
Dengan penuh keterpaksaan, Nella mengangkat bokongnya dan mengambil piring kosong yang berada di depan Rizky.
"Segini cukup?" tanya Nella dengan ketus, sehabis menuangkan satu centong nasi ke atas piring.
"Cukup," jawab Rizky sambil tersenyum. Meskipun ia tau Nella begitu terpaksa melakukannya, namun tak mengapa, Rizky sudah cukup merasa senang.
"Lauknya apa?" tanya Nella kembali.
"Sup sapi dan perkedel."
Nella mengambil apa yang Rizky minta, menaruhnya di atas nasi.
"Ini, habiskan sama piring-piringnya!" cicit Nella seraya menaruh piring itu di depan Rizky. Setelah itu, ia berlalu pergi meninggalkan ruang makan. Selera makannya sudah hilang gara-gara kehadiran Rizky. Padahal, ia hanya makan dua suap nasi dan perkedel.
Sofyan menghela nafasnya dengan berat sambil geleng-geleng kepala, melihat tingkah putrinya. Namun, Rizky malah terkekeh melihat tingkah Nella yang menurutnya begitu lucu.
"Jangan diambil hati, Riz," ucap Sofyan seraya tersenyum.
"Nggak masalah, Pah. Aku mengerti," jawab Rizky sambil membalas senyuman dari Sofyan.
"Ya sudah ayok makan, kamu nggak perlu mikirin Nella. Dia sudah makan tadi," titah Sofyan, ia melihat Rizky tengah melihat piring Nella yang masih ada nasi.
"Iya, Pah." Rizky mengangguk, lantas dirinya melahap makan malamnya dengan serius. Perutnya benar-benar begitu lapar.
*
"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya, Pah. Mau istirahat," ucap Rizky ketika menyelesaikan makan malamnya.
"Aku antar kamu ke kamar Nella, Riz," ajak Diana seraya bangun.
"Nggak us--"
"Biar Mamih yang antar, nggak apa, Riz," sela Diana cepat.
Rizky mengangguk, lantas dirinya dan Diana sama-sama menaiki anak tangga.
"Aku nggak nyangka kamu sekarang jadi menantuku, Riz," ucap Diana seraya menoleh pada Rizky yang tak melihat ke arahnya.
"Iya, di mana kamar Nella?" Langkah kaki Rizky dan Diana terhenti di depan empat kamar.
Bukannya menjawab, Diana justru tiba-tiba memeluk tubuh Rizky hingga membuat Rizky terperangah dengan mata yang membulat sempurna.
"Apa-apaan lu, Diana?" tanya Rizky dengan refleks mendorong tubuh Diana supaya terlepas darinya. Ia tak mau jika semua orang di rumah itu tau, apa lagi Nella. Bisa-bisa makin runyam urusannya.
__ADS_1
"Kamu sombong sekali, Riz. Aku kangen padamu."
"Lu ini bicara apa sih?" Rizky mengerutkan kening.
"Bicara apa apanya? Kamu ini pura-pura lupa? Kita 'kan saling mengenal?"
Rizky tersenyum miring sambil geleng-geleng kepala. "Kita hanya partner dan itu sudah berlalu, sekarang tunjukkan kamar Nella."
"Aku sampai sekarang masih nggak terima gara-gara--"
"Lho, kok Rizky belum masuk ke kamar Nella?" tanya Sofyan yang baru saja datang menghampiri mereka dan menyela ucapan Diana.
"Itu kamar Nella di sana, Riz," kata Diana sambil menunjuk kamar yang berada di urutan nomor dua dari kamar utama.
"Pah, aku masuk dulu." Rizky menoleh pada Sofyan, kemudian langsung buru-buru masuk ke kamar Nella tanpa melihat ke arah Diana.
Ceklek~
Semoga saja Papah nggak sempat melihat gue dan Diana tadi' batin Rizky.
Rizky menyapu setiap sudut kamar Nella yang bernuansa warna pink dan tercium aroma harum yang begitu menyejukkan pada ruangan itu. Rizky melihat Nella yang tengah duduk menyandarkan punggungnya pada sisi ranjang sambil bermain ponsel. Lantas, ia membuka jas dan menaruhnya di atas nakas. Kemudian duduk di samping Nella seraya mendekapnya dari belakang.
Nella langsung terkesiap hingga ponsel itu terlepas dari genggamannya, gegas ia menepis lengan Rizky pada perutnya. Namun Rizky kembali mendekapnya, menempelkan dagunya di atas bahu kiri Nella.
"Kenapa sih? Dipeluk kok nggak mau, aneh banget."
"Iyalah aku nggak mau! Bapak ini Mesum!" pekik Nella.
"Gue mau mandi, lu bisa nggak isi air hangat pada bathtub untuk gue mandi?" pinta Rizky seraya menyisir rambut panjang Nella dengan kelima jarinya.
"Isi aja sendiri, manja banget!" cetusnya seraya memalingkan wajah.
"Biarin lah manja, kan sama istri sendiri. Sekali-sekali boleh dong, Nella." Rizky mendekatkan wajahnya pada rambut Nella, menciumi aroma wangi shampoo.
Dia tuh nggak pernah sekali saja nggak nyebelin, aku benar-benar nggak tahan berumah tangga dengannya' batin Nella.
Nella membuang nafasnya dengan berat, ia begitu risih dengan apa yang Rizky lakukan padanya. Ingin memberontak, namun tenaganya kalah oleh Rizky.
"Tapi ada syaratnya," ucap Nella.
"Apa itu?"
"Bapak jangan tidur seranjang denganku!"
__ADS_1
"Terus gue tidur di mana?"
"Sofa." Nella mengedikkan kepalanya kearah sofa yang berada didekat kasur.
"Nggak mau, gue nggak biasa tidur di sofa. Nanti badan gue pegel-pegel."
"Ya sudah, Bapak nggak perlu menyuruhku kalau begitu!" tegasnya. "Lepas!" pinta Nella seraya menggeliat.
"Gue nyuruh istri sendiri, kenapa lu kayak berat banget sih? Gue ini suami lu." Rizky melepaskan pelukannya, namun dengan cepat ia menubruk tubuh Nella dari atas. Kepala Rizky mendekat pada leher Nella, lidahnya menjulur lantas menjilati leher Nella.
"Aahh ... lepas, Pak!" desah Nella seraya menarik kepala Rizky.
Dasar Mesum, apa yang sedang dia lakukan?' batin Nella.
Bukannya melepaskan, Rizky makin menjadi-jadi dan kini melummat leher istrinya, hingga membuat Nella meremang tak karuan. Salah satu tangan Rizky meraba pada inti tubuh istrinya yang masih berlapis celana, merasakan ada sesuatu yang mengganjal di sana.
Kapan dia selesai datang bulan? Gue mau menyentuhnya lagi' batin Rizky.
Setelah berhasil memberikan dua jejak kepemilikan, Rizky melepaskan leher Nella dan mengangkat tubuhnya untuk bangkit dari kasur. Gegas ia berjalan masuk ke kamar mandi, meninggalkan Nella yang tengah mengusap-usap lehernya bekas saliva Rizky.
Rizky benar-benar gila, bisa-bisa aku disentuh lagi sehabis datang bulan. Mana sekarang saja darahnya tinggal sedikit' batin Nella cemas.
Ia sebenarnya bukan cemas takut hamil sekarang, tapi memang aslinya tidak mau disentuh oleh Rizky.
Setelah mendengar suara gemericik air saat Rizky sudah masuk ke kamar mandi, Nella meraih tasnya yang berada di atas nakas. Ia mengambil satu butir pil KB dan menuangkan air pada gelas. Lantas, ia menelan pil kecil itu dengan air.
Tiga puluh menit berlalu, Rizky keluar dari kamar mandi seusai menyelesaikan mandinya dengan lilitan handuk di atas pinggang. Kemudian, ia membuka lemari besar milik Nella yang berisi tiga pintu, ia membukanya satu persatu untuk mencari pakaian gantinya.
Setelah berhasil menemukan pakaian ganti miliknya pada urutan pintu lemari ke tiga, Rizky mengambil boxer dan memakainya.
Rizky naik ke atas kasur, membaringkan tubuhnya di samping Nella yang sudah tidur dengan posisi berbaring membelakanginya.
"Selamat tidur istri gue yang cantik," ucap Rizky seraya mengecup pipi kanan Nella.
Cup~
Kira-kira, dia pergi ke dokter kandungan mau apa ya? Masa hanya ingin bertanya masalah kesuburan? Gue rasa nggak mungkin, apa jangan-jangan ada yang Nella sembunyikan?' batin Rizky.
Entah mengapa pandangan mata Rizky langsung tertuju pada tas berwarna silver yang berada di atas nakas, tas milik Nella.
Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!
Yuk follow IG Author: @rossy_dildara
__ADS_1