Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
73. Dikunci dari luar


__ADS_3

'Apa obatnya sudah mulai bereaksi? Bagus kalau begitu,' batin Gita seraya berdiri.


"Ayok Mama antar Sayang." Gita mengandeng tangan Nella, mengajaknya ke toilet khusus.


Sementara itu dari kejauhan—ada Sofyan yang tengah berdiri sambil memperhatikan gerak-gerik Nella sedari tadi. Tentunya apa yang dialami Nella tiada lain adalah rencana dari Sofyan dan Gita untuk menyatukan Nella dan Rizky. Mereka sama-sama ikut andil mengerjakan tugasnya masing-masing, sesuai dengan kesepakatan bersama.


"Hei sini kau!" Sofyan berteriak pada pelayan wanita yang baru saja lewat membawa nampan berisi jus jambu. Wanita itu langsung menghentikan langkah dan menghampirinya.


"Ada apa, Pak?"


"Kau tumpahkan minuman ini." Sofyan menunjuk minuman yang dia bawa. "Pada wanita yang memakai dress berwarna merah maroon, wanita muda, dia orangnya." Sofyan mengarahkan jari telunjuknya tepat di belakang tubuh Nella dan wanita itu pun memperhatikan Nella.


"Tapi Pak ... nanti saya akan dimarahi, ini terdengar—"


"Paling kamu dimarahi mertuanya," sela Sofyan.


"Tapi tenang saja ... kau nggak akan kenapa-kenapa, aku Papa dari wanita itu." Sofyan mengambil dompetnya yang berada di saku jas, lantas memberikan lima lembar uang berwarna merah. "Kalau bisa, kamu tumpahkan tepat di dadanya." Dengan sedikit memaksa, Sofyan memberikan uang itu padanya.


Wanita itu mengangguk, lantas dirinya berjalan cepat supaya tidak ketinggalan Nella di depannya.


"Nella!" panggil Sofyan dari belakang.


Mendengar panggilan namanya, jelas sekali Nella langsung berbalik badan dan disaat itulah, pelayan itu menumpahkan minumannya tepat di tubuh Nella. Namun sayangnya bukan mengenai dada, tapi perutnya.


"Ah!" Nella terkesiap seraya beringsut ke belakang, setelah menerima tumpahan jus itu. Perutnya terasa basah dan lengket.


"Aduh, Mbak ini bagaimana sih? Kok nggak hati-hati?" gerutu Gita pada pelayan wanita itu. Tapi dia hanya berpura-pura sebenarnya.


"Maafkan saya, Bu. Maafkan saya Nona." Pelayan wanita itu buru-buru pergi begitu saja, saat tahu wajah Nella sudah memerah dan cemberut.


"Bagaimana ini Ma? Basah?" Nella menyentuh dressnya dengan mata yang berkaca-kaca, dia juga malu dilihat beberapa orang.


"Ayok kita bersihkan di toilet dulu Sayang." Gita buru-buru mengajak Nella masuk ke dalam toilet.


Melihat Nella dan Gita sudah menghilang, kini giliran Sofyan menghampiri Rizky. Pria tampan itu tengah asik mengobrol bersama teman-temannya.


"Rizky, mana jasmu?" tanya Sofyan seraya menepuk pundak Rizky.


Rizky menoleh. "Sama Nella tadi, memang kenapa, Pa?"


"Tadi Nella ketumpahan minuman, sana samperin dia dan bawa jasmu. Dreesnya pasti basah, kamu 'kan tahu sendiri Nella pakai pakaian apa."


Rizky membulatkan matanya, dia tentu ingat dan langsung membayangkan tubuh Nella yang basah, pasti makin seksi dan dilihat banyak orang. Tentunya itu tidak bagus.

__ADS_1


'Gue aja susah untuk menikmati tubuhnya, masa orang lain gampang. Gue nggak rela,' batin Rizky.


"Di mana Nella sekarang, Pa?" Rizky mengedarkan pandangannya pada seluruh ruang hotel itu, mencari-cari keberadaan istrinya.


"Di toilet sama Mamamu. Tadi Papa juga lihat dia duduk di sana." Sofyan mengarahkan dari telunjuknya pada teman-teman Gita yang masih duduk di sofa, terlihat jas merah Rizky juga ada di sana. "Itu seperti jasmu, kan?"


Rizky langsung berlari begitu saja meninggalkan Sofyan, dia pertama-tama mengambil jasnya dulu di sana, kemudian mencari toilet.


Sementara itu di dalam toilet, Nella buang air kecil dulu lalu mencoba untuk membersihkan pakaiannya.


Dia menyemprotkan selang shower tepat di perutnya. Namun, apa yang dia lakukan bukan hanya membersihkan tumpahan jus itu, melainkan membuat basah dressnya sampai bawah, bahkan rembes mengenai celana dalaam.


"Astaga, aku ini apa-apaan sih? Kok jadi basah semua?" Nella menggerutuki diri sendiri saat menyadari tindakannya yang salah. Tetapi, air itu terasa sejuk menyentuh kulitnya yang terasa panas. Sekarang Nella malah ingin mandi.


Ceklek~


Nella membuka pintu toilet itu dan melihat Rizky yang tiba-tiba saja mengikatkan lengan jasnya pada pinggang Nella. Terlihat sekali Rizky satu-satunya orang yang mencemaskannya.


"Kok rok lu basah? Ayok kita pulang sekarang, nanti masuk angin." Rizky meraih tangannya dan sedikit menarik wanita itu supaya ikut bersamanya.


"Rizky, lebih baik Nella ganti pakaian dulu," cegah Gita. Dia menghalangi Rizky yang baru saja melangkah.


"Pakaian? Memang ada?" tanya Rizky.


Rizky menoleh pada Nella, biar dia saja yang memberikan jawaban.


"Apa Mama pesan kamar hotel juga di sini?" tanya Nella yang mana membuat Rizky mengerutkan kening.


'Kok dia malah nanya kamar? Bukan pakaian?' batin Rizky heran.


Gita mengangguk semangat. "Iya, Mama pesan hotel untuk pengantin dan untuk Mama sendiri, kamu mau ikut menginap juga memangnya?"


Nella menggeleng cepat. "Nggak, aku hanya ingin numpang mandi dan ganti pakaian saja."


"Kok mandi? Ganti pakaian saja, nggak usah mandi," ucap Rizky.


"Boleh sayang, ayok! Mama antar kamu." Gita langsung mengajak Nella untuk menaiki lift dan Rizky juga ikut membuntut di belakangnya.


"Kamu mau mandi di kamar Ridho atau Mama?" tanya Gita saat mereka bertiga masuk ke dalam lift.


"Kamar Mama saja." Nella mengibaskan tangannya tepat di wajahnya sendiri, dia merasa kepanasan. Keringat di dahinya sudah mulai mengalir membasahi wajahnya.


Ting~

__ADS_1


Setelah sampai, mereka keluar dari pintu lift itu. Mereka hanya berjalan beberapa langkah untuk sampai ke kamar hotel.


Gita mengambil card system di dalam tasnya, kemudian menempelkannya pada pintu. Setelah berhasil terbuka, mereka bertiga masuk.


Gita gegas mengambilkan handuk kimono putih di lemari, lalu memberikan pada menantunya.


"Pakaian gantinya mana, Ma?" tanya Nella seraya mengambil handuk dari tangan Gita.


"Kamu mandi saja dulu, nanti Mama carikan pakaiannya."


Merasa tubuhnya makin kepanasan, Nella hanya mengangguki ucapan Gita. Lantas dia berlari masuk ke kamar mandi.


Pandangan mata Rizky sejak masuk sudah mengarah pada tempat tidur. Tidak ada yang salah, tempat tidur itu mirip seperti tempat tidur di hotel pada umumnya. Hanya saja banyak sekali kelopak bunga mawar merah yang bertaburan di atas selimut. Rizky seketika seperti dejavu, mengingat kamar hotel saat dia Nella melakukan malam pertama dan memang ini adalah hotel yang sama. Mungkin hanya beda kamar saja.


"Riz, boleh Mama pinjam ponselmu?" tanya Gita pada Rizky yang masih fokus menatap sekelilingnya.


"Memangnya ponsel Mama ke mana?" Rizky melihat Gita membawa tas, tidak biasa juga wanita itu meminjam ponsel. "Dan bukannya Mama harus mengambilkan baju untuk Nella?"


"Ponsel Mama lowbet. Mama mau telepon asisten Papamu untuk mencari pakaian untuk Nella, soalnya Mama lupa menaruhnya," jawabnya beralasan dengan tangan yang sudah menadah.


Rizky yang sama sekali tidak curiga, segera memberikan ponselnya. Kemudian Gita berjalan membuka pintu.


"Nanti bilang sama Nella untuk tunggu sebentar, Mama akan segera mengambilnya."


"Iya."


Setelah itu Gita menutup pintu.


Rizky mendudukkan bokongnya di sofa sembari menatap gedung-gedung bertingkat dari jendela. Pemandangan itu terlihat indah lantaran ada beberapa bintang juga, yang seolah tengah berkedip-kedip ke arahnya.


*


*


*


Sudah hampir lima belas menit Rizky duduk dan menunggu di situ, sedangkan Gita dan Nella belum muncul dihadapannya. Gita belum ada tanda-tanda masuk, di kamar mandi juga masih terdengar gemericik air.


Merasa bosan, Rizky lantas bangkit dari duduknya seraya berjalan menuju pintu. Mungkin dia harus menyusul ibunya, kalau tidak menyuruh asistennya untuk membawakan Nella pakaian ganti. Namun saat tangannya menurunkan handle pintu, pintu itu tidak berhasil terbuka dan seperti dikunci dari luar.


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...

__ADS_1


__ADS_2