
Warning!! Area dewasa 21+
"Mitha?" Gita mengerutkan kening. "Memang kapan Rizky makan rendang buatannya?" Gita melihat ke arah Nella.
"Mama tanya saja sama Mas Rizky, dia sering menemui wanita gatal itu," jawabnya dengan sinis.
'Wanita gatal?' batin Rizky dengan mulut yang menganga. Rasanya Rizky tak percaya jika Nella bisa sebegitu bencinya pada Mitha sampai dengan entengnya menyebutkan Mitha wanita gatal.
"Benar itu, Riz?" Gita menepuk kasar lengan anaknya. "Berapa kali kamu bertemu dengannya dan mencoba masakannya?"
Rizky menggeleng cepat, sebelum menjawab dia menelan makanan yang baru saja dikunyahnya. Makan siang hari ini terasa sangat seret, lantaran pertanyaan dari Nella yang seakan menyudutkannya.
"Aku cuma mencoba masakannya sekali," jawab Rizky.
"Terus dibanding dengan telurnya Nella?" Gita menjadi ikutan kepo seperti menantunya.
"Ya jelas enakan telurnya Nella, masakan istriku nggak ada duanya," ujar Rizky sembari mengedipkan salah satu matanya, hingga membuat kedua pipi istrinya merona.
Rizky ingin melanjutkan makan, tetapi lagi-lagi ada pertanyaan untuknya.
"Kalau bertemu dengannya berapa kali, Mas?"
"Seingat gue tiga."
"Oh, sampai bisa diingat begitu, ya," cibir Nella. "Terus ... kapan saja Mas Rizky bertemu dengannya sampai tiga kali itu?"
Rizky terbelalak, kali ini dia benar-benar seperti diintrogasi. Nella menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Ah Sayang ...."
Rizky hendak menjawab, tapi disela oleh Gita. Wanita paruh baya itu merasa kasihan pada Rizky sebab sedari tadi makannya terus diganggu.
"Nanyanya dilanjut nanti saja, biarkan Rizky selesai makan dulu, ya?" pintanya dengan nada lembut sembari menatap mata Nella.
Tatapan tajamnya pada Rizky mulai meluruh, wanita cantik itu langsung menyunggingkan senyum.
"Iya, maafkan aku, Ma ... Mas. Mas Rizky lanjutkan saja makannya, aku mau ke kamar dulu." Nella tersenyum, lalu bangkit seraya berjalan meninggalkan mereka menuju lantai atas.
***
__ADS_1
Setelah selesai makan, Rizky segera menghampiri Nella yang berada di kamarnya. Terlihat istrinya itu tengah duduk di atas kasur sambil bermain ponsel. Lantas, dia menutup pintu dan secepat menghampirinya dengan pelukan dari belakang.
Wanita itu terkesiap seraya menoleh, Rizky langsung tersenyum padanya dan membuat jantung Nella berdebar kencang.
'Mau apa dia? Eemm .... apa sekarang dia akan mengajakku bercinta? Tapi ini 'kan masih siang,' batin Nella.
Rizky menggeser seluruh rambut panjang Nella ke atas bahu sebelah kiri, lantas dia mengecup singkat bahu kanan istrinya dan seketika bulu kuduk Nella merinding.
"Lagi apa?" tanya Rizky lembut.
"Nggak lagi apa-apa, Mas. Eemm ... menurut Mas Rizky, Mitha cantik nggak, sih?" Kembali Nella membahas wanita itu padanya, dia merasa takut jika Rizky berpaling darinya.
"Nggak, biasa saja." Rizky menggeleng.
"Mas Rizky pasti berbohong." Meski begitu, Nella masih saja tak percaya.
"Gue jujur, Mitha sama lu nggak ada apa-apanya. Masih cantikan lu kemana-mana."
"Masa, sih?"
"Iya, lu nggak percaya emang? Lu 'kan memang cantik. Paling cantik."
"Lu nggak usah mikirin Mitha dulu, kita 'kan sekarang lagi berdua." Rizky mengecupi tengkuk istrinya dengan mesra hingga membuat Nella meremang. "Lebih baik sekarang kita bicara tentang rumah tangga kita."
"Kenapa dengan rumah tangga kita? Kan sudah baik-baik saja, kita nggak jadi bercerai."
"Iya, itu benar. Tapi ... kapan lu dan Ihsan putus? Apa lu masih tetap bersamanya selama hidup sama gue?" tanya Rizky dengan tatapan yang begitu dalam.
"Aku akan putus dengan Kak Ihsan, Mas. Mas Rizky tenang saja."
Jika kemarin dia masih ragu, sekarang pikiran Nella semakin mantap. Sebab ucapan Guntur langsung terlintas dalam benaknya.
Rizky langsung menggembungkan senyum dengan wajah memerah. Baru rencana saja dia sudah sangat bahagia, apalagi sudah putus beneran?
"Gue tunggu secepatnya. Sekarang kita harus menghabiskan waktu hanya berdua." Rizky tiba-tiba saja mengangkat tubuh Nella hingga membuat matanya membulat lantaran kaget. Pria tampan itu membawanya masuk kamar mandi.
"Mas mau apa?"
"Kita mandi bareng." Rizky menurunkan tubuh Nella dengan hati-hati di bawah shower. Gegas dirinya melucuti seluruh pakaiannya hingga tak tersisa satu pun.
__ADS_1
"Tapi, Mas. Ini 'kan masih siang ... kenapa mandi?" Nella menelan kelat salivanya saat melihat senjata Rizky begitu tegak membusung ke arahnya.
"Biar seger saja. Lagian ... ini sudah jam dua, sudah mau sore." Perlahan tangannya menarik dress wanita itu ke atas, terlihat Nella begitu pasrah saat tubuhnya sudah polos sempurna oleh suaminya. "Kita bercinta, ya? Gue pengen."
Rizky mendekat dan menghimpit tubuhnya hingga tertempel pada tembok, lengannya terulur untuk menyalakan shower hingga air itu membasahi seluruh tubuh mereka. Cuaca panas, dan aliran air yang cukup dingin itu menyegarkan seluruh tubuhnya mereka.
"Di sini, Mas?" tanya Nella dengan wajah memerah. Jantungnya kembali berdetak begitu kencang, dia juga mampu mendengar detakan jantung Rizky yang sama-sama kencang.
Rizky mengangguk, lalu segera menyambar bibir Nella. Dia memagut dan melummatnya dengan begitu mesra, kedua tangannya sudah berhasil mengenggam dua daging kenyal itu.
Dua daging itu terasa lebih kencang dan makin membuat gairah Rizky menggelora. Sesekali dia memilin puncaknya hingga membuat wanita itu mendessah disesi ciuman mereka.
"Balas ciuman gue dong, jangan diem saja." Rizky melepaskan pagutan bibirnya dan menatap wajah Nella yang sangat merah, ini baru pemanasan—tapi wanita itu sudah mulai bernafs*.
Nella mengangguk pelan, lalu Rizky kembali menciumnya dan kali ini ciuman itu terbalaskan.
Tangan Rizky mengangkat kaki kanan Nella dan menaruhnya ke atas bahunya, disaat itu juga—penyatuan itu berlangsung.
"Eemm ...." Nella bergumam dengan mata yang membulat sempurna, merasakan inti tubuhnya sudah penuh oleh senjata suaminya.
'Mengapa harus dengan cara seperti ini? Tapi ... rasanya begitu berbeda dan enak,' batin Nella.
Gaya baru yang dia dapatkan tentu kembali membuat darahnya berdesir begitu cepat. Pinggul Rizky yang begitu lihai naik turun membuat Nella seakan melayang ke udara. Hanya dalam hitungan satu menit saja, Nella sudah mencapai pelepasannya sembari meremmas lengan kiri Rizky.
Sungguh, wanita itu benar-benar sudah berhasil Rizky puaskan. Dia melenguh dengan bibir yang masih menempel dengan lawannya.
'Payah sekali dia, baru digoyang bentar sudah keluar duluan,' batin Rizky sambil tersenyum.
Rizky mencabut miliknya dan pagutan bibirnya, membiarkan Nella menghirup oksigen dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Memangnya Mas Rizky sudah keluar?" tanya Nella, dia merasa binggung dengan Rizky. Biasanya pria itu tidak akan berhenti kalau belum tuntas.
"Kita selesaikan mandi dulu, nanti lanjut lagi di atas kasur." Rizky menurunkan kaki Nella seperti semula. Lantas tangannya terulur untuk mengambil spons mandi, lalu menuangkan sabun cair hingga berbusa.
'Di atas kasur? Apa Mas Rizky akan melakukan gaya baru lagi?' batin Nella penasaran.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....
__ADS_1
...1044...