
"Maaf, maaf Mas. Aku nggak sengaja, apa sangat sakit?" Nella segera mengelus-elus rambut kepala suaminya.
Perlahan tangan Rizky juga ikut merabanya, meyakinkan ucapan Nella dan seketika itu pun matanya terbelalak lantaran kaget.
"Ini rambut asli, Nell," ujarnya tak menyangka, tetapi ada rona kebahagiaan yang tercetak jelas di wajahnya.
"Tapi kok bisa rambut Mas sudah panjang segitu? Perasaan kemarin-kemarin masih plontos?" Nella mengerutkan keningnya, ada rasa binggung, kecewa dan sekaligus takjub.
Dia sebenarnya masih ingin melihat Rizky berkepala botak, tetapi dia juga tak membohongi penglihatannya—jika rambut gondrong Rizky membuat pria tampan itu makin mempesona.
'Kenapa Mas Rizky makin terlihat tampan dan jadi mirip Tomingse?' batin Nella.
Rizky masih meraba-raba rambutnya dan terlihat dia senang sekali karena sudah berambut, dia tak perlu pusing memikirkan penutup kepala disaat dirinya lupa memakai wig.
"Oya, ngomong-ngomong ... kita di dalam mobil mau apa?" Rizky langsung mengingat tentang apa alasan Nella membawanya ke sini.
"Aku mau minta maaf soal tadi pagi, kan Mas belum maafkan aku," ucap Nella dengan suara manja.
"Masa hanya minta maaf sampai bawa gue ke mobil?" Rizky mengerut dahi, selanjutnya dia pun terkekeh. Otak mesumnya langsung bekerja. "Oh, apa lu mau dimaafin dengan cara kita bercinta?"
Nella menggeleng cepat. "Bukanlah, Mas. Masa bercinta di dalam mobil," elaknya. Memang benar, bukan itu maksud Nella.
"Lalu apa dong?"
"Aku ingin mengajak Mas Rizky berciuman saja." Nella menangkup kedua pipi Rizky dan memandangi wajahnya. "Tapi sebelum itu, apa aku boleh tanya Mas sesuatu?"
"Cium dulu lah. Baru nanya, kan belum gue maafin."
Nella menghela nafasnya. "Yasudah deh."
Dia pun mendekatkan wajahnya ke arah Rizky, lalu meraup bibir suaminya dan perlahan melummat dengan lembut hingga menjadi kasar.
Rizky yang menerima ciuman itu langsung ikut serta dalam bermain. Tangan nakalnya segera meraih kancing dress yang Nella kenakan, kemudian melepaskan tiga kancing dari atas.
Setelah itu, dia pun menyembulkan kedua bongkahan dada istrinya. Perlahan Rizky meremmas-remmasnya sembari melilin puncaknya.
__ADS_1
"Eemmm ...." Nella bergumam dalam pagutannya, tentu ciuman itu terasa begitu panas dan membuat miliknya di bawah sana basah.
Rizky melepaskan ciuman itu, dengan segera dia meraup puncak dada Nella dan melummatnya dengan rakus.
"Mas ...."
Nafas Nella tersengal, dia pun menoleh ke kiri dan kanan parkiran itu. Ada banyak beberapa orang yang lewat, serta ada pula beberapa mobil yang baru saja datang dan terparkir di sana.
Rasanya Nella ingin bercinta, apalagi dengan sentuhan mulut Rizky yang begitu lihai mengecap dua asetnya. Tetapi ada rasa malu juga sebab takut jika ada orang lain yang mengetahui aksi mereka.
Sebelum naffsunya makin mendidih ke ubun-ubun, Nella dengan segera menarik kepala Rizky supaya melepaskan salah satu dadanya.
"Mas kita udahan, yuk. Aku takut ada orang yang melihat kita."
Wajah Rizky tampak memerah, tentu dia juga menginginkannya. Sejak Nella masuk ke rumah sakit, mereka bahkan belum bercinta dan sudah lebih dari dua hari.
"Kita bercinta yuk, Nell! Gue nggak tahan kayaknya." Rizky memeluk tubuh Nella, lalu menarik kerah dressnya di bagian bahu. Lantas Rizky mengecupi bahu putih istrinya sambil terus menahan gejolak di dada.
"Aku juga mau, Mas. Tapi ini parkiran rumah sakit dan ini juga siang bolong. Ada banyak orang juga, nanti kalau ada yang negur kita bagaimana?" tanya Nella. Dia tak keberatan dengan ajakan Rizky, tetapi dai masih mempunyai urat malu.
"Lu mau kita pulang dulu? Tapi lama kayanya. Gue nggak tahan banget sumpah. Kita pelan-pelan saja mainnya, dan jangan pakai mendessah," saran Rizky.
Memang bisa? Rasanya Nella tak percaya.
"Tapi aku takut ada yang lihat kita, Mas."
"Dari luar nggak bakal kelihatan, kaca mobil gue hitam."
"Yasudah ayok." Ikut tak tahan juga, akhirnya Nella luluh dan mengiyakannya.
Mendengar persetujuan, Rizky pun segera mengangkat tubuh istrinya untuk berbaring dengan sedikit duduk di kursi sebelahnya.
Lantas dengan cepat Rizky membuka celana luar dan dalamnya, juga dengan jasnya. Selanjutnya dia pun menarik celana dalaman Nella dengan cd-nya juga, sampai akhirnya rawa indah itu terlihat di matanya.
Rizky membuka kedua paha Nella lebar-lebar, lalu segera membungkuk dan menenggelamkan wajahnya di sana.
"Ah," desah Nella, dengan cepat salah satu tangannya membungkam bibirnya sendiri. Dia menuruti ucapan Rizky yang mengatakan jika tak boleh mendessah, karena takut ketahuan. Tetapi jika tidak mendessah, rasanya tak enak juga.
__ADS_1
Tubuh Nella sudah meliuk-liuk tak jelas, sensasi kenikmatan lidah Rizky membuat matanya merem melek.
'Ini enak sekali,' batin Nella dan tak lama Rizky mengakhiri permainannya.
"Kok udahan, Mas?" tanya Nella kecewa.
"Itu 'kan hanya pemanasan Sayang, sekarang kita mulai."
Rizky mengelus-elus senjata pamungkasnya yang sudah sangat menegang itu, lalu dia dekatkan pada lubang kenikmatan dan segera mendorongnya untuk masuk ke dalam.
"Eeuh." Nella melenguh, merasakan milik Rizky yang begitu besar menancap di dalam inti tubuhnya. Meski bibirnya masih dia tutupi, tetapi tetap saja ada suara seksi yang lolos.
Rizky membungkuk sedikit sembari menarik turunkan pinggulnya, perlahan dia menarik tangan Nella yang menutupi bibir, lalu Rizky segera mengajaknya berciuman.
Mungkin dengan berciuman, Nella tak akan mendessah sangat keras hingga membuat orang disekitar mereka curiga.
Namun sepertinya Rizky salah, Ihsan yang duduk di dalam mobilnya benar-benar curiga saat melihat mobil Rizky yang sedari tadi diam saja, tak melaju. Padahal Ihsan pikir mereka akan pergi dari rumah sakit.
"Sedang apa mereka? Kok lama sekali di dalam mobil?" Monolog Ihsan.
Dimenit selanjutnya, matanya membulat sempurna kala melihat mobil hitam di depannya itu goyang-goyang.
Pikiran Ihsan langsung bisa menebak jika ada sesuatu yang terjadi di dalam sana dan tentunya membuat dada Ihsan merasa panas. Terbakar api cemburu.
"Sial*n banget!" Ihsan menonjok keras stir mobil dengan emosi. "Bisa-bisanya mereka bercinta di dalam mobil yang terparkir di parkiran rumah sakit, apa nggak ada urat malu?" geram Ihsan.
"Dasar pasangan mesum!" umpatnya dengan emosi yang mendidih.
Ihsan segera turun dari mobilnya. Langkahnya hendak berjalan menuju mobil Rizky, tetapi tiba-tiba langsung terhenti sebab merasa binggung untuk melakukan apa.
Kalau dia menghampiri mobil itu, lalu untuk apa? Apa menggagalkan sesi mereka bercinta? Tetapi Rizky pasti akan marah nanti, dan membuat Ihsan tak aman. Bisa saja Rizky nekat memenjarakannya langsung hari ini juga.
Ihsan membeku di tempat, tetapi kalau dibiarkan begitu begitu saja dia benar-benar tak ikhlas, Ihsan sungguh tak ikhlas melihat mereka berdua bahagia. Dia hanya ingin Nella bahagia bersamanya.
...**...
Jangan bilang kalian nggak tau Tomingse? Gantengan mana sama Rizky? 😂
__ADS_1