Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
30. Larinya cepet banget


__ADS_3

Rizky tau kalau Guntur memang senang dengan pernikahannya, namun ia pernah mendengar kalau Guntur sempat menyerah saat Nella menolak lamaran Rizky.


Jujur saja, yang Rizky ketahui di sini hanya Sofyan dan Gita yang terus memaksa mereka bersatu. Tapi Guntur tidak terlalu, ia juga tipe pria yang tak pernah memaksakan kehendak jika seseorang tidak mau.


Rasanya Rizky takut, takut sang papah akan luluh dengan permintaan Nella. Apalagi ia juga tau kalau Guntur tidak pernah tega saat melihat perempuan menangis di depannya.


"Kok kalian bengong, duduk sini!" titah Sofyan seraya menepuk sofa di sampingnya duduk. Namun Nella lebih memilih duduk di samping Rizky di sofa kosong, hanya saja berjarak.


"Kalian ingin minum apa? Nanti Papah pesan pada OB?" tanya Guntur.


"Nggak usah, Pah. Kami hanya sebentar, kok," tolak Nella sambil tersenyum.


"Kalian sengaja ke sini mau ketemu Papah?" tanya Sofyan.


"Iya, Pah. Pak Rizky mau bicara dengan Papah," jawab Nella.


"Lho, kok masih panggil Bapak? Panggil Mas, Sayang atau apa gitu, dia 'kan suamimu," tegur Sofyan.


"Mungkin Nella masih malu-malu, biarkan saja Sofyan," sahut Guntur.


Nella menoleh pada Rizky, memperhatikan suaminya yang tengah diam saja sedari tadi. "Cepat bicara," titah Nella pelan, namun suaranya terdengar seperti geram.


Rizky menoleh juga pada Nella. Namun bukannya langsung bicara, Rizky justru merentangkan salah satu tangannya, meraih pinggang Nella hingga tubuh wanita itu bergeser dan menempel padanya. Setelah itu, Rizky merangkul pinggang Nella, mencuri-curi kesempatan di depan mertua dan papah.


"Ih! Apaan, sih! Jangan pegang-pegang!" pekik Nella seraya menepis tangan Rizky yang berada tepat di pinggangnya, ia juga menggeser posisi duduknya agak menjauh.


"Nella, apa yang kau lakukan? Kenapa kasar sekali bicaramu?" tegur Sofyan, matanya sudah mulai melolot ke arahnya.


"Habisnya dia mencuri-curi kesempatan, Pah!" berang Nella, ia kembali menoleh pada Rizky yang sedari tadi tak kunjung membuka mulut. "Ayok bicara, Pak. Kenapa Bapak diam saja?" kesal Nella.


"Kalian ada apa sebenarnya? Apa ada masalah? Coba bicara," ucap Guntur.


Tenang, Riz. Semuanya akan berpihak pada lu' batin Rizky.


Sebenarnya ia begitu gugup untuk membantu Nella, itu alasannya sedari tadi diam saja.


"Riz!" panggil Guntur.


Awas saja kau tidak bicara, aku akan menghajarmu, Rizky' gerutu Nella dalam hati.

__ADS_1


"Eemm ... begini, Pah. Rumah tanggaku dan Nella sepertinya nggak bisa bertahan lama," ucap Rizky ragu-ragu. Ia menatap pada Sofyan dan Guntur yang tengah membulatkan netranya lantaran kaget.


"Apa yang kau katakan?" tanya Sofyan binggung.


"Aku dan Pak Rizky akan bercerai, Pah. Kita nggak cocok," balas Nella.


"Nggak cocoknya bagaimana? Kalian 'kan baru saja menikah kemarin, masih tahap perkenalan," ujar Guntur.


"Memang iya, Pah. Tapi sepertinya aku dan Nella memang nggak bisa menjalani hidup berumah tangga, kita beda pendapat dan tidak saling mencintai," jawab Rizky.


"Cinta kau bilang? Bukannya aku pernah memintamu untuk membuat Nella jatuh cinta padamu? Tapi kenapa sekarang kau bicara seperti itu, Riz?!" Sofyan terlihat sudah mulai emosi, kini beralih melototi Rizky.


Rizky jadi binggung memberikan alasan apa lagi. Sungguh, sampai sekarang Rizky tidak memikirkan ide untuk membantu Nella, sebab dirinya saja tidak mau kalau rumah tangganya berakhir.


"Papah, Papah nggak perlu memaksa Pak Rizky. Dia juga punya perasaan, biarkan saja kalau dia dan aku tidak saling mencintai, karena mungkin kita nggak berjodoh," tambah Nella.


"Nggak berjodoh, nggak berjodoh. Tau apa kau tentang jodoh? Kau baru menikah kemarin sudah mengatakan hal itu. Oh ...." Sofyan mengangguk-ngangguk dan memiringkan bibirnya. "Ini pasti idemu, kan? Apa jangan-jangan kau yang memaksa Rizky untuk bercerai!" hardik Sofyan.


Nella menggeleng cepat. "Nggak, Pah. Ngapain aku memaksa Pak Rizky. Itu murni karena kita memang tidak cocok," kilahnya.


"Memang kau pikir Papah ini bodoh, ya? Kau tadi pagi habis teleponan sama si Miskin itu, kan?" tebak Sofyan.


Miskin? Apa maksud Papah Kak Ihsan? Tapi kok Papah bisa tau?' batin Nella.


Sofyan menoleh pada Guntur. "Mantan pacar Nella, dia terus saja menganggu putriku!"


"Jangan pernah menghina pacarku! Dia punya nama!" seru Nella tak terima.


"Cih!" Sofyan mendeis kesal. "Papah tidak sudi menyebutkan namanya.


"Aku hanya minta Papah setuju dengan keputusan aku dan Pak Rizky, dan kalaupun Papah tidak setuju ... aku nggak peduli! Aku tetap akan bercerai dengannya!" ungkap Nella seraya menoleh pada Rizky dengan sinis.


"Nggak! Papah nggak setuju!" tegas Sofyan.


Tanpa jawaban dan perkataan apapun, Nella berdiri. Lantas berlari keluar dari ruangan Sofyan.


Ceklek~


"Kejar Nella, Riz!" perintah Sofyan setengah berteriak

__ADS_1


Rizky langsung mengangguk, ia berlari keluar dari ruangan Sofyan dan sampai ke halaman kantor, namun tidak mendapati Nella berada.


Kemana Nella? Kok larinya cepet banget?' batin Rizky sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


Segera ia menghampiri satpam yang tengah berdiri menjaga depan pintu keluar masuk kantor Sofyan, mungkin saja mereka tau saat Nella keluar.


"Selamat siang Pak Rizky." Rizky baru saja hendak menganga, namun kedua satpam berseragam hitam itu lebih dulu menyapanya.


"Siang, apa kalian lihat Nella keluar dari kantor?"


"Nona Nella? Oh ... dia baru saja pergi naik taksi yang baru saja lewat, Pak," jawab salah satu dari mereka.


Rizky terbelalak. "Taksi? Arahnya kemana, Pak?"


"Sana, Pak." Salah satu satpam itu menunjuk pada arah barat.


Rizky bergegas menghampiri mobilnya, ia langsung menancapkan gasnya menuju arah barat yang dimaksud satpam tadi.


Tapi setelah dipikir-pikir ... Rizky sendiri tidak tau plat nomor dan mobil taksi mana yang Nella tunggangi, sebab saat ini saja ... mobil Rizky dikelilingi oleh beberapa mobil dan termasuk mobil taksi.


Rizky mengambil ponselnya pada saku jas, sudah mengetik layar ponsel untuk menelepon Nella. Namun tiba-tiba ia tidak jadi, sebab nomornya saja tidak punya.


"Bagaimana ini? Kemana si Nella pergi?" monolog Rizky bertanya pada diri sendiri. "Eemm ... gue coba telepon Papah, deh." Niat Rizky kini berubah untuk menghubungi Sofyan.


"Halo, Pah," ucap Rizky saat sambungan telepon itu diangkat dari seberang.


"Iya, Riz. Bagaimana Nella? Jangan sampai kau membawanya ke pengadilan!" tegas Sofyan.


"Masalahnya di sini aku nggak menemukan Nella, Pah."


"Apa?" Sofyan memekik. "Bagaimana bisa kau tidak menemukan Nella? Bukannya dia baru saja keluar?" tanya Sofyan tak percaya.


"Aku juga binggung, aku sudah berlari mengejarnya ... tapi aku nggak tau di mana dia sekarang. Kata satpam di luar, Nella sudah naik taksi. Masalahnya ... Aku sendiri nggak tau taksinya yang mana, Pah."


"Coba kau ke Restoran Tantenya, dia pasti ke sana, Riz."


"Iya, Pah terima kasih."


"Sama-sama, nanti hubungi Papah lagi."

__ADS_1


"Iya." Rizky segera menutup teleponnya dan melaju menuju Restoran.


Jangan lupa like 💕


__ADS_2