
Nella mempercepat permainannya hingga mobil itu ikut bergoyang di tempat. Berselang beberapa menit saja—pelepasan itu keluar dengan sempurna dan diakhiri oleh ciuman mesra.
"Aku mencintai Mas Rizky," lirih Nella dengan deru nafas yang tersengal, kedua tangannya menangkup pipi suaminya.
"Gue juga—”
Cup~
Nella mengecup bibir Rizky singkat hingga menghentikan ucapannya. "Berhenti panggil gue lu. Aku nggak suka."
"Aku kamu?" Rizky mengerutkan keningnya. Nella mengangguk pelan.
Rizky tersenyum sembari menyeka keringat yang berada di dahi istrinya. "Aku akan coba, nanti ingatkan kalau lupa, ya?"
"Jangan sampai lupa." Nella melotot.
"Iya, iya." Rizky terkekeh.
"Lanjutkan Mas ngomong apa tadi?"
"Yang mana?"
"Yang gue juga ...."
"Oh ...." Rizky terkekeh lagi. "Aku juga cinta sama kamu, begitu Nell."
"Iya, aku juga sama cintanya." Nella mengangguk. Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Rizky, lalu meraup lembut bibirnya.
Terjadilah dua ronde di dalam mobil.
***
Mobil Rizky telah sampai di depan halaman rumah Guntur. Setelah mematikan mesin mobilnya, mereka berdua pun turun dari mobil lalu sama-sama berjalan masuk ke dalam rumah.
Kebetulan pintu utama rumah mewah itu juga terbuka lebar dan Rizky tadi sempat melihat ada mobil asing terparkir di depan rumah itu. Mungkin saja ada tamu.
Dan ternyata benar, langkah mereka terhenti tepat di ruang tamu. Di sana ada Guntur dan Aji yang tengah duduk bersama di temani secangkir kopi hitam.
Namun wajah Aji terlihat begitu frustasi, rambutnya juga acak-acakan. Sedangkan Guntur, wajahnya tampak merah dengan rahang yang mengeras.
__ADS_1
'Ngapain si pebinor ada di sini?' gerutu Nella.
'Pak Aji ngapain di sini?' batin Rizky.
"Nella, ada yang mau Om bicarakan padamu," ucap Aji lembut dengan tatapan sendu. Matanya berkaca-kaca.
"Aku nggak mau!" Nella menggelengkan kepalanya, lalu menarik lengan Rizky yang sejak tadi dia gandeng.
Melihat Nella hendak melangkah bersama Rizky, Aji dengan cepat berlari dan secara tiba-tiba dia pun memeluk lutut wanita cantik itu.
Nella terhenyak dengan mata yang membulat sempurna. "Apa yang Om lakukan?!" pekiknya kesal.
Rizky yang melihat itu semua lantas mendorong tubuh Aji hingga pria itu terhentak di lantai. Dia merasa tak terima istrinya bersentuhan dengan pria lain.
"Bapak jangan melakukan hal yang kurang ajar pada istriku!" berang Rizky sambil menunjuk wajah Aji.
Pria itu langsung menggelengkan kepalanya. "Maaf, Om nggak ada maksud untuk melakukan hal yang tidak sopan. Om hanya ingin minta maaf dan tolong cabut tuntutan kalian tentang Mitha," ujarnya seraya berdiri lalu mengusap kasar wajahnya.
"Itu nggak mungkin terjadi, ngapain juga aku mencabutnya!" Nella menggelengkan kepalanya sambil bersedekap. "Apalagi dengan kelakuan Om yang sangat menjijikkan itu. Jika saja Papa setuju ... Om juga bisa ikut bersama Mitha ke penjara!" geram Nella sambil melotot.
"Om akan kembalikan Mamimu untuk bisa bersama Papamu, Nell. Dan anggaplah masalah kemarin itu tidak terjadi. Lagian ... Om dan Mamimu nggak benar-benar selingkuh."
"Aku nggak peduli!" tekan Nella marah. "Apa yang Om katakan tadi? Aku dan Papa harus pura-pura lupa gitu?" Nella bersedekap sambil tersenyum miring.
"Sayang, ayok kita pergi. Nggak usah meladeni pria yang tidak tahu malu seperti dia." Rizky mengangkat dagunya ke arah Aji sambil menatapnya sinis.
Aji yang melihat kedua orang itu meninggalkannya, sungguh benar-benar kesal. Niatnya ingin membujuk Nella rasanya akan susah.
Namun disisi lain, dia juga tak mau melihat putri semata wayangnya mendekam dipenjara selama 6 tahun. Kariernya pasti akan hancur setelah dia menjadi seorang napi.
'Padahal dia 'kan nggak jadi keguguran, tapi kenapa lebay sekali? Dasar anak manja! Awas kamu, Nell!' ancamnya dalam hati.
"Kamu pulang saja, Ji. Nella dan Rizky nggak akan memaafkan kesalahan Mitha. Aku juga benar-benar kecewa pada kamu dan putrimu. Ternyata kalian bukanlah orang yang baik," ujar Guntur dengan nada mengusir.
Aji menoleh pada Guntur yang masih duduk di posisi semula, tak bergeser sama sekali. "Mitha khilaf, Pak. Dan apa yang dilakukannya karena dulu dia sempat kecewa pada Bapak yang tidak jadi menikahkannya dengan Rizky."
"Lho, kok kamu jadi nyalahin aku?" Guntur terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Merasa tak habis pikir dengan ucapan pria itu. "Alasanku nggak jadi menikahkan mereka juga bukannya sudah jelas ... kalau itu karena Nella hamil? Terus kenapa Mitha malah berencana mencelakainya dan membawa namaku dan Gita? Itu benar-benar sudah nggak bisa dimaafkan." Guntur menghela nafasnya lalu berdiri. "Sekarang kamu pulang saja dari sini. Aku ingin istirahat."
*
__ADS_1
*
"Kakak kok pulang siang? Memangnya nggak sibuk di kantor?" tanya Risma saat mereka berdua duduk bersama di ruang makan menghampirinya.
"Iya, Kakak nggak sibuk." Rizky tersenyum.
"Mas, kita makan di kamar saja, yuk!" Nella sudah menuangkan nasi di atas piring. Tetapi rasanya dia malas jika makan bersama Risma. Dia tak mau suaminya terus berbicara dengan gadis yang kini tengah makan di depannya.
"Di sini saja, Sayang. Biar nggak ribet. Ambilkan paha ayamnya." Rizky menunjuk semur ayam yang berada di mangkuk.
Nella mengangguk patuh, lalu menuangkan untuk suaminya. Setelah itu dia juga mengambil nasi dan lauk untuknya sendiri.
"Kakak, tadi di kelasku ada cowok bule lho, ganteng," ujar Risma sambil senyum-senyum sendiri memandangi Rizky. Nella menoleh pada suaminya yang saat ini tengah terkekeh sambil menyuap satu sendok nasi.
"Terus kenapa memangnya? Kamu suka?"
Risma menggelengkan kepala. "Nggak, dia orangnya jutek."
"Kamu jangan pacaran dulu, fokus kuliah saja. Kan baru pindah," tutur Rizky.
'So perhatian,' batin Nella kesal.
Risma terkekeh. "Siapa juga yang mau pacaran, Kak? Aku hanya ingin berteman saja dengannya."
"Tapi jangan terlalu dekat. Kata Mama saja kamu digangguin sama teman cowokmu pas di Korea. Nanti cowok itu gangguin kamu juga lagi, katanya risih."
'Kalau aku digangguin cowok lain apa Mas risih?' batin Nella. Dia terus membatin dalam hati, bukannya langsung makan.
"Iya, soal itu nggak akan terjadi lagi kok, Kak. Oya ... besok aku minta antar ke dealer mobil, ya? Kakak juga sekalian belikan aku mobil, hehe ...," ujarnya sambil nyengir kuda.
"Enak banget kamu ngomongnya, Ris," celetuk Nella dengan tatapan sinis. Lidahnya sangat gatal untuk ikut menyahuti ucapan gadis itu.
"Memangnya aku nggak boleh minta dibeliin mobil sama Kak Rizky, Mbak?" tanya Risma sambil mengerutkan keningnya.
*
*
Maaf baru up, kemarin lagi ada masalah 🤧
__ADS_1
Oya, selamat menunaikan ibadah puasa esok pagi 🙏 semoga puasanya lancar sampai magrib. Tadi adegannya ga terlalu gimana-gimana, kan?🤭 masih aman kan, ya? 😁
like, komen, vote dan hadiahnya dong biar semangat 😉💪