Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
163. Memberi jeda


__ADS_3

"Nella, lu ternyata sudah selesai mandi, ya?"


Rizky seperti orang bodoh, padahal istrinya tengah menggodanya—tetapi dia malah baru sadar jika Nella sudah mandi bahkan melepaskan kembali baju tidurnya lantaran ingin diajak bercinta.


Mungkin Rizky terlalu fokus pada laptopnya tadi, jadi sampai tak memperhatikan sekitar. Dia memang seperti itu jika tengah fokus pada pekerjaannya.


Sebenarnya apa yang dilakukan Rizky tadi untuk Nella juga, dia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya supaya bisa menghabiskan waktu bersama.


Apalagi mengingat dia sudah punya rencana mengajak istrinya jalan-jalan.


Rizky masih mematung dan seketika menelan ludahnya dengan kasar, saat istrinya telah berhasil polos dihadapannya.


"Mas kok diam saja?" tanya Nella dengan suara serak. Wajahnya tampak memerah dan kabut gairahnya sudah berada di ubun-ubun.


Pemandangan yang begitu indah dan sangat mengiurkan, pastinya tak boleh Rizky sia-siakan begitu saja.


Secepat kilat, dia berlari menuju kasur lalu naik ke atas tubuh polos istrinya. Tanpa basa-basi lagi, Rizky segera melummat kasar bibir Nella sambil meremmas dua gunung kembarnya.


Nella yang duluan menginginkan tentunya merasa senang, dia langsung menangkup kedua pipi suaminya dan memperdalam ciuman itu.


Namun, disaat lagi panas-panasnya dan gelora hasrat itu kian menggebu, mendadak terngiang ucapan dokter pada telinga Rizky, yang mengatakan jika dia harus memberi jeda untuk bercinta.


Segera Rizky melepaskan ciuman itu dan aktivitasnya, sebelum dia melangkah lebih jauh.


Dia pun menarik tubuhnya untuk duduk, supaya tak lagi menindih tubuh istrinya.


"Kok udahan sih, Mas?" tanya Nella dengan wajah kecewa.


"Kata dokter, kita bercinta dua hari sekali, Nell," jawab Rizky seraya melepaskan jasnya.


"Terus?"


"Baru juga kemarin kita bercinta, jadi harusnya besok kita bercintanya," terang Rizky.


"Jadi Mas nggak mau bercinta denganku?" Tatapan Nella kini menjadi sengit, rasa keinginannya untuk bercinta seketika sirna sudah. Dia merasa sangat kecewa dengan sikap Rizky yang untuk kedua kalinya menolak diajak bercinta.


Tapi bukan menolak sebenarnya, Rizky disini hanya ingin menuruti ucapan dokter dan tentu untuk kebaikannya juga.


"Bukan nggak mau, gue mau banget. Tapi ini 'kan buat kondisi lu, nanti lu kecapean bagaimana?" Rizky mengatakannya dengan jujur, kalau pun Nella mengalami sesuatu hal—tentu dia juga merasa sangat bersalah.


"Halah, alasan! Bilang saja Mas nggak mau! Mas jahat, sok jual mahal!" berang Nella seraya mencebik bibirnya, dia pun memakai kembali pakaiannya lalu berbaring membelakangi Rizky.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, Sayang. Gue ...." Ucapan Rizky menggantung kala mendengar suara ketukan pintu. Gegas dia pun turun dari kasur lalu membukakan pintu tersebut.


Ceklek~


Ternyata Diana yang tadi mengetuk pintu, Diana membawa nampan yang berisi segelas susu coklat.


"Apa Nella sudah tidur, Riz? Aku bawa susu ibu hamil untuknya." Diana hanya melihat Nella dari punggungnya saja.


"Belum." Rizky segera mengambil nampang itu dari tangannya. "Terima kasih susunya."


"Sama-sama." Diana memegang lengan Rizky saat menantunya itu hendak melangkah. "Selamat malam ...." Kepala Diana langsung mendekati telinga kiri Rizky seraya berbisik. "Tampan."


Deg!


Pria tampan itu membulatkan matanya dengan lebar, jelas sekali Diana seperti tengah menggodanya. Apalagi suara itu terdengar begitu manja.


Merasa risih, Rizky pun segera menepis kasar tangan Diana yang sejak tadi meremmas-remmas lengannya, lalu dia pun menutup pintunya begitu saja tanpa mengatakan hal apa pun lagi, selanjutnya Rizky mengunci pintu itu dengan rapat.


'Gue kira ... Diana sudah berubah, ternyata dia tetap gatal,' batin Rizky.


Belum juga semalam dia menginap di rumah Sofyan, tetapi pria tampan itu sudah merasa tak nyaman. Apa lagi kalau sampai dua atau tiga hari ke depannya?


"Nella sayang ... ayok minum susu dulu, jangan tidur dulu." Rizky menaruh nampan tersebut di atas nakas seraya duduk di atas kasur.


Melihat Nella yang masih bergeming dan tak bergerak sama sekali, Rizky pun mengangkat tubuh istrinya sampai duduk di pangkuannya.


Wanita cantik itu juga belum tidur, wajahnya masih ditekuk sejak tadi.


"Ayok minum susu dulu, biar besok kita bisa jalan-jalan." Rizky sudah menyodorkan gelas itu pada bibir Nella yang masih menangkup.


"Asal besok kita bercinta dulu sebelum jalan-jalan, baru aku mau." Nella memalingkan wajah cemberutnya.


Melihat itu semua, Rizky langsung bergelak tawa sembari mengecup pipi kirinya. Sungguh, dia merasa istrinya semakin ke sini—semakin aneh dan seakan tertular mesum seperti dirinya.


"Hahahaha ... lu benar-benar manis, Nell. Gue nggak nyangka ... kalau lu bisa berubah seperti ini."


Namun Rizky tak mau berbohong pada dirinya sendiri, jika dia merasa bahagia melihat perubahan istrinya.


Tentu itu juga menguntungkan bagi Rizky yang sejatinya pria berotak mesum.


"Jawab dulu iya apa, nggak? Aku nggak mau minum susu kalau begitu." Nella sama sekali tak ikut senang seperti suaminya, hatinya tetap dongkol.

__ADS_1


"Iya, iya, lu mau berapa ronde? Tapi jangan salahkan gue kalau nantinya nggak jadi jalan-jalan akibat kelelahan, ya?" tantang Rizky.


"Mas sok perkasa, lebay." Nella menoleh ke arah Rizky yang masih terus terkekeh sambil memandanginya. Tetapi entah mengapa Nella justru makin terpesona melihat wajah berminyak suaminya.


Belum mandi padahal, tapi sangat tampan. Sepertinya apa yang Rizky katakan dulu menjadi kenyataan—Nella sekarang sangat tergila-gila padanya. Dan hebatnya tanpa campur tangan Mbah Yahya.


Setelah membantu Nella meminum susu itu sampai habis, Rizky pun membaringkan tubuhnya kembali di atas kasur. Kemudian mengecup singkat keningnya seraya menarik selimut.


"Selamat tidur, Sayang. Gue mau mandi dulu, kita akan bercinta besok." Rizky tersenyum. Lantas berlalu pergi masuk kamar mandi.


***


Keesokan harinya.


Pagi-pagi Bi Yeyen datang ke rumah Sofyan membawa baju couple milik Rizky dan Nella yang sudah dia cuci dan setrika. Dia membawanya sampai dengan gantungan juga, sebab takut jika baju itu menjadi lecek kalau di lipat.


Tangan kirinya menenteng satu kantong plastik putih yang berisi sebotol jamu yang terasa masih panas.


Setelah menunggu beberapa menit sehabis memencet bel, akhirnya pintu itu terbuka dan yang membuka adalah Sofyan dengan Diana yang berada di sampingnya.


Pria itu terlihat begitu rapih, sepagi ini dia akan berangkat ke Bandung bersama adik iparnya.


"Selamat pagi Pak Sofyan, Bu Diana," sapa Bi Yeyen seraya membungkuk sedikit.


"Pagi, Bibi siapa, ya?" tanya Sofyan yang tak mengenali wanita paruh baya di depannya itu.


"Saya Bi Yeyen, Pak. Asisten rumah tangganya Pak Rizky. Saya ingin mengantar baju couple mereka dan jamu untuk Nona Nella."


"Jamu? Jamu apa?" Sofyan mengambil plastik yang baru saja Bi Yeyen berikan padanya, dia merasa penasaran.


"Jamu menguat kandungan, itu dari Bu Gita, Pak."


"Tapi Nella nggak suka jamu, Bi," ujar Sofyan. "Bu Gita beli apa meracik sendiri?"



(foto Mas Rizky saat masih bujang. Eh salah, pas belum nikah 😆)


like, komen, vote, dan hadiah yuk tinggalkan 😁


...1064...

__ADS_1


__ADS_2