Terjerat Cinta CEO Nakal

Terjerat Cinta CEO Nakal
151. Dia melakukannya?


__ADS_3

Cup~


Nella segera meraupnya sembari melummatnya dengan sedikit kasar. Mungkin dengan begini—hati Rizky mampu dia luluhkan.


Awalnya Rizky mau sok jual mahal, tetapi karena kabut gairahnya sudah terasa diubun-ubun—akhirnya dia memutuskan menjual murah bahkan seperti diobral.


Perlahan Rizky membalas ciuman itu dan kini suara decakan itu terdengar disesi ciuman mereka.


Aroma mawar yang menyeruak pada tubuh wanita cantik itu benar-benar tercium menyejukkan dan tak rela jika Rizky sia-siakan begitu saja.


Selanjutnya, Nella memundurkan bokongnya sedikit dengan bibir yang masih menyatu. Tangannya kini menyusup masuk ke dalam celana boxer dan penutup senjata pamungkasnya Rizky yang menegang bagaikan tiang listrik.


Rizky membulatkan matanya ketika miliknya sudah menyembul keluar dan dengan perlahan-lahan tangan Nella menggenggamnya naik turun.


'Apa ini? Dia melakukannya? Bagaimana bisa?' batin Rizky dengan debaran jantung yang menggema, seluruh bulu kuduknya langsung berdiri merasakan sensasi yang luar biasa itu.


"Apa begini caranya, Mas?" tanya Nella saat ciuman itu dia lepaskan. Nella mengikis semua rasa grogi dan geli di dalam hatinya, itu semua demi Rizky. "Aku sempat melihat Mas Rizky melakukannya seperti ini saat di mobil tadi."


Terdengar nafas Rizky terasa berat, wajah pria tampan itu sudah merah merona dengan kedua mata yang sayu. Sayunya bukan lantaran mengantuk, tetapi benar-benar nafs*.


'Enak sekali, ternyata Nella pintar juga,' batin Rizky.


"Mas jawab dong, kok diem saja dari tadi?" Nella mengendus kesal menatap Rizky yang sejak bergeming dengan mata merem melek. Namun tangan kanannya masih lihai naik turun dan menambah kecepatan.


Nella tak tahu saja, Rizky diam bukan karena masih marah—tetapi dia tengah menikmati sentuhan tangannya.


"Cepat masukkan, gue nggak tahan." Rizky memegang tangan Nella, hingga aktivitasnya terhenti.


"Katanya mau dihisap? Aku bahkan belum melakukan ...." Nella menggantung ucapannya saat Rizky menarik dua tali cd-nya pada pinggangnya.


Setelah berhasil terlepas, segera Rizky mengangkat bokongnya dan melakukan penyatuan. Tetapi anehnya, baru saja masuk—milik Rizky sudah membuncah dan berkedut di dalam sana. Rupanya Rizky sudah mencapai pelepasan.


"Kok keluar, Mas?" Nella mengerutkan keningnya heran saat kepala Rizky menyandar pada bahu kirinya, suara deru nafas suaminya terdengar terengah-engah.


Tidak biasanya Rizky seperti ini, lebih cepat keluar darinya bahkan hanya pakai tangan.

__ADS_1


"Iya, gue juga nggak tahu. Kenapa cepat banget, tapi rasanya nikmat, Nell." Rizky memegang tangan Nella, lalu menciumi punggung dan telapaknya. "Baru pertama kali dielus sama lu, dia sudah muntah. Ternyata tangan lu bukan hanya pintar memasak ... tetapi pintar juga untuk mengelus. Terima kasih, Sayang."


"Sama-sama, Mas."


Setelah itu, Rizky mencoba untuk mengangkat tubuh Nella supaya miliknya tercabut sebab sudah kempes, namun Nella justru menekan bokongnya. Seakan enggan penyatuan itu terlepas begitu saja.


"Aku belum keluar, Mas. Jangan dilepas!" cegah Nella dengan gelengan kepala.


"Tapi milik gue sudah letoy, Nell."


"Buat dia bangun lagi!"


"Tapi lepas dulu, celana gue basah. Kita bersihkan dulu nanti lanjut lagi."


Nella menggeleng cepat. "Nggak mau, ayok teruskan saja. Nanti membersihkannya setelah aku keluar."


Rizky menghela nafasnya gusar. "Ya sudah, ayok lakukan sampai lu keluar. Lu sudah bisa, kan?"


"Iya." Nella mengangguk, lalu menarik turunkan pinggulnya.


Awalnya milik Rizky masih berkerut seperti tak ada tenaga, tetapi lama kelamaan—menjadi keras dan Nella pun mampu merasakan miliknya kembali sesak.


Hanya dalam hitungan dua menit saja, dia sudah berhasil mencapai pelepasan. Nella menghentikan laju permainannya sembari memeluk tubuh Rizky, deru nafasnya terdengar terengah-engah.


"Lega?" tanya Rizky yang mana dianggukan boleh Nella. Perlahan dia mengangkat tubuhnya sembari melepaskan miliknya, lalu dibaringkannya di atas kasur.


"Gue ke kamar mandi dulu, ya? Lu istirahat saja. Biar milik lu nanti gue yang bersihkan." Rizky menarik selimut ke atas dada Nella, lalu mengecup singkat keningnya.


"Iya, Mas ...." Nella mengangguk dan perlahan memejamkan mata.


Tubuhnya terasa lelah dan tak bertenaga, tetapi tak bisa dipungkiri—ada puas tersendiri di dalam hatinya.


Seusai membersihkan diri di kamar mandi, Rizky pun duduk lagi ke atas kasur lalu membersihkan inti tubuh istrinya sisa pelepasan mereka.


Setelah semuanya beres, perlahan pria tampan itu membaringkan tubuhnya di samping Nella, kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Ah wig ini gue lepas saja." Rizky baru sadar jika kepala botaknya masih menyangkut wig di atasnya, dan rasanya risih memakai rambut palsu sambil tidur.


Wig itu dia lepaskan, lalu menaruhnya di atas nakas dan perlahan memejamkan mata.


Eh tapi, bukannya Nella tadi memasak? Sepertinya—bercinta jauh lebih nikmat daripada makan malam bagi mereka.


Sebab semenjak menikah, keduanya sering sekali melewatkan makan malam akibat ingin bercinta lebih dulu dan pada akhirnya tertidur hingga esok pagi.


Dan sekarang juga terjadi lagi.


***


Rizky perlahan mengerjapkan matanya, lantaran terasa sesak pada perutnya yang seakan tertekan. Dan rupanya Nella yang melakukan semua itu.


Namun, tiba-tiba kulit Rizky terasa panas akibat bersentuhan dengan kulit Nella. Perlahan punggung tangannya ditempelkan ke dahi istrinya dan sontak saja Rizky terbelalak lantaran terasa panas bagaikan di dekat kompor.


"Astaga, lu demam Nell." Rizky melepaskan lengan Nella yang sejak tadi melingkar pada punggungnya, lalu cepat-cepat dia turun dari kasur untuk memakai celana boxer dan kaos.


Selanjutnya Rizky keluar kamar dan berjalan menghampiri Bi Yeyen yang tengah mencuci piring.


"Bi, tolong siapkan baskom air dingin sama handuk, lalu tolong kompres dahi Nella," titah Rizky.


"Baik, Pak." Bi Yeyen mengangguk lalu menoleh pada Rizky.


Tetapi seketika dia membulatkan matanya lantaran kaget melihat kepala Rizky yang begitu mengkilap terkena pantulan lampu.


"Pak Rizky cukur botak? Bibi baru sadar." Bi Yeyen menutupi mulutnya sebab ingin tertawa, tetapi takut Rizky marah.


Rizky membulatkan matanya dengan lebar sangking kagetnya. Rupanya dia lupa jika saat itu berkepala plontos dan lupa memakai wig.


Secepat kilat dia berlari meninggalkan Bi Yeyen tanpa sepatah kata pun—lalu masuk lagi ke kamarnya.


Nella masih memejamkan matanya tetapi bibirnya bergetar hebat, setelah memakai wig—Rizky menghampiri Nella dan memeluk tubuhnya sembari duduk. Dia juga menurunkan temperatur suhu AC supaya tidak terlalu dingin.


"Sebentar ... gue telepon Dokter dulu." Rizky mengulurkan tangannya ke atas nakas untuk meraih benda pipih itu, kemudian segera menghubungi Dokter.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komentarnya...


...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...


__ADS_2