Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
210. Rizky dan Reymond


__ADS_3

"Enak saja, lu." Rizky berdecak kesal. "Nggak masalah nama apa pun, yang penting gue menang," ujarnya seraya merangkul bahu Risma.


"Nggak bakal lu menang. Pasti gue dan Indah yang menang!" Reymond tak mau kalah, dia kini merangkul bahu Indah.


"Memang Indah bisa masak?" tanya Rizky tak yakin.


"Bisa dong. Iya 'kan Sayang?" Reymond menoleh sebentar pada istrinya dengan salah satu mata yang berkedip.


"Iya," jawab Indah dengan pede dan mengangguk semangat. Padahal terakhir membuat nasi goreng saja itu gosong.


"Kakak dan Kak Rizky pasti kalah!" Sekarang giliran Rio yang ingin membanggakan timnya. Pantrynya berada di samping pantry Reymond. "Wulan istriku pintar masak, kalian pasti kalah!" Rio merangkul bahu Wulan.


"Berisik!" Gita memekik yang mana membuat ketiga pria itu menoleh padanya. "Yang banyak bicara pasti yang kalah!" sindirnya seraya tersenyum miring.


"Ah iya." Guntur ikut menyahut. "Mama Gita jauh berpengalaman, pasti kita yang menang." Dengan bangga dia berujar sambil merangkul bahu istrinya. Padahal istrinya hanya bisa masak air biar mateng.


"Oke semuanya harap perhatikan beberapa poin saat mengikuti lomba!" Ucapan host merurai percakapan mereka yang tidak berfaedah itu. Lantas semua peserta melihat ke arah depan.


"Kalian memasak pada bahan yang akan kami siapkan."


Tak lama ada beberapa orang yang datang membawakan satu keranjang besar ke atas meja dapur masing-masing peserta. Mereka semua langsung melihat isi di dalamnya.


Banyak sekali bahan yang Rizky tidak tahu, tetapi dia hanya fokus menatap 5 ekor ikan kembung yang berada didalam plastik putih.


"Kalian akan masak ikan kembung, terserah mau dibuat apa dengan bahan yang kami sediakan. Tapi catatannya jangan curang. Yaitu melihat resep atau membuka hape. Apa kalian semua paham?" tanya sang host.


"Paham!" Sebagian peserta menjawab dengan lantang.

__ADS_1


"Sebelum dimulai ... apa ada pertanyaan?"


Rizky langsung mengangkat tangan. Kemudian diberi tanggapan oleh hots tersebut.


"Iya, ada apa, Pak?" Host itu berjalan menghampirinya.


"Apa saya boleh menukar pasangan tim saya, Bu?" Pertanyaan Rizky sontak membuat Nella menoleh padanya.


"Maaf nggak bisa Pak," jawabnya sambil menggeleng.


'Ah, gue kira bisa. Padahal gue mau minta tuker sama Nella.' Rizky membatin.


"Kakak pasti tadinya mau menukarku dengan Mbak Nella, ya?" tebak Risma yang mana dianggukan oleh Rizky.


"Wah ... curang lu, Riz. Pasti lu mau tukar karena takut kalah dari gue, kan?" celoteh Reymond dari belakang.


Rizky memutar kepalanya ke belakang sembari mencebik bibirnya. "Dih, siapa juga yang takut kalah dari lu. Lu 'kan bukan level gue, Rey," ledek Rizky.


"Itu nggak akan terjadi. Yang ada lu yang nangis pas ngiris bawang!"


"Oke, semuanya bersiap." Host memberikan instruksi. "Waktu memasak kalian selama 45 menit dan dua orang harus bekerjasama dalam satu tim. Semuanya ... waktu kalian memasak dimulai dari sekarang!"


Ting~


Bunyi sebuah jam untuk mengatur lomba itu langsung berbunyi, dan disaat itu pula mereka semua bersiap untuk masak.


"Kakak, kita mau masak apa?" tanya Risma dengan gugup. Dilihat kakaknya itu tengah memperhatikan semua bahan di dalam keranjang, dia juga memikirkan untuk masak apa.

__ADS_1


"Ikan goreng sambel balado saja, Ris." Rizky memberikan 5 ekor ikan kembung yang berada di dalam plastik kepada adiknya.


"Kakak tahu bumbunya?"


"Dih, kok kamu tanya Kakak? Katanya kamu bisa masak? Kakak 'kan hanya kasih usul." Rizky memicingkan matanya sembari menatap curiga pada Risma. Rizky jadi semakin yakin, jika adiknya itu memang tak bisa memasak.


"Aku bisa kok," kilah Risma dengan anggukan semangat.


Tak mau dianggap remeh, Risma pun segera memotong plastik putih tersebut lalu menuangkan 5 ekor ikan kembung di dalam baskom. Langsung saja dia cuci, tanpa mengeluarkan isi di dalam perut ikan itu terlebih dahulu.


Rizky menoleh pada Nella dan Steven. Terlihat istrinya itu begitu gesit dalam memasak. Memang keahliannya tak perlu diragukan lagi.


Senyum itu terukir pada sudut bibirnya, perlahan Rizky menyentuh dadanya yang berdebar dengan kencang. 'Gue beruntung dapet lu, Nell. Semoga lu menang, ya?'


Rizky juga mau menang, tetapi jika dia harus kalah karena Nella tentu tak masalah. Asal jangan dari yang lain, apalagi Reymond orangnya.


"Kakak jangan melamun, dong. Kupas bawang atau apa kek." Risma menggerutu pada Rizky yang sibuk menatap istrinya. Risma sudah memanaskan wajan yang berisi minyak di atas kompor.


"Iya, iya, bawel ah!" Rizky segera mengambil beberapa bawang di dalam keranjang, yang warna merah dan putih. Lalu mengambil pisau kecil kemudian mengupasnya secara perlahan.


"Aww!"


Seseorang yang berada di belakangnya memekik kesakitan. Rizky yang mendengarnya pun segera berbalik badan. Ternyata dia adalah Reymond.


"Mas kenapa?" tanya Indah cemas sembari menyentuh tangan Reymond.


Ujung jari telunjuk pria itu mengeluarkan banyak darah. Dan Rizky melihat di depan temannya itu ada bawang merah di atas talenan. Sepertinya dia tengah memotong bawang tadi, tetapi malah meleset ke tangan.

__ADS_1


"Cemen lu, Rey! Baru potong bawang sudah kena pisau," ledek Rizky sembari tertawa. Dia merasa sangat bahagia melihat temannya itu menderita. "Lu uji nyali, ya?" Rizky kembali mencibir temannya yang tengah meringis kesakitan saat Indah memberi perban pada jarinya.


Namun, tak berselang lama Rizky pun memekik kesakitan lantaran tangannya yang tengah mengupas bawang tersayat pisau. "Aaww sakit!"


__ADS_2