
Pria bule itu memegangi kedua pipi, dia dan Rizky melayangkan pandangan dan keduanya sama-sama terbelalak. Pasalnya mereka pernah bertemu, tapi mereka satu sama lain tak tau akan statusnya di hidup Nella.
'Jadi dia yang bernama Ihsan?' batin Rizky.
'Siapa dia?' batin Ihsan.
"Mas Rizky? Kenapa Mas tiba-tiba menonjok Kak Ihsan?" teriak Nella dengan wajah memerah. Kemarin Ihsan dapat tamparan dari mertuanya, sekarang dari suaminya. Tentu hal itu membuatnya tak terima. Nella menghampiri Ihsan menangkup kedua pipinya yang sudah memerah. "Kakak nggak apa-apa 'kan? Apa sangat sakit?" tanyanya dengan wajah khawatir.
Dua bodyguard itu langsung menyergap Rizky, memegangi kedua lengannya. Terlihat wajah dan mata pria itu sudah memerah, Rizky betul-betul begitu emosi. Dadanya berdenyut nyeri melihat istrinya yang tengah mengusap-usap pipi Ihsan dengan penuh cinta.
"Bapak jangan main kasar! Ini tempat umum!" tegur pria berbadan kekar itu pada Rizky.
"Apa lu bilang?" sentak Rizky seraya menoleh, dia menghentakkan kedua lengannya dengan kuat, sampai kedua tangan pria kekar itu terlepas darinya.
"Jangan pegang gue!" Rizky menunjuk mereka berdua yang hendak memegang lengannya. Sebuah ancaman dengan tatapan tajam Rizky, mampu menghentikan aksi mereka.
"Sabar dulu, Riz. Ini tempat umum." Reymond merangkul bahu Rizky dan mengelus dadanya, mencoba menenangkan emosi Rizky yang sudah meluap-luap.
Mereka bahkan menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung yang berada di toko itu, hingga seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka.
"Mbak, Mas ... sebaiknya jangan berantem di sini, silahkan pergi," ucapnya dengan tangan yang mengarah ke depan pintu. Pelayan toko itu seperti mengusir mereka.
"Mas Rizky ngapain ada di sini?" tanya Nella setelah melepaskan pipi pacarnya, dia menoleh pada Rizky. "Aku dan Indah sedang belanja. Kenapa Mas Rizky cari ribut di sini?"
"Cari ribut? Siapa yang cari ribut?" tanya Rizky sewot, nada suara mulai meninggi. "Gue ke sini tadinya ada perlu sama lu, tapi kenapa lu bisa sama Ihsan?" cecar Rizky kesal, dia menunjuk-nunjuk Ihsan yang sedari tadi diam.
"Memang kenapa kalau ada Kak Ihsan? Apa itu masalah?" tanya Nella sambil melotot.
"Jelas masalah! Lu istri gue! Bisa-bisanya lu rangkul-rangkulan sama Ihsan?!" Rizky membuang nafasnya dengan berat, dia berusaha untuk mengontrol emosi di depan Nella. Dia tahu, bagaimana pun Rizky marah—wanita itu tak akan peduli padanya. Dia pasti akan membela pacarnya.
"Sebentar lagi Nella akan jadi istriku, Pak," ucap Ihsan yang mana membuat Rizky kembali emosi.
Rizky langsung mencengkeram leher Ihsan, mendorong tubuhnya hingga mereka sama-sama keluar. Tentunya, Ihsan tak tinggal diam begitu saja. Jelas tubuhnya lebih besar dari Rizky, tak mungkin juga dia akan kalah.
__ADS_1
Ihsan menarik kasar lengan Rizky sekuat tenaga dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur di lantai.
Bruk!
Kepalan tangan Ihsan hampir sedikit lagi menghantam pipi kiri Rizky, namun sayangnya aksinya dihentikan oleh penjaga mall berseragam hitam yang baru saja datang. Dua penjaga itu menarik tubuh Ihsan yang tengah duduk di perut Rizky.
"Kalian ini keterlaluan! Pergi dari sini!" tegasnya.
Ihsan ditarik paksa oleh salah satu penjaga itu dan penjaga yang satunya menarik lengan Rizky. Mereka membawa dua pria yang sama-sama emosi itu keluar dari gedung mall.
Sedangkan Reymond, Indah dan Nella beserta dua bodyguard itu. Mereka ikut menyusul.
Tepat di halaman mall, Rizky dan Ihsan berdiri dengan kedua tangan yang masih dipegang oleh dua penjaga tersebut.
"Kalian ingin diselesaikan secara baik-baik apa ke kantor polisi?" tanya penjaga yang tengah memegang lengan Rizky.
"Polisi! Aku ingin melaporkannya!" tegas Rizky seraya melotot pada Ihsan.
"Oke, saya akan mengantar—"
"Kenapa?" tanya Rizky kesal dan tak terima. Rizky tahu, di sini Nella akan memihak pada Ihsan. "Lu takut Ihsan di penjara?"
"Kenapa Kak Ihsan di penjara? Jelas Mas Rizky yang menonjoknya, Mas Rizky yang salah di sini!" sanggah Nella.
"Gue nonjok dia juga ada sebabnya, karena dia merangkul bahu lu. Gue bisa laporin dia dengan tuduhan perusak rumah tangga orang!" tegas Rizky.
"Tapi sebentar lagi kita akan bercerai, apa Mas Rizky lupa? Dan Mas Rizky juga setuju," kilah Nella.
"Gue memang setuju, tapi lu sekarang masih istri gue. Gue masih berhak melakukan hal apa pun untuk saat ini!" seru Rizky dengan rahang yang mengeras. "Lu nggak bakal bisa menikah dengan Ihsan, karena Ihsan akan gue penjarakan!" ucapnya dengan penuh penekanan.
Deg!
Nella terbelalak, dia langsung terpaku dan merasa binggung. Tidak! Pernikahan yang dia dambakan tidak boleh gagal hanya karena perkara ini. Nella tak bisa membayangkan Ihsan masuk di dalam jeruji besi, pasti dia akan merasakan sakitnya juga.
__ADS_1
'Kak Ihsan nggak boleh di penjara, aku nggak rela,' batin Nella.
'Ancam sedikit nggak apa-apa, kan? Supaya Nella sadar akan posisinya. Mentang-mentang gue suka sama lu ... seenaknya lu permainkan gue,' batin Rizky.
Beberapa menit Nella terdiam, kemudian dia berkata, "Jangan, Mas. Mas Rizky nggak boleh melakukan hal itu pada Kak Ihsan." Sekarang suara Nella sudah merendah, tidak tinggi lagi seperti tadi.
Suatu hal yang diselesaikan baik-baik, tentu harus bicara dengan baik-baik juga. Jika dia ikut emosi, Nella takut Rizky berbuat nekat.
"Nggak ada yang boleh masuk penjara!" tegas seseorang yang datang menghampiri, suaranya terdengar berat.
Rizky terbelalak melihat siapa yang datang, dia adalah Angga. Angga sempat diberitahu oleh dua bodyguardnya tentang apa yang telah terjadi dan tentunya kedatangan dia akan membela Ihsan.
'Ah menyebalkan, kenapa Opa juga ada di sini,' gerutu Rizky dalam hati.
"Lepaskan mereka, aku mengenalnya," titah Angga.
"Tapi mereka buat ulah di dalam mall, Pak," jawab salah satu dari mereka.
"Aku jamin nggak akan, aku sendiri yang akan membuat mereka berdamai," ucapnya sembari menatap Rizky dan Ihsan bergantian.
Dua penjaga itu langsung melepaskan pegangan tangannya pada lengan Rizky dan Ihsan. Kemudian, pergi meninggalkan mereka berdua.
Angga bersedekap sembari melihat ke arah Rizky. "Kenapa kamu menonjok Ihsan? Kamu mau jadi preman, ha?" tanyanya dengan dagu terangkat.
"Aku kesal karena melihat Ihsan merangkul Nella, Opa," jawab Rizky.
"Oh." Angga tersenyum miring. "Jadi kamu cemburu?"
Rizky terdiam, begitu pun dengan yang lain.
"Opa tahu kamu masih suami Nella. Tapi sepertinya kamu nggak pantas cemburu, pernikahan kalian saja tinggal hitungan hari. Benar, kan?"
'Apa katanya? Gue nggak pantas cemburu? Opa ini gila atau bagaimana, sih?!' gerutu Rizky dalam hati.
__ADS_1
...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...
...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...