
Ceklek~
Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya Rizky membuka pintu kamarnya dan terlihat Gita berdiri di depan.
"Ngapain saja kalian di kamar? Ini sudah siang." Gita melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya, menunjukkan pukul 11.30. Ia memperhatikan anak dan menantunya yang berdiri bersebelahan. Rizky memakai setelan jas berwarna abu muda, sedangkan Nella memakai dress kotak-kotak hitam putih. Namun netranya terbelalak saat melihat ke arah Nella. Wanita cantik itu terlihat begitu pucat dan tanpa polesan make up. Gita segera mendekatinya seraya menangkup kedua pipi mulusnya. "Kamu kenapa? Sakit?"
"Nella nggak sakit, Mah. Dia hanya capek karena habis bercinta denganku." Rizky menyahut sambil merangkul bahu istrinya. "Ayok kita makan, biar kita punya tenaga," ajaknya seraya tersenyum nakal.
"Hahahaha ...." Gita bergelak dan menepuk kasar lengan Rizky. "Kau ini mesum sekali, kasihan istrimu kecapean."
Rizky terkekeh. "Iya, aku tau. Tapi rasanya enak, Mah. Dan aku ketagihan."
Gita mencubit hidung Rizky dengan gemas. "Dasar!"
Mereka bertiga menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan. Tidak seperti Gita dan Rizky yang seolah bahagia sebab sedari tadi tertawa, Nella justru cemberut terus dan memikirkan Ihsan.
Habis makan, aku harus ke bengkel untuk menemui Kak Ihsan. Dia pasti bertanya-tanya tentang aku yang nggak ada kabar' batin Nella.
"Sayang, habis ini kamu mau ke Restoran?" tanya Gita pada Nella yang tengah makan bersamanya.
Nella mengangguk sebagai jawaban.
"Mamah ikut, ya? Mamah mau mengenalkan kamu ke teman-teman arisan Mamah. Kebetulan janjian di Restoran Tantemu."
"Nanti biar aku yang antar ya, Mah," tawar Rizky menimpali.
"Tapi sebelum ke Restoran ... aku ada urusan dulu, Mah. Mamah pergi duluan saja dengan Pak Rizky," kilah Nella beralasan. Ia tak mau, untuk kedua kalinya tidak jadi bertemu Ihsan.
Akan tetapi, Rizky seolah mengerti alasan yang Nella ucapan. Tentunya, ia tak mau jika istrinya bertemu dengan Ihsan semudah itu.
"Lu ada urusan apa? Nanti biar gue dan Mamah ikut dengan lu," ujar Rizky.
Nella menatap sinis Rizky yang berada di depannya. Sama halnya dengan Rizky yang tau, Nella juga tau maksud Rizky mengucapkan hal itu.
Dia pasti sengaja supaya aku nggak bisa bertemu Kak Ihsan. Sepertinya ... hari ini aku dan Kak Ihsan nggak bisa bertemu' batin Nella.
"Ya sudah," jawabnya pasrah.
__ADS_1
"Maaf menganggu." Bibi pembantu datang menghampiri Gita, ia membungkuk sopan. "Ada tamu ingin bertemu Nona Nella, Bu."
"Siapa, Bi?" tanya Rizky cepat.
"Namanya Pak Angga, dia bilang Opanya Nona Nella. Dia menunggu di ruang tamu."
Opa? Ada perlu apa Opanya Nella sampai datang ke sini? Bukannya kemarin aku dan Nella sudah menginap?' batin Rizky.
"Habiskan dulu makannya," perintah Gita saat melihat Nella bangkit dari duduk. Wanita itu bahkan baru makan dua suap.
"Aku sudah kenyang, Mah. Aku ingin menemui Opa." Nella gegas pergi dari ruang makan, ia juga merasa penasaran kenapa Angga sampai bertamu di rumah mertuanya hanya untuk bertemu dengannya.
"Buatkan kopi, Bi," titah Gita yang mana dianggukkan oleh Bibi pembantu. Lantas berjalan menuju dapur.
"Aku juga mau menemui Opanya Nella ya, Mah." Rizky ikut pergi dari ruang makan. Dan kini hanya tinggal Gita seorang diri yang menyelesaikan makannya.
***
"Opa," panggil Nella seraya memeluk sekilas pria paruh baya yang baru saja bangun dari duduknya di sofa. "Opa ada perlu apa sampai datang ke sini?" Setelah itu, Nella dan Angga duduk bersebelahan.
"Opa." Tak lama Rizky datang. Pria tampan itu langsung mencium punggung tangan Angga dan duduk di sofa single di dekat sofa panjang yang Angga dan Nella duduki.
"Bicara saja di sini, Opa. Kenapa harus ke rumah Opa?" tanya Rizky penasaran. Ia merasa ada yang aneh dengan sikap Angga yang bahkan tak menatap ke arahnya, hanya menatap Nella. Memang Rizky sudah tau sejak pertama bertemu, Angga tampak tak menyukainya. Namun, hati Rizky mengatakan ada hal penting yang membuat Angga datang ke sini.
"Ini masalah keluarga, Opa harus bicarakan hanya berdua dengan Nella."
"Keluarga?" Nella mengerutkan kening. "Keluarga apa? Apa ini tentang Papah?"
Angga menggeleng samar. "Bukan, tapi tentang Ommu, Steven. Kita ke rumah Opa, ya? Kita bicara di sana." Angga merangkul bahu Nella, mengajak wanita cantik itu berdiri bersamanya.
"Apa aku boleh ikut?" Rizky ikut berdiri.
"Kamu bukannya mau ke kantor?" Angga memperhatikan pakaian Rizky yang begitu rapih. "Lagian, ini masalah Omnya Nella, nggak terlalu penting untukmu, Riz." Angga bersih keras, tetap ingin hanya ia dan Nella saja yang pergi, tidak mau mengajak Rizky.
Rizky nggak boleh ikut, aku harus memisahkan mereka berdua.' batin Angga.
"Ada apa? Apa ada masalah?" Gita yang baru saja datang langsung mengajukkan pertanyaan. "Perkenalkan, saya Gita. Mamah mertuanya Nella." Gita mengulurkan tangannya pada Angga dan Angga gegas membalas jabatan tangannya.
__ADS_1
"Aku Angga, Opanya Nella."
"Senang bertemu Opa, ada perlu apa? Silahkan duduk." Gita mengarahkan tangannya pada sofa yang baru Angga dan Nella duduki tadi.
"Aku hanya ingin mengajak Nella ke rumahku sebentar, ada urusan keluarga yang ingin aku bicarakan dengan Nella, Git. Apa aku bisa membawa Nella bersamaku?"
"Boleh, silahkan." Gita mengangguk.
"Tapi aku mau ikut, Opa." Sekali lagi, Rizky ingin dirinya ikut. Rasa penasarannya tak bisa ia singkirkan begitu saja.
"Pak, Opa 'kan bilang hanya sebentar. Bapak nggak perlu ikut!" Nella merasa tak terima dan geram dengan Rizky. Ia seperti susah bernafas, sebab Rizky seolah tak mengizinkan dirinya bergerak bebas. "Ayok kita pergi, Opa." Nella mencium punggung tangan Gita dulu sebelum ia dan Angga pergi meninggalkan rumah itu.
"Kenapa kau seperti anak kecil? Biarkan Nella pergi bersama Opanya, Riz!" tegur Gita seraya menahan lengan Rizky. Pria tampan itu baru melangkah hendak mengejar Nella.
"Aku nggak percaya dengan apa yang Opa Angga ucapkan, Mah. Dia seperti menyembunyikan sesuatu."
"Menyembunyikan apa?" Gita mengerutkan kening. "Opa Angga hanya ingin bicara dengan Nella, biarkan saja."
"Bukanya Mamah bilang ingin mengajak Nella bertemu dengan teman-teman Mamah, ya? Kok malah mengizinkan begitu saja Nella pergi?" Rizky merasa kesal, sebab sang mamah tidak mendukungnya kali ini.
"Itu bisa lain waktu, Riz," jawab Gita dengan entengnya.
"Aku mau kejar mereka, Mah. Aku curiga dengan Opa Angga." Rizky menepis kasar tangan Gita pada tangannya. Lantas berlari keluar rumah.
Mobil Angga sudah tak ada halaman depan, Rizky memilih untuk masuk dan mengemudi mobilnya menuju rumah Angga.
***
Setengah didalam perjalanan menuju rumahnya, Angga menepikan mobilnya. Ia menoleh pada Nella yang duduk di sebelahnya. kebetulan, wanita cantik itu juga sedang menatap ke arahnya.
"Nella, Opa sudah tau siapa Rizky dan Ihsan."
"Rizky dan Ihsan, apa maksud Opa?" Wajah Nella terlihat binggung, ucapan Angga terdengar begitu ambigu.
"Iya, Opa sudah mencari tau siapa Rizky dan Ihsan. Rizky bukanlah pria yang baik untukmu, dan hanya Ihsan yang cocok untukmu. Opa akan membantumu untuk bisa bersama Ihsan dan terlepas dari Rizky," ungkapnya kemudian yang mana membuat netra Nella berbinar.
...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...
__ADS_1
...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...