Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
81. Penasaran


__ADS_3

Rasanya Nella sudah tak tahan lagi, sampai akhirnya pelepasan itu berhasil dia keluarkan, wanita itu melenguh dengan kuat. "Aahh ...."


"Bilangnya tadi nggak mau dibelai, tapi malah keluar duluan." Rizky terkekeh, kembali dia memagut bibir istrinya yang sudah menganga. Seluruh tubuh pria tampan itu sudah berkeringat, tapi semangatnya dalam bercinta masih begitu kuat.


Setelah beberapa menit berlalu, pergulatan panas itu berakhir disaat Rizky sudah mencapai pelepasan.


"Aaahhh, nikmat! Ini benar-benar luar biasa!" racau Rizky.


Cairan kental itu berhasil tumpah dan terasa hangat membasihi rahim istrinya. Nella yang sudah kelelahan hanya bisa memeluk tubuh Rizky dengan mata terpejam.


Pria tampan itu perlahan membaringkan tubuh Nella dan tubuhnya di atas kasur. Seperti biasa, dia membersihkan area sensitif miliknya dan milik Nella setelah terlepas dari penyatuan.


"Lu tambah cantik, gue mencintai lu, Nell." Rizky menyeka keringat pada seluruh wajah cantik istrinya, lalu mengecup kedua pipi dan keningnya. Nella benar-benar sudah tertidur lelap, begitu tenang dan terlihat damai.


Rizky menarik selimut untuk mereka berdua sampai di atas dada, perlahan matanya yang sudah sayu dia pejamkan.


***


Keesokan harinya.


Nella mengerjapkan matanya secara perlahan, dia terbangun lantaran deringan ponsel yang begitu nyaring. Tangannya terulur ke arah nakas, mengambil ponsel tersebut dan ternyata itu adalah ponsel milik suaminya.


Nella menoleh ke arah samping, tidak ada Rizky di sebelahnya dan terdengar juga suara gemericik air.


'Mas Rizky pasti sedang mandi,' batin Nella.


Nella menatap layar ponsel Rizky, tak ada nama yang tertera di sana. Sebenarnya dia merasa tak enak jika mengangkat telepon dari ponsel orang lain, terdengar tidak sopan juga.


Namun, mungkin saja panggilan mendesak, akan lebih baik Nella mengangkatnya.


"Halo, selamat pagi Pak Rizky." Terdengar suara seorang gadis dari seberang sana, suaranya begitu lembut dan seksi.


"Pagi, maaf ... Mas Rizkynya sedang mandi, kamu siapa, ya?" tanya Nella.


"Aku Mitha. Maaf ... kalau boleh tahu, Mbak siapa?" gadis yang bernama Mitha itu berbalik tanya pada Nella.


"Aku Nella, istrinya Mas Rizky. Kamu ada perlu apa? Nanti aku sampaikan padanya."


"Istri? Maksud Mbak ... mantan istri, ya?"


Mata Nella yang masih sayu seketika terbuka dengan lebar. Dia tak paham dengan maksud dari ucapan gadis tersebut.


"Maksud kamu apa? Aku memang istrinya."

__ADS_1


"Papiku bilang ... Mbak Nella akan bercerai dengan Pak Rizky."


"Papimu siapa memangnya?" tanya Nella penasaran, dia sampai bangkit untuk duduk.


"Papiku namanya Aji, dia rekan bisnisnya Pak Rizky. Oya ... katanya Mbak Nella juga pintar memasak, ya? Apa aku bisa minta diajari sama Mbak Nella?"


"Boleh, tapi ... kenapa harus aku? Memang keluargamu nggak ada yang bisa?" Lama-lama Nella makin penasaran dengan maksud dan tujuan gadis ini menelepon Rizky.


"Ada, aku juga sebenarnya bisa memasak. Tapi aku dengar ... kalau Pak Rizky suka dengan masakan Mbak Nella. Memangnya Mbak Nella sering masakin apa saja untuknya? Papi dan Om Guntur juga sudah setuju ingin menjodohkan aku dengannya, saat Mbak Nella dan Pak Rizky resmi bercerai."


Deg!


Jantung Nella langsung berdebar kencang, ada rasa sesak di dalam dadanya.


'Aku dan Mas Rizky bahkan belum melakukan sidang, tapi Papa Guntur sudah mencari calon untuk Mas Rizky? Kenapa?' batin Nella.


Ceklek~


Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Nella gegas mematikan sambungan telepon itu. Rasanya dia tak mau jika Rizky tahu ada seorang wanita yang habis menelepon di ponselnya.


"Lu udah bangun, bagaimana tidurnya ... apa nyenyak?" Rizky mendudukkan bokongnya di dekat Nella dan mengusap pelan rambutnya.


Nella mengangguk samar. "Nyenyak, aku ingin balik ke kamarku dulu, Mas." Nella melilitkan selimut sampai dadanya, lalu membungkuk untuk memungut baju tidur dan setelah itu berjalan keluar dari kamar.


***


Nella yang sudah mandi dengan mengenakan dress di atas lutut dan full make up, tengah berdiri di depan pintu kamarnya sendiri, menunggu Rizky keluar kamar.


Setelah beberapa menit kemudian, pria tampan itu keluar dari kamarnya dengan memakai kemeja pendek berwarna merah maroon dan celana jeans panjang berwarna hitam.


Penampilan Rizky menurut Nella seperti tak biasa, mungkin karena dia sering melihat suaminya memakai setelan jas. Padahal, Rizky memang selalu memakai celana jeans jika tidak berangkat ke kantor.


'Kok Mas Rizky keren banget, mau pergi ke mana?' batin Nella.


Rizky tersenyum saat melihat keberadaan istrinya, dia baru saja melangkah ingin menghampiri—namun terhenti lantaran deringan ponsel di dalam kantong celana.


Pria tampan itu langsung mengangkat telepon, dan akhirnya Nella yang menghampirinya sebab merasa penasaran.


'Siapa yang telepon Mas Rizky? Apa jangan-jangan Mitha?' batin Nella.


"Selamat pagi Pak Rizky."


Rizky dapat mendengar suara wanita, tetapi suaranya kini terdengar begitu manja di telinganya.

__ADS_1


"Pagi juga, ini siapa, ya?"


"Aku Mitha, Pak. Anaknya Papi Aji."


Ternyata tebakan Nella benar, yang menelepon suaminya itu adalah nomor baru alias Mitha.


"Oh, iya Mitha ada apa?"


Deg!


Nella membulatkan matanya dengan lebar. 'Mitha? Mau apa dia telepon Mas Rizky lagi?' batin Nella.


"Maaf sebelumnya, apa aku bisa memanggil Pak Rizky dengan sebutan, Mas?" tanya Mitha.


"Boleh, panggil saja terserah lu. Tapi lu ada apa telepon gue dan kok bisa tahu nomor gue?"


"Dari Papi, Mas. Maaf menganggu Mas Rizky. Di restoran Papi lagi buat menu baru, aku juga dengar dari Om Guntur ... kalau Mas Rizky suka rendang, apa Mas Rizky berkenan mencicipi masakan aku?"


"Lho, kenapa musti gue? Memang di sana nggak ada yang suka rendang?" Rizky berbalik tanya.


Kaki Nella berjinjit, supaya mampu mendengar suara dari ponsel itu, sebab tinggi wanita itu sebahu Rizky.


'Apa sih yang mereka bicarakan?' batin Nella penasaran.


"Ada, tapi aku mau Mas Rizky mencobanya. Apa Mas Rizky keberatan?"


Rizky teringat, ada janji bersama Reymond siang ini. Dia juga mengajaknya makan siang bersama, mungkin tidak ada salahnya jika makan di restoran Aji lagi.


"Kebetulan gue ada janji sama temen, nanti gue dan dia makan di restoran Pak Aji dan cobain menu baru itu."


'Restoran? Papanya punya restoran juga? Dan Mas Rizky mau ke sana?' batin Nella.


"Wah ... terima kasih, Mas. Aku tunggu Mas Rizky."


"Iya." Setelah mengatakan hal itu, Rizky mematikan sambungan telepon dan menaruh ponselnya di dalam kantong celana, lalu berjalan menuruni anak tangga dan diikuti oleh Nella di belakangnya.


Mereka berdua duduk ruang makan, suasana pagi itu terasa sepi sebab tak ada kehadiran Angga dan Sindi di sana.


"Bi, di mana Opa dan Oma?" tanya Rizky pada Bibi pembantu yang tengah mengantarkan secangkir kopi hitam untuknya.


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...

__ADS_1


__ADS_2