Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
69. Ngapain dia ada di sini juga?


__ADS_3

"Ngapain ke Mall? Kayak cewek aja."


"Gue tahu dari Indah, katanya sekarang dia dan Nella ada di Mall. Mereka sedang belanja."


"Terus kenapa, biarkan saja. Cewek 'kan suka belanja, Rey."


"Lu nggak mau nemenin gitu? Bayarin mungkin?" Reymond mengerutkan kening.


"Astaga Rey." Rizky menepuk dahinya sendiri. "Selama gue nikah, gue belum pernah kasih Nella uang nafkah."


Reymond terbelalak. "Benarkah? Parah banget lu, Riz," cibirnya.


"Iya, gue lupa. Gue juga nggak tahu nomor rekeningnya."


Padahal pernikahan Rizky dan Nella sudah berjalan satu bulan, tapi Rizky sampai lupa memberikan nafkah materi padanya dan sebaliknya, Nella juga tak pernah meminta apapun padanya.


"Parah banget lu jadi suami. Kalaupun Nella bekerja dan anak orang kaya, lu nggak bisa seperti itu dong, Riz. Kita 'kan sebagai kepala keluarga ... ya harus menafkahinya," tegur Reymond. Ucapan Reymond makin membuat Rizky bersalah. Pasalnya dulu dia selalu meminta haknya untuk bercinta, namun Rizky tak pernah memberikan nafkah atau apapun pada Nella.


"Ayok kita ke Mall sekarang, gue mau kasih Nella blackcard gue, Rey. Gue nggak mau jadi suami durhaka." Rizky bangkit dan langsung berdiri. Dia menarik lengan Reymond, membawanya keluar dari ruangannya.


***


Nella dan Indah telah sampai di depan Mall yang cukup besar di daerah Jakarta. Mereka turun dari mobil secara bersama-sama.


"Nella." Seseorang yang berada di belakang memanggil namanya. Nella yang baru saja masuk ke Mall langsung menghentikan langkah dan berbalik badan.


"Kak Ihsan." Matanya seketika berbinar kala melihat sang pujaan hati berdiri tepat di depannya. Ihsan terlihat sangat tampan, dia memakai jaket kulit berwarna hitam dengan kaos putih polos, begitu cocok dengan tubuhnya yang kekar.


Ihsan mendekat dan mencium keningnya sebentar dan setelah itu Nella memeluknya. "Kamu mau apa ke sini?"


Indah hanya terdiam melihat pemandangan di depannya. Dia memang tahu jika mereka adalah sepasang kekasih, namun jika diingat—status Nella masih istri Rizky dan secara tidak sengaja, Nella seperti berselingkuh.


"Aku dan Indah mau jalan-jalan keliling Mall, Kak. Sekalian ada yang mau kami beli." Nella melepaskan pelukannya dan mengusap sebentar pipi Ihsan yang merona. "Ngomong-ngomong, Kakak kok ada di sini? Sedang apa?"

__ADS_1


"Tadi saat aku datang ke restoran ... aku nggak sengaja melihat kamu naik mobil. Tadinya aku mau menghampirimu, tapi kamu keburu naik mobil. Jadi aku mengikutimu sampai sini." Ya, apa yang dikatakan oleh Ihsan semuanya benar. Dia mengikuti Nella sampai ke sini.


Nella memiringkan kepalanya, tepat di belakang tubuh pacarnya ada dua bodyguard yang selalu mengikuti langkah Ihsan. Mereka menjaganya dari gangguan Sofyan dan Rizky.


"Apa aku boleh ikut dengan kalian?" tanya Ihsan kemudian.


Nella menoleh pada Indah. Sebetulnya dia tak merasa keberatan, malahan senang. Akan tetapi—dia merasa tak enak dengan indah. Dilihat dari ekspresi wajahnya saja, Indah seperti tak nyaman. "Boleh nggak? Kalau nggak boleh, nggak apa-apa kok, Ndah."


"Boleh, Kak Ihsan boleh ikut," jawab Indah terpaksa.


Ingin menolak sebenarnya, tapi dia tak enak pada mereka berdua.


'Bukannya dia bilang ingin kita jalan-jalan berdua? Kok jadi berlima?' batin Indah.


Mereka bertiga dan dua orang bodyguard akhirnya mengelilingi Mall bersama-sama. Nella dan Indah bergandengan tangan, sedangkan Ihsan dan dua bodyguardnya—hanya ikut membuntut di belakang.


Ihsan tak tahu tujuan dia ikut dengan Nella. Tapi semenjak Nella memberitahu Rizky tinggal lagi bersamanya—hati Ihsan menjadi tak tenang. Dia juga merasa makin rindu jika sehari saja tak bertemu dengan pacarnya.


***


Mata kedua pria tampan itu menyapu pada setiap ruangan yang begitu luas, banyak sekali orang-orang mengelilingi mereka. Mungkin kalau harus mencari keberadaan istri-istrinya, itu akan sulit. Kecuali kalau tahu titik di mana mereka berada.


"Coba lu telepon Indah, tanya dia ada di mana," titah Rizky.


"Kita naik dulu saja ke lantai dua, di sana 'kan banyak sekali perlengkapan wanita," saran Reymond yang mana dianggukkan oleh Rizky. Mereka berdua langsung naik eskalator dan Reymond menghubungi Indah.


"Halo Sayang, kamu ada di mana?" tanya Reymond setelah panggilan itu diangkat dan mereka telah sampai di lantai dua.


"Aku bukannya sudah bilang sedang ada di Mall? Kamu lupa, Mas?"


"Aku ingat. Maksudku, kamu sedang ada di toko mana? Aku dan Rizky ada di Mall, kita mau samperin kamu dan Nella."


Indah tidak langsung menjawabnya, dia terdiam beberapa detik sampai akhirnya berkata, "Aku ada di Toko Jam Tangan Couple. Tapi masalahnya di sini ada Kak Ihsan, Mas."

__ADS_1


"Apa?" pekik Reymond. Suara Reymond sampai membuat Rizky menoleh dengan wajah penasaran.


"Ada apa, Rey?" tanyanya seraya menggoyangkan lengan Reymond.


"Ya sudah, aku ke sana sekarang. Kamu dan Nella jangan kemana-mana dulu, ya?" pinta Reymond.


"Tapi Mas aku sudah bilang kalau—"


"Nggak apa-apa, aku dan Rizky langsung ke sana," sela Reymond. Kemudian dia menutup sambungan telepon.


"Ada apa, Rey?" tanya Rizky kembali.


"Kita pergi ke Toko Jam Tangan Couple. Mereka ada di sana dan kata Indah ... ada Ihsan juga," jelas Reymond.


Rizky terbelalak, dadanya tiba-tiba bergemuruh. "Ihsan? Ngapain dia ada di sini juga? Benar-benar nggak ada kerjaan itu orang!" gerutu Rizky. Dia pun menghentakkan kakinya dengan cepat menyusuri setiap toko dan mencari-cari keberadaan mereka, disusul oleh Reymond yang ikut membuntut di belakangnya.


"Riz, stop!" Reymond memegang lengan Rizky sampai pria itu menghentikan langkahnya. Lantas dirinya menunjuk toko yang berada tepat di depannya. "Ini toko jamnya."


Rizky menoleh sesuai arahan jari telunjuk Reymond. Dari kejauhan dan terhalang kaca, terlihat Nella dan Indah ada di sana, sedang memilih-milih jam.


Namun, ada yang menganggu pandangannya. Ada seorang pria yang hanya terlihat dari punggungnya saja tengah merangkul bahu Nella.


Tak terima? Jelas! Rizky tak terima melihat pemandangan seperti itu. Dia sudah yakin jika pria itu pasti Ihsan dan dia tidak bisa diam begitu saja. Gegas Rizky berlari menghampiri mereka dengan kedua tangan yang sudah mengepal.


Ketika sudah berada di depan mata, Rizky langsung menarik kasar lengan pria itu yang sejak tadi nyaman di bahu istrinya. Kemudian, dia menyambar pipi kiri dan kanan pria itu dengan kepalan tangannya.


Bugh!


Bugh!


"Kurang ajar sekali, lu!" pekik Rizky emosi.


Nella dan Indah langsung terbelalak, melihat Rizky tiba-tiba saja datang dan menonjok Ihsan.

__ADS_1


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2