
Gita segera memeluk tubuh Rizky dan mencium rambut anaknya. "Selamat Sayang. Semoga rumah tanggamu sakinah mawadah warahmah, Mamah ingin kau berjanji pada Mamah, Riz."
"Janji apa?"
"Janji supaya cepat memberikan Mamah cucu."
Deg!
Rizky terbelalak, baru saja ia selesai ijab kabul. Sang mamah langsung meminta cucu. Tidak segampang itu, Rizky tentunya sudah ahli dalam bercinta, tapi lihat dulu dengan siapa ia akan melakukannya. Belum apa-apa saja, Rizky sudah membayangkan jika Nella akan menolaknya mentah-mentah saat dirinya meminta jatah, apalagi jika itu beneran nyata.
Ah tidak, mungkin ia akan merasa sakit dan kecewa.
"Riz! Kau dengar Mamah tidak?" Gita menepuk kasar punggung anaknya, membuat Rizky tersentak kaget.
"Iya, aku dengar." Rizky melepaskan pelukannya.
"Kau sedang melamun tadi? Wah ... jangan jangan kau sudah berpikiran mesum!" terka Gita seraya mengelus dagu anaknya, ia terkekeh. "Sabar, Riz. Ini masih siang. Tunggu saja nanti malam," goda Gita.
Rizky hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, tebakan sang mamah salah besar. Setelahnya, Rizky memeluk tubuh Guntur. Pria paruh baya itu mengecup kening putra pertamanya sekilas.
"Jangan sakiti Nella, kau harus membahagiakannya. Jangan buat Sofyan kecewa padamu," tegurnya.
"Iya, Pah."
Sekarang Rizky beralih memeluk tubuh Sofyan, pria yang sekarang menjadi mertuanya. Rizky sama sekali tidak membayangkan bisa menjadi menantunya, bahkan menantu idaman Sofyan.
Mereka memang saling mengenal sejak dulu, bahkan saat pertama kali Rizky memegang perusahaan. Sofyan tau kebiasaan buruk Rizky. Namun mesti begitu, Sofyan tetap menerima baik atau buruknya. Ia tak peduli, yang ia pikirkan hanya pria tampan dan mapan, itu sudah ada dalam diri pria yang berada di pelukannya saat ini.
"Semoga pernikahan kalian selalu bahagia. Jangan lupa buat Nella mencintaimu, Riz. Papah sayang padamu."
Bagaimana caranya? Nella melihatku saja seperti jijik' batin Rizky gusar.
"Iya, Pak." Rizky melepaskan pelukannya.
"Kok Bapak? Sekarang aku 'kan mertuamu, panggil Papah atau Papih, dong!" goda Sofyan seraya tersenyum hangat padanya.
__ADS_1
"Iya, Papah."
Diana sudah menentang tangannya kedepan wajah Rizky, jelas sekali ia ingin mendapatkan pelukan. Niatnya bukan ingin memberikan ucapan selamat, namun rindu akan tubuh pria itu.
Rizky hanya melemparkan senyuman tipis padanya. Walau status Diana adalah mertuanya sekarang, tak mungkin juga Rizky melakukan pelukan. Ia juga tak mau jika semua orang tau tentang masa lalunya bersama Diana. Apalagi jika orang itu adalah Nella, itu akan tambah memperparah hubungannya.
Kenapa dia tidak memelukku juga? Rizky ini menyebalkan sekali!
Diana hanya bisa menggerutu dalam hati. Namun karena sudah terlanjur malu dengan posisi tangan begitu, lantas dirinya menghampiri Nella yang baru saja terlepas dari pelukan Gita, ia menghamburkan pelukan pada Nella.
"Nella cantik, selamat Sayang. Semoga kamu bahagia selalu," ucapnya.
Nella tidak menjawab, bahkan saat Gita dan Guntur mengucapkan selamat dan mendo'akan pernikahannya, ia terdiam tanpa kata. Gadis cantik itu sungguh tidak ingin diberikan kata selamat dan do'a, ia malah ingin pergi dari tempat itu untuk bisa bertemu dengan kekasihnya.
Setelah pelukan Diana terlepas, giliran Sofyan yang memeluknya. Pria paruh baya itu terharu sampai menangis. Mungkin bagi Nella itu air mata kepuasannya, saat dirinya berhasil menjodohkan Nella dengan Rizky.
"Papah sayang sekali sama kamu, Nella. Papah yakin ... Rizky bisa membahagiakanmu." Sofyan mengelus punggung Nella, pelukannya itu tidak mendapatkan balasan sama sekali. Kedua tangan Nella sibuk memeras gaun pengantinnya, menahan rasa kesal dan emosi yang tersimpan didalam dada.
Sofyan mendekatkan bibirnya pada telinga Nella seraya berbisik, "Dan mulai detik ini, kau harus melupakan Ihsan dan mulai mencintai Rizky. Rizky jauh lebih baik daripada Ihsan. Statusmu sudah menjadi istri orang dan waktunya untukmu mengakhiri hubungan dengan pria miskin itu. Papah akan terus memantau pernikahanmu!"
Deg!
"Mau kemana?" tanya Sofyan saat melihat Nella yang akan beranjak pergi.
"Aku mau istirahat, Pah," lirihnya seraya menghapus air mata yang baru saja mengalir.
"Kau lupa dengan syarat Papah?"
Nella terdiam dan menggelengkan kepalanya.
"Rizky!" panggil Sofyan pada menantunya, ia melihat Rizky tengah mengobrol dengan Dirga.
Pria tampan itu mengakhiri obrolannya, segera ia menghampiri Sofyan.
"Iya, Pah."
__ADS_1
"Ajak Nella ke kursi pelaminan, sebentar lagi tamu akan ramai," perintah Sofyan seraya menunjuk dekorasi pelaminan yang super mewah itu. Sofanya belum tersentuh sama sekali oleh bokong mereka berdua.
Rizky mengangguk. Lantas dirinya merangkul pinggang Nella. Niatnya ingin mengajaknya naik bersama, namun gadis yang baru saja ia nikahi tampak tak terima. Nella menepis kasar lengan Rizky yang baru saja menyentuh gaunnya.
"Tidak usah pegang-pegang! Aku bisa jalan sendiri!" ketusnya seraya menarik gaunnya keatas.
Pelit amat jadi cewek!
Nella berjalan sangat hati-hati untuk naik tangga menuju kursi pelaminan. Terlihat ia sangat kesusahan berjalan dengan gaun yang ia kenakan, terasa berat apalagi ditambah sepatu high heels yang lumayan tinggi.
Jiwa penolong Rizky tergugah ingin segera membantunya, namun tiba-tiba Nella melotot saat Rizky ikut menjinjing gaunnya. Nella seakan melarang keras seorang Rizky menyentuh dirinya, rasanya tak ikhlas. Pria yang kemarin kepergok berbuat mesum, justru sekarang harus terikat perjodohan dengannya.
Rizky melepaskan gaun itu dan membiarkan terjatuh begitu saja. Ia berjalan membuntut dibelakang Nella, sampai akhirnya kesabarannya membuahkan hasil, mereka berdua berhasil berada di pelaminan.
Sebenarnya, jaraknya tidak jauh dengan tempat akad nikah tadi, tapi langkah Nella yang terasa berat yang membuatnya menjadi lama sampai.
Berbeda dengan Nella yang terang-terangan memasang wajah tak suka didepan khalayak, seakan menggambarkan ketidak bahagiannya dalam pernikahan ini. Rizky justru menggembung senyuman menawan, tapi ia tidak benar-benar bahagia. Sungguh, hanya pura-pura bahagia saja karena didepan matanya sudah ada Gita yang tengah berdiri sambil tersenyum padanya.
Tatapan mata Gita amat dalam pada Rizky, hingga masuk kedalam hatinya, Rizky tidak mau senyuman sang mamah memudar karena ulahnya. Wanita paruh baya itu sangat bahagia, khayalannya yang kemarin ternyata menjadi nyata.
"Rizky dan Nella sangat cocok ya, Pah?"
Gita meminta pendapat pada suaminya yang ikut melihat sepasang pengantin. Rizky dan Nella sedang menyalami para tamu undangan itu, para tamu yang mereka salami hampir semua rekan bisnis dan teman Rizky. Tidak ada teman Nella dan orang yang ia kenal.
"Iya, sangat cocok sekali, Mah. Yang satu cantik dan yang satu tampan," balas Guntur seraya tersenyum.
"Semoga mereka cepat memberi kita cucu ya, Pah? Mamah ingin punya cucu."
"Sabar dong, Mah. Mereka baru saja menikah dan belum mengenal satu sama lain, semua butuh proses."
"Iya, sih."
"Tapi ... Papah takut deh, Mah."
"Takut? Takut kenapa?"
__ADS_1
Jangan lupa like 💕