Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
48. Milik lu luar biasa


__ADS_3

Konten mengandung adegan 21+, mohon bijak!


...☘️☘️☘️...


Aku rasa, aku seperti sudah telanjang. Baju ini benar-benar transparan' batin Nella.


Mata Rizky berbinar, menatap takjub kemolekan tubuh yang memakai pakaian kurang bahan itu. Benar-benar begitu menggoda hingga membuat dirinya tak henti-hentinya untuk menelan saliva.


"Seksi banget lu, Nell. Gue sangat suka dengan pemandangan seperti ini." Rizky gegas merangkak naik ke atas kasur yang mana membuat Nella beringsut mundur dengan wajah ketakutan. "Kenapa lu? Takut?"


"Nggak." Nella menggeleng samar saat punggungnya tertempel pada ranjang. Nella sudah tak bisa mundur kemana-mana lagi, sebab Rizky berada didekatnya.


"Nggak usah takut, kali ini gue akan main pelan-pelan. Rasanya juga nggak akan sakit seperti malam pertama, malah nikmat," lirihnya dengan nada lembut.


Nella menundukkan kepalanya seraya memeluk lutut.


Rizky memeluk tubuh Nella dan menciumi rambutnya. Tubuh Nella terasa bergetar hebat, Rizky sampai mampu merasakannya.


"Santai aja, Nell. Gue 'kan bilang ... lu juga harus menikmatinya." Rizky meregangkan pelukan, ia mengangkat tubuh Nella seraya membaringkannya.


Menikmati? Apanya yang menikmati? Aku benci hal seperti ini' batin Nella.


Nella sudah memejamkan matanya dengan bibir yang tertutup rapat.


"Nggak usah ditutupi, gue mau lihat." Rizky menarik lengan Nella yang menyilang pada dadanya. Rizky memandangi pucuk dada Nella dibalik bra transparan yang begitu terlihat dan amat menggoda.


Gue sampai binggung, apa yang pertama gue lakukan dulu?' batin Rizky.


Bukannya memulai pemanasan, Rizky malah mengulurkan lengannya meraih jas di atas nakas. Ia merogoh saku jas miliknya untuk mengambil ponselnya.


Kayaknya seru kalau gue videoin, buat kenang-kenangan' batin Rizky.


Entah itu pikiran mesum atau licik, namun Rizky benar-benar melakukannya. Ia memposisikan ponselnya untuk menghadapkan kamera belakangnya pada kasur. Tentunya yang ia lakukan tanpa sepengetahuan Nella yang masih memejamkan mata.


Saat Rizky mulai merekam, disaat itu pula Rizky gegas mengapit tubuh Nella dari bawah. Bibir seksi Rizky mendekati bibir Nella, ia mendaratkan ciumannya.


Cup~


Lummatan lembut itu diiringi dengan remassan pada kedua benda kenyal yang menantang. Nella nampak begitu pasrah di bawah sana, memberontak pun percuma, itu sudah murni keputusan mereka masing-masing.


Pasrah saja Nell, yang penting aku nggak akan hamil' batin Nella.

__ADS_1


"Eemm ...," gumam Nella ketika merasakan pucuk dadanya dipilin lembut oleh tangan Rizky, lama kelamaan—tubuhnya jadi meremang tak karuan.


Meskipun ciuman itu tak mendapatkan balasan, tapi dengan Nella bersikap pasrah dan tak berontak, itu sudah membuat Rizky senang.


Lu hanya milik gue' batin Rizky.


Kini bibir Rizky sudah turun menuju leher jenjang Nella. Lidahnya menyapu seluruh leher itu yang mana membuat Nella mengigit bibir bawahnya.


Entah apa yang Nella rasakan, tapi rasanya ia ingin mengeluarkan suara yang tak tertahan.


"Aaahhh ...." Dessahan itu akhirnya lolos dari bibir Nella. Lidah Rizky begitu lihai bermain pada lehernya.


"Enak 'kan? Ini belum seberapa." Rizky segera mengigit kecil leher itu, memberikan jejak kepemilikan di sana.


"Aaahh ...." Kembali Nella mendessah.


Rizky melepaskan leher Nella, kemudian ia melucuti satu persatu pakaian seksi itu. Dimulai dari kimono dan bra.


Gunung kembar itu terlihat begitu menantang, siap untuk Rizky bermain di sana. Tanpa berlama-lama, ia menghisap salah satu pucuk merah muda itu, menyusu layaknya seorang bayi.


Tangan nakalnya kini turun ke tubuh bagian bawah Nella. Dengan keadaan seperti itu, Rizky membuka lebar-lebar paha istrinya. Lantas menyusup ke dalam CD dan menekan jari tengahnya pada inti tubuh istrinya.


"Aaahhh ... Pak! Hentikan!" Nella menggeliat, dengan refleks mengangkat pinggulnya. Ia seperti mendapatkan sengatan listrik lantaran jari tengah Rizky masuk dan maju mundur di sana.


Semakin Nella meracau, Rizky semakin bersemangat memainkan tangannya, lebih mempercepat ritmen dan mengisap bolak balik pucuk dada Nella.


Sedikit lagi Nella akan mencapai puncak, terlihat dari netranya yang sudah merem melek sambil mengigit bibir bawahnya. Wajahnya sudah diselimuti kabut gairah, namun sayangnya Rizky menghentikan permainannya begitu saja.


Kok berhenti?' batin Nella.


Nella melongo sambil menelan saliva, ia binggung harus berekspresi seperti apa. Mulutnya tak ingin, tapi hatinya menginginkannya.


"Sebentar, gue lepas dulu. Biar kita keluar sama-sama." Rizky menarik tali CD pada pinggang Nella.


Setelah sudah sama-sama polos, Rizky mengecupi seluruh tubuh Nella. Dari kening hingga ujung kaki.


Dan sampai disesi yang Rizky tunggu-tunggu. Ia mengusap-usap rawa indah yang sudah lembab itu terlebih dahulu, sebelum akhirnya Rizky memandu senjatanya memasuki ke ruang kenikmatan dalam sekali tancapan.


"Aahh!" desah Rizky.


"Aww!" Nella meringis saat merasakan milik Rizky yang besar nan panjang terasa sesak masuk penuh pada inti tubuhnya.

__ADS_1


Rizky memainkan pinggulnya, menggempur pelan di bawah sana sambil tersenyum memandangi Nella yang sama-sama memandanginya dengan masih meringis.


"Nggak sakit, kan?" tanya Rizky.


Awalnya agak nyeri lantaran besarnya senjata Rizky. Namun lama kelamaan... rasa nyeri itu hilang begitu saja, berganti menjadi rasa nikmat.


Meski awalnya tidak ingin menikmati, tapi pada akhirnya, kepasrahan Nella membuatnya menikmati sentuhan Rizky yang sudah begitu ahli dalam urusan ranjang.


Tangan Nella yang sedari tadi memegangi bantal, Rizky alihkan tangan itu untuk mengalungi lehernya.


Dengan gempuran yang begitu pelan dan penghayatan, Nella memejamkan matanya.


Cup... cup... cup.


Rizky mencium bibir Nella singkat, namun berulang-ulang.


"Ah ... ah!" desah Rizky. Semangat yang begitu membara membuat tubuhnya berkeringat, sama halnya dengan Nella. Ia juga berkeringat meski hanya diam dan pasrah.


"Oh ... Nella, milik lu luar biasa!" racau Rizky. Gempuran yang tadinya hanya pelan, kini menjadi lebih keras hingga mengguncang kasur.


Nella mengangkat pinggulnya saat rasa kenikmatan itu sudah berada diujung tanduk. Kedua tangannya beralih memmeras bahu Rizky. "Aaahhh ...," desahnya. Nafas Nella terengah-engah, keringat pada wajahnya mengalir dari dahi hingga leher.


Kenapa rasanya berbeda seperti malam pertama? Nggak sakit, malah enak' batin Nella.


"Bagus lu udah keluar duluan, sekarang giliran gue."


Rizky mencabut miliknya yang masih menegang. Setelahnya, ia membalik tubuh Nella dan memposisikannya untuk men*nging di belakang.


"Bapak mau apa, ah!" Nella membulatkan netranya saat merasakan senjata Rizky menusuk miliknya dari belakang.


"Ah, ini enak!" seru Rizky sambil menghentak-hentakkan pinggulnya. "Gue suka gaya seperti ini, Nell!"


Lima menit sudah Rizky menggempur Nella dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya Rizky mencapai puncak dan mengeluarkan larva panasnya.


Ia menubruk tubuh Nella hingga wanita itu jatuh di bawahnya, Rizky menekan miliknya yang sudah berkedut sampai membanjiri rahim Nella.


"Aaaahhh ...," desahnya sekuat tenaga, ia mengatur nafasnya naik turun sambil menyeka keringat.


"Terima kasih, Nell. Ini sungguh nikmat," kata Rizky kemudian seraya mencabut miliknya yang sudah mengecil. Ia mengulurkan tangannya untuk mematikan rekaman pada ponselnya. Setelahnya, ia menarik beberapa tissu untuk membersihkan milik Nella sisa pelepasannya.


...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...

__ADS_1


...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...


__ADS_2