Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
91. Tergantung


__ADS_3

"Sabar dong, Ma. Perut Nella saja belum keliatan buncit." Rizky terkekeh. Setelah melepaskan tubuh Guntur, dia mendekati Nella lalu mencium puncak kepalanya.


Mereka berdua terlihat begitu bahagia dan Nella juga ikut terbuai. Namun, entah mengapa sikap Guntur terlihat biasa saja. Rasanya banyak sekali pertanyaan di dalam otaknya, dia bahkan masih berdiri di tempat saat dirinya dan Gita masuk tadi. Belum sama sekali mendekati menantunya.


"Nella, maaf sebelumnya. Apa kamu benar-benar hamil anak Rizky?" tanya Guntur tiba-tiba.


Deg!


Pertanyaan dari Guntur sontak membuat Nella, Rizky dan Gita terbelalak sangking terkejutnya.


"Papa! Kenapa harus ditanyakan? Nella hamil anakku, memang anak siapa lagi?" Rizky tentunya merasa tak terima. Dari pertanyaan itu bisa disimpulkan jika Guntur seolah memfitnah istrinya selingkuh. Meskipun nyatanya Nella memang punya pacar, tetapi Rizky yakin— Nella tidak akan melakukan hal seperti itu.


"Maafkan Papa, Riz. Papa hanya tanya saja." Guntur menggeleng sambil menggerakkan tangannya, dia merasa tak enak melihat rahang sang anak sudah mengeras. Rizky seperti emosi. "Soalnya kamu pernah bilang Nella diKB, dia juga bilang nggak pernah mau mengandung anakmu. Bisa saja itu anak Ihsan."


"Ini anaknya Mas Rizky, Pa," jawab Nella tiba-tiba. Suaranya begitu lirih dan bola matanya terlihat berkaca-kaca. Dadanya terasa sesak dan sakit ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut mertuanya. Memang semua itu benar, dia mengakui jika dulu Nella tak pernah mau mengandung anaknya Rizky. Namun, dia dan Ihsan tak pernah berhubungan badan. Otomatis janin itu anaknya Rizky, kan?


"Aku dan Kak Ihsan nggak pernah melakukan hubungan badan, ini anaknya Mas Rizky," imbuhnya lagi. Tak terasa air matanya meleleh. Namun, ibu jari Rizky segera menyekanya, kemudian Rizky mengecup pipi kirinya


"Papa keterlaluan sekali, Nella jadi sedih. Jangan bicara seperti ini, kasihan dia," ujar Gita seraya menoleh sekilas pada Guntur lalu mengenggam tangan menantunya.


"Papa minta maaf, Nell. Bukan maksud Papa menyakitimu," ujar Guntur. Lantas dirinya duduk di sofa.


'Semoga saja Nella benar-benar jujur, aku nggak akan terima kalau Nella mengandung anak Ihsan tapi masih bersama Rizky. Dia pikir wanita hanya dia seorang?' batin Guntur.


"Nggak apa-apa, Pa. Aku mengerti." Nella mengangguk dan tersenyum tipis.


"Oya, berarti kamu dan Rizky nggak jadi bercerai, kan?" tanya Gita pada Nella. "Nanti kalau kamu keluar dari rumah sakit ... kamu dan Rizky pergi ke pengadilan untuk membatalkan perceraian, ya?"


'Batal cerai? Sepertinya iya. Aku harus batal cerai dengan Mas Rizky karena kehamilanku,' batin Nella. Seketika dia mengingat tentang janji yang pernah Ihsan minta, janji itu tentunya sudah Nella langgar dan kini rasa bersalah itu muncul di dalam hatinya. 'Kak Ihsan, maaf ... lagi-lagi aku mengecewakan Kakak. Sepertinya, kita memang nggak bisa bersama.'

__ADS_1


"Nell!" Gita menggerakkan tangan Nella yang masih berada genggamannya dan itu membuat menantunya terkesiap, sebab sedari tadi dia melamun. "Kok bengong? Mikirin apa?"


"Nggak, Ma." Nella menggeleng cepat.


"Kita nggak jadi bercerai 'kan, Nell? Lu tetap jadi istri gue, kan?" tanya Rizky dengan nada memohon.


Nella menjawabnya dengan anggukkan samar dan itu sudah cukup membuat Gita dan Rizky menghela nafasnya dengan lega.


"Riz, kita pergi belanja, yuk!" ajak Gita seraya melihat ke arah anaknya.


"Nella 'kan lagi sakit, aku mau menunggunya. Mama pergi saja dengan Papa." Rizky menggeleng cepat.


"Dih, kan Mama belanja juga untuk perlengkapan calon anakmu. Nella biar sama Papa saja, kamu ikut Mama." Gita melepaskan genggaman tangannya pada Nella, lalu meraih kerah jas Rizky hingga tertarik sedikit.


"Perlengkapan apaan sih, Ma? Anakku masih lama lahirnya juga, umurnya saja baru ...." Rizky mengantung ucapannya sebab lupa usia kandungan Nella.


"Tiga Minggu," sahut Nella menambahkan.


"Upil, upil, jorok sekali. Memang nggak ada perumpamaan lain, ya? Ayok sih kita belanja. Tangan Mama gatal banget mau beli perlengkapan bayi." Gita berjalan cepat dan menghampiri Rizky yang berada disebelah ranjang kiri Nella, sebab dirinya berada disebelah kanan. Lalu tangannya menarik lengan Rizky hingga tubuh yang sejak tadi duduk langsung berdiri.


"Mama, aku nggak mau, nanti saja belanjanya," tolak Rizky.


"Nanti kapan, ayok sekarang saja." Lengan Rizky langsung dikungkung pada ketiaknya, lalu Gita melihat ke arah Nella sambil tersenyum. "Sayang ... kamu ditinggal dulu sebentar, ya? Mama mau belanja sama Rizky."


"Iya, Ma." Nella mengangguk dan membalas senyuman itu.


Meskipun Rizky masih menolak, tetapi Gita menarik pria itu secara paksa hingga akhirnya dia berhasil membawa keluar sang anak dari kamar inap itu, meninggalkan Nella dan Guntur berdua.


*

__ADS_1


Lima belas menit sudah mereka yang berada di dalam hanya diam. Guntur masih duduk sembari memainkan ponselnya, sedangkan Nella hanya melihat apa yang sedang Guntur lakukan.


"Pa, apa Papa lihat Oma dan Papa?"


Pertanyaan Nella langsung menepis keheningan di antara keduanya. Jujur, Nella benar-benar canggung saat melihat sikap Guntur yang begitu cuek padanya. Namun, rasanya masih ada hal yang mengganjal dalam hati untuk dia tanyakan.


"Papamu tadi titip sama Papa dan Mama. Dia bilang ingin pulang dan berangkat ke kantor. Sedangkan Omamu ... dia bilang mau pulang dulu," terang Guntur. Pandangan yang sejak tadi tertuju pada ponsel kini beralih menatap menantunya.


"Oh." Nella mengangguk. "Maaf, Pa. Apa aku boleh tanya sesuatu sama Papa?"


"Bicara saja."


"Eemm ...." Nella menurunkan padangan, tak berani menatap mata Guntur. "Aku tahu Papa berencana untuk menjodohkan Mas Rizky dengan wanita yang bernama Mitha. Mungkin Papa melakukan hal itu saat tahu aku dan Mas Rizky bercerai. Sekarang aku sedang hamil, aku dan Mas Rizky juga akan batal bercerai. Tapi ... apa Papa juga akan membatalkan rencana perjodohan Mas Rizky sama Mitha?" tanya Nella ragu-ragu.


"Tergantung," jawabnya singkat.


Deg!


Seketika jantung Nella terasa berdebar kencang, perlahan dia kembali menatap mata Guntur. Wajah pria itu sangat serius.


"Tergantung apa, Pa?" tanyanya lirih.


"Tergantung hubunganmu dengan Ihsan. Kalau kamu sampai sekarang nggak berencana putus dengan Ihsan dan menjauhinya ... Papa juga nggak akan membatalkan perjodohan Rizky!" tegas Guntur dengan suara datar.


'Putus dan menjauhi Kak Ihsan? Apa aku harus melakukannya? Tapi ... aku nggak suka Mas Rizky dekat dengan Mitha,' batin Nella termenung.


"Pasti kamu nggak bisa, kan?" tebak Guntur sambil tersenyum miring. "Apa sih yang kamu harapkan lagi sekarang? Katanya kamu hamil anaknya Rizky. Lalu ... untuk apa kamu masih mengharapkan Ihsan? Kenapa kamu nggak pernah mencoba untuk mencintai Rizky? Apa kamu pikir Rizky nggak pantas dicintai?"


Pertanyaan yang begitu banyak sontak membuat mata Nella membulat sempurna, nada suara pria itu terdengar agak tinggi dan begitu tegas.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ❤️


1038


__ADS_2