Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
83. Apa Mas Rizky akan menungguku diluar


__ADS_3

"Oh mungkin Pak Aji Wijaya. Papa kenal ... dia juga rekan bisnis Papa."


"Apa Papa tahu di mana restorannya? Aku mau ke sana."


"Tahu, tapi kenapa kamu mau pergi ke sana? Mau mereview makanan restorannya?" terka Sofyan.


"Iya. Apa Papa bisa ikut bersamaku ke sana? Aku mau mencoba menu di restorannya."


Mungkin lebih baik Nella mengajak Sofyan juga, supaya nanti tak merasa malu jika bertemu dengan Rizky.


"Maaf Sayang Papa nggak bisa, Papa sedang mengantar Mamimu belanja."


Nella mengerucutkan bibirnya. "Ya sudah ... kasih alamatnya saja kalau Papa tahu. Aku akan ke sana sendiri," ujarnya dengan ketus.


"Bagaimana kalau kamu ke sana dengan Rizky saja? Nanti Papa bilang padanya."


"Nggak usah, aku mau ajak Indah saja," jawabnya beralasan.


"Oh ya sudah ... nanti Papa kirim alamatnya."


***


Setelah menerima alamat yang Sofyan kirimkan lewat pesan, gegas Nella pergi menuju tempat tujuan.


Dia juga sudah berganti pakaian, memakai celana jeans berwarna hitam dan kaos putih polos yang kebetulan ada di mobilnya. Nella tak ingin jika ke datangnya diketahui oleh Rizky, itu sebabnya dia sampai mengganti pakaian dan memakai kacamata hitam.


Mobil merah itu terparkir rapih di parkiran restoran, lalu dia turun dari mobilnya.


Sebelum masuk, Nella mengedarkan pandangannya ke parkiran mobil, dia mencari-cari mobil Lamborghini hitam milik suaminya, namun sayangnya tak berhasil di temukan sebab banyak sekali mobil yang sama persis dengan milik Rizky.


Pandangan matanya beralih ke sebuah restoran, dia menengadah papan nama 'Restoran Agatha' nama yang sama seperti apa yang dia baca di pesan.

__ADS_1


Kakinya melangkah menuju pintu masuk dan membuka kaca, restoran itu benar-benar sangat ramai. Beberapa pengunjung seolah menduduki semua kursi yang disediakan.


Nella mengigit bibir bawahnya sembari menyapu pandangan, mencari keberadaan suaminya. Dia tentu ingat Rizky memakai pakaian apa dan tepat di depannya—pria yang dia cari ada di sana.


Rizky baru saja duduk bersama Reymond, dia juga seperti baru datang. Nella menoleh ke kanan dan kiri, mencari kursi kosong supaya bisa melihat Mitha saat bertemu Rizky.


Pandangannya terjatuh pada seorang pria berperut buncit yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya, di depan pria itu ada kursi kosong dan jaraknya dengan meja Rizky tidak terlalu jauh. Hanya terhalang satu meja dari depan.


Nella berjalan buru-buru menghampiri pria tersebut. "Permisi, apa boleh saya ikut duduk di sini?" tanya Nella dengan ramah seraya tersenyum manis.


Pria itu mendongak ke arah Nella, bibirnya langsung menyunggingkan senyum. "Boleh Nona Cantik, silahkan duduk bersamaku."


Nella mengangguk dan duduk di sana, sorotan matanya langsung menuju Rizky.


"Riz, kenapa harus makan di sini, sih? Gue malas dengan tempat ramai." Reymond mendengus kesal. Sejujurnya dia sempat menolak makan di situ sebab tak suka dengan pemilik restorannya. Namun Rizky bersikeras ingin mengajaknya makan di sana.


"Kenapa memangnya? Ramai ya wajar, Rey. Kan ini hari Minggu," jawab Rizky santai seraya duduk.


Tak lama wanita yang memakai seragam restoran menghampiri mereka, namun kedatangannya tidak sendiri, melainkan bersama wanita cantik berambut pirang sepunggung. Dia adalah Mitha.


Nella yang berada di seberang sana langsung melepaskan kacamatanya ketika melihat Mitha menghampiri meja Rizky. Wajahnya yang sering wira-wiri di majalah tentu membuat Nella mengenalnya.


'Dia bukannya salah satu model di perusahaan Om Mawan, kan? Jadi dia yang akan menggantikan aku jadi istri Mas Rizky?' batin Nella.


Mendadak dadanya terasa panas melihat Mitha dan Rizky saling memandang sambil tersenyum, dia tidak dapat mendengar apa yang mereka obrolkan, tapi tergambar jelas jika gadis di seberang sana seperti bahagia bertemu suaminya.


"Permisi Nona, Pak. Kalian mau pesan apa?" tanya pelayan yang baru saja datang menghampiri Nella dan membuat wanita itu menoleh ke arahnya.


"Aku mau menu yang sama dengan pria yang memakai kemeja merah maroon." Nella menunjuk Rizky dengan dagunya yang terangkat sedikit, baru saja dia melihat Mitha yang telah pergi lalu kembali sambil membawakan nampan yang berisi menu makan siang dan menaruhnya di atas meja suaminya.


"Baik Nona, saya akan membawakan menu yang sama untuk Anda."

__ADS_1


"Kok kamu mau menu yang sama dengan pria itu? Memang apa yang dia makan?" tanya pria berperut buncit yang merasa kepo, dia sampai memutar kepalanya untuk melihat Rizky.


Nell sama sekali tak menggubris ucapannya, dia masih sibuk menatap Rizky yang tengah mengunyah. Mitha juga masih berada di sana, bahkan baru saja duduk di antara Rizky dan Reymond.


'Dia itu ngapain sih di sana? Kenapa menganggu Mas Rizky yang sedang makan siang? Menyebalkan sekali!'


Lama-lama Nella merasa kesal, tangannya juga sibuk memeras jari jemarinya sendiri.


"Maaf Nona, menu yang Anda pesan tidak tertera di buku menu." Pelayan yang sempat pergi sekarang kembali lagi sambil membawa pesanan yang dia antar untuk pria buncit di depan Nella. "Hanya ada es jeruk saja." Kemudian dia menaruh segelas es jeruk itu di atas meja di dekat Nella, minuman itu adalah minuman sama yang Rizky minum.


"Memang apa yang dia makan? Kok nggak ada di buku menu?" tanya Nella setengah emosi.


"Dia makan rendang dan sayur capcay, Nona."


"Terus kenapa makanan itu nggak ada di buku menu? Itu bukannya menu yang selalu ada di restoran, ya?" tanya Nella dengan tatapan sinis. Tubuhnya terasa gerah dan panas, padahal AC di ruangan itu cukup dingin.


"Biasanya memang ada, tapi sudah seminggu tidak ada karena resep itu diganti oleh Nona Mitha. Mungkin Mas yang di sana sedang mentester makanan, di sana juga ada Nona Mitha," jelasnya.


Nella berdecak kesal. 'Kok Mas Rizky mau-maunya sih makan makanan dari Mitha? Memangnya si Mitha itu bisa masak, ya? Nanti kalau Mas Rizky keracunan bagaimana?' batin Nella.


Tiba-tiba perasaannya tak tenang, apalagi saat melihat Rizky begitu lahapnya makan.


'Padahal aku juga bisa buat rendang, Mas Rizky nggak perlu makan masakan orang lain.'


Padahal sejak dulu dia paling malas jika memasak untuk Rizky, ketika Gita memintanya saja dia melakukannya setengah hati. Tetapi sekarang dia justru merasa menyesal, melihat suaminya mencicipi makanan buatan wanita lain.


Dadanya yang panas kini menjadi sesak, Nella merasa aneh pada dirinya sendiri, dan poin pentingnya dia benar-benar tak suka melihat Rizky bersama Mitha, meskipun di sana ada Reymond juga.


Tiba-tiba, Nella merasa perutnya kembali bergejolak dan mual, dia langsung menutup mulutnya lalu berdiri.


Namun, nasib sial tengah menimpanya, ada seorang pelayan pria yang lewat dan tidak sengaja menumpahkan minuman dingin tepat di dadanya hingga membuat Nella membulatkan matanya.

__ADS_1


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2