
"Hei, Bapak-bapak ini ada apa? Kenapa menyakiti keponakan ...." Irwan yang baru saja datang menghampiri keributan itu langsung menggantung ucapannya, kala tersadar akan kehadiran Rizky yang tengah menatapnya. "Pak Rizky, Bapak ke sini mau apa dan kenapa cari ribut?"
Rizky terdiam sembari menatap wajah Irwan yang begitu familiar menurutnya, selang beberapa detik mengingat—akhirnya dia tahu pria berwajah sangar itu siapa.
"Lu Irwan, kan? Sopirnya Indah, istrinya Reymond?" tebak Rizky.
"Iya." Irwan mengangguk.
"Jadi Ihsan adalah keponakan lu?"
"Iya." Irwan mengangguk lagi.
"Oh. Ya sudah ... gue pinjam keponakan lu untuk ikut bersama gue." Rizky melirik sebentar pada Ali. "Bawa dia masuk ke dalam mobil gue!"
Setelah melontarkan sebuah perintah, Rizky lantas berjalan cepat meninggalkan bengkel.
Namun, melihat Ihsan dibawa secara paksa oleh dua orang berbadan kekar tentu membuat Irwan merasa tak terima. Ihsan jelas keponakannya dan Irwan sangat menyayanginya.
Irwan gegas berlari menghentikan Rizky yang baru saja hendak membuka pintu mobilnya, dia memegang lengan pria tampan itu.
"Pak, Bapak mau bawa Ihsan ke mana?"
"Kantor polisi," jawab Rizky ketus seraya menepis kasar lengan Irwan.
"Memang Ihsan salah apa? Kenapa harus dibawa ke kantor polisi?" Irwan lagi-lagi memegang lengan Rizky, upayanya untuk menghentikan supaya dia tidak masuk ke mobil.
"Gue nggak ada urusan dengan lu, lepaskan tangan gue!" bentak Rizky sambil menghentakkan lengannya hingga terlepas dari Irwan.
Setelah itu, dia buru-buru masuk ke dalam sebelum Irwan kembali menghalanginya.
Ihsan, Ali dan Aldi juga sudah ada di dalam mobilnya, duduk di kursi belakang bertiga.
"Rizky! Kau mau apa bawa aku ke kantor polisi? Apa kau gila?" berang Ihsan sambil berteriak. Dia juga merasa risih pada dua orang yang berada di samping kanan kirinya, yang sejak tadi terus mencengkeram lengannya sebab mencoba memberontak.
"Nanti lu tahu, lu nggak perlu banyak bicara!" tukas Rizky.
(Flashback Off)
Rizky baru saja turun dari mobil setelah berhenti di depan gedung kantor polisi. Namun ketika dia hendak melangkah masuk, ponselnya tiba-tiba saja berdering dan seakan meminta untuk segera dijawab.
__ADS_1
Rizky menghentikan langkahnya dan membuat langkah tiga orang berbadan kekar itu ikutan terhenti dari belakang. Setelah itu, dia mengambil ponselnya di saku jas lalu melihat nama 'Satpam Rumah' yang tertera pada layar ponselnya.
Entah mengapa tiba-tiba dia memikirkan Nella, dan seperti—wanita cantik itu juga perlu ada di sini.
"Halo, pagi Pak Rizky. Saya—"
"Tolong beritahu Nella untuk datang ke kantor polisi," sela Rizky cepat.
"Apa? Kantor polisi, Pak?" Suara satpam itu terdengar kaget.
"Iya, tapi lu juga ikut bersamanya. Kalian naik taksi saja, nanti gue kirim alamatnya."
"Baik, Pak."
"Kenapa Nella kau ajak kemari juga?" tanya Ihsan kesal saat melihat Rizky mematikan sambungan telepon. Kakinya juga diseret paksa oleh Aldi dan Ali untuk mengikuti setiap langkah kemanapun Rizky pergi.
Namun sayangnya pertanyaan itu sama sekali tak digubris oleh Rizky sampai akhirnya mereka masuk di sebuah ruangan yang bertuliskan papan nama 'Ruang Keluhan'
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya seorang polisi berkumis tebal yang tengah duduk di kursi. Dia melihat Rizky baru saja menarik kursi yang terhalang meja di depannya.
"Pagi juga, saya mau buat laporan, Pak," jawab Rizky sambil duduk.
"Laporan, oke silahkan." Polisi itu pun membuka laptopnya untuk mengetik laporan yang akan Rizky katakan.
"Saya ingin memenjarakan dia!" Rizky memutar kepalanya ke belakang sebentar, sembari menunjuk wajah Ihsan yang berada tepat di depannya. Setelah itu, dia menatap polisi kembali. "Dengan kasus pengganggu rumah tangga orang!"
Ihsan membulatkan matanya dengan lebar, mendengar ucapan Rizky yang begitu nyaring mengisi ruang pendengarannya. 'Apa katanya? Dia mau melaporkan aku dengan tuduhan pengganggu rumah tangganya? Siapa sebenarnya yang pengganggu disini? Jelas dia yang sudah mengganggu hubunganku dengan Nella!' gerutu Ihsan dalam hati.
"Baik, rumah tangga siapa yang dia ganggu, Pak?" tanya polisi tersebut seraya mengetik keyboard sembari menatap Rizky sekilas.
"Rumah tangga saya."
"Siapa nama Bapak dan kenapa dia menjadi pengganggu dalam rumah tangga Bapak?"
"Saya Rizky Gumelang, dia bernama Ihsan. Dia adalah mantan kekasih istriku yang sudah diputuskan tetapi terus saja menganggu istriku," terang Rizky.
"Mengganggunya seperti apa contohnya? Coba jelaskan."
"Dia terus menghubungi istriku dan dia juga memfitnahnya kalau saat ini ... bayi yang didalam kandungannya adalah anaknya, padahal itu anakku!" tegas Rizky. Meskipun masih ada setitik keraguan, tetapi kali ini Rizky harus mengatakannya dengan mantap supaya bisa menjebloskan Ihsan ke penjara.
__ADS_1
"Mas Rizky ...."
Terdengar suara lembut seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Ketukan sepatu high heelsnya membuat Rizky dan yang lain menoleh.
"Nella," ucap Rizky sambil tersenyum, tetapi seketika senyuman itu pudar manakala melihat Nella datang bersama Irwan yang tak sengaja berpapasan diluar. Di sampingnya lagi ada satpam rumahnya.
Nella melihat ke arah Ihsan dan seketika matanya membulat saat tahu mulut mantan kekasihnya itu dilakban.
'Nella, tambah cantik sekali dia,' batin Ihsan.
"Mas ... kok Kak Ihsan mulutnya dilakban dan kenapa Mas Rizky memintaku ke sini?" tanya Nella.
"Sini, duduk dulu." Rizky menggerakkan tangannya dan Nella pun langsung menghampiri seraya duduk di kursi, di sampingnya.
"Nona ini siapa?" tanya Pak Polisi.
"Dia istri saya." Rizky mengusap puncak rambut Nella dan mengecup keningnya singkat. "Sayang ... apa selama ini Ihsan mengganggumu? Coba ceritakan pada Pak Polisi."
Nella menatap aneh wajah Rizky, dia merasa heran dengan apa yang dikatakannya sebab terasa seperti merayu dan menggodanya. Tentu hatinya meleleh mendengar kata 'Sayang' yang terucap dari bibir seksi suaminya.
"Tapi kenapa harus bicara ke kantor polisi? Mas juga belum jawab kenapa Mas ada di sini bersama Kak Ihsan?"
"Aku ingin menjebloskannya ke penjara."
Deg!
Nella membulatkan matanya. "Kenapa? Kenapa harus dipenjara?" Nella kembali melirik ke arah Ihsan dan menatapnya dengan tatapan sedih. Jujur, ada rasa kasihan pada lubuk hatinya yang terdalam saat melihat mulut pria bule itu dilakban dan kedua tangannya dikungkung.
"Supaya dia nggak bakal menganggu rumah tangga kita lagi!" tegas Rizky. "Oh ... apa kamu nggak rela dia dipenjara?" tebaknya.
Rizky sempat melihat ekspresi wajah Nella yang tengah menatap sendu mantan kekasihnya itu, dan tentunya itu membuatnya tak terima. Kedua tangannya Rizky langsung menggeser wajah Nella supaya hanya dialah yang dipandang.
"Jawab pertanyaanku!" tekan Rizky.
"Bukan masalah nggak rela, tapi kenapa pakai dipenjara segala? Kita bisa bicarakan baik-baik supaya—"
"Alasan! Bilang saja lu nggak rela!" sergah Rizky seraya berdiri dengan rahang yang mengeras. Mendadak dadanya bergemuruh. Jawaban Nella yang sudah sangat jelas tak mendukungnya tentu membuatnya geram.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
__ADS_1
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
...1058...