
Sofyan membelalakkan matanya dengan lebar, lalu mengerutkan keningnya sebab merasa heran dengan apa yang Maya katakan. Wanita itu secara terang-terangan seperti memintanya untuk bercinta.
"Oh, keringat yang itu." Sofyan terkekeh. "Tentu aku bisa dan mau. Tapi aku mau berendam air hangat dulu, boleh, kan? Badanku pegal soalnya."
"Memang kalau air hangat bisa meredakan pegal-pegal?"
"Iya, kalau mandi malam aku suka berendam dulu." Setelah tubuhnya polos oleh Maya, dia pun lantas berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dan Maya ternyata juga ikut. "Kamu mau mandi juga?"
"Nggak, aku sudah mandi. Biar aku saja yang mengisi air bathtubnya, Ayank." Maya membungkukkan badannya, lalu mengisi air hangat itu.
Bokong wanita itu tepat berada di depan Sofyan, rok yang terlalu mini membuat bokong Maya makin terekspos dengan jelas. Pemandangan itu sukses membuat kejantanan Sofyan langsung menegang.
"Ini, Ayank. Sudah." Maya menegakkan tubuhnya, dilihat wajah Sofyan sudah merona.
"Terima kasih, May." Sofyan tersenyum manis, kemudian memasukkan tubuhnya ke dalam sana.
"Ayank katanya sudah makan, tapi sekarang laper nggak? Ada yang mau Ayank makan?" tanya Maya. Dia malam ini terlihat sangat perhatian dan begitu menggoda, Sofyan benar-benar makin meleleh dan sudah tak sabar ingin menyelesaikan mandinya.
"Buatkan aku susu protein saja, May."
"Susu protein itu apa, Ayank?"
"Tanya sama Bibi. Dia biasa yang membuatnya."
__ADS_1
"Oh. Sebentar aku buatkan. Mau cemilan juga?"
"Nggak usah, itu saja."
Maya tersenyum, lalu keluar dari kamar mandi.
Sofyan menyandarkan kepalanya pada sisi bathub, lalu perlahan memejamkan mata sembari merasakan kehangatan di dalam air itu.
Tak lama, dia merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam air. Lalu perlahan kedua pahanya tertindih.
Sofyan mengerjapkan matanya, ternyata orang itu adalah Maya. Wanita itu masuk ke dalam bathtub dan duduk di pangkuannya. Wajah Maya tampak merah, perlahan kedua tangannya menyentuh bahu Sofyan, lalu pelan-pelan meremmasnya.
"Kok masuk ke dalam air, May? Katanya sudah mandi?" tanya Sofyan sambil tersenyum dan memeluk pinggang wanita itu.
Padahal bisa memijat tanpa masuk ke dalam sana dan duduk di pangkuannya, tetapi Maya lebih memilih posisi intim seperti itu. Dan bukan hanya sekedar memijit bahu saja, tetapi bokong wanita itu di bawah sana sibuk bergerak-gerak tak karuan.
"Kamu nggak tahan ya, May? Mau langsung?" tanya Sofyan frontal. Dia memahami maksud dari istrinya yang sejak tadi menggoda imannya itu.
"Nggak kok. Katanya nunggu Ayank selesai mandi dulu."
"Ya kalau mandi sambil diginiin mah aku lama-lama nggak kuat, May." Sofyan segera menarik ke atas pakaian Maya hingga terlepas. Dan seketika matanya membulat kala tubuh wanita itu sudah polos, rupanya Maya hanya memakai baju rajut saja. Tidak dengan dalaman. "Kamu dari tadi nggak pakai daleman?"
"Iya."
__ADS_1
"Kenapa?"
"Kan mau tidur ini, lagian ... Ayank 'kan dari pagi sudah mengajak aku kelonan malam ini."
"Kapan? Memang aku pernah ngomong? Bukannya kamu yang minta kita keringetan, ya?"
"Tadi pagi pas pulang beli seblak. Ayanknya saja lupa." Maya merengut. Gesekkan yang dia lakukan lantas terhenti.
"Kok udahan? Padahal enak lho, May." Sofyan meremmas kedua bokong Maya. Kemudian mengangkatnya dan pelan-pelan dia pun melakukan penyatuan. Terasa hembusan napas wanita di depannya itu yang menyapu seluruh wajah. Maya tampak menggigit bibir bawahnya. "Ayok goyang."
"Aku mau di bawah, Ayank."
"Memang kenapa?"
"Dari kemarin-kemarin aku terus yang di atas."
"Tapi 'kan nanti gantian. Sekarang kamu goyang dulu, nanti aku akan di atas sampai beberapa ronde."
Maya mengangguk patuh. Dia yang sejak tadi menginginkannya lantas mulai menggoyangkan pinggulnya, maju mundur dan sedikit naik turun. Sofyan juga ikut serta membantu, supaya pergerakan tubuh Maya menjadi semakin nikmat.
******* di bibir Maya akhirnya lolos saat merasakan salah satu puncak dadanya dihisap penuh dengan naffsu oleh suaminya. Maya mengerjap-ngerjapkan matanya, tubuhnya seketika meremang dan kabut gairahnya makin memuncak.
Maya terus meliuk-liukkan badannya, mengikuti arah dimana dia merasakan kenikmatan.
__ADS_1
Namun, terlihat Sofyan masih begitu kuat dan berenergi dalam bercinta. Dia masih sanggup untuk membuat istrinya terus menerus menjerit sampai pagi.