
Rizky menggeleng cepat. "Nggak, siapa yang nguping?" Bohong, padahal aslinya iya. Dia merasa penasaran akan apa yang mereka bicarakan, namun sayangnya dia tak mendengar apa-apa.
Gita dan Nella tak menghiraukan pria itu, lantas keduanya berjalan menuruni anak tangga.
"Mama dan Nella mau ke mana?" Rizky berlari mengejar dua wanita itu hingga membuat mereka menghentikan langkah dan menoleh.
"Mama mau ajak Nella makan diluar, kasihan dia."
"Aku ikut, ya?" pinta Rizky.
"Nggak boleh, kamu 'kan sudah jahat sama dia," tolak Gita seraya merangkul bahu menantunya. Terlihat Nella juga merasa nyaman berada di dekatnya.
"Masa aku makan sendirian, sih?" Rizky memasang wajah memelas. "Aku ikut, ya?"
"Mas Rizky boleh ikut, Ma," ucap Nella. Dia merasa kasihan dan aslinya juga ingin terus bersama suaminya.
"Jangan, Rizky nggak boleh ikut. Biar dia tahu diri, siapa suruh sok jual mahal!" cibir Gita sambil menggeleng. Lantas dia mengajak menantunya untuk keluar dari rumah Rizky, tetapi pria tampan itu masih mengejarnya hingga sampai ke mobil Gita.
"Mama aku mau ikut, aku ingin makan bersama dengan Nella," pinta Rizky.
"Nggak!" tegas Gita. Pintu mobil itu dia buka lalu meminta Nella untuk buru-buru masuk. Setelah itu dia juga ikut masuk dan meninggalkan Rizky yang masih merengek dan mengejarnya sampai keluar gerbang.
"Mama, apa kita terlalu tega sama Mas Rizky?" tanya Nella seraya memutar kepalanya ke belakang, terlihat Rizky sedang berkacak pinggang sembari merenggut.
"Dih, ngapain kasihan sama Rizky. Dia yang jahat kok di sini." Gita tak peduli walau itu adalah anaknya, sebab dia yakin jika disini Rizkylah yang salah. "Besok kita ke Mall, ya? Mama akan mengajakmu belanja kebutuhan cucu Mama." Gita perlahan mengelus perut menantunya sambil tersenyum.
"Iya, Ma." Nella mengangguk.
***
Nella pada akhirnya mengajak Gita makan di restoran tantenya, dia juga sudah lama sekali tidak pergi kerja dan mengunjungi tempat itu. Mungkin ada seminggu.
Kebetulan juga, kedatangan mereka berbarengan dengan Indah dan mertuanya yang baru saja duduk. Lantas Nella dan Gita menghampiri mereka.
"Indah, Tante Santi, selamat malam," sapa Nella sambil tersenyum.
__ADS_1
"Eh, Nella dan Tante Gita ada di sini juga," ucap Indah. "Apa kalian mau makan malam juga? Ayok duduk bersama," ajaknya.
Nella dan Gita pun langsung menarik kursi masing-masing dan duduk di depan mereka.
"Bagaimana kabarmu, San? Sudah lama kita baru bertemu," ucap Gita pada Santi, mertuanya Indah.
"Baik, aku memang sibuk sekali ke butik, jadi jarang ikut berkumpul dengan ibu-ibu arisan," sahut Santi.
"Mama dan Tante Santi saling mengenal?" tanya Nella.
"Kamu ini aneh, dia 'kan ibunya Reymond. Masa nggak kenal. Malah kita akrab, cuma sudah lama baru ketemu saja, iya 'kan, San?"
"Iya. Kalian mau pesan apa?" Santi menyodorkan buku menu pada Gita dan Nella. "Yang paling enak di sini apa, Nell? Kan kamu yang jago di sini."
"Jago apa? Makan?" Nella terkekeh. "Tante Santi bisa saja."
Sementara itu di tempat yang sama, Rizky juga ikut-ikutan datang ke restoran. Tetapi sayangnya dia dicegah saat hendak masuk oleh dua satpam yang menjaga di depan pintu keluar masuk. Rupanya mereka sampai sekarang masih mengenali wajah mesum pria tampan itu.
"Bapak dilarang masuk!" tegas salah satu dari mereka dengan tangan yang membentang, menghalangi Rizky.
"Maaf, Pak. Lebih baik Bapak pulang saja," ucapnya lagi.
"Gue ini suaminya Nella, sampai sekarang lu pada nggak tahu memangnya? Gue Rizky Gumelang!" tegas Rizky, tetapi ucapannya tak digubris sama sekali oleh dua pria berseragam itu. Lantas dia menoleh ke kanan dan kiri, mencari seseorang yang dia kenal dan kebetulan sekali ada Nissa yang baru saja keluar dari pintu kaca, sepertinya dia hendak pulang.
"Tante Nissa," panggil Rizky yang mana membuat wanita itu menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arahnya. "Tante, masa aku nggak boleh makan di sini? Aku mau menemani Nella dan Mamaku yang sudah duluan datang," pintanya dengan wajah memelas.
Nissa terdiam sejenak sampai akhirnya melihat ke arah satpam sambil berkata, "Biarkan dia masuk, Pak."
Mendengar itu semua, Rizky segera masuk ke dalam sana. Pandangannya langsung berkeliling mengitari isi ruangan itu dan selang beberapa detik saja, akhirnya dia berhasil menemukan Nella yang tengah duduk bersama Gita, Santi dan Indah.
Mereka berempat sedang menyantap makan malam dan rasanya Rizky tak enak jika ikut berada di tengah-tengah mereka, dilihat hanya dia seorang pria nantinya.
Jadi Rizky memutuskan untuk mencari tempat duduk yang berada di depan mereka, meskipun aslinya mereka yang berada di sana tak mengetahui kehadirannya.
"Selamat malam, Bapak mau pesan apa?" tanya pelayan wanita yang menghampiri Rizky yang baru saja mendudukkan bokongnya di kursi.
__ADS_1
"Aku mau pesan menu yang sama seperti wanita cantik yang pakai baju hitam putih, Mbak." Rizky menarik turunkan dagunya ke arah Nella.
"Oh, baiklah. Tunggu sebentar." Pelayan itu lantas pergi dan selang beberapa menit dia balik lagi untuk mengantarkan pesanan. Ternyata Nella memesan teh manis hangat dan nasi goreng.
"Silahkan, Pak." Pelayan itu menatanya di atas meja di dekat Rizky, kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Rizky.
Rizky menyantap makanannya dengan mata yang mengarah ke arah depan, masih melihat Nella yang hanya terlihat punggungnya saja. Tetapi saat wanita cantik itu baru saja berdiri, tiba-tiba ada seorang pelayan wanita yang tak sengaja menumpahkan minuman dingin tepat pada dadanya.
Sepertinya, Nella sering sekali mendapatkan kesialan seperti ini, bahkan sudah tiga kali.
"Maaf Mbak Nella, saya nggak sengaja," ucap pelayan wanita itu dengan wajah yang seketika menjadi pucat. Dia tentu merasa ketakutan akan apa yang dilakukannya. Meskipun memang tidak sengaja—tetapi itu dialami oleh Nella sang manager. Tentu Nella juga bisa memecat karyawannya seperti Nissa.
"Aku ...."
"Lu nggak punya mata, ya!" sergah seorang pria yang baru saja datang menghampiri mereka dengan wajah emosi, dia adalah Rizky.
Nella menoleh saat pria itu memakaikan jaket pada bahunya, jaket itu adalah jaket yang Rizky pakai sejak tadi dan kini dilepas demi menyelamatkan istrinya.
'Mas Rizky,' batin Nella.
"Rizky, kok kamu ada di sini?" tanya Gita.
"Maafkan saya, Mbak," ucap pelayan itu sekali lagi.
Namun Nella langsung dirangkul oleh Rizky menuju toilet, dia juga masuk begitu saja tanpa berpikir itu adalah toilet wanita.
"Biar aku sendiri yang membersihkannya, Mas. Mas Rizky keluar saja." Nella mencegah tangan Rizky yang sudah memegang tisu lalu mengarah pada dadanya.
"Nggak apa-apa. Gue mau bantuin elu, apa lu mau dibilas pakai air juga? Copot dulu saja, ya!"
Rizky hendak menarik ujung baju yang berada di lutut istrinya, tetapi lengannya langsung dipegang oleh Nella, guna mencegahnya.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
__ADS_1
...1078...