Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
112. Masih ada, bahkan masih utuh


__ADS_3

'Cinta? Sepertinya masih ada, bahkan masih utuh seperti kemarin-kemarin. Tapi ... kapan lu mencintai gue?' batin Rizky sedih.


Pria tampan itu hanya diam dan saling memandang, dia merasa binggung untuk memberikan jawaban apa. Rasa cintanya terasa hampa sebab Nella sendiri belum membalasnya. Tetapi, sepertinya kali ini akan lebih baik jika Rizky tak menjawabnya, sebab terasa percuma saja.


"Gue mau tidur, lu istirahat sekarang, ya. Selamat malam," ucapnya seraya turun dari kasur.


"Mas ... tunggu!" seru Nella saat melihat Rizky sudah membuka pintu kamarnya. "Apa boleh minta sesuatu," pintanya dengan ragu-ragu.


"Apa?"


"Aku ingin Mas Rizky mencium perutku dan bibirku, sebentar saja," pinta Nella pelan.


Rizky melepaskan gagang pintu dari tangannya, lalu dia berjalan menghampiri Nella yang tengah duduk bersimpuh di atas kasur. Dia membungkuk sedikit untuk mencium perut istrinya, lalu setelah itu beralih mengecup singkat bibir Nella.


"Selamat malam juga, Mas," ucap Nella sambil melambaikan tangan pada Rizky yang tengah berjalan keluar kamar. Wajahnya tampak begitu manis dan cantik, tubuhnya begitu menggoda tetapi sayangnya Rizky menyia-nyiakannya.


Setelah selesai mandi dan memakai celana boxer, perlahan Rizky merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu menarik selimut. Rizky perlahan memijat dahinya yang terasa pening, pandangannya menatap nanar langit-langit kamar.


"Tidur sendiri lagi deh, padahal lebih enak tidur dengan Nella. Bisa memeluk, mencium, meraba dan bercin ...." Ucapannya menggantung tatkala senjata pamungkasnya berkedut. Jujur saja Rizky tadi sempat bernafs* akibat godaan dari Nella. Tetapi akibat rasa galaunya, semuanya telah hancur. "Bagaimana memastikan supaya Nella jujur dan yang dia kandung adalah anak gue? Kalau tunggu dia lahir, dia saja baru 3 Minggu. Pasti lama."


Rizky mulai memejamkan matanya, tetapi entah mengapa bayangkan Nella menari-nari di saraf otaknya dan membuatnya tidak bisa tertidur. Lantas dia membuka matanya dengan lebar.


"Cih! Menyebalkan sekali, kenapa gue nggak bisa tidur dan terus mikirin Nella? Ah ... gue bangun buat cek dia deh." Rizky turun lagi dari kasurnya lalu berjalan keluar kamar menuju kamarnya.


Perlahan dia memegang handle pintu, tetapi terdengar suara samar-samar Nella dari dalam. Rizky pun segera menempelkan telinganya di pintu.


"Kenapa Kak Ihsan malah berbohong? Padahal, aku hanya ingin kita hidup masing-masing sekarang. Aku nggak mau berpisah dan melihat Mas Rizky bersama orang lain. Mas Rizky milikku dan aku miliknya."


Deg!


"Apa gue nggak salah denger?" gumam Rizky.


Jantung Rizky langsung berdebar kencang, dia buru-buru balik lagi ke kamar tamu dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Nafasnya masih naik turun dan perlahan dia menyentuh dadanya.


"Nggak, pasti tadi gue salah dengar, nggak mungkin Nella bisa berkata semanis itu." Rizky geleng-geleng kepala dan menepis semua apa yang ada di dalam pikirannya, perlahan dia memejamkan mata.

__ADS_1


***


Keesokan harinya.


"Selamat pagi, Mas," sapa Nella saat melihat kedatangan Rizky di ruang tamu. Dia baru saja menaruh secangkir kopi hitam dia atas meja, di tempat biasa Rizky duduk.


"Pagi." Rizky menarik kursi lalu duduk. Dia memperhatikan Nella dari ujung kaki ke ujung kepala. Pakaian yang wanita itu kenakan rasanya sedikit berbeda seperti biasanya. Nella mengenakan baju sabrina berwarna putih dan rok mini kotak-kotak. Rambutnya tergerai panjang dan dia memakai full make up.


Bukan hanya cantik saja, tapi begitu menarik dan seksi. Masih pagi begini Nella sudah menggoda imannya.


'Kok Nella tumben pakai rok mini? Seksi banget lagi. Burung gue pagi-pagi bisa bangun kalau begini terus. Mana semalam saja gue pakai sabun, masa gue sabunin lagi?' batin Rizky.


"Mas Rizky suka nasi goreng ikan teri nggak?" tanya Nella sembari menarik kursi dan duduk di sampingnya. Di atas meja itu sudah ada nasi goreng kecap dan nasi goreng teri.


"Gue nggak tahu suka apa nggaknya, gue belum pernah mencobanya." Rizky menatap dua makanan yang tersaji itu, dua-duanya terlihat sama menggodanya seperti Nella.


"Mau coba sekarang? Aku ambilkan sedikit dulu, ya?" tawar Nella yang mana dianggukan oleh Rizky. Lalu dia menaruh setengah centong ke atas piring suaminya, dan perlahan pria itu mengunyahnya. "Bagaimana, Mas?"


"Enak." Rizky mengangguk.


"Mas Rizky nanti siang mau makan apa? Nanti aku akan masakin."


"Kok begitu? Kan aku ingin membuatkannya, Mas." Wajah Nella seketika menjadi sedih. Jelas sekali dia tak pernah suka melihat Rizky makan masakan orang lain selain dirinya sendiri.


"Bukan begitu, gue hanya nggak mau lu nanti capek," jawab Rizky tanpa menoleh, dia masih fokus makan.


"Aku nggak capek, lagian hari ini aku nggak ke restoran."


"Ya sudah terserah lu saja."


'Kok terserah, itu 'kan bukan jawaban,' batin Nella sedih.


Nella menoleh pada Rizky sembari mengusap perutnya. Meskipun sikap pria itu tidak kasar, namun tetap saja ada sedikit perubahan. Rizky tak sehangat biasanya dan itu membuat hatinya sakit.


Tak terasa air matanya meleleh membasahi pipinya, Nella pun segera bangkit lalu berlari meninggalkan Rizky di ruang makan, dia masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Melihat itu semua, sejujurnya Rizky tak tega. Tetapi dia juga binggung harus berbuat apa.


Setelah menyelesaikan sarapannya, dia bergegas pergi ke kantor.


***


Sementara itu di rumah Guntur, dia dan istrinya tengah sarapan bersama di ruang makan.


"Papa, menurut Papa ... sekarang bagaimana tentang Rizky dan Nella?" tanya Gita seraya mengunyah roti tawar ke dalam mulutnya.


"Papa nggak tahu," jawab Guntur malas.


"Papa kok begitu, sih? Masa nggak mau bantu rumah tangga anaknya? Papa juga harusnya jangan mudah percaya dan bilang ke Rizky, kan kasihan Nellanya," gerutu Gita.


"Lho, Mama kok nyalahin Papa? Yang salah di sini 'kan Nella. Papa nggak tahu yang jujur siapa, Ihsan atau Nella. Tapi mereka berdua 'kan saling mencintai," jelas Guntur kesal.


"Tapi untuk sementara Papa jangan bilang apa-apa lagi ke Rizky, ya? Biarkan dia meyakinkan hatinya dulu. Papa juga jangan coba-coba mendekatkannya dengan Mitha, Mama nggak suka padanya!" tegur Gita. Dia merasa takut jika ada hal yang akan membuat rumah tangga Rizky dan Nella makin berantakan.


"Iya, Mama bawel amat." Guntur mendengus kesal sambil meneruskan makannya. "Papa hari ini mau ke luar kota, nanti Mama menginap di rumah Rizky atau Ridho saja, ya?"


"Iya."


***


Tok ... tok ... tok. Seorang satpam datang dan mengetuk pintu ruangan Rizky yang kebetulan terbuka. Dia menenteng satu kantong berwarna merah.


"Permisi Pak Rizky, ini ada kiriman paket dari kurir, pengirimannya atas nama Nella, istri Bapak," ucapnya seraya berjalan menghampiri Rizky yang tengah mengobrol bersama Hersa di sofa, dia menaruh kantong itu di atas meja.


"Terima kasih," ucap Rizky datar.


"Sama-sama." Setelah itu, satpam itu berlalu pergi meninggalkan ruangan Rizky.


"Wah, enak ya, Pak, punya istri. Masak ada yang masakin, tidur ada yang nemenin," goda Hersa sambil menarik turunkan alisnya.


...Jangan lupa like dan komentarnya...

__ADS_1


...Jika berkenan silahkan beri Vote dan Hadiahnya...


...1077...


__ADS_2