
Padahal Nella sudah ikut terhanyut, tetapi secara mendadak Rizky melepaskan ciuman, kemudian cepat-cepat dia berlari menuju pintu untuk menguncinya lalu menarik hordeng jendela.
"Mas mau ngapain?" Nella membulatkan matanya saat melihat Rizky sudah membuka celana luar dan dalamnya, hingga menampilkan senjata pamungkasnya yang begitu tegang bagaikan tiang listrik.
"Aku pengen diemut atau dielus. Aku nggak tahan banget, Nell." Suara Rizky terdengar seperti tengah memohon, pria itu dengan segera duduk kembali di samping Nella. Lalu tangan Nella dia arahkan kepada miliknya.
Seketika benda tumpul itu langsung berkedut-kedut, dia seakan rindu akan belaian tangan halus wanita cantik itu.
"Sekarang, Mas? Apa nggak tunggu nan ...."
Cup~
Nella menggantung ucapannya lantaran Rizky sudah lebih dulu meraup bibirnya, salah satu tangannya menekan tengkuknya supaya memperdalam ciuman itu. Dan tangan yang lain kini perlahan melepaskan tiga kancing atas drees yang Nella kenakan. Kemudian dua gunung kembar itu dia sembulkan di dalam cup dan Rizky segera meremasnya dengan penuh nafsu.
"Eemm ...." Tak dipungkiri, Nella pun ikut merasakan sensasi kenikmatan itu. Perlahan tangannya yang tengah mengenggam senjata pamungkas Rizky dia naik turunkan. Memijatnya pelan-pelan seperti apa yang pernah di lakukan dulu.
"Ah, ini enak sekali, Nell." Rizky melepaskan ciumannya sebentar untuk mengungkapkan perasaannya saat ini. "Lebih cepat, Nell."
"Iya." Nella mengangguk.
Cup~
Kembali Rizky meraup bibirnya, ciuman kali ini sangatlah panas. Kedua lidah mereka saling berbelit.
Rizky kini sudah menggunakan kedua tangannya untuk meremmas gunung kembar istrinya yang begitu besar itu. Tanpa disadari ASI-nya sampai ikut keluar, ingin rasanya Rizky mencicipi. Tetapi dia teringat ucapan Gita.
Nella mempercepat gerakan tangannya, hingga tak lama milik Rizky membuncah. Dia muntah dan membuat sang pemiliknya mendessah disesi ciuman itu.
Rizky memejamkan matanya, pelepasan yang dia inginkan sejak kemarin malam kini sudah terbayar. Kali ini dia beruntung, semuanya lancar dan tak ada yang menganggu.
"Lho kok dikunci?" Terdengar suara Gita dari luar berbarengan dengan gagang pintu yang naik turun.
Rizky melepaskan ciumannya, lalu mengecupi seluruh wajah istrinya. "Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu."
"Sama-sama, Mas. Aku juga mencintai Mas Rizky." Nella tersenyum dengan wajah merona. Dia juga ikut terbuai dan nafsu. Tetapi sayangnya dia tak bisa melakukan apa-apa untuk dirinya sendiri.
Cepat-cepat Rizky berlari menuju kamar mandi sembari menyentuh miliknya. Takut tumpah kemana-mana.
'Duh sayang banget kecebong gue dibuang,' batin Rizky.
__ADS_1
Tok ... tok ... tok.
"Nella! Jihan! Apa kalian ada di dalam?" tanya Gita seraya mengetuk pintu dari luar.
"Iya, Ma. Sebentar!" teriak Nella. Cepat-cepat dia menarik beberapa lembar tissue untuk membersihkan sisa pelepasan suaminya, lalu membereskan pakaiannya dan mengambil Jihan dari dalam box untuk dia gendong.
"Maafin Mommy, ya? Daddymu tadi nggak tahan, Sayang." Nella terkekeh sambil mengecup pipi gembul Jihan. Bayi cantik itu masih melek, bahkan dia menyaksikan betapa mesumnya Rizky.
Ceklek~
Nella membuka pintu kamar itu dan ternyata bukan hanya Gita yang ada diluar, tetapi Steven, Risma dan Guntur.
"Kok kamarnya dikunci? Kenapa?" tanya Gita. Dia segera mengambil alih Jihan untuk berada dalam gendongannya. Kemudian mereka semua masuk ke dalam kamar itu lagi.
"Nggak dikunci kok, Ma." Nella berbohong. Takutnya nanti menimbulkan pertanyaan baru. "Om Steven ke sini?" Nella menatap pria tampan di depannya.
"Iya, Om mau jenguk keponakan Om, Nell." Steven tersenyum lalu mengusap rambut keponakannya. Dia pun memberikan apa yang dibawanya untuk Nella. "Ini untuk Jihan, nanti dibuka pas ada di rumah."
"Terima kasih, Om."
"Sama-sama."
"Si Rizky ke mana, Nell?" Guntur menatap sekeliling, mencari keberadaan anaknya. Tetapi kedua telinga mereka mendengar suara percikan air yang berasal dari dalam kamar mandi.
"Oh, Mas Rizky mules katanya, Pa."
"Itu apa yang berwarna kuning, Pa." Risma menunjuk kain berwarna kuning terang yang berada di bawah kaki Guntur, tidak sengaja diinjak oleh papanya.
Guntur membungkuk untuk mengambil kain terang itu, setelah dia beberkan—ternyata itu adalah pakaian dallam pria.
"Ini 'kan ******. ****** siapa ini? Mana basah lagi." Guntur langsung membuangnya begitu saja ke sembarang arah.
"Punya Rizky kali, tadi dia yang beresin baju dan sepertinya ada yang ketinggalan." Gita memberikan Jihan pada Nella, kemudian dia pun memungut kain terang itu dan tak sengaja dia juga menemukan celana bahan.
Tanpa berkata Gita langsung memasukkannya ke dalam koper dan Guntur pun segera mendorongnya lalu membawanya keluar.
"Ayok pulang sekarang, semuanya sudah siap, kan?" ajak Gita.
"Tunggu Mas Rizky keluar kamar mandi dulu, Ma."
__ADS_1
Gita berjalan beberapa langkah menuju kamar mandi, lalu mengetuk pintu itu.
"Rizky! Apa kamu masih lama di dalam?" tanya Gita. "Mama dan yang lain tunggu di mobil, ya?"
Rizky yang berada di dalam kamar mandi sedang mengelap keringat dinginnya. Dia sudah selesai membersihkan tubuh bagian bawahnya, tetapi masalahnya dia lupa tidak membawa celana.
Ya, tadi adalah celana Rizky yang ditemukan oleh Guntur dan Gita. Dan di dalam kamar mandi itu juga tak ada handuk.
"Mama! Ambilkan celanaku di koper! Celanaku basah kesiram air!" teriak Rizky berbohong.
Dia terdiam beberapa detik hingga menuju menit, menunggu jawaban. Tetapi Gita tak menjawabnya sama sekali.
"Mama! Mama dengar aku, nggak?"
Hening.....
"Nella! Ambilkan celana ganti!" Sekarang Rizky memekik memanggil istrinya. Namun sayangnya sama saja tak ada sahutan.
Merasa penasaran, dia pun membuka pintu tersebut dan menyembulkan kepalanya. Seketika matanya membulat kala melihat kamar itu begitu sepi. Tak ada siapa pun di sana.
"Lho, pada ke mana mereka? Perasaan tadi rame?" Kening Rizky mengerenyit heran. Kemudian dia berlari menuju sofa tepat di mana dia menaruh koper.
"Di mana kopernya?"
Matanya seketika membulat kala tak ada benda itu. Jelas tidak ada. Sebab sudah dibawa Guntur tadi.
Mata Rizky mengelilingi lantai, sekarang dia mencari celananya yang dia lepaskan saat meminta belaian Nella. Tetapi sayangnya tidak berhasil ditemukan.
"Di mana celanaku? Ya ampun ... masa aku nggak pakai celana? Mana ditinggal lagi," keluh Rizky frustasi. Masalahnya ponselnya juga ada di celana.
Rizky langsung panik saat tiba-tiba mendengar suara handle pintu yang tengah dibuka oleh seseorang. Tanpa pikir panjang—dia pun langsung masuk ke dalam kolong tempat tidur, guna menyelamatkan harga diri.
***
Yang katanya kemarin" bilang novel ini ceritanya udah ngawur, mungkin sudah bukan lagi selera bacaan, silahkan tinggalkan saja, ya! 🙏
Sekali lagi aku katakan ... kalau aku ga pernah memaksa siapa pun untuk baca cerita ini sampai tamat. Itu hak kalian, kalau memang sudah bosan ... silahkan tinggalkan.
Jujur aja, gara-gara komen itu aku jadi males untuk melanjutkan cerita ini. 🥲
__ADS_1
Makasih 🙏