Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
104. Jangan merebut Mas Rizky dariku


__ADS_3

Area dewasa 21+!!


Setelah selesai mandi, Rizky mengangkat kembali tubuh wanita itu sambil melakukan ciuman, dia membawanya keluar kamar mandi. Tetapi Rizky menurunkan tubuh Nella tidak di atas kasur, hanya di lantai dan membiarkannya berdiri.


"Jangan naik." Rizky mencegah Nella saat wanita itu akan naik ke atas kasur. Segera dia balik tubuh istrinya supaya berdiri membelakanginya. "Sekarang membungkuk."


"Membungkuk? Maksudnya?" Nella menoleh dengan kening berkerut, dia tak mengerti ucapan dari suaminya.


"Begini." Rizky sedikit menekan punggung istrinya hingga tangan wanita itu menyentuh kasur. Setelahnya, dia pun mengelus sebentar senjata pamungkasnya, kemudian kembali melakukan penyatuan.


Nella mendessah dengan kedua mata yang membulat sempurna. Rizky yang mendengarnya pun langsung tersenyum puas. Segera dia melaju dengan kecepatan sedang hingga ritmen yang begitu cepat.


"Mas ...." Nella meringgis sambil mengigit bibir bawahnya, sensasi itu terasa begitu dalam dan membuat ubun-ubunnya terasa panas.


Seprei putih yang berhasil Nella remmas dengan kuat seolah menjadi saksi bagaimana nikmat yang dirasakannya saat ini.


"Enak, kan?" tanya Rizky seraya menyeka keringatnya, lalu dia ikut membungkuk sambil melummat tengkuk istrinya. Kali ini dia akan memberikan tanda merah di sana.


Setelah beberapa menit kemudian....


'Aku sudah nggak tahan lagi,' batin Nella. Tubuh yang berhasil dikuasai oleh Rizky seketika menjadi bergetar hebat, saat dirinya mencapai pelepasan berbarengan dengan Rizky.


Mereka berdua melenguh dengan kuat sambil menutup mata, cairan itu berhasil menghangatkan rahimnya.


Merasa tubuhnya sudah benar-benar lemas, seketika tubuh Nella jatuh di atas kasur. Rizky yang melihatnya bergegas mengangkat tubuh wanita itu dan membaringkannya dengan posisi terlentang. Tengkurap begitu membahayakan bagi wanita hamil dan Rizky tentunya tak ingin anaknya kenapa-kenapa.


"Terima kasih, Nell. Ini sungguh nikmat," ucap Rizky dengan nafas yang terengah-engah, bibirnya mengecup singkat bibir Nella yang menganga.


Nella hanya tersenyum dan mengangguk sedikit.


"Gue cinta sama lu, apa lu sudah mencintai gue?" Rizky duduk di sebelah wanita itu sembari membersihkan inti tubuhnya sisa pelepasan menggunakan tissu.


"Aku ...." Nella mengantung ucapannya, dia binggung dengan perasaannya sendiri. Apa sekarang cinta itu sudah tumbuh? Entahlah.


"Kalau belum cinta ya nggak apa-apa, gue akan tunggu lu mencintai gue." Rizky tersenyum dengan hangat, punggung tangannya perlahan menyeka keringat di dahi istrinya.


Tak lama suara ketukan itu terdengar dari luar kamarnya.


Tok ... tok ... tok.

__ADS_1


"Rizky, Nella, sedang apa kalian? Diluar ada Hersa mencarimu, Riz," ucap seseorang dari luar kamar, suaranya seperti Gita.


"Iya, Ma!" jawab Rizky setengah berteriak, takut sang mama tidak mendengarnya. Lantas pria tampan itu berjalan membuka sedikit hordeng kamarnya untuk melihat halaman rumahnya dari jendela. Terlihat ada Hersa tengah berdiri bersama Mitha.


"Mas Rizky lihat apa?" Nella masih berbaring sembari melihat bokong putih suaminya yang begitu gamblang.


"Hersa sama Mitha ada diluar, lu mau beri dia pelajaran sekarang?" Rizky balik lagi menghampiri Nella dan duduk di atas kasur.


Nella mengangguk semangat, lalu bangkit untuk duduk. "Iya, Mas."


"Tapi lu lemes nggak?"


"Nggak kok, aku sudah nggak sabar bertemu dengannya, Mas." Tangan Nella sudah mengepal dan kemarahannya kini muncul kembali pada wajahnya.


"Ya sudah, kita bersihkan diri dulu sebentar, lalu menemuinya." Rizky perlahan mengangkat tubuh Nella untuk masuk lagi ke kamar mandi.


Sementara itu, di ruang tamu.


Bibi pembantu mempersilahkan Hersa dan Mitha untuk menunggu di ruang tamu atas perintah dari Gita. Wanita cantik itu duduk di sofa single, sedangkan Hersa hanya berdiri di sampingnya.


Setelah memberitahu Rizky, Gita kembali dan ikut duduk menemui mereka sembari menunggu Rizky dan Nella turun. Dia duduk di sofa panjang di sebelah sofa yang Mitha duduki.


"Tante Gita, Tante apa kabar?" tanya Mitha basa-basi, aslinya dia merasa ketakutan lantaran dipaksa datang ke rumah Rizky oleh Hersa. Pria itu berhasil menemukannya saat dia keluar dari taksi yang berhenti di depan rumahnya.


"Iya, aku Mitha, Tante." Mitha tersenyum manis. "Umur Tante berapa?"


"Ngapain kamu tanya umur Tante? Tante ini sudah tua."


Mitha terlihat masih basa-basi sekali di sini.


"Nggak, Tante terlihat awet muda kok. Malah seperti berumur 30 tahun," ucapnya berbohong.


Gita menggembungkan senyum sembari memangkup kedua pipinya sendiri. Sebuah pujian mampu membuat hatinya meleleh, meskipun pujian itu hanya dusta. "Benarkah? Apa Tante semuda itu?"


"Iya, sangat muda." Mitha mengangguk semangat.


"Oya, ngomong-ngomong ... kedatanganmu pasti mengenai masalah tadi siang, kan?" Gita yang awalnya berwajah ramah padanya seketika berubah menjadi masam, sebab dia ingat tentang masalah rendang itu.


"Sebenarnya aku ...."

__ADS_1


"Aku apa?" sergah Nella yang tiba-tiba saja datang bersama Rizky. Tangannya bersedekap di atas dada dengan wajah cemberut.


Rambut pasangan suami istri itu sama-sama basah, dan Nella mengenakan dress selutut sedangkan Rizky mengenakan celana kolor pendek selutut dan kaos putih polos.


Melihat dua orang yang tengah menatapnya dengan sengit, segera Mitha bangkit dari duduknya. Dia langsung menghampiri Nella dan memeluk tubuhnya.


"Mbak Nella, maaf ... maafkan aku. Maafkan aku telah membuang kiriman dari Mbak Nella," ucapnya lirih.


Sontak Nella terperangah saat wanita itu memeluknya. Sungguh, dia merasa begitu jijik padanya. Segera dia mendorong kasar tubuh Mitha sampai terlepas dari tubuhnya.


Mitha beringsut mundur ke belakang, mungkin kalau tidak ada Hersa yang menahan punggungnya—dia sudah jatuh.


"Kenapa kamu membuangnya, ha? Apa salahku padamu!" bentak Nella.


Rizky hanya diam, dia akan berbicara nanti setelah Nella meluapkan semua kekesalannya pada Mitha.


"Aku khilaf, Mbak. Maafkan semua kesalahanku. Besok aku akan buatkan rendang yang baru, untuk menggantikannya," ucap Mitha dengan nada memohon, dia juga berekspresi sesedih mungkin supaya mendapatkan iba dari mereka yang berada di sana.


"Nggak usah! Aku nggak butuh!" berang Nella. Dia maju beberapa langkah untuk mendekati Mitha, lalu menatapnya dengan tajam. "Aku akan memberimu peringatan, anggap ini adalah peringatan pertama dan terakhir ...."


"Peringatan apa, Mbak?" Bibir Mitha sudah bergetar, dia lantas menurunkan pandangannya saat melihat sorotan tajam itu menusuknya hingga membuat tenggorokannya kering.


"Jauhi Mas Rizky! Dan jangan menganggu rumah tanggaku!" tekan Nella sambil melotot.


"Aku nggak ganggu rumah tangga Mbak, kok," elak Mitha.


"Nggak ganggu, nggak ganggu. Kamu pengganggu!" Nella meraih ujung rambut wanita itu lalu menariknya sedikit. "Kalau kamu sampai berani merebut Mas Rizky dariku, aku bisa pastikan karier dan restoran Papimu akan hancur!"


Suara Nella begitu tandas dan amat menggema pada ruangan itu, telinga Mitha sampai berdengung dan sakit.


Tapi tentunya apa yang dikatakan Nella mampu membuat pria yang berdiri di belakang tubuhnya bahagia, sangat bahagia.


Rizky sejujurnya begitu kesal bahkan marah pada Mitha. Namun dibalik itu semua dia mengambil hikmah, bahwasanya Nella sudah menunjukkan kalau dirinya sangat berarti di hidupnya.


Rizky segera menghampiri Nella, lalu membalik tubuhnya untuk saling berhadapan. Tanpa pikir panjang dan melihat situasi—Rizky langsung mencium bibir istrinya dan sontak membuat mereka yang berada di sana membulatkan matanya.


'Kenapa Mas Rizky malah menciumku? Aku belum selesai marah sama Mitha.' Nella mencoba mendorong dada Rizky supaya ciuman itu terlepas, tetapi pria itu malah menekan tengkuknya hingga ciuman itu makin dalam.


...Jangan lupa like dan komentarnya...

__ADS_1


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....


...1130...


__ADS_2