Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
56. Lu harus luluh saat melihat gue, Nell


__ADS_3

"Maaf, Ibu siapa?" Bukannya langsung membuka gerbang, satpam itu malah bertanya. Ia memang sudah ditugaskan oleh Angga untuk menanyakan setiap orang yang akan datang berkunjung.


"Aku Gita, Mama mertua Nella. Buka pintunya cepat! Aku ingin bertemu menantuku."


"Maaf, Ibu dilarang masuk. Silahkan Ibu putar balik dan pulang."


Gita terbelalak. Jelas, tak mungkin Gita tak marah diperlukan seperti itu. Wanita beranak tiga itu lantas turun dari mobil dan menghampiri gerbang tersebut.


"Kurang ajar sekali, kau! Kau nggak tau aku siapa, ha? Panggil menantuku cepat!" pekik Gita seraya berkacak pinggang.


"Maaf, Bu. Saya hanya bekerja di sini dan bos saya sendiri yang memintanya."


Gita berdecak kesal, lantas ia mengambil ponselnya untuk menelepon Nella. Namun baru saja tersambung, seseorang datang menghampirinya dari dalam gerbang. Orang itu adalah Angga, ia membawa amplop coklat lalu memberikan pada Gita melalui celah gerbang.


"Gita, ambil ini dan pulanglah," ucapnya kemudian.


"Surat apa ini?" Gita mengambil amplop tersebut dan netranya langsung membulat. Dari tulisan luarnya saja, tertulis nama pengadilan agama. Sudah jelas surat apa itu. "Apa-apaan ini, Pak? Bapak nggak bisa melakukan hal ini!" tegasnya sambil menatap mata Angga dengan tajam.


"Aku hanya membantu Nella, dan itu semua murni keputusan cucuku. Berikan pada anak kesayanganmu itu dan jangan lupa datang." Setelah mengatakan hal itu, Angga berlalu begitu saja meninggalkan Gita yang sudah mengoceh. Terlihat jelas wanita itu begitu tak terima dengan apa yang ia dapatkan.


"Tidak bisa! Nella dan Rizky nggak boleh bercerai!" Gita memeras amplop itu lantas memasukkannya ke dalam tas. Lalu kembali masuk ke mobilnya dan pergi dari rumah Angga.


Di dalam perjalanan, ia segera menghubungi Sofyan. Ialah orang pertama yang wajib tau setelah Rizky.


"Halo, sore Bu."


"Sofyan, tolong beri Papamu pengertian. Bagaimana bisa dia membantu Nella untuk bercerai dengan Rizky? Apa itu waras?" tanya Gita setengah menggerutu.


"Aku sudah coba untuk membujuk Papa, tapi susah sekali, Bu. Nanti saya akan cari cara lain."


"Nantinya kapan? Apa kau tau ... sekarang Nella sudah mendaftarkan dirinya ke pengadilan. Dan minggu depan sidang pertama mereka," ungkap Gita sambil membaca kertas yang berada di tangannya.


"Apa?" pekik Sofyan.


"Ada apa, Pa?" Terdengar suara Rizky dari seberang sana. Sepertinya, Sofyan tengah bersama Rizky.


"Kau sedang bersama Rizky?"


"Iya, kami baru saja selesai meeting."


"Nanti sampaikan juga padanya, dan aku minta padamu. Perceraian Rizky dan Nell jangan sampai terjadi, aku nggak mau Rizky jadi duda!" tekan Gita.

__ADS_1


"Iya, Ibu tenang saja. Semuanya nggak akan terjadi. Aku akan memihak pada Rizky."


...***...


Keesokan harinya, sekitar pukul 10 pagi, Rizky datang ke rumah Reymond. Hari ini ia, Sofyan, Reymond dan Indah sudah sepakat membuat rencana untuk meluluhkan hati Nella.


Sebenarnya rencananya adalah kemarin, tapi Nella sendiri yang membatalkan. Jadi lebih baik sekarang saja, dari pada tidak sama sekali.


"Lu yakin mau melakukan ini, Riz?" tanya Reymond pada Rizky. Mereka berempat dengan anak buah Reymond yang bernama Ali dan Aldi tengah berada di halaman rumah. Sekali lagi Reymond ingin memastikan, sebab ini rencananya dari Rizky sendiri dan mereka semua hanya membantunya.


"Iyalah. Sekarang lu pukul gue, jadiin muka gue babak belur, Rey," pintanya dengan semangat.


"Jangan gue deh, si Ali atau Aldi saja, ya? Gue nggak tega mukul lu," tolak Reymond. Padahal awalnya ia sepakat akan menghajar Rizky. Tapi saat melihat senyum semangat yang terbit dari wajah sang teman, rasanya Reymond tak tega, meskipun yang ia lakukan hanya demi membantunya.


Lantas, Rizky menoleh pada pria berbadan kekar yang memakai pakaian bebas itu, mereka tengah berdiri di samping Reymond.


Melihat otot pada lengan dan dadanya saja, saliva Rizky langsung ia telan. Rizky tak bisa membayangkan betapa sakitnya wajah tampannya nanti.


"Nggak mau ah, pasti rasanya bukan sakit lagi, tapi perih." Rizky bergidik ngeri.


"Cemen lu Riz," ejek Reymond.


"Tenang, Pak Rizky. Saya akan memukul atas kemauan Bapak, jika terasa sakit atau merasa berlebihan ... Bapak bicara saja. Saya akan berhenti," terang Aldi menjelaskan.


"Iya, iya. Lu bilang sama Indah tapi, tanyakan tentang Nella. Takut dia sudah keburu jalan."


"Iya, lu tenang aja." Reymond mengangguk, lantas berlalu masuk ke rumahnya untuk memanggil istrinya.


"Sudah siap belum, Pak?" tanya Aldi dengan kedua tangan yang sudah mengepal.


"Lu jangan kencang-kencang, ya? Buat merah dan lebam saja. Jangan sampai berdarah," titah Rizky yang mana dianggukkan oleh Aldi.


"Bagian mana yang ingin dihajar dulu? Pipi kanan atau kiri?" tanya Aldi.


"Kanan dulu."


Bugh!


"Aaww!" jerit Rizky saat salah satu tangan Aldi dengan cepat menonjok pipi kanannya, ia merasa sakit dan nyeri. Padahal baru sekali pukul.


"Apa terlalu keras?" tanya Aldi tak enak.

__ADS_1


"Wajahku sudah merah?" Rizky menunjuk pipi kanan yang baru saja terkena tonjokan.


"Hanya merah sedikit."


"Rizky, cepat! Nella sudah ada di jalan!" pekik Reymond seraya berlari menghampiri mereka.


Lantas, dengan refleks dan sebelum mendengar perintah dari Rizky, Aldi gegas menghajar wajah Rizky bertubi-tubi. Dari mulai pipi kanan, kiri dan juga keningnya.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Bugh!"


"Aaww! Hentikan!" Rizky menangkis tonjokan berikutnya, wajahnya bukan lagi berwarna merah sekarang, melainkan biru. "Sudah cukup, wajahku sakit sekali." Rizky meringgis kesakitan seraya meraba wajahnya yang sudah kebas.


"Lu seperti orang gila, Riz. Gara-gara cinta sampai segitunya." Reymond terkekeh sambil geleng-geleng kepala.


"Ayok berangkat, nanti Nella keburu sampai," perintah Rizky seraya masuk ke dalam mobil Reymond. Kemudian Reymond dan kedua pria kekar itu masuk juga.


Di dalam perjalanan itu, Reymond menyemprotkan spray air mawar pada wajah Rizky yang seakan-akan pria itu berkeringat. Jas yang ia kenakan juga dilepas dan kemeja yang Rizky kenakan dibuat selusuh mungkin.


Gue udah korbanin wajah gue, lu harus luluh saat lihat gue, Nell. Gue mau lu kembali' batin Rizky.


"Berhenti di sini saja, Nella sudah mendekat," kata Reymond saat ia mendengar ucapan dari seseorang yang ia telepon barusan. Ia juga menyuruh orang untuk mengawasi Nella di jalan, supaya memberitahunya Nella sudah sampai mana.


Ali yang menyetir mobil Reymond gegas menepikan mobilnya. Mereka semua turun dan hanya Reymond yang masuk kembali ke mobil.


"Semoga sukses Riz, gue tunggu kabar baiknya," ucap Reymond memberikan semangat pada sang teman.


"Amin." Rizky tersenyum dan melihat mobil Reymond sudah berlalu meninggalkan mereka di sisi jalan raya. Jalanannya kebetulan juga sepi, namun cuacanya tiba-tiba saja mendung.


Rizky bak orang gila, tanpa ragu ia berbaring dengan posisi terlentang di aspal sambil memejamkan matanya. Sedangkan Ali dan Aldi berdiri di depan tubuh Rizky, menunggu mobil Nella lewat.


"Gue nggak mau kalau ini gagal, kalian harus bertugas dengan baik!" titah Rizky dengan mata yang masih terpejam.


"Baik, Pak," jawab Ali dan Aldi berbarengan.


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...

__ADS_1


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2