Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
65. Nella bukan jodohku


__ADS_3

"Mama mau ke mana sebenarnya? Aku benar-benar binggung?" Rizky menoleh pada Gita yang sama sekali tak peduli akan pertanyaannya, wanita paruh baya itu sibuk menatap jendela kiri yang berada di sampingnya.


Kebinggungan Rizky semakin menjadi, tatkala mereka sampai di depan sebuah rumah dengan teras yang di gerbang berwarna hijau daun. Tidak ada yang salah dengan rumah itu, akan tetapi ada papan nama yang bertuliskan.


...'Praktek Mbah Yahya'...


...'Mengatasi Semua Masalah Anda'...


Papan nama itu terkesan aneh menurut Rizky.


"Mbah Yahya? Siapa Mbah Yahya?" tanya Rizky seraya ikut turun bersama Gita dan Tata. Di dalam otaknya benar-benar sudah ada tanda tanya besar.


"Kau sudah daftar belum?" tanya Gita pada Tata saat pria itu membukakan gerbang rumah untuk mereka masuk.


"Sudah, Bu. Kita tinggal masuk saja."


Rizky berjalan dengan tangan yang ditarik oleh Gita. Rumah itu begitu luas, ada banyak bangku kayu yang panjang dan beberapa orang duduk di sana. Mereka seolah menunggu antrian untuk mendapatkan giliran.


"Mama, jawab dulu ini kita ke sini mau apa?"


"Kita masuk saja dulu Riz, orangnya sudah menunggu di dalam," jawab Gita.


Mereka berdiri tepat di depan pintu ruangan dan ruangan itu tak lama dibukakan oleh pria yang baru saja datang menghampiri mereka, dia memakai peci, sarung dan koko.


"Silahkan masuk, Bu ... Pak."


Ceklek~


Yang masuk di dalam sana hanya Gita dan Rizky saja, Tata sang sopir menunggu di luar.


Hawa di dalam ruangan itu terasa begitu mistis, bulu kuduk Rizky langsung menegang apalagi ketika melihat seorang pria tengah duduk bersila di atas tikar berbahan daun pandan. Matanya terpejam. Mungkin pria itu yang bernama Mbah Yahya, dia memakai peci berwarna putih dan memakai jubah berwarna hitam.


Usia pria itu seperti berumur 70 tahun. Rambut, kumis dan jenggotnya sudah memutih. Di depan pria itu ada Prapen yang sudah ada menyan yang menyala. Aroma menyan itu membuat pernapasan Rizky tak enak.


"Kalian yang bernama Gita dan Rizky?" tanya pria tua itu, seolah tengah menebak. Rizky langsung berdiri di belakang Gita, dia meringis ketakutan.


"Benar, Mbah," jawab Gita. Wanita itu hendak duduk di atas tika, tetapi dihentikan oleh anaknya.

__ADS_1


"Mama, kita ngapain di sini? Dan tempat apa ini? Mama jangan aneh-aneh." Rizky menggelengkan kepalanya dan menatap Gita dengan wajah kebingungan.


"Kita duduk dulu saja, Riz."


"Nggak! Mama harus jawab dulu, kita mau apa dan dia siapa?" Rizky kembali menghentikan Gita saat sang mama hendak duduk, jari telunjuknya menunjuk pria berjubah hitam itu.


"Hei anak muda, jangan menunjukku seperti itu!" ucapnya dengan suara berat. Rizky langsung menarik tangannya lagi. "Kalian cepat duduk, aku akan membuka prakteknya sekarang."


"Baik, Mbah," jawab Gita.


"Mama, ini konyol! Sedang apa kita? Kita pulang saja dari sini." Rizky menarik paksa Gita sampai di depan pintu.


"Kita sudah sampai sini, masa pulang. Ayok!" ajak Gita kembali, dia masih bersikeras ingin melakukan praktek seperti apa yang diucapkan Mbah Yahya.


"Mama kasih tau aku dulu, niat Mama apa?!" tegas Rizky dengan penuh penekanan. Dia memegangi kedua lengan Gita supaya wanita itu tak mampu menghampiri Mbah Yahya.


"Mama ke sini mau bantu kamu."


"Bantu aku? Bantu apa?" Rizky menunjuk wajahnya sendiri.


"Mama akan bantu kamu supaya Nella mencintaimu, supaya Nella tergila-gila padamu!"


Rizky langsung menohok dengan mata yang membola. "Apa?" pekiknya. "Maksud Mama ... Mama mau minta bantuan padanya?" Rizky menaikan dagunya sedikit ke arah pria yang bersila itu.


"Iya, itu benar," jawab Mbah Yahya.


Rizky menggeleng cepat, tanpa permisi dan mengatakan hal apapun, dia menarik paksa lengan Gita. Menyeret sang mama untuk keluar dari ruangan itu.


"Kamu ini apa-apaan sih? Kenapa keluar? Ini nggak sopan!" Gita memberontak, dia menepis tangan Rizky pada lengannya. Tapi Rizky kembali memegangnya dengan kuat.


"Mama, ini nggak baik. Kita nggak boleh ada di tempat seperti ini." Kembali dia menyeret Gita untuk keluar dari rumah itu. Gita masih memberontak, tapi tenaganya kalah oleh Rizky. Rizky membawanya sampai di depan mobilnya diluar dan disusul Tata yang sempat melihat mereka.


"Apanya yang nggak baik? Ini baik untuk hubunganmu dan Nella!" tegas Gita. "Kalau kamu nggak mau ikut masuk, biarkan Mama yang masuk sendiri. Mama akan pelet Nella supaya bertekuk lutut padamu!"


Gita berjalan menuju gerbang, namun langkahnya terhenti saat Rizky berkata, "Kalau Mama melakukan hal itu, berarti Mama nggak sayang padaku!"


Suara Rizky terdengar begitu datar namun tegas. Ucapannya mampu membuat Gita menoleh ke arahnya. Gita melihat kesedihan yang terbit pada wajah Rizky, mata pria itu mulai berair dan tak lama air itu mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


"Aku ingin Nella mencintaiku, tapi bukan begini caranya," lirih Rizky.


"Aku sudah menuruti semua ucapan Mama untuk menikah, tapi tolong ... Mama jangan lakukan ini." Sejenak Rizky mengatur nafasnya, lalu kembali berucap, "Kalau Mama melakukannya, itu sama saja Mama nggak percaya padaku."


Rizky memegangi dadanya yang terasa sakit. Sungguh, dia merasa harga dirinya untuk memperjuangkan pernikahan diinjak-injak oleh Gita. Rizky mau Nella mencintainya, tapi dengan ketulusan dari hati, bukan karena guna-guna. "Mama nggak percaya kalau Nella bisa mencintaiku?"


Gita terpaku di tempat, dia menatap Rizky dengan lekat.


"Kalau Nella nggak cinta padaku lalu kenapa? Biarkan saja, Ma. Cinta nggak perlu dipaksa, mungkin itu artinya Nella bukan jodohku." Rizky meraup kasar wajahnya, kemudian masuk ke dalam mobil.


Hati Gita dipenuhi oleh kebimbangan, disisi lain dia ingin melakukan hal yang menurutnya benar, namun disisi lain dia merasa berat saat mendengar Rizky melarangnya.


Setelah beberapa menit terdiam, Gita akhirnya masuk lagi ke dalam mobil. Dia mengurungkan niatnya untuk melakukan praktek.


Wanita itu menoleh pada Rizky yang tengah bersedekap dengan wajah berpaling. "Maafin Mama, Riz," ucapnya pelan. Gita tahu, Rizky pasti marah padanya.


"Sekarang kita jalan saja, aku ingin pergi ke kantor," ucap Rizky datar.


"Jalan, Pak," ucap Gita pada Tata yang sudah duduk di kursi kemudi.


"Baik, Bu."


Mereka pada akhirnya pergi dari rumah itu. Hampir di dalam perjalanan Rizky tak berbicara sama sekali dan suasananya begitu hening.


'Aku binggung dengan jalan pikiran Mama, bisa-bisanya dia punya niat mau pelet Nella,' batin Rizky.


***


Siang hari


Gita datang ke Restoran Lestari, restoran milik Nissa. Dia ingin bertemu dengan Nella sekaligus mengajaknya makan siang.


Namun, saat dirinya berjalan masuk, matanya terbelalak kala melihat pemandangan yang menurutnya tidak bagus, bahkan buruk.


Gita melihat sang menantu tengah makan bersama dengan seorang pria, mereka makan suap-suapan dan terlihat begitu mesra.


Merasa geram dengan apa yang dilihat, Gita melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri mereka. Dia menarik kasar lengan pria itu saat dia baru selesai mendapatkan satu suapan oleh Nella.

__ADS_1


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2