Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
36. Sempurna dan begitu menggoda


__ADS_3

Sempurna dan begitu menggoda. Kali ini lu masih selamat karena gue masih inget lu lagi datang bulan, Nella.


Oh, tapi—nggak ada salahnya kita mandi bersama bukan?


Rizky segera menarik gesper dan menurunkan celana luar dan dalamnya. Ia membuka jas dan kemejanya cepat-cepat hingga dalam beberapa detik saja tubuhnya sudah polos sempurna.


Nella terbelalak saat melihat kemunculan Rizky secara tiba-tiba, pria tampan itu berjalan kearahnya dengan bertubuh polos dan tatapan mesum. Mendadak Nella membayangkan malam pertama mereka semalam, ia merasa takut sebab menurutnya cukup menyakitkan. Pasti jika Rizky melakukan itu lagi, rasa sakit itu akan terjadi lagi.


"Pak Rizky? Ngapain Bapak ada di sini?" tanya Nella gelagapan.


Segera Nella mengakhiri sesi mandinya dan bergegas meraih handuk di atas gantungan. Sudah berhasil diraih, namun sayangnya tangan Rizky menariknya dan melemparkannya sejauh mungkin.


Cepat-cepat Rizky menghimpit tubuh Nella di tembok, dan tanpa basa-basi dan permisi, ia langsung mendaratkan ciumannya.


Sontak saja, perlakuan Rizky membuat Nella membulatkan netranya. Ia mendorong-dorong dada bidang Rizky, namun kebiasaan Rizky yang menempelkan dadanya pada dada Nella, membuatnya seakan tak bisa memberontak.


Tangan Rizky kini memegangi bokong Nella dan memmerasnya dengan gemas. Nella juga merasakan perutnya tertusuk oleh kepala senjata Rizky yang sudah tegak berdiri itu.


Apa-apaan dia? Kurang ajar sekali. Kenapa dia bisa masuk ke kamar dan ke kamar mandi begini? Dan mau apa dia?


Tak ingin terhanyut dalam ciuman panas yang Rizky lakukan padanya, Nella segera mengigit bibir bawah Rizky hingga berhasil menghentikan ciumannya.


"Aaw! Sakit, lu ini apaan, sih?" kesal Rizky sambil memegangi bibirnya, tubuhnya masih menekan Nella pada tembok, supaya Nella tidak bisa ia lepaskan.


"Bapak yang apa-apaan? Nggak sopan sekali masuk kamar orang dan kamar mandi secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu!" geram Nella sambil melotot, ia mengangkat tangannya ke atas hendak menampar pipi kiri pria di depannya, namun Rizky berhasil menangkisnya dan kini kedua tangan Nella dipegang erat olehnya.


"Wah, sekarang lu tambah berani sama gue, ya?" Rizky menyunggingkan senyum. Bukannya marah—Rizky justru tambah gemas melihat wajah Nella yang kesal padanya. "Kenapa Lu nggak sadar juga kalau sekarang gue adalah suami lu? Suka suka gue dong masuk ke sini, kenapa gue musti mengetuk pintu dulu kalau pintunya nggak dikunci?"


Nggak dikunci? Jelas aku mengunci pintu kamar, tapi kok dia bisa masuk? Aneh sekali.

__ADS_1


"Aaww!" Nella menjerit saat Rizky tiba-tiba saja mengigit lehernya.


Rizky mengendus dan mengecupi leher istrinya. Tercium aroma wangi sabun dan membuatnya makin bergairah.


Mulut Rizky masih berada dileher Nella, tangannya perlahan menarik tangan Nella untuk menuntunnya pada senjata miliknya yang sudah sangat keras itu.


Tangan Nella sudah tersentuh kepala senjata Rizky, namun Nella langsung menarik lengannya. Ia geleng-geleng kepala dan mengepalkan tangannya.


"Aaww! Sakit!" Nella kembali menjerit kesakitan saat Rizky lagi-lagi mengigit lehernya. "Lepaskan kau Mesum! Kau ini kasar sekali dan berotak kotor!" pekik Nella sambil menonjok-nonjok punggung Rizky sekuat tenaga.


Rizky melepaskan leher Nella yang berhasil ia gigit dua kali hingga meninggalkan bekas merah.


"Nella, gue lagi pengen. Apa lu bisa bantu gue?" Rizky mendekatkan wajahnya ke wajah Nella, menatap dalam wajah cantik itu. "Lu cantik, Nell." Rizky membelai pipi Nella dan mengecup bibirnya singkat.


Tatapan memohon Rizky mampu Nella ketahui, pria tampan di depannya itu tengah menahan hasrat yang belum berhasil ia keluarkan.


Enak saja, tadi pagi saja dia nggak bisa membantuku. Bisa-bisanya meminta lagi, dasar nggak tau malu!' gerutu Nella dalam hati.


"Nggak mau!" tekan Nella sambil melotot.


"Kalau lu nggak lagi datang bulan, gue bisa langsung perk*sa lu, Nell. Tapi sayangnya lu lagi datang bulan." Rizky melihat pangkal paha Nella mengalir darah. Ia juga tidak segila itu bercinta dengan seorang wanita yang tengah halangan. "Tapi lu bisa melakukannya dengan mulut atau tangan lu, bantu gue Nella." Rizky memasang wajah memelas, lagi-lagi memohon pada istrinya.


Sebetulnya, Rizky tidak pernah bisa menahan naf** sejak dulu. Namun saat malam pertama itu, Rizky rela menahannya demi Nella. Sebab dirinya juga penasaran ingin bercinta dengan seorang gadis.


Dan saat ini, hasratnya menggebu-gebu. Rizky ingin sekali menyalurkan dengan cara dibantu.


"Ya, Nell. Gue mohon ... bantu gue. Burung gue tersiksa." Rizky kembali menyentuh senjatanya yang tengah menempel pada perut Nella.


"Aku bilang nggak ya, nggak!" tegas Nella.

__ADS_1


Sepertinya akan sulit, meskipun dipaksa Nella tetap tidak akan mau dan memberontak. Jalan satu-satunya Rizky perbuat adalah bermain solo daripada ia makin tersiksa.


Rizky langsung meraup bibir Nella kembali, menciuminya lebih dalam. Salah tau tangan Rizky menekan tengkuk Nella supaya istrinya tidak terus memberontak. Dan tangan Rizky yang menganggur, segera ia gunakan untuk mengenggam senjata miliknya. Menariknya maju mundur dan kembali menekankan kepalanya pada perut Nella.


Begini nggak buruk juga, meskipun gue berjuang sendiri, tapi ada bibir Nella yang membantu gue' batin Rizky.


"Eemm ...," gumam Rizky saat menaikkan ritmennya, Nella sampai sesak nafas dibuatnya sebab Rizky begitu ganas menciumnya.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Rizky berhasil menyelesaikan pelepasannya. Ia mendessah begitu keras dan memeluk tubuh istrinya.


"Aaaahhh ...." Rizky mengatur nafasnya naik turun, begitupun dengan Nella yang baru bisa menghirup oksigen ketika ciuman itu terlepas.


Bodoh! Dia seperti mau membunuhku!' batin Nella.


Nella merasakan perutnya begitu hangat, sisa pelepasan Rizky yang sengaja Rizky tumpahkan di sana.


"Begini saja sudah nikmat, Nella. Apalagi jika lu gue sentuh lagi," bisik Rizky seraya menciumi rambut Nella yang basah.


Nella terbelalak, ia langsung menghentakkan tubuh Rizky supaya terlepas pada tubuhnya. Ia meringis geli saat menatap nanar kondisi perutnya yang terlihat begitu menjijikan baginya.


"Tutup mata lu, gue yang akan bersihin ... tenang aja," titah Rizky.


Tidak ada yang bisa Nella lakukan selain menurut. Sebab ia sendiri terlanjur geli untuk membersikannya sendiri.


Netra Nella terpejam saat melihat Rizky menyemprotkannya air pada selang kearah perutnya. Setelah bersih, Rizky menyabuni perut Nella, supaya aroma pelepasannya hilang. Ia mengerti kalau Nella terlihat begitu tak suka dengan apa yang ia lakukan padanya. Namun sekarang apa yang Rizky perbuat adalah apa yang menurutnya benar.


Menjijikkan, aku sangat membencinya. Aku ingin cepat-cepat terlepas dari jeratan si Mesum ini. Aku ingin hidup bersama Kak Ihsan' batin Nella.


Gue tau lu begitu benci bahkan jijik sama gue, tapi gue pastiin—rasa benci dan jijik itu akan menjadi cinta dan sayang. Gue akan buat lu tergila-gila sama gue. Gue nggak akan pernah melepaskan lu, Nell. Apa lagi merelakan lu bersama pacar lu itu. Lu adalah milik gue, milik Rizky Gumelang' batin Rizky.

__ADS_1


Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!


__ADS_2