Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
34. Perilakunya jelek


__ADS_3

Rizky dan Sofyan masuk ke rumah Angga, mereka datang ke sini sebab sudah tak berhasil menemukan Nella. Dan perasaan Sofyan mengatakan kalau Nella akan datang ke rumah ini.


"Pah, kok kita ke sini? Kata Papah, Nella 'kan nggak ada di rumah Opa dan Omanya?" tanya Rizky.


"Nanti Nella akan datang ke sini, percaya sama Papah. Dan kau juga harus berkenalan dengan Opa dan Omnya, Papah menikahkan Nella tanpa sepengetahuan mereka dan mereka sangat menyayangi Nella. Jadi, kau juga harus mengambil hati mereka," jelas Sofyan.


"Oh. Oke, Pah." Rizky mengangguk.


"Sofyan, kamu ke sini? Tumben?" tanya Sindi saat turun dari anak tangga bersama suaminya, lantas menghampiri Rizky dan Sofyan yang tengah berdiri di ruang tamu.


"Oh, iya Mah." Sofyan dan Rizky mencium punggung tangan pria dan wanita di depannya, dan kini mereka duduk di sofa bersama-sama.


Wajah Rizky terlihat begitu familiar dalam penglihatan Angga, namun ia tak mengenal Rizky.


"Siapa kamu?" tanya Angga pada Rizky yang diam saja di samping Sofyan.


"Dia suaminya Nella, Pah," jawab Sofyan.


Angga dan Sindi terbelalak, wajar saja kalau mereka kaget. Sebab Sofyan sendiri baru memberitahunya sekarang.


"Sejak kapan Nella menikah? Kok Papah nggak kamu beritahu?" tanya Angga setengah kesal. Nella adalah cucu perempuan satu-satunya dan kesayangan mereka juga tentunya.


"Menikahnya sudah dua hari yang lalu. Maaf aku nggak beritahu Papah dan Mamah, karena mereka menikahnya mendadak," jelas Sofyan dengan nada lembut.


"Mendadak, mendadak. Semendadak apa sih? Sampai-sampai kamu nggak memberitahu Papah?" Angga menunjuk dadanya sendiri. "Papah Opanya, kan? Kenapa kau tega sekali, Sofyan!" geram Angga sambil melotot.


Dan disaat itu, Nella datang dan berdiri tepat di depan mereka yang melayangkan pandangan padanya


Kok Papah dan si Mesum ada di sini?' batin Nella.


"Habis dari mana saja, kau?" tanya Sofyan setengah berteriak. Ia bangun dan mendekati Nella yang tengah terdiam.


Aku harus kasih alasan apa kira-kira? Nggak mungkin aku bilang pergi sama Kak Ihsan' batin Nella.


Nella berusaha untuk bersikap tenang, ia tak mau jika Sofyan mencurigainya.


"Aku habis bertemu Indah," jawab Nella.

__ADS_1


"Indah, mau ngapain kau bertemu Indah? Dan kenapa kau lari begitu saja dari kantor Papah sampai Rizky nggak berhasil menemukanmu?" Sofyan mencecar beberapa pertanyaan pada Nella sambil berkacak pinggang.


"Aku curhat padanya, dan masalah aku pergi itu karena aku kesal sama Papah!" jelas Nella.


"Kau pasti berbohong, kan? Nggak mungkin kau bertemu dengan Indah, tapi kau pasti bertemu dengan mantanmu itu!" serang Sofyan tak percaya.


"Ngapain aku berbohong," elak Nella memasang wajah yang meyakinkan.


Sofyan menoleh pada Rizky yang masih duduk di sofa. "Riz, kau punya nomornya Indah?"


Rizky menggeleng. "Nggak, Pah."


"Telepon Reymond, tanya padanya apa Indah bertemu Nella atau nggak."


Deg!


Jantung Nella langsung berdebar kencang saat melihat Rizky menempelkan ponselnya pada telinga kiri. Ia berdo'a dalam hati supaya Reymond tidak menjawab panggilannya.


"Bagaimana, Riz?" tanya Sofyan.


"Nggak diangkat." Rizky menggelengkan kepala dan hal itu membuat Nella bernafas lega.


"Kenapa kau malah masuk ke kamar? Ayok pulang!" titah Sofyan seraya menarik lengan Nella.


"Aku kebelet, Pah." Nella menahan kakinya supaya tidak berhasil mengikuti langkah kaki Sofyan. Ia memegangi perut, mencoba mencari alasan.


Melihat ekspresi wajah Nella yang seakan menahan air kencing, Sofyan langsung melepaskan tangannya pada lengan sang putri, membiarkan Nella masuk ke kamar.


Ceklek~


Nella menutup pintu dan menguncinya, lantas berlari menuju nakas yang berada di dekat tempat tidur. Ia menarik lacinya untuk mencari charger. Setelah ketemu, ia segera mengisi daya baterai pada ponselnya.


Sebetulnya niat Nella ingin menelepon Indah, namun sayangnya nomor temannya tidak ada lantaran ponsel Nella baru dan bernomor baru.


Tidak mau hilang akal dan kembali dimarahi lantaran bertemu Ihsan, pada akhirnya Nella menghubungi Ihsan, meminta tolong padanya.


"Halo, Kak," ucap Nella saat sambungan itu berhasil diangkat. "Apa Kakak sudah sampai bengkel dan baik-baik saja?" sebelum bertanya pada intinya, Nella lebih dulu mempertanyakan keadaan Ihsan. Sebab keadaan sang kekasih, yang paling terpenting baginya.

__ADS_1


"Aku sudah sampai, aku baik-baik saja. Ada apa Cantik? Kamu ada masalah?"


"Bisa aku minta tolong?"


"Bicaralah."


"Bilang sama Om Irwan, tolong minta padanya bilang sama Indah kalau tadi aku bertemu dengannya, Kak. Kakak tau Indah yang waktu itu melahirkan, kan?"


"Iya, aku tau. Apa ini ada kaitannya dengan Papahmu?" Ihsan sepertinya sudah paham maksud Nella, apalagi saat dirinya mendengar deru nafas Nella tersengal-sengal


"Iya, Kak."


"Oke Cantik, aku akan membantumu. Kamu baik-baik di sana."


"Iya, Kak."


Seusai menutup sambungan telepon, Nella langsung membersihkan riwayat teleponnya dengan Ihsan dan mencabut pengisian data yang baru 1%. Lantas dirinya membuka kunci dan membuka pintu.


Ia turun lagi ke lantai bawah dan menghampiri nenek dan kakeknya yang masih duduk di ruang tamu, memeluknya secara bergantian.


"Bagaimana kabarmu Sayang? Kata Papahmu, kamu sudah menikah, bagaimana pernikahanmu?" tanya Angga.


Kebetulan sekali Opa tanya seperti itu, aku akan mengadu padanya, mungkin Opa atau Oma akan memihak padamu' batin Nella.


Ide cemerlang Nella tiba-tiba saja muncul, segera ia ikut duduk di sofa, didekat Angga dan Sindi.


"Aku baik-baik saja, tapi aku nggak suka dengan pernikahan ini, Opa. Papah jahat sekali padaku, bisa-bisanya dia menikahkan aku dengan pria mesum," sahut Nella seraya menatap mata Rizky dengan penuh kebencian.


"Mesum? Maksud kamu bagaimana?" tanya Sindi seraya menyentuh punggung tangan cucunya.


"Mesum, dia pernah aku pergoki--"


"Nella, sudahlah," sela Sofyan cepat. "Kau hanya salah orang! Nggak mungkin Rizky seperti itu!" tekan Sofyan membela menantunya, ia tak mau jika kakek dan neneknya Nella menilai jelek akan perilaku Rizky.


"Papah terus saja membela Pak Rizky! Apa sih yang Papah lihat darinya selain dia kaya?" Nella menunjuk-nunjuk wajah Rizky yang berada di depannya. "Sifat dan perilakunya jelek dan dia--"


"Stop, Nella!" Sofyan menepis kasar lengan Nella dengan penuh kekesalan. "Kenapa kau nggak sopan dengan suamimu? Apa Papah nggak pernah mengajarimu caranya beretika? Dan siapa di sini yang berperilaku jelek? Rizky atau kau?" berang Sofyan sambil melotot.

__ADS_1


"Apa alasanmu menikahkan Nella secara mendadak?" serang Angga seraya melemparkan tatapan sinisnya pada Sofyan. Melihat sikap Nella yang seakan tidak suka dengan pernikahannya, membuat dirinya makin penasaran.


Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!


__ADS_2