
"Sudah bersih, Nella," ucap Rizky seraya mengecup pipi Nella.
Nella membuka mata dan melihat tubuhnya yang sudah bersih seperti apa yang dikatakan Rizky. Segera ia berlari keluar kamar mandi tanpa memakai handuk. Sebab handuknya saja sudah basah dan kotor akibat ulah Rizky.
Ia meninggalkan Rizky yang sudah senyum-senyum sendiri sambil menyalakan shower untuk mandi.
*
30 menit berlalu, Rizky telah menyelesaikan mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan memakai lilitan handuk di atas pinggang.
Pandangan melihat kearah Nella, wanita itu tengah tertidur di kasur dengan balutan selimut di atas dada. Ia mengenakan baju tidur lengan panjang berwarna pink bunga-bunga. Rizky lagi-lagi tersenyum saat memandanginya.
Semakin lama dilihat, dia makin cantik saja. Apa lagi jika sedang marah-marah, gue suka' batin Rizky.
Tok ... tok ... tok.
Bunyi ketukan pintu langsung mengalihkan pandangan Rizky dari wajah Nella, gegas ia membukakan pintu yang memang tidak dikunci.
Ceklek~
"Ah, Opa. Ada apa?" tanya Rizky setengah kaget, saat melihat opa Nella yang mengetuk pintu tadi. Di samping pria tua itu ada koper.
"Ini, katanya pakaian milikmu." Angga melirik sebentar pada koper itu. Kemudian melihat ke dalam kamar Rizky. "Nella sedang apa? Ayok, kita makan malam bersama," ajaknya.
"Nella sudah tidur, Opa. Dan kayaknya aku juga tidak ikut makan, perutku kenyang." Rizky tersenyum canggung sambil memegangi perutnya yang memang tidak merasakan lapar.
"Oh yasudah."
"Terima kasih kopernya, Opa."
Angga mengangguk, lantas dirinya berlalu meninggalkan Rizky.
Rizky masuk kembali sambil mendorong koper. Menutup pintu dan menguncinya. Setelah itu, ia membuka koper dan mengambil celana boxer dan juga kaos putih polos, lalu mengenakannya.
Rizky merebahkan tubuhnya di samping Nella yang masih tidur diposisi yang sama. Rizky memeluknya dan mencium singkat pipi kiri Nella.
"Kalau lagi tidur begini, adem banget wajah lu, Nell." Monolog Rizky seraya memejamkan mata.
***
__ADS_1
Keesokan harinya.
Nella membuka matanya dan merasakan perutnya begitu berat. Jelas saja berat, lantaran lengan Rizky berada di atasnya. Segera ia singkirkan tangan itu. Lantas beranjak dari kasur untuk pergi ke kamar mandi mencuci muka.
"Ada sisa nasi nggak, ya? Aku ingin bikin nasi goreng untukku dan Kak Ihsan."
Setelah membasuh muka dan berkumur-kumur, Nella mengelap wajahnya dengan handuk. Kemudian keluar dari kamar mandi dan kamar itu.
*
"Bibi, apa masih ada nasi?" tanya Nella pada Bibi pembantu yang tengah mencuci piring saat dirinya sudah berada di dapur.
Bibi pembantu itu lantas menoleh. "Ada, tapi sedikit Nona. Nona mau buat nasi goreng?" Bibi pembantu seakan paham, kalau memang Nella suka sekali berkutat di dapur.
"Iya, Bi. Kira-kira cukup untuk dua orang nggak, ya?" Nella membuka rice cooker, memperhatikan nasi sisa semalam.
"Sepertinya cukup, Nona." Bibi pembantu ikut memperhatikan nasi tersebut dan mengira-ngira.
Nella mengambil tali rambut pada kantong baju tidurnya. Kemudian menguncir rambutnya, sebelum mulai memasak.
Selang 20 menit, akhirnya nasi goreng ala cinta sudah berhasil Nella selesaikan. Ia mematikan kompor dan membuka rak piring untuk mencari tupperware.
Nella tersentak kaget saat Rizky mencium rambutnya, segera ia menepis tangan itu. "Kenapa sih tiba-tiba ngagetin gitu? Main peluk-peluk segala lagi, nggak sopan banget!" sembur Nella kesal.
"Masih pagi kali, masa lu udah marah-marah aja sama gue." Rizky menghela nafas dan beringsut ke belakang, agak menjauh pada Nella yang merasa risih akan kehadirannya.
"Bibi!" panggil Nella pada Bibi pembantu yang baru saja datang menghampirinya sambil menenteng kantong plastik putih yang berisi sayuran.
"Ada apa Nona?"
"Tolong masukkan nasi goreng ini ke dalam kotak nasi ya, Bi. Aku mencari-carinya nggak ketemu." Nella menunjuk rak piring yang tidak berhasil ia temukan benda yang ia cari.
"Iya, biar Bibi yang masukkan Nona."
"Kok dimasukkan ke kotak nasi? Kenapa nggak dituang ke piring aja?" tanya Rizky pada Nella. Namun sayangnya Nella tidak menghiraukannya, ia berlalu pergi menaiki anak tangga.
"Mungkin Nona Nella mau sarapan di Restoran, Pak. Memang dia sering bawa bekal kok," jawab Bibi seraya menuangkan semua nasi pada wajah ke dalam kotak nasi.
Rizky memperlihatkan nasi goreng itu yang terlihat begitu banyak, rasanya tak mungkin jika Nella menghabiskannya semua.
__ADS_1
Banyak sekali itu nasi goreng, seperti buat dua porsi' batin Rizky.
"Sini, Bi. Biar aku saja yang bawa, mau aku taruh di mobil," ucap Rizky dengan tangan yang terulur, mengambil kotak itu yang sudah berbungkus plastik.
"Ini, Pak." Bibi pembantu langsung menyerahkan padanya.
*
Nella telah selesai mandi, memakai dress berwarna merah diatas lutut dan memakai make up yang super cantik. Sudah begitu siap untuk pergi ke Restoran.
Sebelum turun dari tangga, Ia mengirimkan pesan pada Ihsan untuk mengajaknya ketemuan dan tentunya makan bersama nasi goreng buatannya.
"Selamat pagi Nella cantik," sapa Sindi dan Angga secara bersamaan, ketika melihat Nella menghampirinya di ruang makan.
"Pagi Opa, Oma." Nella mencium pipi dua orang itu secara bergantian.
"Ayok sarapan bersama, di mana suamimu?" tanya Sindi, ia sedari tadi tak melihat keberadaan Rizky.
"Aku nggak tau, aku mau langsung ke Restoran saja, Oma. Aku sudah membawa bekal."
"Oh ya sudah, kamu hati-hati di jalan," ucap Sindi.
"Mau Opa antar?" tawar Angga.
"Nggak usah, Opa." Nella tersenyum, lantas menghampiri bibi yang berada di ruang tamu tengah mengelap meja. "Bibi! Mana nasi gorengku?" tanya Nella yang mana membuat Bibi menoleh.
"Tadi sudah dibawa Pak Rizky, Nona. Katanya mau ditaruh di mobil."
"Rizky?" entah mengapa mendadak perasaan Nella tak tenang, ia memikirkan nasib nasi goreng yang dibawa pria itu. Gegas Nella berlari keluar rumah dan menghampiri mobil Rizky yang terparkir rapih di halaman depan.
Jangan bilang nasi goreng itu dia makan' batin Nella seraya berlari.
Nella membuka pintu mobil dan seketika itu pun ia membulatkan netranya, melihat Rizky sedang melahap satu sendok nasi goreng ke dalam mulut.
"Akhirnya lu dateng juga, maaf gue makan duluan. Habis menunggu lu lama. Ayok makan sama-sama." Rizky tersenyum dengan anggukan kepala, wajahnya seperti tak ada dosa ketika ia memakan nasi goreng tanpa seizin orang yang membuatnya.
Wajah Nella langsung memerah, nafasnya naik turun. Sungguh, ia begitu kesal dan juga emosi atas apa yang Rizky lakukan. Segera ia masuk ke dalam mobil untuk mengambil kotak nasi tersebut dari tangan Rizky. Padahal, Rizky sudah mau menyendok dua suapan lagi. Namun akhirnya tidak jadi.
"Kenapa nasi goreng ini malah Bapak makan? Ini bukan untuk Bapak!" geram Nella.
__ADS_1
Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!