Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
108. Mas meragukan bayi ini?


__ADS_3

Rizky terperangah sembari membelalakkan mata. Mendadak dadanya terasa panas dan begitu emosi. "Apa sih maksud Papa? Nella hamil anakku, bukan anak Ihsan!" tegas Rizky marah.


"Papa punya buktinya, kamu harus dengar ini." Guntur merogoh ponselnya di dalam saku jas, lalu memutar rekaman percakapan saat tadi di bengkel. Rupanya, tanpa sepengetahuan siapapun—Guntur diam-diam merekamnya dan kini dia akan menjadikannya bukti, bahwa Nella hamil anak orang lain.


Jujur, awalnya Rizky sama sekali tak percaya dengan ucapan Guntur. Tetapi saat telinganya mendengarkan seluruh isi dari rekaman itu, hatinya mendadak dilema. Terlebih lagi Ihsan mengatakan bahwa mereka berhubungan badan setelah Nella selesai datang bulan. Bisa saja itu terjadi sebelum pria tampan itu menyentuh istrinya.


'Apa mungkin itu semua benar? Nella mengandung anaknya Ihsan?'


Rizky terdiam sembari menyentuh dadanya, dia merasakan sakit yang teramat dalam.


Dia memang bukan pria baik-baik, tetapi Rizky selalu mencoba menghargai Nella dan bahkan semenjak dia menikah—Rizky tak pernah bermain dengan wanita lain selain dengan istrinya sendiri.


Namun rasanya tidak adil, jika Nella melakukan hal itu terhadapnya. Rizky betul-betul tak terima.


'Gue kira, lu akan menjaga kehormatan lu meskipun sekarang lu masih menjalin hubungan dengan Ihsan. Ternyata ... selama ini, lu pernah disentuh olehnya. Apa mungkin itu alasan lu dulu, ketika menolak gue ajak bercinta? Gue benar-benar kecewa sama lu, Nell,' batin Rizky. Tak terasa air matanya meleleh membasahi kedua pipinya, Guntur yang melihatnya pun segera memeluk tubuh anaknya.


"Papa nggak akan rela jika kamu masih bersama wanita yang sedang mengandung anak orang lain, lepaskan dia, Riz."


"Tapi, Pa. Aku dan Nella juga sering bercinta. Apa itu nggak ada kemungkinan kalau anaknya Nella adalah darah dagingku?" tanya Rizky lirih, dia mempererat pelukan dari Guntur.


"Papa nggak tahu. Tapi, intinya Nella di sini bukanlah wanita baik-baik. Papa kira ... dia hanya sekedar menjalin hubungan saja dengan Ihsan, tetapi rupanya mereka sudah sangat jauh."


"Tapi Nella membantah tadi, Pa. Bisa saja kalau—"


"Rizky!" sela Guntur cepat. "Nella sudah menyakitimu tapi kamu masih bisa membelanya? Apa kamu sama sekali tak memikirkan perasaanmu sendiri?"


***


Sementara itu di tempat yang sama, Nella telah datang ke kantor Rizky. Akan tetapi dia sendiri tak tahu ruangannya dimana dan dia juga pertama kali datang ke kantor suaminya.


Mungkin akan lebih baik jika Nella bertanya pada resepsionis depan.


"Mbak, saya Nella Pujianti istrinya Mas Rizky Gumelang. Apa Mbak bisa menunjukkan ruangan suami saya?" tanya Nella.

__ADS_1


Wanita bersanggul itu sudah membuka mulut hendak menjawab pertanyaan Nella, tetapi secara tiba-tiba seseorang datang menghampiri Nella dan menarik lengannya hingga tubuhnya keluar dari kantor.


Nella menoleh dan segera dia tepis tangan pria itu dari lengannya.


"Kamu ngapain ke kantor mencari Rizky?" tanya Ihsan. Ya, dialah orangnya. Ihsan membuntuti Nella dengan motornya saat wanita itu pergi dari bengkel.


"Harusnya aku yang tanya kenapa Kakak di sini?!" berang Nella kesal. "Semua ini gara-gara Kakak! Papa Guntur pasti nggak percaya padaku!"


"Kalau dia nggak percaya, bukankah itu bagus?"


Nella masih berusaha untuk mengontrol emosinya, meskipun sekarang tangannya begitu gatal ingin menampar pipi pria di depannya itu. Nella masih ingat jika dia adalah Ihsan, dia juga tak pernah berbuat kasar padanya.


"Apanya yang bagus? Jelas ini nggak bagus. Aku ini sedang hamil, Kak! Hubunganku dan Mas Rizky juga sudah jauh lebih baik. Aku juga nggak mau menyakitinya."


Ihsan mengerutkan kening sembari menatap dalam mata Nella yang saat ini sama-sama menatapnya.


Dari ucapannya sudah begitu jelas jika Nella sudah berpaling darinya. Kini tatapan penuh cinta itu sudah memudar pada mata cantiknya.


Nella yang awalnya marah kini melunak saat melihat kesedihan yang terbit pada wajah Ihsan. Tetapi pilihannya sudah bulat untuk memilih Rizky, Nella tak mau hatinya goyah.


"Aku nggak berubah, aku masih tetap Nella yang dulu. Tapi sekarang aku ingin bersama Mas Rizky, bukan Kak Ihsan."


"Kenapa? Apa karena kamu hamil?"


Nella mengangguk. "Iya, itu salah satunya. Aku nggak mau berpisah dengan Mas Rizky, Kak."


Kecewa, sungguh mengecewakan. Ternyata hal yang ditakutinya sejak dulu terjadi sekarang.


"Kalau pun kamu hamil anaknya Rizky, aku tetap bersedia menikah denganmu, Cantik. Biar aku yang tanggung jawab," ucapnya lirih.


Nella menggeleng cepat. "Nggak, aku nggak mau, aku tetap ingin bersama ...."


Ucapan Nella menggantung saat secara mendadak Ihsan memeluk tubuhnya sambil terisak. Pria itu menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Namun, kembali nasib sial berada di pihaknya. Seorang pria lewat dan melihat apa yang mereka lakukan, pria itu adalah Rizky.


Melihat wajah suaminya sudah merah padam dengan rahang yang mengeras, Nella pun bergegas mendorong tubuh Ihsan hingga terlepas darinya. Bergegas dia berlari menghampiri Rizky, tetapi lengan Guntur memberikan jarak di antara mereka.


"Mas, aku bisa jelaskan semuanya. Aku—"


"Nggak usah, semuanya udah jelas!" sela Rizky dengan nada penekanan. Setelahnya dia berjalan cepat menuju parkiran mobil dan membuka pintu. Lantas, Nella segera berlari mengejarnya, lalu mendekap tubuh Rizky dari belakang sebelum suaminya masuk ke dalam mobil.


Meskipun Rizky sedang sakit hati dan emosi, tidak dipungkiri jantungnya berdebar begitu kencang. Ini adalah momen pertama kalinya Nella memeluknya dengan terang-terangan.


"Mas, Mas Rizky salah paham. Aku dan Ihsan sudah putus dan kami nggak ada hubungan apa-apa." Wajah Nella sudah menempel pada punggung Rizky, mencium aroma minyak wangi yang menempel pada jasnya dan Nella begitu menyukai aroma itu.


"Lu nggak akan bisa putus dengannya, Nell," ucap Rizky. Suaranya terdengar begitu datar.


"Apanya yang nggak bisa? Aku sudah putus dengannya, kok. Mas tanya saja sama Papa Guntur."


Guntur yang sudah berada di dalam mobil hanya menonton mereka. Sebetulnya dia sempat ingin menepis tangan Nella pada perut Rizky, tetapi Rizky melarangnya dengan sebuah isyarat gerakan tangan.


"Lebih baik lu menikah saja dengannya. Ihsan harus bertanggung jawab atas kehamilan lu, Nell."


Deg!


Nella terbelalak, tangannya perlahan terlepas dari perut Rizky dan suaminya itu berbalik badan menghadap ke arahnya.


"Mas meragukan bayi ini?" Nella menyentuh perutnya sendiri dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca. "Apa Mas lupa jika kita sering bercinta?"


"Gue ingat, sangat ingat. Tapi Ihsan bilang dia dan lu juga bercinta, bahkan saat lu habis datang bulan. Apa lu sering bercinta dengannya?"


...Jangan lupa like dan komentarnya...


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya....


...1033...

__ADS_1


__ADS_2