Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
109. Mas Rizky harus percaya padaku


__ADS_3

Nella menggeleng cepat dan air matanya kini meleleh membasahi pipinya. "Aku bersumpah! Aku nggak pernah berhubungan badan dengan Kak Ihsan, aku hanya melakukannya dengan Mas Rizky."


Jujur, Rizky merasa ikut sedih melihat air mata itu berlinang. Tetapi kali ini dia berusaha untuk tidak gampang luluh, dia ingin bersikap tegas demi memperjelas semuanya.


"Bagaimana bisa gue percaya, sedangkan lu sering bertemu dengannya dan gue juga tahu ... lu sangat mencintainya." Rizky menatap lurus pada Ihsan yang berada di seberang sana.


Pria itu dari kejauhan hanya bisa melihat mereka tanpa bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


Nella terdiam, kini tangannya beralih menyentuh dadanya yang terasa sesak dan sakit. Punggungnya bahkan sudah menyandar pada mobil Rizky.


Ternyata bukan Guntur saja yang meragukannya, kini Rizky juga sama.


"Lalu sekarang aku harus bagaimana, Mas? Apa yang harus aku lakukan supaya Mas Rizky percaya padaku?" Nella menatap nanar sambil menangis di depan suaminya yang hanya terdiam menatapnya. "Kalau pun aku memang hamil anak Kak Ihsan ... untuk apa aku mengelak? Kemarin 'kan kita sudah berencana untuk bercerai, tapi nggak jadi. Ini semua karena aku hamil, aku hamil dan ini adalah anak Mas Rizky ... bukan anak Kak Ihsan! Aku sama sekali nggak pernah bercinta dengannya!"


Rizky tak menjawab, dia memilih untuk berlari menghampiri Ihsan yang masih berdiri mematung. Dia ingin memastikan sekali lagi pada pria itu.


Nella yang melihatnya pun bergegas ikut menghampirinya.


Rizky membuang nafasnya dengan gusar, tatapan matanya begitu tajam menatap Ihsan dan banyak sekali kebencian di dalam hatinya.


"Ihsan, gue ingin lu jujur sama gue. Apa lu benar pernah menyentuh Nella?" tanya Rizky dengan tegas.


"Kak, aku mohon ... jangan berbohong, beri jawaban jujur supaya Mas Rizky percaya padaku." Nella yang berdiri di sebelah Rizky tengah menangkup telapak tangannya.


Ihsan terdiam sejenak sembari menatap Rizky dan Nella bergantian. Rasanya dia sama sekali tak rela jika membiarkan Nella lebih memilih Rizky. Perjuangannya selama ini tak boleh sia-sia hanya kerena Nella hamil anak Rizky, suaminya.


"Iya, aku pernah menyentuhnya bahkan nggak hanya sekali."


Plak!


Mendengar jawaban yang tak memuaskan membuat Nella sangat geram hingga menampar pipi kiri Ihsan. Bukan hanya itu saja, lantas dirinya mendorong tubuh Ihsan hingga beringsut mundur.


Dia sudah mencoba bersabar sedari tadi pada Ihsan, tetapi kali ini sepertinya tidak bisa. Nella sudah terlanjur emosi.

__ADS_1


"Apa yang Kakak katakan! Kita nggak pernah melakukannya!" berang Nella, kemudian dia menatap Rizky yang sudah berwajah masam. "Semua yang dikatakan Kak Ihsan bohong, Mas. Mas Rizky harus percaya padaku," ungkapnya dengan nada memohon.


'Percaya? Apa gue harus percaya sedangkan gue tahu bagaimana dia selama ini?' batin Rizky. Dadanya terasa begitu sesak dan bergemuruh.


Perlahan Nella mendekat pada Rizky, tetapi pria itu langsung berlari meninggalkannya hingga masuk ke dalam mobil. Nella ingin ikut mengejarnya, tapi mobil itu sudah melaju kencang. Rizky pergi bersama Guntur.


Entah apa yang saat ini pria tampan itu pikirkan, tetapi untuk mempercayai Nella rasanya sangat sulit.


Kedua tangan Nella sudah mengepal, lalu menoleh pada Ihsan. "Kalau sampai pernikahanku berantakan, aku nggak akan memaafkan Kakak! Aku benci sama Kakak!"


Setelah mengatakan hal itu, Nella berlari keluar dari gerbang kantor Rizky. Ihsan masih terus mengejarnya dan menghentikan langkah wanita itu. Tetapi Nella berulang kali mendorongnya sampai bisa berhasil kabur dengan menaiki mobil taksi.


Nella menyandarkan punggung dan kepalanya pada kursi mobil itu, perlahan tangannya mengelus perutnya sendiri yang mendadak terasa kram.


'Sekarang aku harus bagaimana? Mas Rizky dan Papa Guntur nggak percaya padaku. Apa selanjutnya Mama Gita juga? Tapi ... Papa pasti percaya padaku. Ya ... dia pasti percaya.'


***


Nella meminta Sofyan untuk datang ke rumah Rizky, dia juga sudah menceritakan seluruh masalahnya. Benar saja, Sofyan percaya padanya. Dia tentunya sangat senang jika putrinya sudah memilih Rizky daripada Ihsan.


Nella dan Sofyan berulang kali menghubunginya, namun tak ada jawaban. Begitu pun dengan Guntur dan Gita, mereka sama sekali tak ada yang menjawab.


"Papa, bagaimana kalau Mas Rizky tetap nggak percaya kalau anak ini adalah anaknya? Apa aku akan berpisah dengannya?" tanya Nella dengan sendu sambil mengusap perutnya.


Sebenarnya, hal yang lebih ditakutkan oleh Nella adalah Guntur akan mempercepat rencana perjodohan Rizky dan Mitha, lalu otomatis dia dan Rizky harus berpisah.


"Itu nggak akan terjadi, kamu sekarang istirahat saja dulu. Papa akan mencari Rizky dan menemuinya, Papa akan memberikan penjelasan padanya," jawab Sofyan. Tentu dia akan membantu Nella, dia juga tak mau jika Rizky meragukan calon cucunya.


"Papa ingin mencari Mas Rizky di mana? Aku juga mau ikut."


"Papa mau ke rumah mertuamu. Kamu nggak usah ikut, nanti Papa akan meyakinkan Pak Guntur dan Bu Gita. Semuanya serahkan pada Papa."


"Iya deh, nanti kalau ketemu Mas Rizky di sana. Minta dia cepat pulang dan menemuiku ya, Pa."

__ADS_1


Sofyan mengangguk. "Tentu. Ya sudah ... Papa pergi dulu." Sofyan bangkit dari duduknya di sofa lalu mengecup singkat kening Nella.


"Papa hati-hati."


"Iya." Setelah itu Sofyan berjalan keluar dari rumah Rizky.


Sepeninggalan Sofyan pergi, Nella langsung berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke kamar Rizky.


Dia pun membuka lemari besar yang berisi baju-bajunya. Nella mencari-cari lingerie yang terseksi dan begitu tipis.


Setelah dapat, dia menaruhnya di atas kasur. Lingerie itu berwarna merah terang dengan renda bunga-bunga. Mungkin saat dipakai nanti—akan terlihat begitu menggoda di mata Rizky. Dia tahu betul suaminya seperti apa, mungkin dengan begini—Rizky akan luluh lagi padanya.


"Semoga saat Mas Rizky mendengarkan penjelasan dari Papa ... dia bisa percaya. Aku akan tampil seksi di depannya saat pulang nanti. Mas Rizky pasti akan mengajakku bercinta," gumam Nella sambil tersenyum. Lantas dirinya masuk ke dalam kamar mandi.


***


Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya Sofyan sampai di rumah Guntur. Dia segera turun dan memencet bel rumah itu.


Tak lama kemudian, Bibi pembantu di rumah itu membukakan pintu dan mempersilahkan Sofyan untuk masuk.


Tepat di ruang keluarga, Guntur dan Gita berada di sana. Mereka seperti tengah berdebat tetapi keduanya langsung terdiam saat melihat kedatangan Sofyan yang menghampirinya.


"Selamat malam Bu Gita, Pak Guntur. Maaf saya menganggu kalian malam-malam," ucap Sofyan dengan sopan.


Wajah Gita yang tadinya terlihat marah, langsung berubah saat dirinya menyunggingkan senyum. "Nggak apa-apa. Ayok duduk." Gita begitu ramahnya mempersilahkan Sofyan untuk duduk di sofa single, di samping sofa panjang yang diduduki suami istri itu.


"Ada apa kamu ke sini, Sofyan?" tanya Guntur datar.


"Saya mencari Rizky, apa dia ada di sini?"


...Jangan lupa like dan komentarnya...


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....

__ADS_1


...1070...


__ADS_2