Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
25. Sukses membobol gawang


__ADS_3

Konten mengandung 21+


Boleh di skip jika tidak suka!


...***...


Namun aksi tarik menariknya masih berlanjut beberapa menit, sampai akhirnya selimut itu berhasil Rizky tarik lantaran kekuatannya jauh lebih besar.


Selimut itu tersibak begitu saja sampai jatuh di lantai. Kemudian, Rizky menghimpit tubuh istrinya di tembok dan menaikkan dagu gadis itu supaya mampu saling memandang. Ia menatap dalam wajah Nella yang sudah basah karena air mata yang tercampur keringat.


Nella memejamkan matanya dengan rapat saat merasakan punggung tangan Rizky menyeka wajahnya.


"Pak Rizky, aku ini sedang sakit, memangnya Bapak mau ketularan penyakit?"


"Lu udah sembuh, kata siapa sakit? Badan lu saja sudah nggak panas tuh." Rizky menyunggingkan senyum. Ibu jarinya meraba secara perlahan bibir merah muda istrinya. Wajah Nella bahkan polos tanpa riasan make up, tapi tidak menghilangkan kecantikan pada wajahnya.


Benar kata mamah, Nella sangat cantik. Gue harus bisa menyentuhnya sekarang juga' batin Rizky bertekad dalam hati.


Rizky mendekatkan wajahnya, dan menarik dagu Nella supaya bibir mereka saling bertabrakan.


Cup~


Ciuman itu mendarat dengan sempurna, Nella membulatkan matanya dan mencoba mendorong dada bidang Rizky, namun rasanya sangat susah, bahkan dada mereka saja saling menempel.


Rizky memagut bibir Nella, lidahnya menyusuk ingin masuk ke rongga mulut. Namun sayangnya deretan gigi Nella mengunci permainan lidah Rizky.


Bukan Rizky namanya kalau tidak punya akal, Rizky melummat kasar bibir bawah Nella disertai gigitan kecil, upayanya untuk membuka mulut istrinya.


"Aaw!!"


Mengetahui Nella sudah membuka kunci, Rizky langsung menekan tengkuk gadis itu dan memperdalam ciumannya.


"Hhhmm ...," desis Rizky saat menyesap habis lummatannya. Ciumannya sampai membuat decakan pelan lantaran Rizky sangat lihai.


Apa-apaan ini? Aku tidak mau disentuh, aku harus bagaimana?' batin Nella.

__ADS_1


Rizky melepas ciumannya, ia membiarkan Nella menghirup oksigen yang sempat habis. Gadis itu segera menyeka saliva bekas Rizky pada bibirnya dan mengatur nafasnya naik turun.


Rizky tentu tidak mau membuang waktu, setelah Nella mampu mengumpulkan udara pada hidung dan paru-parunya, kini Rizky bagaikan seorang vampir yang tengah menghisap leher Nella. Hisapan kasar itu mampu membuat jejak kepemilikan dan membuat tubuh Nella menegang.


"Ah!" pekik Nella. "Pak ... hentikan, i-ini sakit," ucap Nella meringis.


"Sorry-sorry, leher lu indah banget. Gue jadi ikut gemas." Rizky lepaskan leher Nella yang sudah ia cap tiga jejak kepemilikan.


Rizky meraih tubuh Nella membaringkannya secara perlahan, gadis itu memegang lehernya yang terasa nyeri. Ia juga melihat Rizky yang tengah melucuti celananya dengan cepat. Nella kembali menutup mata, saat ketegangan milik Rizky terlihat begitu mengerikan.


Besar dan panjang sekali, pasti rasanya sakit. Astaga bagaimana ini? Kalau aku menolak, dia kali ini tidak akan melepaskanku' batin Nella gusar.


Setelah tubuhnya polos dengan sempurna, kini jari jemari Rizky dengan cepat menarik dress Nella ke atas, hingga menampilkan pakaian dalam berenda istrinya, berwarna hitam pekat.


Rizky memandangi tubuh setengah polos itu, putih dan mulus seperti kapas. Rizky menelan salivanya dengan susah payah.


Kedua tangannya baru saja ingin menyentuh dua benda kenyal yang menantang, namun Nella menyilangkan kedua lengannya di atas dada, seolah melarang Rizky untuk menyentuhnya.


Tak peduli dengan penghalang, Rizky menepis lengan Nella dan mere mas kasar dua benda kenyal itu.


"Sakit sakit, terus! Lebay banget sih jadi cewek. Nikmati saja kenapa, sih? Ini bukan sakit, tapi nikmat!" Rizky mendengus kesal, ia menarik pengait bra dan melepaskannya.


Nella membuka matanya dengan lebar saat merasa tubuh bagian atasnya sudah berhasil Rizky kendalikan. Menyusu layaknya seorang bayi yang begitu rakus dan memelintir pucuk dadanya hingga membuat Nella lagi-lagi merintih.


"Aaww!!" Nella meremas bantal dan menahan semua rangsangan dari Rizky. Tubuhnya sudah meremang tak karuan. Tapi yang ia rasakan hanya satu, yaitu SAKIT.


Sangat beruntung sekali Rizky di sini, memang ia tidak mendapatkan ciuman pertama dari Nella. Tapi yang ia lakukan saat ini adalah hal yang pertama Nella rasakan.


Buliran air mata Nella mengalir pada sudut matanya yang terpejam. Menahan semua yang Rizky lakukan padanya.


"Tubuhmu indah sekali, Nella. Gue suka," puji Rizky setelah berhasil melepaskan dua benda kenyal istrinya. Ia sudah puas sekali bermain-main di sana hingga jejak kepemilikan itu tertempel begitu banyak.


Rizky melepaskan CD istrinya dan sekarang tengah memandangi inti dari tubuh istrinya, lagi-lagi ia menelan saliva.


Bukan hal pertama seorang Rizky melihat tubuh seorang wanita, tapi ia baru pertama kali melihat tubuh yang benar-benar elok, dari sekian banyaknya wanita yang pernah ia tiduri.

__ADS_1


Apa dia benar-benar masih gadis?


Rizky membuka kedua paha putih Nella dengan lebar, jari jemarinya perlahan meraba rawa yang tidak terlalu lebat itu. Menyusupkan jari tengahnya ke dalam sana.


"Aaww!" Nella lagi-lagi menjerit dan membuka matanya secara paksa, ia menatap nanar Rizky yang tengah tersenyum menyeringai padanya. Sentuhan satu jari Rizky membuat tubuh Nella meliuk-liuk.


Benar, dia benar-benar masih gadis. Aku harus segera mencicipinya' batin Rizky.


Rasanya tidak afdol jika tidak melakukan pemanasan sebelum Rizky mendapatkan Nella seutuhnya. Rizky membungkuk dan meraup rawa indah itu, lidahnya ikut menari-nari di sana.


"Oh ...," desis Nella. Semakin lama permainan itu membuat Nella ingin mengeluarkan sesuatu. "Pak, aku ingin pipis. Lepaskan!" tekan Nella seraya menarik rambut kepala Rizky, namun justru Rizky makin menekan wajahnya, menenggelamkan pada inti tubuh itu.


Bodoh sekali dia, aku ingin pipis rasanya' batin Nella.


Nella dengan refleks mengangkat pinggulnya dan mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi ia tahan-tahan.


"Aaahhh ...." Satu dessahan itu lolos begitu saja. Rizky telah berhasil membuat Nella mencapai puncak kenikmatannya.


Rizky menghisap seluruh sisa pelepasan istrinya, menelannya sampai habis tak tersisa. Ia membenarkan posisinya kembali, duduk dan memperlihatkan Nella yang tengah mengatur nafasnya naik turun.


"Wah, siapa yang bilang nggak mau bercinta? Tapi dia justru yang keluar duluan?" tanya Rizky seraya menggoda, ia memang sengaja melakukan semua itu supaya Nella ikut terhanyut dari kelihaiannya.


Nella masih memejamkan matanya, ia juga merasa binggung dengan apa yang telah ia rasakan. Kenapa bisa-bisanya ia ikut menikmati? Padahal ini baru pemanasan?Permainan yang sesungguhnya akan Rizky lakukan sekarang juga. Ia mengelus-elus senjata miliknya, mendorongnya dan menekannya pada lubang kecil itu.


"Aaarrggh ... sakit!" jerit Nella sambil melotot dibarengi kedua tangan yang memeras seprei. Ia menarik tubuhnya untuk bangun, namun ditahan oleh Rizky yang kembali menekan lebih kuat lagi miliknya hingga menancap, merobek, dan sukses membobol gawang yang sempat susah ia jebolkan.


"Yes! Akhirnya berhasil!"


Darah perawan Nella mengalir pada permukaan milik Rizky, pria tampan itu tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Sakit ... sakit sekali," lirih Nella sambil menangis. Dada dan inti tubuhnya terasa nyeri dan terenyuh saat Rizky telah merenggut kesuciannya.


Kak Ihsan maaf ... maafkan aku. Harusnya tubuhku ini milikmu saat kita menikah nanti, tapi justru orang lain yang mengambilnya' batin Nella.


Jangan lupa like 💕

__ADS_1


__ADS_2