Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
102. Telur dan rendang


__ADS_3

Sekitar tiga puluh menit, Rizky akhirnya sampai di rumahnya dan langsung masuk begitu saja. Kebetulan pintu rumahnya itu terbuka lebar dan dia melihat Gita tengah menonton televisi.


Wanita paruh baya itu mengerutkan kening, ketika melihat Rizky yang setengah hari pulang sebab tidak biasanya dia seperti itu.


"Di mana Nella?"


"Kok kamu pulang?"


Mereka bertanya berbarengan, lalu Rizky kembali bertanya. "Di mana Nella, Ma?"


"Ada di kamar. Eh ... kamu kenapa pulang jam segini?" Gita berlari mengejar Rizky yang begitu cepat melangkah naik ke lantai atas, pria tampan itu bahkan sudah mengetuk pintu kamarnya sendiri.


Tok ... tok ... tok.


"Nella! Buka pintunya!" ucap Rizky, dia bukan hanya sekedar mengetuk pintu. Tetapi menurunkan handle pintu dan ternyata pintu itu dikunci dari dalam. "Nella, ini gue. Lu jangan marah ... gue bisa jelaskan!"


"Memangnya Nella marah kenapa, Riz?" tanya Gita seraya menepuk pundak anaknya.


"Nanti aku beritahu, aku mau menemui Bibi dulu untuk meminta kunci serep." Rizky menjawab sembari berlari turun dari tangga, selang beberapa menit—pria itu balik lagi dan menghampiri Gita dengan deru nafas yang tersengal-sengal.


Bolak-balik naik turun tangga ternyata membuatnya capek, terlebih perutnya sudah terasa sangat lapar. Lantas, Rizky memasukkan kunci serep tersebut lalu menurunkan handle pintu.


Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat Nella tengah berbaring dengan posisi miring, hanya punggungnya saja yang dapat mereka lihat.


"Nella, lu jangan marah sama gue, ya," ucap Rizky lembut seraya duduk di atas kasur. Dia menarik lengan wanita itu supaya tubuhnya terlentang. Dilihat mata Nella terpejam, tetapi kelopak matanya bergerak-gerak. Rizky menjadi curiga jika Nella tidak benar-benar tidur.


'Apa dia hanya pura-pura tidur?' batin Rizky.


"Riz, Nella sedang tidur. Sepertinya dia kelelahan karena habis masak." Gita menarik lengan Rizky yang ditahan oleh pria itu, dia ingin membawa anaknya keluar dari kamar sebab tak mau menganggu menantunya yang tengah istirahat. "Ayok keluar, Riz!"


"Aku ...."


Krukuk ... krukuk. Ucapan Rizky terhenti akibat bunyi cacing di dalam perutnya, Nella yang memang tidak benar-benar tidur mampu mendengarnya.


"Kamu lapar?" tanya Gita pelan.


Rizky mengangguk samar sembari menyentuh perutnya yang begitu keroncongan. "Iya, Ma."


"Tadi bukannya Nella kirim makan siang? Dan Mama juga binggung kenapa kamu pulang?"


"Itu dia masalahnya, rendang dari Nella nggak sampai ke tanganku. Ternyata yang menerima adalah Mitha dan dia nggak memberitahuku," jelas Rizky.

__ADS_1


"Apa? Mitha!" Nella yang sejak tadi berbaring dan pura-pura tidur langsung bangkit dengan wajah emosi. "Kurang ajar sekali dia, terus dimana rendangnya sekarang?"


Tatapan kemarahannya kini tertuju pada Rizky dan membuat pria tampan itu menciut karena takut. "Dia membuangnya."


"Apa!" pekik Nella. "Mitha harus kuberi pelajaran!" Nella segera bangkit dan berdiri, kakinya sudah berjalan keluar kamar tetapi tiba-tiba lengannya dipegang oleh Rizky.


"Gue sudah suruh Hersa untuk cari dia dan membawanya ke sini, nanti kita akan beri dia pelajaran."


"Kenapa nanti? Aku inginnya ...."


Krukuk-krukuk. Ucapan Nella menggantung saat mendengar perut Rizky kembali berbunyi, pria tampan itu sejak tadi menahan laparnya.


"Mas Rizky lapar?" Nella yang tadinya emosi langsung luluh seketika, dia menoleh pada Rizky yang tengah mengusap perutnya sendiri.


"Iya, rendang buatan lu masih ada nggak? Gue mau makan."


"Nggak ada, Nella hanya bikin dua porsi. Satu untukmu dan satu untuk Mama, dan Mama sudah memakannya," jawab Gita seraya menghampiri mereka berdua.


"Ya sudah deh, aku mau makan masakan Bibi saja. Apa Bibi masak hari ini? Aku lapar sekali, Ma." Rizky melepaskan lengan Nella, lalu berjalan menuruni anak tangga. Nella pun ikut mengejarnya.


"Mas nggak boleh makan masakan Bibi." Nella merebut piring dari tangan Rizky yang sudah berisi nasi yang sempat tuangkan barusan. Dia benar-benar merasa tidak ikhlas jika melihat suaminya makan masakan orang lain meskipun itu buatan bibi pembantu di rumahnya.


"Kenapa memangnya?" tanya Rizky binggung, dia masih memegangi perut.


Itu bahkan bukan sebuah jawaban, melainkan pertanyaan balik.


"Doyan, memang kenapa?" tanya Rizky, dia masih binggung. Tetapi dilihat dari wajah wanita itu, sudah tak ada kemarahan. Itu sedikit membuat dada Rizky lega.


"Mas tunggu sebentar saja, ya! Aku akan masak telur untuk Mas Rizky." Nella berlalu pergi menuju dapur sembari membawa piring yang sudah ada nasi.


"Nella, kamu nggak perlu ...."


Rizky menarik lengan ibunya disaat Gita hendak melangkah, dan itu membuat ucapannya tadi terhenti.


"Sudah biarkan saja, Ma."


"Tapi tadi dia sudah—"


"Mas Rizky mau telurnya didadar atau diceplok?" tanya Nella yang balik lagi datang menghampiri mereka.


"Terserah lu saja," jawab Rizky sambil tersenyum.

__ADS_1


"Itu bukan jawaban, aku 'kan tanya ...."


"Didadar, dadar saja." Rizky dengan cepat menjawab sebab Nella seperti kesal, wanita cantik itu begitu sensitif sekali.


"Mau berapa biji telurnya?" tanya Nella kembali.


"Dua, jangan banyak-banyak. Gue 'kan punya telur sendiri."


Niat Rizky ingin mengajaknya bercanda, namun Nella sepertinya tak paham dan tak menghiraukan ucapannya. Nella pun berlalu pergi dan kembali ke dapur.


"Mama merasa Nella aneh deh, Riz," ucap Gita seraya menarik kursi yang berada di samping anaknya.


"Aku juga merasa seperti itu, Ma. Tapi nggak apa-apa, yang penting dia nggak marah padaku." Rizky tersenyum lalu menenggak satu gelas air sampai tandas. Mungkin dengan meminum air, sedikit menahan rasa laparnya.


"Memangnya tadi dia marah?"


"Iya, dia marah padaku dan pada Maya. Karena dia bilang yang menerima kirimannya Maya, tapi Maya sendiri nggak mengakuinya," terang Rizky.


Gita hanya terkekeh mendengarnya.


Sekitar 5 menit kemudian....


"Wah .... baunya harum sekali. Gue jadi nggak sabar ingin mencobanya," ucap Rizky saat melihat kedatangan Nella membawa piring yang sudah ada telur dadar buatannya. Wanita cantik itu tersenyum lalu menaruh di atas meja di dekat Rizky.


Setelah itu, dia menarik kursi dan duduk di sebelah Rizky, sekarang pria tampan itu berada di tengah-tengah antara ibu dan istrinya.


Mata Nella seketika berbinar saat melihat Rizky melahap satu sendok nasi dan telur ke dalam mulutnya. Pria itu mengunyahnya begitu semangat.


"Bagaimana rasanya, Mas?" tanya Nella penasaran sembari menyentuh perut sendiri.


"Enak, sangat luar biasa," jawab Rizky sembari mengangkat dua ibu jarinya ke arah Nella, lalu meneruskan makan.


"Telur dadar aku sama rendangnya Mitha, lebih enak mana, Mas?" tanya Nella yang mana membuat Rizky terbelalak, lagi-lagi dia menyebut nama Mitha dengan nada ketus, sepertinya Nella begitu menyimpan dendam pada wanita itu.


Sebelum Rizky tersendak akibat tenggorokannya yang begitu kering, cepat-cepat pria tampan itu menuangkan air lalu menyiram tenggorokannya.


'Kok dia membandingkan telurnya dengan rendang buatan Mitha? Memangnya Nella tahu gue makan rendangnya Mitha, ya? Kapan? Perasaan ... gue makan rendang si Mitha hanya sekali dan itu bersama Reymond,' batin Rizky.


...Jangan lupa like dan komentarnya...


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....

__ADS_1


...1070...


__ADS_2