
Ting~
Bunyi notifikasi pesan masuk langsung terdengar begitu nyaring pada ponsel Rizky, dia yang baru saja masuk ke dalam mobilnya lantas membuka isi pesan tersebut.
...________________________...
💬
From: Mama Bawel
16.02 PM
Rizky, Mama dan Nella sedang mengarah ke jalan pulang rumahmu. Pokoknya Mama nggak mau tahu ... kamu harus sampai lebih dulu daripada mobil Mama. Kalau sampai telat, Mama akan membawamu ke Dokter untuk disunat dua kali!
...________________________...
"Sunat dua kali? Habis dong burung gue."
Pesan yang berupa sebuah ancaman itu lantas membuat Rizky bergidik ngeri, senjata pamungkasnya tiba-tiba berkerut di dalam celana. Seakan memberitahu jika dirinya ketakutan.
Rizky langsung menancapkan gasnya dengan kecepatan full, tetapi dia tetap berkonsentrasi dalam menyetir.
Hanya dalam waktu 20 menit saja, dia sudah sampai di depan rumahnya.
Setelah memarkir mobilnya, Rizky turun dari mobil dan berdiri di halaman rumahnya, menunggu mobil sang mama datang.
Sampai dimenit kesepuluh, akhirnya mobil itu datang dan terparkir di depan Rizky yang tengah berdiri.
Lantas, Rizky melebarkan pintu mobil yang baru saja dibuka oleh Gita lalu wanita tua itu turun dari mobil.
"Sudah lama?" tanya Gita.
"Sepuluh menit yang lalu."
"Gendong Nella, dia ketiduran," titah Gita.
Rizky mengangguk, lalu membuka pintu mobil di sebelahnya dan perlahan mengangkat tubuh Nella pada kedua lengan.
Wanita cantik itu benar-benar tertidur lelap dengan wajah capek, Rizky yang melihatnya seketika menjadi kasihan.
'Lu kecapekan pasti, dari pagi sudah pergi jalan-jalan sama Mama,' batin Rizky tersenyum sembari membawa Nella masuk ke rumahnya.
"Belanjaannya tolong bawa ke dalam ya, Pak!" titah Gita pada sopirnya seraya berjalan masuk menyusul Rizky.
*
*
__ADS_1
"Apa Nella terbangun?" tanya Gita saat melihat Rizky keluar dari kamarnya sambil menutup pintu secara perlahan.
"Nggak, Nella masih tidur."
Gita menarik lengan Rizky, membawa pria tampan itu agak menjauh dari kamarnya. Supaya percakapan mereka tak membuat Nella terbangun.
"Mama boleh minta sesuatu padamu?" tanya Gita.
"Apa?"
"Tolong coba percayai Nella. Mama di sini yang hanya menjadi mertuanya ... tapi Mama yakin itu cucu Mama, masa kamu sebagai suaminya nggak percaya?"
Rizky terdiam.
"Malam ini Mama nggak menginap, tapi Mama minta ... kamu jangan pisah kamar dengan Nella, itu nggak baik."
Lagi-lagi Rizky hanya terdiam. Dia merasa binggung untuk menjawab apa.
"Sekarang Mama tanya, apa kamu mencintai Nella?" tanya Gita. Kali ini suaranya begitu lembut dan tatapannya amat dalam.
"Sangat, aku sangat mencintainya."
"Kalau cinta tolong percaya padanya. Mama tahu ini sulit, tapi cobalah sedikit."
"Iya, aku akan mencobanya." Rizky mengangguk.
"Terus sekarang aku harus bagaimana?" tanya Rizky binggung.
"Kamu harus sering tanya keadaannya, mulai dari perutnya, kondisinya, pengen apa, gitu-gitu. Kamu juga harus turuti semua kemauannya tanpa terkecuali. Mama pernah denger dari Tante Santi .... kalau Indah dua kali melahirkan dengan jalur dioperasi karena kondisinya yang nggak baik saat hamil. Tapi masih untung dia selamat dan kedua anaknya selamat. Tapi Mama takut nanti Nella begitu ... Mama nggak mau gara-gara masalah ini, Nella stres dan berakibat pada kandungannya. Kamu mengerti maksud Mama, kan?" terang Gita yang mana dianggukan oleh Rizky.
"Meskipun kamu ragu dengan bayinya, setidaknya kamu masih mencintai Nella. Tolong jaga dia. Mama nggak mau Nella berubah pikiran lagi untuk bersamamu. Dan di sana ...." Gita mengarahkan jari telunjuknya lurus tepat ke arah depan. Rizky pun melihat arahannya itu, tetapi dia tak mengerti maksud dari mamanya. "Diluar sana masih ada Ihsan yang menunggu Nella, apa kamu rela Nella berpaling darimu lagi?"
Rizky menggelengkan kepalanya.
"Kamu harusnya percaya diri, kalau benihmu yang lincah di dalam sini ...." Sekarang tangan Gita menggenggam senjata Rizky yang masih berbungkus. Dia yang merasakan genggam itu bukannya kaget, tetapi malah melongo dan seakan terkesima dengan ucapan Gita. "Dapat membuat bayi yang lucu dan itu sudah jadi di dalam perutnya Nella."
"Bayi yang lucu?" Rizky mengulang ucapan Gita.
"Ya, bayi yang lucu juga harus sering ditenggok. Kamu harus lihat dia baik-baik saja atau tidak."
"Menengoknya bagiamana? Kan dia belum lahir?" tanya Rizky polos, dia tak mengerti maksud dari ucapan mamanya.
"Burungmu saja yang menengoknya! Kamu ini bodoh sekali, sih!" Gita meremas kuat milik Rizky akibat gemas, dan itu membuat sang pemiliknya berlonjak kaget.
"Aaww sakit! Nanti meletus!" Rizky langsung menyelamatkan sahabatnya dari cengkeraman tangan Gita, dia menepis kasar lengan mamanya.
"Meletus, meletus, memangnya dia balon dan berwarna hijau?" cibir Gita. "Apa burungmu berwarna hijau?"
__ADS_1
"Kenapa Mama tanya, bukannya sudah tahu?"
Awalnya Gita ingin menasehati, entah mengapa dia malah ingin mengajak anaknya bercanda.
"Itu 'kan waktu kecil, sekarang 'kan Mama nggak tahu."
"Sama sajalah, nggak berubah. Seperti kulitku, putih." Rizky mengelus pipinya sendiri.
"Agak coklat sedikit kali." Gita menarik turunkan alisnya menggoda anaknya, dan seketika itu pun telinga Rizky langsung merah lantaran malu.
"Itu burung Papa kali yang agak coklat, burungku putih. Kan rajin dibersihkan."
"Enak saja, kamu pikir Papa nggak? Burung Papa juga rajin dibersihkan!" Gita menyikut perut Rizky, merasa tak terima senjata kekuasaannya dihujat oleh anaknya.
"Tadi Mama bilang burungku yang menengoknya? Bagaimana caranya?" Rizky belum mendapatkan jawaban dan kini bertanya lagi.
"Dih, bodoh sekali kamu!" Gita menoyor kepala Rizky sampai dia beringsut ke samping. "Masa bahasa begitu saja nggak ngerti, si Reymond nggak mengajarimu memangnya?"
"Nggak, sepertinya Reymond juga belum tahu Nella hamil."
"Ya sudah, intinya begitu saja. Sering tengok anakmu, dia pasti kangen."
"Ya terus menengoknya gimana?"
"Bercinta! Kau ajak Nella bercinta!" geram Gita.
"Oh ...." Rizky langsung terkekeh. "Berapa kali aku menengoknya?"
"Suka-suka kamulah, sudah ah, Mama mau pulang, Papamu sudah sampai rumah. Kamu dari tadi tanya terus, Mama bosen." Gita lantas berlalu pergi menuruni anak tangga meninggalkan Rizky.
***
Nella mengerjapkan matanya secara perlahan, lalu mengedarkan pandangannya pada sekeliling ruangan itu, dan ternyata sekarang dia ada di kamar Rizky.
Dia tentu ingat bahwa tadi baru saja naik mobil dengan Gita, tetapi mengapa justru sudah sampai di rumah dan malah sedang berbaring?
'Kok aku sudah sampai rumah? Siapa yang membawaku sampai ke kamar? Apa sopirnya Mama?' batin Nella.
Ceklek~
Seseorang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan lilitan handuk di atas pinggang, orang tersebut adalah Rizky yang habis mandi. Nella pun menoleh ke arahnya.
"Lu sudah bangun?" Rizky tersenyum dengan hangat sembari mendekati Nella yang masih berbaring, lantas dia membungkuk untuk mengecup singkat bibir istrinya. "Apa kepala lu pusing?"
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
__ADS_1
...1050...