Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
50. Merebut Nella dengan cara kotor


__ADS_3

"Ihsan, Om mau bicara sebentar denganmu." Irwan duduk di sebelah Ihsan yang baru saja istirahat, setelah berhasil mengganti 3 oli mobil.


Ihsan menyeka keringat pada dahinya seraya menoleh. "Ada apa, Om?"


"Om sudah dengar kalau Nella sudah menikah. Dan dia menikah dengan Pak Rizky, lalu sekarang hubunganmu dengan Nella bagaimana? Apa kalian sudah putus?" tanya Irwan penasaran. Ihsan sendiri tak pernah cerita apa-apa tentang pernikahan Nella, sebab itu akan membuat hatinya sakit.


"Aku dan Nella nggak akan putus Om, kita juga masih sering bertemu," jawab Ihsan murung. Ihsan masih memikirkan Nella yang belum memberikan kabar.


"Tapi Nella sudah jadi istri orang, apa nggak sebaiknya kamu melupakannya saja?"


"Ah maaf, bukan maksud Om mengaturmu, Om hanya kasihan sama kamu, Ihsan," tambah Irwan seraya mengusap lembut bahu Ihsan.


"Aku sangat mencintainya, Om. Hanya Nella satu-satunya wanita yang ada di hatiku dan dia cinta pertamaku." Ihsan menyentuh dadanya, senyumannya terlihat getir saat mengingat status Nella. "Aku masih berusaha mendapatkannya, aku masih berjuang, Om."


"Caranya? Tapi Papahnya Nella nggak suka padamu, Ihsan."


"Aku tau itu. Dan masalah cara untuk mendapatkan Nella kembali, aku harus menjadi pria yang banyak uang, Om. Mungkin Om Sofyan akan menyetujuiku untuk bersama Nella. Aku meminta Nella menungguku sampai sukses." Ihsan yakin, cara untuk mendapatkan restu ialah harus menjadi pria seperti Rizky, kaya raya.


"Tentang pekerjaanmu bagaimana? Dia bukannya nggak suka kalau kamu bekerja sebagai montir? Apa lebih baik kamu berhenti saja kerja di bengkel. Nanti Om masukkan kamu kerja di kantornya bos, Om," usul Irwan.


"Kerja di kantor?" Ihsan mengerutkan kening. Tapi memang ada benarnya yang dikatakan Irwan, Sofyan terlihat tak menyukai pekerjaan Ihsan yang hanya seorang montir. Tapi jika harus kerja di kantor—ia harus bekerja sebagai apa? Dan dilihat dari pendidikannya saja, ia hanya lulusan SMK dengan jurusan otomotif.


"Nanti aku kerja sebagai apa, Om? Keahlianku hanya di bengkel," ungkap Ihsan kemudian.


"Iya juga sih, kalau kamu kerja di kantor ... mungkin hanya sebagai OB atau cleaning service. Apa kamu harus kuliah dulu saja? Om bisa membiayai kamu kuliah."

__ADS_1


Ihsan menggeleng cepat. "Nggak perlu, Om. Om sudah banyak membantuku sampai sekarang. Dan masalah pekerjaan ... aku sudah nyaman jadi montir. Tinggal aku harus menabung saja, supaya uangku banyak dan perkerjaanku dipandang oleh Om Sofyan."


"Apa ada yang harus Om bantu? Om juga sedih melihatmu seperti ini, Om mau kamu dan Nella bersama."


"Untuk sekarang sepertinya nggak ada." Ihsan menggeleng samar. "Tapi aku merasa ... Rizky seperti suka sama Nella, Om. Dan aku takut, takut jika Nella mencintainya dan melupakanku."


"Itu bisa terjadi, apalagi Nella sekarang menjadi istrinya. Tapi Om lihat, Nella begitu mencintaimu." Untuk sesaat, Irwan dan Ihsan terdiam. Namun, tampaknya Irwan tengah memikirkan ide untuk membantu keponakannya. "Apa kamu nggak mau merebut Nella dengan cara kotor saja?" usul Irwan kemudian.


Ihsan mengerutkan kening. "Cara kotor maksudnya?"


"Kamu hamili Nella." Ucapan Irwan sontak membuat Ihsan menohok, ia tak menyangka—sang Om bisa menyarankan cara seperti itu. "Kalau Nella hamil anakmu, Pak Rizky akan melepaskan Nella. Dan Pak Sofyan bisa merestui kalian," tambahnya lagi.


Ihsan menggeleng cepat. "Nggak, Om. Itu berarti aku dan Nella berzina. Itu dosa. Aku nggak mau membuat wanita yang aku cintai berdosa gara-gara aku."


"Maaf, bukan maksud Om meremehkanmu. Tapi kalau menunggu kamu sukses, itu akan membutuhkan waktu yang lama. Dan Pak Sofyan belum tentu setuju kalau Nella bercerai dengan Pak Rizky lalu menikah denganmu. Apalagi jika Nella hamil anak Pak Rizky, bisa-bisa ... nggak ada ruang untuk kamu dan Nella bersatu. Kehadiran anak, akan membuat sepasang suami-istri makin lengket."


Ihsan termangu ditempat duduknya. Sungguh benar apa yang dikatakan Irwan. Dan hal yang membuat Ihsan takut saat mendengar pernikahan Nella dan Rizky adalah Nella hamil anak Rizky, itulah sebabnya Ihsan meminta Nella untuk mencegah kehamilannya.


Ihsan yakin, kalau dirinya mengajak Nella untuk bercinta, kemungkinan besar Nella tak akan menolak. Apalagi kalau ada alasan tersendiri. Namun balik lagi, itu adalah cara yang bukan hanya kotor saja—tapi dosa. Sedari dulu, tak ada sedikitpun terbesit dalam pikiran Ihsan untuk melakukan hal seperti itu. Jangankan mengajak Nella berzina, kawin lari saja ia menolaknya.


"Tapi sekarang Nella sedang di KB, Om. Dia tak akan hamil anak Rizky." Kembali Ihsan meyakinkan diri sendiri, bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"KB nggak menjamin dia nggak hamil, apalagi jika minum pil. Sehari nggak minum saja ... bisa-bisa Nella hamil."


Ihsan terbelalak, mendengar jawaban Irwan yang cukup menyeramkan. Tiba-tiba, muncul rasa takut pada hatinya.

__ADS_1


"Kamu pikirkan dulu saja. Memang saran dari Om sangatlah kotor, tapi lebih baik daripada kamu meminta Nella terus menunggu. Sedangkan Nella sering bersama Pak Rizky. Pak Rizky pria yang sering berganti wanita, dia ahli dalam masalah ranjang. Dia juga pasti sering meminta sama Nella untuk melakukan hubungan suami-istri."


"Nella pasti menolak, Om," elak Ihsan.


"Iya, Om tau. Nella pasti menolak." Irwan mengangguk-ngangguk. "Tapi tenaga pria jauh lebih besar, dan wanita pasti akan pasrah jika sudah diposisi seperti itu."


Dada Ihsan langsung berdenyut nyeri, ia membayangkan Nella dan Rizky tengah bercinta.


Hanya membayangkan saja aku sakit, apalagi jika aku benar-benar melihatnya langsung?


Nggak, Nella nggak boleh hamil anak Rizky. Dia harus bersamaku dan hanya aku yang boleh membuatnya hamil. Lalu bagaimana sekarang? Apa aku ambil usulan dari Om Irwan? Tapi ... bukankah itu dosa?


***


Sementara itu di kamar Rizky, ia seolah sengaja mengajak Nella bercinta sampai siang dan berpindah pada kasur dengan berbagai gaya. Ia melakukan hal tersebut supaya Nella tak bertemu Ihsan, bahkan deringan ponsel yang sedari tadi berbunyi tak mampu Nella angkat lantaran Rizky tak kunjung melepaskannya. Ia masih berada dalam kungkungan tubuh Rizky.


Krukuk... krukuk, perut Nella sudah berbunyi. Ia merasa lemas tak bertenaga. Rambut basah yang sempat ia keramasi tadi pagi sampai kering sendiri.


"Pak, kita udahan, ya? Aku lapar sekali," lirih Nella pelan.


Melihat wajah Nella yang sudah pucat, ditambah suara ketukan pintu terdengar—membuat Rizky mengakhiri permainan panasnya. Ia sudah berhasil keluar tiga kali, dan Nella juga keluar sekali.


"Oke kita udahan dulu, gue juga capek." Rizky mencabut miliknya yang sudah melelehkan larvanya ke dalam milik Nella. Ia mengendong tubuh Nella, membawanya untuk ke kamar mandi. Rizky membersihkan tubuhnya sisa pelepasan, ia juga membantu Nella membersihkan inti tubuhnya.


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...

__ADS_1


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2