
Bukan hanya Nella yang mengatakan Rizky sering bercinta dengan wanita lain, tapi orang lain juga. Ia bahkan sudah sering mendengar cemoohan seperti itu, dan tentunya itu membuatnya malu seperti tidak mempunyai muka. Apalagi sekarang Nella yang sebagai istrinya Rizky yang mengatakan hal itu padanya.
"Itu masa lalu Sayang. Tapi Mamah lihat sekarang, semenjak dia menikah denganmu ... dia benar-benar berubah. Dia hanya fokus berumah tangga denganmu."
"Sampai kapan pun, aku nggak akan bisa fokus berumah tangga dengannya. Maaf, mungkin ini terdengar begitu nggak sopan. Tapi Mamah harus tau, kalau aku nggak akan pernah bisa mencintai Pak Rizky, aku malahan sangat membencinya," ujar Nella sungguh-sungguh dengan kedua tangan yang mengepal.
"Mamah tau itu Sayang, Mamah mengerti. Mungkin Rizky bukanlah pria idaman kamu. Tapi Mamah mau kamu menerima Rizky, menerima pernikahan kalian. Mamah nggak mau kalian bercerai," ucap Gita dengan nada memohon. "Seiring berjalan waktu, kamu pasti bisa mencintai Rizky. Dia pria yang baik."
Rasanya percuma aku mengatakan hal seperti ini, apalagi sama ibunya Rizky. Sebagai ibu ... dia pasti membela anaknya meskipun dia tau kalau Rizky benar-benar pria bej*t' batin Nella.
"Ya sudah, kamu istirahatlah. Nanti Mamah suruh Bibi buatkan jus untukmu," ujar Gita kemudian, setelah beberapa saat ia dan Nella saling terdiam.
Nella hanya mengangguk. Gita menaruh pakaian kurang bahan itu atas kasur, lalu bangkit dari duduknya seraya mencium kening Nella sekilas. Setelah itu, ia keluar dari kamar Rizky.
***
Malam hari, saat Rizky pulang kerja.
"Malam Mah, Pah," sapa Rizky seraya menarik kursi dan duduk di ruang makan, diantara orang tuanya. Guntur dan Gita baru saja hendak makan malam.
"Malam juga, Riz," sahut Gita dan Guntur secara bersamaan.
"Di mana Nella? Apa dia nggak pulang ke sini?" Mata Rizky menyapu pada ruangan itu sampai menengadah ke lantai dua, mencari keberadaan istrinya yang tak terlihat dimana-mana.
"Dia ada di kamar, lagi istirahat," jawab Gita.
"Apa dia sudah makan?"
"Dia bilang sudah, kamu makan saja. Nanti temani dia." Gita mengambil piring millik yang Rizky, lantas menyentong nasi dan beberapa lauk untuknya.
"Rizky, meskipun Nella sikapnya kurang baik padamu ... tapi kau jangan pernah kasar padanya. Mengalah, dan selalu bersikap baik padanya," tegur Gita.
"Tentu saja, Mah. Aku selalu bersikap baik pada Nella," sahut Rizky seraya memulai makan.
"Kamu betah tinggal di rumah Sofyan?" tanya Guntur.
__ADS_1
"Betah."
Sejujurnya tidak, tapi tidak mungkin juga Rizky mengatakan hal yang membuatnya tidak betah adalah Diana.
Rizky cepat-cepat menyantap makan malamnya, ia sudah tak sabar ingin bertemu Nella.
"Aku ke kamar dulu, Mah, Pah," ujar Rizky seraya mengusap bibirnya menggunakan tissu. Lantas bangkit dari duduk.
"Obat subur jangan lupa diminum sebelum tidur, Riz!" teriak Gita saat melihat Rizky tengah berlari menaiki anak tangga.
"Ya ....," jawab Rizky yang sudah naik ke lantai dua.
"Papah kasihan sama Nella, Mah," ujar Guntur tiba-tiba yang mana membuat Gita menoleh ke arahnya.
"Kasihan kenapa?"
"Dia seperti tertekan menikah dengan Rizky, apa kita bicara saja pada Sofyan untuk menyetujui perceraian mereka?" usul Guntur. Sejujurnya, awal pernikahan Rizky dan Nella—ia sudah memperhatikannya sikap Nella terhadap Rizky. Apalagi disaat Nella mengatakan ingin bercerai dengan Rizky, ia makin mengerti jika Nella tak bahagia bersama anaknya.
Gita terbelalak. Wajahnya langsung cemberut, nampaknya ia merasa tersinggung dengan ucapan suaminya. "Kenapa Papah bicara seperti itu? Perceraian dilarang agama, Pah. Dan masa Rizky menjadi duda? Dia baru menikah kemarin," gerutunya.
"Iya, Papah tau. Tapi—"
***
Ceklek~
Nella yang baru saja meminum pil KB sontak terperangah, mendengar suara gagang pintu yang baru saja Rizky buka. Untungnya ia tidak sampai tersendak.
"Lagi ngapain lu?" tanya Rizky seraya menghampiri Nella yang tengah duduk di kasur.
"Aku habis minum obat."
"Pil KB?" tanya Rizky seraya mendudukkan bokongnya di sebelah Nella, lima jarinya menyisir rambut Nella yang bergerai secara perlahan.
"Iya."
__ADS_1
"Kok lu nggak pakai lingerie? Bukannya malam ini kita akan bercinta?"
"Aku ...." Nella mengantung ucapannya saat merasakan tangan Rizky mengelus salah satu pahanya, menyusup ke dalam dress dan dengan cepat masuk ke dalam CD, meraba tubuh bagian bawahnya yang mana membuat Nella terperangah dengan mata membola. "Apa yang sedang Bapak lakukan?" Nella menarik tangan Rizky, ketika suaminya itu berhasil menancapkan jari tengahnya ke dalam inti tubuhnya.
"Gue hanya mengecek saja," jawab Rizky seraya memperhatikan jari tengahnya yang tak ada bercak darah, ia menyunggingkan senyum dengan penuh kebahagiaan "Ternyata lu udah selesai, ya? Gue mau mandi dulu kalau begitu. Lu jangan lupa pakai lingerie." Rizky membuka jas yang ia kenakan, menaruhnya di atas nakas. Lantas dirinya mengangkat bokongnya.
"Aku nggak mau pakai pakaian itu, Pak," tolak Nella yang mana membuat Rizky menghentikan langkahnya di ambang pintu kamar mandi.
Rizky berbalik badan sambil membuka kancing kemeja putihnya satu persatu. "Kenapa?"
"Aku geli memakainya."
"Bukannya kita udah melakukan deal?" Alis mata Rizky bertautan. "Gue nggak mau tau, setelah gue selesai mandi ... lu harus sudah pakai pakaian itu." Rizky menunjuk lingerie yang ada di atas kasur. "Itu sudah ada, lu tinggal pakai. Lu pasti akan terlihat cantik dan seksi nanti."
Setelahnya, Rizky masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
Ceklek~
Nella menatap nanar pakaian kurang bahan itu. Lantas mengambilnya dengan ragu-ragu. "Kenapa harus pakai pakaian begini, kalau akhirnya seluruh tubuhku telanjang?"
*
Tiga puluh menit Rizky menyelesaikan mandi, ia keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di atas pinggang. Aroma shampoo dan sabun pada tubuhnya sampai menyeruak, tercium pada rongga hidung Nella.
Rizky tersenyum seraya berjalan menghampiri Nella yang tengah duduk selonjoran di kasur, tubuhnya berbalut selimut sampai di atas dada. Terlihat sekali dari bahu wanita itu, ia sudah memakai pakaian yang Rizky pinta. Rizky benar-benar bahagia dibuatnya.
"Kenapa lu menutupinya pakai selimut? Gue mau lihat." Rizky melepaskan lilitan handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambutnya yang basah.
Disaat ketegangan milik Rizky tegak berdiri menghadap ke arahnya, disaat itu pula Nella memalingkan wajahnya ke arah lain. Tak berani melihat tubuh polos suaminya.
Tubuhnya terasa bergetar semua, ia merasa takut ketika terlintas ingatan saat melakukan malam pertama bersama Rizky.
Aku benci situasi seperti ini, tapi aku harus bagaimana? Maafkan aku Kak Ihsan, lagi-lagi aku mengkhianati Kakak.
Rizky menarik selimut berwarna biru dengan motif bunga-bunga pada tubuh Nella. Menyibaknya sampai terjatuh di lantai. Sekarang, tak ada lagi penghalang yang bisa menutupi tubuh mulus Nella yang memakai lingerie. Namun yang Nella lakukan sekarang justru menyilangkan kedua lengannya di dada, guna menutupi tubuhnya.
__ADS_1
...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...
...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...