
Nella menggeleng cepat, dia langsung berdiri di depan wajah Rizky dan kini giliran Rizky yang membulatkan matanya.
Istrinya itu terlihat begitu cantik dengan memakai full make up. Lingerie yang begitu seksi dan transparan itu sampai memperhatikan keindahan tubuhnya. Puncak benda kenyalnya sampai dapat terlihat walau masih samar.
Jika saja Rizky saat ini tak merasa sakit hati, mungkin dia sudah mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke dalam kamar.
"Aku nggak mau kita pisah kamar, aku ingin tidur dengan Mas Rizky," ucap Nella. Kembali dia memeluk tubuh Rizky.
Rizky menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya. Sejujurnya, pria tampan itu sudah bertekad dalam hati supaya tak menyentuh Nella. Itulah mengapa tadi dia meminta Bibi untuk memindahkan sebagian pakaiannya ke kamar tamu. Kalau mereka tetap sekamar, sudah pasti Rizky akan menyentuh Nella kembali bahkan sering.
"Untuk sementara kita pisah kamar dulu, gue mau memenangkan pikiran, Nell," ucap Rizky pelan lalu menarik turunkan alisnya pada Bibi pembantu. Mengisyaratkan supaya pembantunya mengerjakan apa yang dia perintahkan tadi.
Bibi pembantu mengangguk dan segera menaiki anak tangga menuju kamar Rizky.
"Nggak! Aku nggak mau!" tolak Nella tegas. "Aku mau tidur dengan Mas Rizky. Kalau memang Mas Rizky mau menenangkan pikiran ... aku nggak akan menganggu Mas Rizky saat sudah di kamar."
'Aku 'kan mau menggodanya. Kalau kita pisah kamar ... terus bagaimana cara menggodanya? Jangan dong, Mas,' batin Nella.
"Maaf, gue nggak bisa, Nell. Sementara kita harus begini dulu." Rizky melepaskan pelukan wanita itu, lalu bergegas berlari menaiki anak tangga.
Melihat semua itu, Nella jelas tak terima. Dia ikut berlari mengejar Rizky dan langsung menjerit kesakitan. Upayanya untuk menggagalkan rencana Rizky yang memintanya pisah kamar.
"Aaww! Sakit!" Bukan hanya menjerit, dia juga memegangi perutnya sambil meringis.
Satu langkah lagi Rizky sudah berhasil masuk ke kamar tamu, tetapi akibat mendengar jeritan Nella—pria tampan itu langsung menoleh dan segera berlari menghampirinya.
"Lu kenapa?" tanya Rizky dengan wajah cemas. Lengannya merangkul punggung istrinya.
Sebetulnya Nella tidak benar-benar sakit, dia hanya pura-pura. Mungkin saat ini, hanya itu yang bisa dilakukan demi bisa bersama Rizky.
"Sakit, perutku sakit sekali." Nella meringis dan berekspresi senatural mungkin, supaya Rizky percaya padanya.
__ADS_1
Wajah Rizky yang begitu khawatir sudah sangat jelas menandakan jika dia percaya. Lantas, Rizky pun mengangkat tubuh Nella.
Dia hendak turun dari anak tangga, tetapi Nella langsung berkata, "Bawa aku ke kamar saja, aku hanya ingin berbaring dan mengolesi minyak angin pada perutku, Mas."
Rizky mengangguk, dia melakukan apa yang Nella minta.
Setelah sampai di kamarnya, Rizky perlahan membaringkan tubuh wanita itu.
Bibi pembantu yang tengah membereskan pakaian Rizky segera menundanya saat melihat sepasang suami istri itu berada di kamar, kemudian dia berjalan keluar dan menutup pintu.
"Sebentar, gue cari minyak angin dulu." Rizky membungkuk dan menarik laci nakas, tetapi tiba-tiba lengannya ditarik dengan kuat oleh Nella hingga tubuhnya jatuh di atas kasur.
Melihat Rizky sudah terlentang, Nella langsung duduk di atas pahanya lalu membungkuk dan langsung mendaratkan ciuman.
'Nella mencium gue? Apa ini mimpi?'
Rizky membulatkan matanya, dia tak menyangka jika Nella mampu melakukan hal ini padanya. Wanita itu bahkan kini yang tengah melummat bibirnya dengan begitu kuat.
Namun kali ini, Nella akan membuktikan jika dirinya juga bisa memuaskan Rizky dan membawanya terbang ke udara.
Rizky yang awalnya hanya diam saja akibat terkesima, seketika langsung membalas ciuman itu. Kini mereka seakan beradu kepandaian hingga suara decakan itu berbunyi.
Perlahan tangan Rizky meraba bokong istrinya, tetapi seketika ucapan Ihsan terlintas dalam benaknya. Membuatnya seakan ragu untuk bertindak makin jauh.
'Ternyata dia juga begitu lihai, apa mungkin dia sering melakukan hal seperti ini dengan Ihsan?' batin Rizky.
Rizky membalik tubuhnya hingga sekarang mereka berpindah posisi. Dia di atas dan Nella di bawah.
Wanita cantik itu tentunya merasa senang, dia berpikir kalau Rizky sudah berhasil tergoda. Kini tangannya perlahan membuka kancing jas Rizky hingga terlepas, lalu menarik kemeja putih suaminya yang disisipkan pada celana bahan.
Baru saja dia hendak meraba perut Rizky, tetapi secara tiba-tiba pria tampan itu mencegahnya, memegang lengan Nella.
__ADS_1
Rizky melepaskan pagutan bibirnya, lantas menahan tubuhnya dengan kedua siku. Mata mereka sudah bertemu dan nafas mereka saling menyapu wajah masing-masing.
"Gue nggak bisa melakukannya, Nell," ucap Rizky dengan wajah sedih. Ternyata hatinya masih terasa sakit meskipun dia sempat terbuai dengan perlakuan istrinya. Sungguh, dia benar-benar sangat bernafs* saat ini juga, tetapi untuk bercinta sekarang—dia merasa belum siap.
"Kenapa? Bukannya Mas Rizky suka kalau kita bercinta?"
"Iya, gue suka. Sangat suka, tapi gue nggak bisa melakukannya sekarang." Rizky mengangkat tubuh hingga duduk dan Nella pun melakukan hal yang sama.
"Oh, Mas Rizky mau mandi dulu, ya? Ya sudah ... mandi dulu biar segar, Mas." Nella tersenyum, lalu mengusap pelan lengan suaminya. "Aku akan tunggu Mas Rizky."
"Bukan itu, Nell. Maksud gue, gue nggak bisa melakukannya sekarang dan malam ini." Rizky memperjelas ucapannya, sepertinya Nella tak mengerti akan maksudnya.
"Kenapa? Mas Rizky capek, ya? Mau aku pijat?" Tangan Nella hendak menyentuh kedua bahu Rizky, tetapi lagi-lagi Rizky mencegahnya.
"Bukan Nell, saat ini ... pikiran gue masih galau," lirihnya seraya menatap wajah Nella dengan sendu.
"Galau? Galau karena ini?" Nella menyentuh perutnya sendiri. Seketika wajahnya ikut menjadi sedih, bola matanya mulai berair. "Mas Rizky meragukan anak kita? Mas Rizky nggak percaya padaku?" Tak terasa air matanya langsung mengalir membasahi kedua pipinya, Rizky yang melihatnya pun segera menyekanya. Dia sebetulnya merasa tak tega, tapi kali ini Rizky benar-benar butuh waktu.
"Ya sudah ... terserah Mas Rizky saja. Sekarang Mas maunya bagaimana? Tapi aku nggak mau kalau kita pisah kamar lagi, aku tetap ingin tidur bersama Mas Rizky," ucap Nella pasrah tetapi suaranya terdengar seperti memohon.
Rizky terdiam sejenak sembari memperhatikan wajah cantik istrinya yang masih bersedih. "Maafin gue, Nell. Gue mau lu mengerti keadaan gue saat ini, gue butuh waktu untuk sendiri," ucap Rizky pelan namun terasa menusuk di dalam hati Nella.
"Berapa hari? Tapi ... kita nggak akan berpisah, kan? Mas Rizky masih tetap denganku, kan? Aku nggak mau Mas bersama Mitha."
"Masalah berapa hari gue juga nggak tahu, tapi kalau masalah berpisah, jujur ... gue nggak mau berpisah dengan lu." Rizky menatap mata Nella, hatinya terasa sakit.
"Apa Mas Rizky masih mencintaiku?"
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....
__ADS_1
...1035...