
Muatan dewasa 21+ mohon bijak dalam membaca!!
.
.
.
"Kok dikunci?" tanya Rizky seraya mengerutkan kening.
Rizky berjalan mondar-mandir dan mulai kebingungan akan maksud dan tujuannya di sini. Tapi sepertinya tak ada yang janggal sebab Nella sendiri bilang ingin mandi.
Tapi bicara tentang mandi, Nella sedari tadi masih ada di dalam kamar mandi dan tak kunjung keluar juga. Rizky yang merasa cemas lantas berlari menuju kamar mandi, dia mengentuk-ngetuk pintu.
Tok ... tok ... tok.
"Nella! Cepetan mandinya, nanti masuk angin."
"Iya," jawabnya lirih, namun bisa di dengar oleh Rizky.
Tak lama Nella membuka pintu, Rizky yang berada di depannya langsung melihat Nella dengan mata yang melebar. Rambut wanita itu begitu basah dengan memerah.
Rizky menangkup kedua pipi istrinya, kulit mulusnya terasa panas. "Lu kenapa? Sakit?"
Nella menggeleng pelan, dia lantas mendudukkan bokongnya di atas kasur. "Aku kepanasan, Mas. Dan di mana Mama? Aku ingin pulang." Mata Nella melirik ke sana kemari, mencari sosok Gita yang tidak ada.
Rizky menarik tangannya. "Ah ini, masalahnya pintu kamar ini dikunci. Lu bawa ponsel? Coba hubungi Mama," saran Rizky.
"Ponselku ada sama teman-teman Mama, Mas."
"Terus gimana dong?" Rizky mengerutkan keningnya, binggung untuk hal apa yang harus dia lakukan. Namun sedari tadi Nella tampak begitu gelisah, dia terus menerus menggeser-geserkan bokongnya. Rizky yang melihatnya sama sekali tak curiga, yang dia pikir mungkin Nella merasa tak nyaman di dalam situasi seperti ini. "Sebentar ... gue cari baju dulu buat lu."
Masih binggung mau berbuat apa, akan lebih baik Rizky mencari pakaian untuk Nella. Dia juga tak akan mungkin membiarkan istrinya terus menerus memakai handuk.
Dibukanya beberapa lemari itu, tapi semua isinya benar-benar kosong. Hampir tak ada apa pun di sana. Tiba-tiba muncul kecurigaan dalam hatinya.
'Kok nggak ada pakaian sama sekali? Katanya ini kamar buat Mama dan Papa nginap? Aneh sekali,' batin Rizky.
__ADS_1
"Kok nggak ada—" Rizky berbalik badan dan seketika itu pun, matanya terbelalak. Dia melihat Nella tengah melepaskan handuknya hingga telanjang bulat. "Apa yang lu lakuin? Nanti masuk angin." Rizky gegas menghampirinya dan memungut handuk yang baru saja Nella jatuhkan ke lantai. Dia segera memakaikan lagi, namun sayangnya dicegah oleh Nella.
"Aku kepanasan, aku nggak mau pakai handuk." Nella menggeleng cepat.
"Kalau lu seperti ini nanti gue pengen, Nell." Rizky mengambil selimut dan menutupi tubuh polos itu, dia masih ingat akan janjinya waktu itu dan Rizky juga masih berusaha menahan hawa nafs* meskipun dia sendiri tak tahu bisa bertahan berapa lama.
"Aku panas! Aku nggak mau pakai selimut!" pekik Nella seraya melepaskan selimut itu dan melemparkannya sampai ke jendela, dia memeluk tubuhnya sendiri dengan gelisah.
"Apa lu nggak malu seperti ini? Atau lu mau pakai kemeja gue?"
Sudah binggung masalah kamar yang dikunci, sekarang ditambah kelakuan Nella yang terlihat tak biasa. Rizky lantas melepaskan dasi kupu-kupunya dan melepaskan kemeja, kembali dia memakaikan pada Nella.
Nella mendongak dan memperhatikan dada bidang Rizky saat pria itu tengah mengancingi kancing kemejanya. Dia menelan salivanya dengan kasar, tidak biasanya dada itu terlihat begitu menggoda dan membuatnya bernafs*.
'Kok tiba-tiba aku seperti ingin bercinta dengannya? Aku ini kenapa?' batin Nella binggung.
Tangannya perlahan menyentuh perut Rizky, ada empat roti sobek namun terlihat samar-samar. Nella yang tak mengerti apa yang dilakukannya masih terus meraba perut itu hingga apa yang dilakukannya membuat Rizky terperajat.
"Apa ... apa yang lu lakuin?" Rizky memegang tangan Nella, menghentikan aksinya. Wajah wanita itu makin memerah dan dia langsung menggeleng cepat.
Nella bergeming, dia hanya menatap lekat wajah Rizky saat pandangan mata mereka bertemu.
"Gue kangen sama lu, apa kita bisa melakukannya?" Ibu jari Rizky meraba bibir merah muda yang terlihat menganga itu, ingin rasanya dia mengecup. Tapi tak berani lantaran belum mendapat persetujuan dari istrinya.
Nella memejamkan mata dan mengangguk samar, jawaban yang berupa isyarat itu mampu membuat mata pria tampan itu berbinar.
'Ada apa ini? Kok tumben? Nella kenapa tiba-tiba mengizinkanku untuk menyentuhnya?'
Sebenarnya pikiran Rizky masih dipenuhi tanda tanya besar, namun dia tak mau melewatkan kesempatan emas. Lantas dirinya mengangkat tubuh Nella dan membaringkannya di atas kasur. Nella masih memejamkan mata, tetapi tubuhnya bergeser ke sana kemari.
'Apa ini salah? Kenapa aku menginginkannya?' batin Nella. Jantungnya langsung berdebar kencang.
Rizky yang sudah berhasil melucuti semua pakaiannya, lalu merangkak ke atas kasur sampai ke tubuh istrinya. Perlahan kancing kemeja miliknya yang dipakai Nella dia lepaskan satu persatu dan setelahnya dilempar begitu saja di bawah.
Dia tersenyum sembari menatap keindahan tubuh istrinya. Sudah satu Minggu tak melihatnya, tubuh itu malah tambah indah saja.
Perlahan tangannya meraba dua gunung kembar itu, lalu turun pada perut dan inti tubuh istrinya. Terasa begitu lembab dan membuat miliknya kembali meronta.
__ADS_1
'Apa gue langsung masukkin aja? Apa pemanasan dulu?'
Kebiasaan Rizky, dia selalu binggung tiap kali ingin bercinta dengan Nella. Pasalnya dia tak mau melewatkan momen yang sangat berharga ini, dia ingin menikmati seluruhnya tanpa terkecuali.
Rizky menghimpit tubuh Nella dari atas dan mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka saling bertabrakan.
Cup~
Nella membuka matanya sedikit, matanya terasa sayu dan kabut gairah itu langsung menyelimuti tubuhnya.
Setiap sentuhan Rizky terasa begitu nikmat dan membuatnya sesekali mendessah.
"Gue suka suara seksi lu," ucap Rizky dengan suara parau setelah berhasil memberikan jejak kepemilikan di leher istrinya. Tangannya masih sibuk memilin puncak gunung kembar itu dan membuat Nella mengigit bibir bawahnya.
Senjata Rizky sepertinya sudah tak tahan, berkali-kali dia berkedut ingin bertemu lawannya. Rizky yang merasa kasihan gegas mendorongnya menuju pintu surga dan lagi-lagi dia merasa sensasi yang begitu mengigit.
"Oh, nikmat sekali, Nell!"
"Ah," desah Nella dengan kedua mata yang terbuka lebar, merasa senjata besar itu sudah masuk sepenuhnya dan mengguncang tubuhnya.
Berkali-kali pria itu mengecupi seluruh wajahnya, kemudian kembali mengajaknya berciuman.
"Gue suka sama lu, lu milik gue selamanya," ucap Rizky disela-sela ciuman mereka. Dia merasa sangat bahagia. Kejadian tadi siang yang membuat dadanya sesak langsung sirna karena malam ini. Nella juga terlihat begitu menikmati sampai akhirnya dia mencapai puncak pelepasannya dan melenguh dengan kuat.
"Lu udah keluar?" tanya Rizky saat menjeda permainannya, dia menyeka keringat di dahi istrinya dan dahinya sendiri. Lantas dia mencabut miliknya dan menarik tubuh Nella untuk duduk.
"Mau ngapain, Mas?" tanya Nella dengan nafas yang sudah terengah-engah.
"Ganti gaya, ayok duduk." Rizky sudah duduk selonjoran dan menepuk kedua pahanya.
'Malam ini ... kita harus bercinta sampai pagi. Gue nggak akan melewatkan semuanya, lu udah bikin gue tersiksa selama beberapa hari.'
Tiba-tiba sebuah pikiran licik itu mengitari isi di dalam otak Rizky. Setidaknya biarkan dia puas setelah hampir seharian sakit hati.
...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...
...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...
__ADS_1