
Area dewasa!! Mohon bijak dalam membaca!!
*
*
*
"Aku sedang main catur dan ngopi di pos satpam di rumah Opa Angga."
"Ngapain main catur dan ngopi Rizky?!" Tiba-tiba terdengar suara Gita yang begitu nyaring, Rizky sampai menjauhkan ponsel itu dari telinganya. "Bukannya masuk ke dalam, kamu malah main catur! Kamu ini gimana, sih?Mungkin saja Nella mencarimu karena pengen dibelai!"
Deg!
Kedua pipi Rizky langsung bersemu merah, jantungnya juga berdebar. Jangan lupakan senjata miliknya yang berada di dalam celana, begitu sensitif sampai sudah menegang.
"Iya, iya, aku masuk sekarang." Rizky menutup sambungan telepon itu dan memasukkan ponselnya di dalam saku jas.
"Pak, kita main caturnya udahan, ya? Aku ingin bertemu istriku," ucap Rizky seraya bangkit dari duduknya.
"Iya, Pak. Terima kasih Bapak sudah mau main catur dengan saya."
"Iya." Rizky tersenyum dan berlalu pergi dari pos, dia berjalan menuju rumah Angga, kemudian memencet bel.
Ting ... tong.
Sembari menunggu pintu itu terbuka, Rizky menyentuh dadanya, merasakan debaran jantung yang sudah sangat kencang.
Ceklek~
Bibi pembantu membukakan pintu, salah satu tangannya memegangi secangkir susu jahe.
"Alhamdulilah, Pak Rizky pulang juga."
'Bibi sampai bersyukur gitu, apa emang bener Nella mencari gue karena ingin dibelai?' batin Rizky.
"Iya, Bi. Lalu di mana, Nella?" Rizky tersenyum dan mengedarkan pandangannya pada seisi ruang itu yang terlihat sepi dan sunyi.
"Nona Nella ada di kamar Bapak. Bibi juga mau mengantar susu jahe untuknya, Pak," sahut Bibi pembantu seraya menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
'Dia sampai menunggu gue di kamar? Keajaiban apa lagi ini? Apa lagi-lagi gue sedang beruntung? Terima kasih, ya Allah,' batin Rizky.
"Sini ... biar aku saja yang bawa, Bi." Rizky mengulurkan tangannya untuk mengambil cangkir itu dari tangan Bibi.
"Ah ini, Pak."
Setelahnya cangkir itu berpindah ke tangannya, Rizky berjalan menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.
Saat kamar itu dibuka, Seketika mata Rizky membulat sempurna mendapati Nella tengah berbaring di atas kasurnya dengan mata terpejam.
'Dia benar-benar nungguin gue? Manis sekali. Tenang Nell, gue akan membelai lu sampai puas,' batin Rizky.
Menurutnya, ini adalah kesempatan emas untuk bisa bersama Nella lagi, tentunya Rizky tak mau menyia-nyiakannya. Lantas dirinya bergegas menutup pintu dan menguncinya.
Mendengar suara pintu, Nella yang baru saja tertidur langsung bangun. Dia mengerjapkan matanya dan mengusap-usapnya, terlihat Rizky berjalan mendekatinya lalu menaruh cangkir di atas nakas.
"Mas Rizky sudah pulang? Mas Rizky ke mana saja?" Nella hendak bangkit untuk duduk, namun dicegah oleh Rizky yang tiba-tiba berbaring di sampingnya sambil memeluknya.
"Maaf kalau buat lu khawatir, apa lu mau gue belai sekarang?" tanya Rizky seraya mendekatkan wajahnya sampai mata mereka bertemu.
Deg!
"Lu nggak usah pura-pura, lu kangen sama gue, kan? Lu manis sekali, sih?" Rizky menangkup kedua pipi mulus istrinya dan langsung mendekatkan bibirnya.
Cup~
Kembali Nella terbelalak saat Rizky begitu cepat mencium bibirnya.
'Siapa yang mau dibelai? Ah gawat ini, dia pasti salah paham,' batin Nella.
Nella mendorong-dorong dada bidang Rizky supaya ciuman itu terlepas, namun bukannya berhasil terlepas, Rizky malah naik ke atas tubuhnya dan melepaskan jasnya.
Tangan nakalnya kini menerobos masuk ke dalam celana tidur yang Nella kenakan. Membelai hutan yang tidak terlalu lebat itu sampai berhasil memasukkan jari tengahnya ke dalam sana.
Awalnya Nella masih kuat untuk mendorong tubuh itu, namun perlakuan Rizky kepadanya membuatnya kewalahan dan makin lama ikut terbuai juga. Sesekali Nella mendesah di dalam ciuman itu.
"Eeuh ... eemm."
Rizky melepaskan lumattan di bibir Nella, lalu turun ke leher. Leher itu bahkan masih ada beberapa jejak tanda merah sisa kemarin malam, tapi sepertinya Rizky ingin menambahnya.
__ADS_1
"Ah ... Mas, Mas Rizky salah paham. Aku nggak mau dibelai."
Dengan susah payah, akhirnya Nella berhasil mengeluarkan isi di dalam hatinya itu. Rizky langsung menghentikan aksinya dan mendongak ke arah Nella. Mata istrinya terlihat sayu dan seperti tengah bernafs*, Rizky bisa melihatnya.
"Masa sih? Lu pasti bohong. Tapi lu seperti pengen juga." Tangan Rizky yang masih berada di goa itu lagi-lagi menekannya lebih dalam hingga dengan refleks Nella membuka pahanya dengan lebar, seolah memberikan ruang untuk aksi Rizky.
"Ah, Mas ... aku ... aku ...." Rasanya Nella sudah hampir berada dipuncak, namun sayangnya Rizky menghentikan aksinya. Dia sudah tahu titik kelemahan Nella, wanita itu jika sudah berada diujung—pasti tidak akan menolaknya.
Rizky mengangkat tubuhnya untuk duduk dan melucuti seluruh benang di tubuhnya, Nella yang masih berbaring hanya diam sambil memandangi wajah pria itu dari bawah, aura wajah suaminya terlihat jauh lebih tampan.
Padahal dulu Nella tak pernah memperhatikan ketampanan suaminya sendiri, dia sama sekali tak peduli. Tapi malam ini terasa begitu aneh akibat gairahnya yang sudah menggebu.
'Kenapa Mas Rizky semakin tampan saja? Dan tubuhnya ....' Nella menelan ludahnya dengan susah payah ketika melihat senjata Rizky menyembul dengan begitu tegak saat terlepas dari bungkusnya. 'Itunya juga tambah besar, pasti akan terasa sekali nanti.'
Wanita itu lagi-lagi diam dan begitu pasrah disaat suaminya perlahan melucuti baju tidurnya, dia juga tak bisa membohongi tubuhnya yang sama-sama menginginkannya.
"Kalau sudah seperti ini, lu nggak nolak, kan? Kita bercinta lagi, kan?" tanya Rizky. Dia tidak akan bertindak jauh tanpa persetujuan Nella.
Nella hanya mengangguk samar dan itu sudah terbukti, untuk kedua kalinya dia mengizinkan tubuhnya disentuh Rizky.
Tanpa bertanya lagi, Rizky langsung mengangkat tubuh Nella dan mendudukkannya di atas paha sembari melakukan penyatuan.
"Ah," desah Nella ketika merasakan milik Rizky begitu sesak, masuk ke dalam tubuhnya. "Mas ... kenapa seperti ini?" tanya Nella sambil meringis.
"Kenapa memangnya? Lu nggak suka? Ini enak, Nell." Rizky langsung menarik turunkan bokong Nella, memandu sesuai keinginannya.
Nella hanya bisa mendessah dan menikmati setiap permainan yang Rizky sajikan, bahkan Rizky selalu mempunyai gaya baru untuk percintaan mereka.
"Mas ... Mas Rizky mau apa?" Nella membulatkan matanya saat Rizky menggendongnya dengan posisi masih saling menyatu.
"Kok mau apa? Ya kita bercinta dong," jawab Rizky santai seraya menghentakkan pinggulnya maju mundur, tangannya masih menahan kedua paha istrinya yang masih dia gendong.
Kedua gunung yang ikut naik turun tentu membuat Rizky semakin gemas, dia mengangkat tubuh Nella supaya dirinya berhasil meraup puncak dada itu. Rizky mengigit kecil hingga membuat Nella kembali mendesah nikmat.
Tubuh Nella langsung bergetar hebat, sensasi baru itu sudah pasti membuatnya melayang ke udara.
...Like itu gampang dan gratis, jadi jangan lupa tinggalkan, ya!...
...Yuk follow IG Author: @rossy_dildara...
__ADS_1