Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
8. Melamar gadis orang


__ADS_3

"Kenapa belum siap? Besok kita melamar dulu dan lusanya kamu menikah dengannya! Mamah dan Papah akan menjodohkanmu!" tekan Gita.


Deg!


Bola mata Rizky seakan hendak keluar, ia kembali terbelalak.


"Mamah gila? Aku bahkan belum kenal dia, masa setelah melamar langsung menikah? Apa-apaan juga dijodohkan? Memangnya zaman Siti Nurbaya? Aku 'kan laki-laki, Mah."


"Memang kenapa kalau laki-laki? Sekarang Mamah mau tanya, apa kau sudah punya pacar?"


Rizky menggelengkan kepalanya.


"Nah! Kau ini jomblo! Lebih baik kau turuti saja kemauannya Mamah dan Papah!" tekannya.


"Tapi, Mah. Sebelum menikah itu harus pendekatan dulu," sanggahnya.


"Halah! Tidak usah pakai pendekatan, nanti setelah menikah kalian juga kenal satu sama lain." Gita mengangkat bokongnya. "Pokonya kau besok harus dandan yang rapih, pakai setelan jas yang masih baru dan pesan buket bunga untuk anaknya Sofyan," tegurnya.


"Cincinnya bagaimana? Aku harus membelinya? Aku 'kan tidak tau ukurannya?"


"Masalah cincin gampang. Mamah sudah urus, yang terpenting kau bersiap-siap saja dan jaga etika buat besok! Biar Nella itu suka padamu!" tekan Gita. Setelah itu ibu dari tiga orang anak itu berlalu pergi, keluar dari pintu utama Rizky.


Rizky membaringkan tubuhnya di sofa empuk miliknya. Dalan hati kecilnya ia benar-benar belum siap menikah, apalagi dengan cara perjodohan seperti ini. Ia bahkan tidak mengenal dan tidak tau siapa itu Nella.


Rizky berfikir sejenak, tapi jika perjodohan ini ditolak, pasti Gita dan Guntur tetap memaksanya.


"Bagaimana kalau wanita yang bernama Nella itu jelek?" Rizky langsung membayangkan wajah Sofyan dan istrinya Nina. Ia sempat bertemu dengan istrinya dulu, sebelum meninggal. Namun dilihat dari wajah orang tuanya dan Kakak Nella yang Rizky tau. Wajah mereka tampan dan cantik. Rasanya tidak mungkin jika Nella jelek, pasti dia juga cantik.


Tapi masalahnya disini Rizky tidak punya bekal apa-apa untuk menikah, mungkin selain materi yang ia punya. Rizky tidak mengerti apa itu arti pernikahan. Tapi yasudah lah, terima nasib saja.


***


Esok pagi.


Rizky tampak begitu tampan dan rapih, ia memakai stelan jas berwarna abu-abu, sesuai permintaan Gita, itu adalah pakaian baru. Ia juga memesan buket bunga mawar merah yang akan diberikan Nella.


Kedatangan mereka ke rumah Sofyan tentunya disambut hangat oleh sang pemilik rumah. Karena baik Rizky ataupun Guntur, mereka sama-sama rekan bisnis Sofyan. Sesama di kasta yang sama, tentunya Sofyan ingin menjalin hubungan yang baik.


Sofyan mengajak mereka bertiga menuju ruang tamu. Netra Rizky langsung membulat sempurna mana kala melihat wanita cantik yang tengah duduk di sofa. Ia mengenakan dress mini berwarna biru, duduk menyilang kaki bersama pria disampingnya.

__ADS_1


Diana? Kok dia ada disini?' batin Rizky.


Diana sama terkejutnya dengan Rizky, pasalnya mereka saling mengenal. Diana ini tidak lain adalah teman ranjangnya dulu, sebelum bersama Anna. Tentunya Rizky berpaling dari Diana karena dirinya sudah bosan.


Rizky? Jadi dia yang akan melamar Nella? Kenapa harus dia?' batin Diana dengan rasa kecewa.


"Perkenalkan, ini Diana. Dia istri baru saya," ucap Sofyan memperkenalkannya pada Guntur, Gita dan Rizky. Satu keluarga itu berjabat tangan mereka.


Oh, ternyata sekarang dia jadi istrinya Pak Sofyan' batin Rizky.


"Guntur."


"Gita."


"Diana."


"Rizky." Tentunya Rizky pura-pura tidak mengenal pada wanita didepannya itu. Rasanya malu juga kalau ternyata calon mertuanya dulu adalah teman ranjangnya.


"Saya Dirga, adik ipar Kak Sofyan," kata Dirga ikut mengenalkan dirinya, mereka kembali menjabat tangan.


"Ayok duduk Riz, Pak Guntur, Bu Gita. Sebentar lagi Nella akan turun," titah Sofyan dengan tangan yang mengarah pada sofa panjang.


Mereka langsung duduk di sofa. Entah mengapa jantung Rizky tiba-tiba berdebar hebat. Ia merasa nervous, mungkin ini pengalaman pertamanya melamar gadis orang. Tapi dirinya gugup bukan karena takut ditolak, sudah pasti Sofyan menerima lamarannya. Hanya saja Rizky gugup kerena bertemu calonnya itu.


Lebay banget sih gue, mau ketemu cewek aja jantung gue berdebar gini. Awas saja kalau yang bernama Nella itu jelek, gue nggak mau nikah sama dia' batin Rizky.


Suara ketukan sepatu high heels terdengar dari anak tangga. Dia orangnya, orang yang ditunggu-tunggu. Melihat Nella yang sudah turun, Sofyan segera bangun dan menghampiri putrinya.


"Nella, tunggu sebentar."


Nella yang baru saja ingin keluar dari pintu utama segera menoleh, pada Sofyan. Ia mengenakan rok tutu panjang bermotif bunga-bunga dan kaos hitam polos. Meski penampilan terlihat sederhana, tapi tidak menghilangkan kecantikan seorang Nella.


"Apa, Pah?"


"Kita kedatangan tamu, ayok sapa mereka dulu." Sofyan merangkul bahu Nella, mengajak gadis itu menemui orang yang berada di ruang tamu.


Nella dan Rizky saling melayangkan pandangan dengan mata membulat. Mereka sungguh terkejut bukan main, apalagi dengan Nella. Mereka pernah bertemu sekali dan pertemuannya begitu tidak baik.


Mampus gue! Ternyata dia anaknya Pak Sofyan' batin Rizky.

__ADS_1


"Kamu!" Nella menunjuk wajah Rizky, tepat didepannya. "Ngapain kamu ada disini? Bukannya kamu sudah dipenjara?" tanya Nella binggung.


"Penjara? Penjara apa?" tanya Gita yang ikut-ikutan binggung. Ia sama sekali tidak mengerti ucapan dari calon menantunya itu.


"Dia--"


"Nella, kamu ini bicara apa?" bisik Sofyan seraya menyela ucapan anaknya.


"Ini Nella putri saya." Sofyan mengenalkan Nella pada ketiga orang itu, lalu ia menoleh ke arah Nella. "Nell, ayok kenalan dengan mereka," titahnya.


"Kenalan? Kenalan apa sih, Pah?" Nella kembali menatap wajah Sofyan dengan mimik wajah binggung.


Sofyan malah tidak menghiraukan pertanyaan dari Nella, ia justru mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan pada orang tua Rizky.


Mau apa mereka? Dan kenapa pria mesum ini bisa ada disini? Harusnya dia sudah dipenjara' batin Nella.


Melihat tangan Gita yang sudah terulur ke arah Nella, gadis cantik itu segera membalasnya.


"Gita."


"Nella."


Selanjutnya beralih pada Guntur, pria tua itu mengulurkan tangannya pada Nella.


"Guntur."


"Nella."


Rizky yang duduk ditengah-tengah orang tuanya bagaikan tidak di anggap. Ia ingin menjabat tangannya pada Nella, namun rasanya ragu.


"Riz! Kenapa kau diam saja? Kenalan cepat!" perintah Guntur berbisik, ia menyenggol lengan Rizky.


Dengan rasa ragu, Rizky mengulurkan tangannya pada Nella, ia juga tidak terlalu berharap akan dibalas. Karena kemungkinan Nella sudah ilfeel duluan padanya.


Nella tentunya merasa tak enak pada orang tua Rizky yang menatapnya penuh harapan untuk bisa membalas uluran tangan anaknya. Nella menjabat tangan Rizky, namun hanya sekilas saja. Sampai sentuhan kulitnya tidak mampu Rizky rasakan.


"Nella."


"Rizky."

__ADS_1


Pelit banget, emang segitu menjijikkannya tangan gue?' batin Rizky.


Rizky memperlihatkan tangannya sendiri, bekas tangan Nella yang tidak terasa itu.


__ADS_2