Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
139. I love you


__ADS_3

"Syarat? Syarat apa? Bercinta?" tebak Nella.


Rizky langsung mendekat pada telinga kirinya, seraya berbisik. "Hisap burung gue."


Nella mendelik dan langsung menyikut perut Rizky. "Mas mesum! Ngapain pakai hisap-hisap segala. Jijik tahu."


"Apa lu bilang? Jijik? Dicoba saja belum kok bilang jijik." Rizky terkekeh lalu mengusap dagu istrinya.


"Tapi aku nggak mau gitu-gitu, Mas. Kalau mau bercinta ya bercinta saja." Nella menggeleng cepat.


"Tapi gue mau merasakannya, sekali-sekali boleh dong lu memuaskan gue."


"Kemarin 'kan sudah."


"Sudah apa? Lu cuma buat tanda merah di leher gue dan itu cuma satu." Rizky menyentuh lehernya sendiri, tetapi tanda merah itu sudah memudar. "Sekarang lu harus kasih dia servise juga dong."


Tangan Rizky menarik tangan Nella untuk menyentuh senjata miliknya yang masih tertutup rapat, dan itu membuat Nella terperanjat lalu segera menepisnya sebab terdengar suara pintu kamar terbuka. Wulanlah yang baru saja keluar dari kamar.


'Mas Rizky benar-benar mesum! Bisa-bisanya dia meminta hal seperti itu,' batin Nella.


"Bagaimana Wulan? Apa Rio mengizinkan?" Harusnya Nella yang tanya begitu, tetapi ini malah Rizky yang bertanya. Dia sekarang sudah setuju untuk menginap karena sebuah syarat itu harus terpenuhi.


"Iya, Pak. Bapak dan Mbak Nella boleh menginap."


"Yes!" Rizky menggerakkan tangannya lalu merangkul bahu istrinya. "Jadi nanti gue dan Nella tidur di kamar mana?"


"Di mana saja, terserah Pak Rizky. Asal jangan di kamar yang tadi Bapak numpang ke kamar mandi, soalnya itu kamar Ayah dan Clara."


"Oh, oke oke. Ayok ... kita mandi sore dulu Sayang," ucap Rizky seraya mengajak Nella untuk berjalan bersamanya ke kamar tamu.


"Dih, Mas. Syaratnya jangan itu dong, akunya enek bagaimana?" tanya Nella dengan wajah memelas. Hanya baru membayangkan saja Nella sudah merasakan mual, apalagi jika itu beneran terjadi.


"Coba dulu kata gue juga. Kalau enek baru udahan." Rizky menurunkan handle pintu lalu mengajaknya masuk, segera dia kunci rapat pintu itu.


"Tapi jangan sekarang dong, ini 'kan masih sore. Nggak enak sama tuan rumah," ucap Nella beralasan, ketika melihat Rizky sudah menurunkan celana jeansnya ke bawah.


"Ya mangka dari itu, sekarang lebih baik. Kalau nanti keburu si kembar bangun. Katanya lu mau melihat mereka, kan? Jadi lu harus dapat izin dari gue."


Nella membulatkan matanya ketika senjata pamungkas itu sudah tegak berdiri dan menjulang ke atas, dia pun segera menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Bercinta saja, jangan pakai mulut. Kan lebih enak, Mas," rayu Nella.


"Ya sudah pakai tangan deh," tawar Rizky.


Bukannya menjawab, Nella malah melepaskan cd-nya lalu duduk di pangkuan Rizky dengan saling berhadapan.


"Langsung bercinta saja ayok."


Awalnya Rizky ingin menolak sebab ingin merasakan sebuah hisapan dari mulut istrinya. Tetapi akibat miliknya sudah tertimpa di bawah dan merasakan empu lembab milik sang istri, dia merasa kalah dan ingin mengajaknya langsung bercinta.


"Tapi lu yang goyang baru gue mau." Lagi-lagi Rizky memberikan penawaran terhadap istrinya, pandangannya begitu intens menatap raut wajah Nella yang memerah. Sepertinya Nella sudah bernafs* duluan ketimbang Rizky.

__ADS_1


"Caranya bagaimana?" tanya Nella.


"Coba masukkan dulu."


"Aku yang memasukkannya?"


"Iya, ayok cepat!" titah Rizky dengan nada sedikit memaksa.


Nella mengangkat bokongnya sedikit, lalu mengarahkan milik Rizky pada inti tubuhnya. Perlahan-lahan Nella menekannya sembari mengigit bibir bawahnya, sampai akhirnya milik Rizky tertanam sempurna di dalam sana.


"Sudah, Mas ...," ucap Nella dengan dessahan. Belum juga apa-apa, suaranya sudah berubah seperti orang mabuk.


"Sekarang lu tarik dan turun."


"Apanya?"


"Pinggul elu lah."


Nella mengangguk, lalu melakukan sesuai arahan Rizky. Dia tarik dan perlahan diturunkannya. Terasa begitu sempit dan sangat mengigit yang Rizky rasakan saat ini.


"Begini?" tanya Nella.


"Iya, lakukan berulang-ulang."


Nella mengangguk dan melakukan apa yang diminta secara berulang-ulang.


"Lebih cepat, Nell!"


"Mas ...."


"Lebih cepat, ini luar biasa sekali!" Nafs* Rizky langsung memuncak, dia benar-benar merasa dibawa melayang ke udara. Gegas dia menarik dress istrinya ke atas dan melepaskan bra merahnya. Setelah itu dia genggam kedua gunung kembar ini dan meraupnya silih berganti.


Hingga dimenit selanjutnya Nella memberhentikan laju permainannya dengan nafas yang tersengal-sengal dibarengi peluh yang bercucuran di wajah cantiknya.


"Mas ... apa sudah?" tanya Nella.


"Apanya? Ini baru saja pemanasan."


"Tapi aku sudah keluar, Mas." Nella menyeka keringat dengan punggung tangannya didaerah dahi.


"Kan elu, gue belum. Ayok lakukan lagi sampai gue keluar."


Nella tak membantah, dia melakukan hal seperti tadi sampai akhirnya dia keluar dua, tiga, sampai empat kali mencapai pelepasan. Tetapi sayangnya Rizky sangat perkasa sampai belum mencapai pelepasan. Padahal ini sudah dimenit ke lima belas mereka bercinta.


"Mas ... aku capek." Nella memeluk tubuh Rizky dan mencium bahunya, tubuhnya sudah lemas tak berdaya, akibat puas bermain.


"Lu payah, Nell. Main sendiri keluar sendiri, nggak ngajak-ngajak." Rizky lantas berdiri sambil menggendong Nella yang masih saling menyatu, setelah itu dia menghentakkan pinggulnya dengan kecepatan tinggi hingga Nella mengerang nikmat.


"Mas ... kenapa cepat sekali, ah!"

__ADS_1


Rizky terus bergerak sesuai keinginannya sampai akhirnya dimenit berikutnya dia mencapai pelepasan dan melenguh dengan keras.


"Nah, ini baru goyangan," ucap Rizky dan setelah itu merebahkan tubuhnya dan tubuh Nella di atas kasur.


Dilihat wanita cantik itu sudah memejamkan matanya dengan nafas yang naik turun.


'Mas Rizky benar-benar hebat, aku sampai keluar empat kali dan dia hanya sekali. Tubuhku sudah lemas banget.'


Dan pada akhirnya, niat ingin menginap demi bisa melihat si kembar bangun, itu tidak jadi. Yang ada mereka menginap hanya numpang bercinta dan lebih parahnya Nella merasa kelelahan sampai tertidur pulas hingga bulan berganti menjadi matahari.


*


*


*


Nella mengerjapkan kedua matanya secara perlahan lalu sontak melebar dengan sempurna ketika sinar matahari sudah tembus ke sisi jendela. Dia segera bangkit untuk duduk kemudian melihat jam weker yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi di atas nakas.


"Astaga apa-apaan ini? Aku menginap dan bangun sampai siang bolong begini? Benar-benar gila."


Nella melihat ada sebuah koper kecil yang berada di dekat nakas, serta ada ponsel yang terlihat asing berada di atas nakas. Segera dia ambil ponsel itu dan menekan tombol yang berada di samping.


Saat dibuka, foto wallpapernya adalah foto Rizky yang tengah tersenyum mengenakan jas hitam, tetapi ada pesan yang sudah masuk sejak 3 jam yang lalu. Nella pun gegas membukanya.


...__________________________...


💬


From: Mas Rizky, suamiku yang paling tampan.


07.11 AM


Selamat pagi, Sayang. Ini adalah ponsel baru lu yang kemarin sempat gue banting sampai pecah. Tapi tenang saja ... di dalam ponsel lu yang baru sudah ada nomor gue, Mama Gita, Papa Guntur, opa, oma, Papa Sofyan, Indah, dan juga tante Nissa.


Tapi jangan sebar nomor lu pada sembarang orang, ya! Dan diluar rumah Rio sudah ada Hersa yang menunggu. Lu bisa suruh dia kalau mau pulang atau mau pergi ke manapun. Tapi tetap ... jaga jarak dan jangan sampai dia menyentuh kulit lu.


Soal semalam, terima kasih. Sebenarnya gue kurang puas, tapi gue seneng lu sudah ada kemajuan dalam urusan bercinta.


Jangan lupa isi perut lu, I love you ❤️


...__________________________...


...Jangan lupa like dan komentarnya...


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...


...1140...


Duh, jariku keriting 😖 udah pas 5bab, ya! Seusai omongan Author kemarin. Boleh dong kasih vote dan hadiahnya 😁. Author aja ga pelit up bab, masa kalian pelit 🤭.

__ADS_1


Becanda ya, say!! Tapi kalau beneran ngasih ya Alhamdulillah 😂 Terima kasih pake banget 😘


__ADS_2