
"Bekerja, bekerja, sejak kapan lu kerja jadi cleaning servise?" tanya Rizky tak percaya. "Jangan coba-coba bohong, ya! Gue bisa bawa lu ke penjara sekarang juga!" Rizky menodong wajah Ihsan dengan jari telunjuknya, dan itu membuat Ihsan makin kesal padanya.
Tetapi untuk saat ini, lebih baik dia tak usah cari ribut dengan Rizky. Sebab langkahnya masih panjang untuk bisa memisahkan mereka berdua.
"Sudah lama, memangnya kamu mesti tahu?" Ihsan memutar bola matanya dengan malas. "Nggak perlu, kan? Yasudah ... aku mau pergi saja kalau begitu. Selamat malam." Lantas Ihsan pun berlalu pergi meninggalkan mereka.
'Awas saja kalau lu berbohong, Ihsan! Gue langsung seret lu ke penjara!' batin Rizky.
Setelah kepergian Ihsan, tak lama suara pintu UGD terbuka dan keluarlah seorang Dokter pria berkacamata.
"Keluarga Sofyan Prasetyo?" ucapnya.
Nella, Rizky dan Guntur segera menghampiri dokter tersebut.
"Saya putrinya, Dok," ujar Nella.
"Saya menantunya," ujar Rizky juga.
Guntur menoleh pada Nella dan Rizky, lalu menatap dokter. "Saya besannya." Dia ikut-ikutan mengenalkan diri.
"Pak Sofyan mengalami serangan jantung ...," kata Dokter tersebut yang mana membuat ketiga orang itu terhenyak sambil membulatkan matanya. Rizky segera merangkul bahu istrinya saat melihat mata cantik itu terlihat berair, Nella pasti sangat sedih saat ini.
"Kok bisa, Dok? Papa saya nggak punya penyakit jantung kok," ujar Nella dan tak lama air matanya mengalir membasahi kedua pipi. Rizky yang sejak tadi hanya fokus pada istrinya lantas dengan cepat menyeka air mata itu.
"Orang yang tidak memiliki penyakit jantung bisa mengalami serangan jantung, Nona," terang Dokter. "Pak Sofyan sepertinya mengalami keterkejutan yang sangat parah. Apa sebelum pingsan ... ada sesuatu yang dialaminya?"
Nella mengangguk cepat. "Saya dan Papa habis memergoki Mami selingkuh di kamar hotel, Dok."
Rizky dan Guntur sontak melayangkan pandangan, lalu didetik selanjutnya mereka geleng-geleng kepala.
"Ternyata Mami selingkuh dengan Om Aji, dia benar-benar wanita gatal dan lebih cocok dipanggil seorang jal*ng!" imbuh Nella dengan lantang.
Kembali Guntur dan Rizky dibuat terkejut, secara tidak langsung Nella sudah membuka aib rumah tangga papanya.
'Astaga, serius? Diana selingkuh? Parah sekali, mana dengan Aji lagi,' batin Guntur.
__ADS_1
'Si Diana benar-benar wanita nggak tahu malu. Sudah menikah tapi nggak berubah, tetap gatal,' batin Rizky.
Ayah dan anak itu mencibir Diana dalam hati.
"Oh, ini masalah rumah tangga, ya?" tanya Dokter. Dia merasa tak enak hati saat melihat raut kesedihan tergambar jelas di wajah cantik Nella. "Maafkan saya, Nona. Nona yang sabar, ya?"
Melihat Nella kembali menangis, Dokter berkacamata itu dengan refleks mengulurkan tangannya. Hendak meraih rambut kepala wanita cantik itu, mungkin niatnya ingin menenangkan hatinya.
Namun sebelum itu terjadi, Rizky pun segera menepis kasar lengan Dokter.
"Dokter mau ngapain? Mau gatal juga?" tanya Rizky galak, matanya langsung melototi dokter itu.
"Ah maaf, saya nggak ada maksud." Dokter berkacamata itu menggeleng cepat. Dia sampai khilaf kalau di samping wanita itu ada suaminya.
"Terus kondisi Papa sekarang bagaimana, Dok?" tanya Nella.
"Jantungnya sangat lemah, Nona. Sementara biarkan dia istirahat dulu dan kalau nanti sudah sadar ... jangan mengatakan hal-hal yang membuatnya sedih, ya? Apa lagi mengingatkan tentang kejadian yang tadi Nona ucapkan," terang Dokter.
Nella mengangguk cepat. "Iya, Dok. Terima kasih."
***
Padahal Nella sudah sangat senang jika dirinya hari ini keluar dari rumah sakit. Tetapi sayangnya ada sebuah kecelakaan yang membuatnya kembali menginap di rumah sakit.
Tentu, dia tak akan tega membiarkan Sofyan sendirian di rumah sakit dalam keadaan seperti itu.
Sofyan sedang berbaring dengan mata terpejam di atas ranjang. Pakaiannya sudah berganti dengan seragam pasien, tetapi dia tak memakai baju sebab dadanya tertempel Monitor Holter. Sebuah alat medis yang merekam ritme jantung secara terus-menerus.
Hidung dan mulutnya juga dipasang ventilator oksigen, karena Sofyan sempat mengalami sesak nafas.
Nella terus menangis, tetapi anehnya dia sejak tadi susah sekali untuk bisa Rizky peluk. Terus menerus memberontak sampai pelukannya terlepas.
Mereka tengah duduk berdua di sofa, sedangkan Guntur berada diluar sedang menelepon Hersa.
Rizky mengusap-usap puncak rambut istrinya, dan lagi-lagi Nella seakan menghindar.
__ADS_1
Sejenak pria tampan itu merasa binggung, seperti ada perubahan pada sikap Nella. Tetapi anehnya—Nella sejak tadi tak mengatakan apa pun, hanya menangis saja.
'Nella kok seperti berubah? Kenapa dia? Apa efek karena kondisi Papa?' batin Rizky. Dia hanya menebak-nebak saja.
Rizky tak menyerah, dia kembali mendekati Nella meski tadi bokong wanita itu sempat bergeser supaya tak terlalu dekat dengan.
Lantas dengan cepat Rizky memeluk tubuh Nella dan kali ini mendekapnya sangat erat hingga wajah wanita cantik itu berada di dadanya.
"Sayang, sudah ... berhenti menangis seperti ini, Papa pasti baik-baik saja." Rizky menyugar rambut Nella sembari menciumi puncak rambutnya.
Nella merasa hangat dan nyaman dalam dekapan itu. Ingin mencoba berontak lagi, namun hatinya seperti meleleh. Tak rela lepas dari tubuh suaminya.
'Aku benci Mas Rizky! Mas dan Mami sama saja! Kalian jahat! Kalian telah mengkhianati kita berdua.' Nella kembali menangis terisak, dan secara tiba-tiba dia merasakan tubuhnya bergetar hebat.
Rizky membulatkan matanya, dengan cepat dia mengusap-usap punggung wanita itu. "Nella, Nella, lu tenang ... jangan begini. Ingat kondisi lu sedang hamil," tegur Rizky lembut.
"Aku ... aku takut Papa meninggalkanku. Aku hanya punya Papa di dunia ini. Mama sudah pergi lebih dulu meninggal kita," lirihnya sedih.
"Hei, jangan bicara seperti itu," tegur Rizky, dia pun menangkup kedua pipi Nella kemudian mengecup singkat bibirnya. "Lu punya banyak orang di dunia ini. Ada gue .... Papa Guntur, Mama Gita, Opa, Oma dan juga anak kita. Lu nggak akan sendirian dan Papa nggak akan meninggalkan lu."
'Tapi Mas jahat! Sama seperti Mami! Aku membenci Mas Rizky dan mencintai Mas juga. Apa benar apa yang dikatakan Kak Ihsan ... kalau Mas pelet aku? Sampai aku tergila-gila begini?' tanya Nella dalam hati.
Meski begitu, Nella masih saja menangis. Entahlah, saat ini Nella benar-benar terenyuh dan pikirannya kacau. Hanya menangis yang bisa dilakukannya untuk saat ini.
*
*
Setelah beberapa menit, suara tangis itu berubah menjadi suara dengkuran halus. Sepertinya wanita cantik itu sudah capek menangis hingga ketiduran dalam pelukan Rizky.
Tidak ada yang salah dengan hal itu, malah bagus. Rizky bisa mengobati rasa sedihnya meski hanya dari pelukan saja.
Namun seketika Rizky merasakan kemejanya basah pada area dadanya. Rupanya air mata Nella tadi tumpah sangat banyak.
Ceklek~
__ADS_1