
Bibir Rizky yang tercium aroma wangi dan terasa dingin seolah membuat hati Nella bergetar. Tiba-tiba ada rasa ingin dikecup lagi oleh bibir itu. Tetapi inginnya lama.
Nella menggeleng cepat. "Nggak, Mas."
Wanita cantik itu hendak mengangkat tubuhnya untuk duduk, tetapi tiba-tiba saja tubuh Rizky naik ke atas tubuhnya dan seketika itu pun—Nella membulatkan matanya, dia merasa terkejut bercampur binggung dengan apa yang tengah Rizky lakukan.
Mulut Nella ingin bersuara, tetapi rasanya berat. Dia tak mau salah bicara dan membuat Rizky kecewa.
'Apa Mas Rizky akan mengajakku bercinta? Semoga saja. Eh tapi ... aku belum mandi, Mas Rizky sangat wangi.'
Rizky dan Nella saling memandang. Suara degup jantung keduanya langsung bergema di ruangan itu. Perlahan Rizky mendekatkan wajahnya, lalu meraup lembut bibir Nella.
Pagutan bibir itu langsung dibalas oleh Nella, tentunya dia juga menginginkan belaian yang sesungguhnya dan penuh cinta oleh suaminya.
Ciuman yang awalnya terasa biasa kini menjadi luar biasa, lidah mereka saling berbelit hingga bertukar saliva.
Bibir Rizky melepaskan ciumannya dan kini turun pada leher istrinya. Baru saja lidahnya ingin menjilat leher jenjang nan putih itu, tetapi Nella langsung beringsut ke bawah hingga Rizky tak berhasil melancarkan aksinya.
"Kenapa?" tanya Rizky dengan kening yang berkerut.
Nella langsung memeluk tubuh Rizky tepat pada dadanya, dia merasa takut jika suaminya salah paham.
"Apa Mas Rizky akan mengajakku bercinta?" tanya Nella sambil menghirup aroma maskulin pada tubuh suaminya.
"Iya, apa lu nggak mau?"
"Mau! Mau banget!" seru Nella dengan penuh antusias dan membuat Rizky terkekeh.
"Terus kenapa malah mengumpet di dada gue? Gue mau kita pemanasan."
"Apa aku boleh mandi dulu sebentar?"
"Kenapa memangnya? Lu masih wangi kok." Rizky menghirup aroma matahari pada rambut Nella, tetapi baginya aroma itu adalah wangi.
"Tapi aku merasa tubuhku bau, aku juga panas. Aku mandi dulu, ya?" pinta Nella dengan nada memohon.
Rizky menarik tubuhnya hingga duduk saat Nella meregangkan pelukannya.
"Tapi Mas Rizky nggak marah, kan? Nggak berubah pikiran, kan? Aku mandi hanya sebentar kok."
Rizky tersenyum dan mengusap puncak rambut istrinya, terlihat jelas wajah Nella seperti ketakutan lantaran takut Rizky mengurungkan niatnya untuk menyentuhnya.
__ADS_1
"Ngapain gue marah, gue bakal tunggu lu. Sana mandi dulu, tapi jangan lama-lama ... burung gue sudah nggak tahan." Rizky melepaskan handuknya dan memperlihatkan ketegangannya yang tengah berdiri menjulang ke atas.
Nella yang melihatnya pun langsung meneguk salivanya sendiri, sang empunya ikut berdenyut dan begitu penasaran ingin menikmati sensasinya.
'Apa akan ada gaya baru? Eh tapi, kok Mas Rizky mau mengajakku bercinta? Apa ini tandanya Mas Rizky sudah percaya aku hamil anaknya?'
"Lho kok bengong." Rizky menoleh pipi kiri Nella yang mana membuat wanita cantik itu menoleh. "Katanya mau mandi, nanti jangan lupa pakai lingerie seksi seperti kemarin-kemarin malam."
"Ah iya, maaf, Mas."
Akan lebih baik Nella fokus pada hal sekarang saja, masalah itu biar nanti tanyakan pada Rizky.
Lantas dia bangkit dan berjalan menuju lemari lalu membukanya. Dia mencari lingerie terseksi dan menemukan yang bermodel dress mini dengan tali di bahu. Ada cdnya juga, tetapi tanpa bra.
Setelah mengambilnya, Nella buru-buru masuk ke kamar mandi.
Sementara menunggu Nella mandi, Rizky membaringkan tubuhnya yang sudah polos dan menyelimutinya sampai di atas perut. Lalu tangannya meraih ponsel di atas nakas untuk mencari informasi gaya bercinta yang baru di internet.
Rizky mengklik dan mensroll ke bawah sebab urutan yang paling atas sudah pernah dia coba. Tetapi bukannya diperhatikan dan mulai membaca informasi itu, mata Rizky malah sayup dan mulutnya terus saja menguap.
Selang beberapa detik saja ponselnya sudah jatuh di dadanya dan Rizky sudah berhasil memejamkan mata. Rupanya dia juga kelelahan di kantor sampai tidak biasanya tidur sore-sore.
Setelah tiga puluh menit Nella menyelesaikan mandi yang menurutnya cepat, gegas dia keluar dari kamar mandi, dia tak mau membuat Rizky menunggu.
"Kok tidur sih?" Nella mendengus kesal, dan perlahan menurunkan pandangan untuk melihat tubuhnya yang sudah seksi akibat pakaian kurang bahan.
Ada rasa penyesalan dalam hati lantaran meninggalkan Rizky untuk pergi mandi. Sekarang untuk kedua kalinya Nella merasa kecewa.
"Aku sudah tampil seksi begini, masa dianggurin lagi? Sedih banget." Nella merenggut dan membeku di tempat. Tetapi secara tiba-tiba ada sebuah ide konyol yang terlintas pada otaknya.
Nella perlahan berjalan mendekati Rizky dan dengan hati-hati dia membuka selimut untuk melihat senjata milik suaminya.
Senjata itu masih tegang dan begitu keras, mungkin bisa diajak bermain meskipun pemiliknya sedang tertidur.
Tangan Nella dengan ragu-ragu menyentuh burung berhelm itu, tetapi hanya ujungnya saja.
Sebenarnya niat Nella ingin memegangnya dengan tangan, namun sepertinya dia terlalu gerogi hingga membuat tangannya bergetar hebat.
Nella segera melepaskan benda yang masih berkedut-kedut sendiri itu, dia mempunyai ide lain yaitu naik ke atas tubuh Rizky.
Setelah duduk di pangkuannya dan menimpa senjata Rizky pada inti tubuhnya, Nella langsung membungkuk untuk meraup bibir Rizky.
__ADS_1
Rizky yang masih tertidur tentunya diam saja sebab belum terasa. Tetapi lama-kelamaan, ciuman itu menjadi sebuah lumattan yang begitu kasar dan seketika membuat Rizky terhenyak dengan mata yang terbuka lebar.
Dia mengerjap-ngerjabkan matanya yang masih sayu itu dan perlahan menangkup kedua pipi istrinya yang begitu dekat dengannya.
Nella mendelik, setelah mengetahui Rizky sudah merespon ciuman. Segera Nella melepaskan pagutan bibir itu dan membenarkan posisi duduknya.
"Mas Rizky mengantuk? Apa nggak jadi?" tanya Nella dengan wajah yang memerah, kabut gairahnya terasa menggebu di dadanya.
"Jadi dong, kita bermain sampai puas," ucap Rizky.
Nella pun mengangkat tubuhnya lalu berbaring di samping Rizky dengan posisi terlentang. Dia seakan pasrah mau dibuat bagaimana pun juga, yang terpenting bisa melayang ke udara.
"Kok lu tiduran? Gue mau lu yang memuaskan gue, apa bisa?"
Nella membulatkan matanya. "Aku?" Nella menunjuk wajahnya sendiri. "Mas yakin?"
"Bukannya kemarin-kemarin lu kelihatan agresif? Gue mau lihat segimana kemampuan lu." Sebenarnya Rizky tak yakin, tetapi tidak ada salahnya sekali-sekali dia dipuaskan istrinya sendiri. Tentu Rizky juga sangat menginginkannya.
"Tapi kalau masih kaku, Mas Rizky nggak marah, kan?" Lagi-lagi Nella merasa takut akan tindakannya, takut jika Rizky berubah pikiran seperti kemarin-kemarin malam.
"Nggak, ayok lakukan!" Rizky tersenyum dan memandangi wajah istrinya yang tampak kebingungan. Jelas dia binggung akan hal pertama yang dilakukannya.
Tetapi mari kita lihat usahanya terlebih dahulu.
Nella naik lagi ke atas tubuh Rizky, tetapi kali ini dia tidak mencium bibirnya, melainkan menjilat leher suaminya.
Rizky tentunya pernah merasakan sensasi seperti ini ketika dipuaskan oleh teman ranjangnya, tetapi rasanya sangat berbeda ketika lidah Nella yang melakukannya.
Meskipun kaku, namun tidak dipungkiri tubuhnya langsung meremang tak karuan, seakan mendapatkan sengatan listrik yang Nella lakukan. Apalagi sekarang wanita itu tengah melummat leher kirinya hingga membuat Rizky merem melek.
"Gue mau lu buat tanda merah yang banyak, ah!" desah Rizky sembari meremmas bokong istrinya.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
...1139...
Hari ini dan besok Author up sehari 4x dijam yang berbeda, ya! Tapi tetap kalian harus memberi dukungan terus, vote dan hadiahnya silahkan seikhlasnya saja karena itu juga gratis.
Dan jangan pernah tabung bab, ya! kalau sudah ada notif, langsung segera dibaca karena itu bisa berpengaruh pada level novel ini.
__ADS_1
Ok itu saja, semoga suka~