ia juag sangat terkejut ada orang asing tiba-tiba saja menggampar adiknya tanpa alasan yang jelas.


Plak!


Satu tamparan lagi untuk gadis sombong itu. Sekarang tak hanya Viola yang kena gamprat, kakaknya pun ikut kena juga. Kedua kakak beradik ini benar-benar marah lantaran tidak terima kalau mereka diperlakukan kasar oleh orang yang sama sekali tak mereka kenal.


“Heh, kau! Beraninya sama anak kecil? Kenapa kau menampar kami, ha? Kau bisa dikenakan pasal undang-undang perlindungan anak!” bentak Viona marah.


Bukannya takut akan gertakan gadis angkuh yang ada dihadapannya, Orang yang tak lain adalah pengawal Leo itu hendak menggampar wajah Viona lagi, tapi aksinya dihentikan oleh rekannya sehingga tidak jadi. Sebagai bawahan kepercayaan keluarga Pyordova, tentu saja pengawal terlatih ini tak terima calon menantu keluarga majikannya direndahkan oleh dua anak ingusan bau kencur seperti Viona dan Viola. Kedua gadis bengal itu harus diberi pelajaran tentang arti menghormati dan menghargai orang lain.


“Hentikan, Bro! Sudah cukup! Bila mereka ketahuan menyakiti nona Yuna lagi, Bos menyuruh kita untuk membunuh mereka saja. Sampai hari itu tiba … tahan emosimu!” rekan orang berjas hitam itu mengingatkan.


Ucapan rekan pria berjas hitam itu sengaja ia kencangkan untuk mengintimidasi dua gadis kecil yang sedang ketakutan. Karena ini adalah perintah, mau tidak mau pengawal yang tak diketahui namanya itu mengurungkan niatnya dan berjalan mundur ke sisi rekannya.


“Mereka berdua itu benar-benar menyebalkan. Masih kecil saja sudah sok begitu, gimana nanti kalau sudah besar,” gerutu pengawal Leo pada rekannya, tapi matanya masih emnatap marah Viona dan Viola.


“Terserah mereka besar mau jadi apa, yang penting kita akan melindungi nona Yuna seprti yang diperintahkan. Kita lihat saja, apa pilihan gadis nakal ini, pilih mati atau hidup lebih lama sampai mereka mati sendiri.” Sunguh kata-kata yang terdengar sadis bagi Ola dan Ona.

__ADS_1


“A-apa kau bilang? Nona? Yuna? Ja-jadi kalian ….” Viona tak sanggup menyelesaikan kalimatnya karena mulai mengerti siapakah orang-orang ini. Ia juga sadar, alasan kenapa orang ber jas hitam itu menamparnya tadi. Semakin terkejutlah Ola dan Ona setelah memahami semuanya.


“Kami akan mengawasi kalian selama 24 penuh sampai tunangan nona Yuna datang kembali kemari. Jadi, jika kalian masih ingin menikmati hidup dan menggapai masa depan yang cerah. Jaga sikap kalian! Atau kalian langsung kami kirim ke alam baka, sebelum kalian sempat menikmati hidup,” ancam pengawal Leo lalu meninggalkan dua bersaudara itu begitu saja di dalam gudang bawah tanah.


“Hei kau! Lepaskan kami! Jangan pergi dulu! Dasar bereengsek!” teriak Viona meronta-meronta berusaha melepaskan diri. Sementara adiknya hanya bisa shock berat.


Sejak hari itu, baik Larasati ataupun kedua kakak angkatnya tak berani mengganggu atupun mengusik Yuna. Mereka semua memang tinggal seatap, tapi seperti orang asing yang tak saling kenal. Yuna sendiri tak mempermasalahkannya jika itu memang yang terbaik untuk semuanya.


Selama di rumah, Yuna hanya bisa berkomunikasi dengan ayah angkatnya yaitu Rizal. Mereka berdua melakukan aktivitas sehari-hari layaknya keluarga normal lainnya. Dilihat dari luar, kehidupan keluarga Rizal biasa-biasa saja, tapi didalamnya, ada jurang pemisah diantara Yuna dan yang lainnya.


Kendati demikian, hal itu tak menjadi masalah bagi Yuna selama ia bisa hidup dengan baik dan meraih mimpinya hingga ia dewasa nanti. Yuna berusaha melanjutkan hidup dan membuktikan diri bahwa ia bukan wanita lemah, sebaliknya ia sangat kuat dan tegar.


***


Jika kehidupan Yuna sudah berjalan dengan lancar dengan perlindungan yang sudah diberikan Leo terhadapnya, maka lain halnya dengan Yeon yang lebih memilih untuk bikin masalah dimanapun ia berada. Hal itu ia lakukan untuk mengisi kekosongan yang ada di dalam hidupnya dan mencoba melupakan Yuna sementara. Setiap kali ada kesempatan, Yeon langsung menggunakan kesempatan itu untuk bikin pusing seluruh keluarganya.


Alhasil, Leo jadi kalang kabut karena bolak-bolik harus berurusan dengan polisi sampai mereka sangat hafal betul dengan Leo saking seringnya ia menjemput Yeon stelah kekacauan yang putranya itu buat.


“Tuan muda, apa anda tidak bosan datang ke kantor ini setiap hari?” tanya salah satu petugas polisi pada Leo.


“Tentu saja bosan, daripada melihatmu, mending aku melihat wajah cantik istriku! Tapi si Bengal Yeon terus saja bikin ulah! Aku juga heran, kenapa putraku itu suka sekali datang kemari. Memangnya kantormu ini ada apanya?” canda Leo.

__ADS_1


“Bukan karena kantor ini ada apanya, Tuan muda. Tapi memang dasar putramu saja yang suka bikin ulah di luar sana. Kali ini ia menghajar anak orang hanya karena ia dituduh merebut kekasih temannya.”


“Perkelahian anak-anak benar-benar memusingkan,” gumam Leo teringat akan masa mudanya dulu yang juga tak jauh beda dengan Yeon.


Leo muda, juga sering dituduh temannya dengan tuduhan sama seperti yang dialami putranya. Sebab, wajah Leo yang tampan dan merupakan anak sultan, menjadi daya tarik sendiri bagi semua kaum hawa. Dan sekarang malah menurun ke anaknya.


Wajar saja kalau Yeon marah karena ia tak terima dituduh sembarangan. Anak itu tak suka banyak bicara dan lebih suka main tangan. Kini, Leo merasakan apa yang Byon rasakan dan mulai mengerti kenapa ia dulu sering ditangani oleh pamannya dan bukan ayahnya sendiri. Kalau Leo buat onar, maka Dilagara yang tak lain adalah ayah Refald, akan datang dengan membawa senjata apinya untuk menjinakkan Leo. Kalau sudah begitu, Leo tak bisa berkutik lagi.


“Dimana Yeon sekarang?” tanya Refald yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Leo. Entah sejak kapan Refald ada di sini.


“Kenapa kau baru datang? Si Bengal itu tidak mau pulang karena menunggumu!” omel Leo begitu melihat kakaknya.


“Rey tersesat di hutan, jadi aku mencarinya dulu, baru bisa kemari, saat ini ia sudah menunggumu di luar! Kau bilang kau mengajaknya berburu, kenapa kau malah ada di sini?” ganti Refald yang mengomel.


“Hadeuh, harusnya ... dulu kita tukar anak saja! Aku sudah bilang pada Rey untuk membatalkan acaranya karena Yeon bikin ulah. Sepertinya, ia tak membaca pesanku dan nekat pergi sendiri. Tangani Yeon, aku akan menemui Rey.” Leo berlalu meninggalkan Refald untuk menemui keponakan kesayangannya.


“Dasar bengek! Enak saja main tukar anak!” Refald ngedumel sendiri mendengar ucapan asal jeplak Leo.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2