
"Bukti."
"Bukti apa?"
"Bukti Mas selingkuh."
Rizky langsung terkekeh dan geleng-geleng kepala, namun dia tak bertanya apa-apa lagi sampai akhirnya Nella menaruh ponselnya di atas meja, setelah itu dia membungkuk lalu memeluknya dengan kepala yang menyandar di dada.
"Sudah ketemu buktinya?" tanya Rizky sambil tersenyum, dia merasa lucu melihat tingkah aneh istrinya.
"Nggak ketemu, sepertinya sudah Mas Rizky hapus."
Hasil pencariannya nihil, tak ada yang mencurigakan di dalam ponsel Rizky, dan nomor kontaknya pun kebanyakan nomor pria dan rekan bisnisnya.
"Lu nggak usah berpikir yang nggak-nggak, gue nggak selingkuh, gue ini pria yang setia." Rizky menciumi rambut istrinya.
"Masa? Tapi aku nggak percaya tuh."
"Kenapa nggak percaya? Harus percaya dong. Gue 'kan pria setia."
"Terus kenapa si Anna itu ke sini mencari Mas Rizky? Mas pasti sudah janjian dengannya, kan?"
Rizky menggeleng cepat. "Nggak kok, gue malah nggak tahu dia datang."
'Mas Rizky pasti berbohong. Untungnya aku datang ke sini. Kalau nggak ... mungkin dia dan Mas Rizky sudah bertemu. Aku nggak ikhlas, melihat Mas Rizky bersama wanita lain,' batin Nella.
"Oya Nell. Ngomong-ngomong lu kenapa datang ke sini?"
"Memang aku nggak boleh datang ke sini, ya? Ini 'kan kantor suamiku." Nella malah membalikkan lagi dengan sebuah pertanyaan.
"Boleh, boleh banget. Cuma gue nggak dikasih alasannya gitu?"
"Alasannya aku mau minta Mas Rizky mengantarku ke salon, tapi sebelum itu kita makan siang dulu, aku laper." Nella menyentuh perutnya sendiri saat terdengar suara cacing.
"Kalau antar ke salon seperti nggak bisa, gue masih banyak kerjaan."
"Dih, kok begitu. Aku 'kan mau Mas Rizky menemaniku." Nella mendongak dan menatap sendu wajah Rizky, berusaha untuk melunakkan hati suaminya.
"Gue juga mau, tapi kerjaan gue banyak. Gue ada meeting lagi habis jam makan siang. Eemm ... bagaimana kalau lu pergi sama Mama saja?" tawar Rizky.
Nella menggeleng cepat. "Nggak mau."
__ADS_1
"Kenapa? Kemarin-kemarin juga lu seneng pergi sama Mama."
"Memang seneng, tapi 'kan aku sekarang maunya dengan Mas Rizky. Kita juga jarang pergi bersama, kan?" pintanya dengan nada memohon.
'Bukannya kita kemarin juga pergi bersama? Apa dia lupa?' batin Rizky.
"Begini saja deh, Mas. Mas tunda pekerjaan Mas untuk hari ini saja, nanti besok-besok aku nggak akan mengganggu dan meminta antar, aku janji." Nella mengangkat jari kelingkingnya ke depan wajah Rizky. Tetapi bukannya menautkan jari, pria tampan itu malah memegangnya sembari terdiam.
Sejujurnya bukan Rizky tidak mau, dia malah senang kalau terus bersama istrinya. Tetapi pekerjaannya yang selalu ditunda membuat makin menumpuk dan itu juga sebenarnya tidak baik, apalagi selalu menunda meeting dengan rekan bisnis.
Namun disisi lain, untuk menolak rasanya tak bisa. Rizky tak bisa melihat wajah orang yang dia sayangi bersedih apalagi sampai menangis.
"Ya sudah deh, sebentar ... gue mau ketemu Maya dulu, ya." Rizky bangkit lalu berdiri, hingga Nella yang sejak tadi duduk di pangkuannya ikut berdiri.
"Mau ngapain ketemu Maya? Aku nggak mau dia ikut, Mas. Kita pergi berdua saja."
Rizky terkekeh saat melihat bibir Nella mengerucut, lagi-lagi wanita cantik itu berpikir yang tidak-tidak. Segera Rizky meraup bibirnya dan mellumatnya sebentar, sebab rasanya sangat gemas.
"Gue bukan mau mengajak Maya, tapi mau bicara masalah kerjaan. Lu tunggu di sini sebentar, ya!" Rizky mengusap pelan pipi istrinya lalu berjalan keluar.
Namun kecemburuan yang Nella rasakan membuat langkah kakinya berjalan membuntut di belakang Rizky, dia seolah tak mendengar apa yang suaminya katakan sampai ikut masuk juga ke ruangan sekertaris, sesudah Rizky mengetuk pintu.
Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu sedang menatap layar laptopnya, dia duduk di meja kerja. Tetapi wajahnya terlihat begitu familiar di mata Nella, saat pandangan mereka bertemu.
"Eh Pak Rizky, Nona Nella," ucap Maya seraya berdiri.
Mendengar nama Nella disebutkan, Rizky segera memutar kepalanya ke belakang dan melihat Nella yang sejak tadi berdiri di belakangnya. Dan seketika wanita cantik itu mengulum senyum ke arahnya.
'Kok Nella malah ngikutin gue?' batin Rizky.
"Pak Rizky dan Nona Nella ada perlu apa?" tanya Maya yang mana membuat Rizky membenarkan kepalanya dan kembali melihat ke arahnya. Yang ada perlu bukan mereka berdua, tapi hanya Rizky seorang.
"Oh ini, gue mau ngomong masalah meeting. Nanti lu dan Hersa saja berdua, ya! Bilang gue ada keperluan mendesak. Besok buat janji juga sama Pak Andre, bilang pada sekertarisnya kita berdua akan ke kantornya," papar Rizky.
"Baik, Pak." Maya mengangguk paham.
"Ayok kita pergi sekarang." Rizky menghampiri Nella lalu merangkul bahunya, setelah itu mereka sama-sama keluar dari ruangan Maya dan masuk ke dalam lift.
"Mas, apa Maya sudah menikah?" tanya Nella.
"Belum."
__ADS_1
"Kalau pacar, dia punya nggak?"
"Gue nggak tahu." Rizky mengedikkan bahunya.
"Kok nggak tahu, dia 'kan sekretaris Mas Rizky?" Nella menoleh ke arah Rizky yang tengah memainkan ponselnya.
"Dih, lu ini apaan sih, Nell. Itu 'kan urusan pribadi, jadi gue nggak tahu dan nggak mau tahu juga." Rizky terkekeh, lalu menaruh ponselnya kembali di dalam saku jas.
"Tapi Mas jaga jarak sama dia, ya. Jangan terlalu dekat, aku nggak suka."
Bukan hanya Mitha saja yang dia cemburui sekarang, tetapi Maya juga. Ah tapi, semua wanita yang terlihat dekat dengan Rizky—dia pasti cemburu.
"Nggak sukanya kenapa? Jangan bilang lu cemburu."
"Bukan, aku nggak suka saja," elak Nella sambil menggeleng. "Tapi ... Mas nggak suka dengannya, kan?"
"Nggak. Kan gue sukanya sama lu."
"Tapi dulu Mas sempat deketin dia, nggak? Mengajaknya kencan atau jangan-jangan pernah bercin ... eemmpphh ...."
Akibat Nella terus mengoceh dan berburuk sangka padanya, Rizky segera menyambar bibirnya, mellumatnya dengan kasar dan menghimpitnya pada pojok pintu lift.
'Kena lu, ngoceh mulu sih!' batin Rizky.
Lift itu kebetulan hanya mereka berdua, lalu tangan Rizky perlahan meremmas salah satu benda kenyal Nella dan perlahan turun untuk membuka kancing celana jeans istrinya.
Seketika Nella membulatkan matanya dengan lebar, dia pun mencoba melepaskan diri dan mendorong-dorong dada bidang suaminya. Dia seolah mengerti akan apa yang diperbuat oleh Rizky selanjutnya.
Bukannya tidak mau, tapi masalahnya ini adalah lift. Bagaimana jika tiba-tiba terbuka?
Namun sayangnya Rizky seolah enggan melepaskan wanita itu begitu saja. Tangannya dengan cepat menurunkan celana jeans istrinya sampai di atas lutut.
Bukan hanya itu saja, Rizky kini membalik tubuh Nella supaya berdiri membelakanginya dengan punggung membungkuk sedikit.
Masih dalam keadaan terhimpit, pria tampan itu segera menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan senjata pamungkasnya yang sejak tadi menegang.
"Mas ... apa yang Mas lakukan? Jangan di sini ... ah!" Nella membulatkan matanya ketika merasakan penyatuan itu berlangsung, bahkan tanpa permisi.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
__ADS_1
...1074...