
Melihat Rizky yang tengah kesakitan serta telinganya yang seakan mau putus, Nella langsung memegang lengan Gita. Mencoba menghentikan aksi kekerasannya pada suaminya.
"Mama, lepaskan telinga Mas Rizky."
Gita perlahan melepaskan telinga Rizky dan seketika itu pun, Rizky memeluk tubuh Nella. Mencari perlindungan dan pembelaan untuknya.
"Nella, telinga gue sakit banget. Rasanya mau copot," lirihnya pelan sembari menarik tangan Nella lalu menempelkannya ke telinga.
"Mama kok kasar sama Mas Rizky? Kasihan dia, Ma." Nella mengiba, dia juga tak mengerti maksud kedatangan mertuanya yang tiba-tiba saja menyakiti Rizky. "Apa salah Mas Rizky?"
"Dia itu bodoh, sudah tahu kamu hamil, kenapa malah memancing?" omel Gita, seketika pandangannya langsung melebar tatkala melihat Sofyan berdiri. Dia sempat tak tahu jika Rizky dan Nella duduk bersama Sofyan dan juga Diana. "Kau juga Sofyan, kenapa malah ikut-ikutan memancing ikan menemani mereka? Bukannya suruh pulang!"
Bukan hanya Rizky yang kena omelannya, tetapi besannya juga.
"Memang kenapa sih kalau memancing? Ada yang salah?" tanya Rizky kesal.
"Ya jelas salah, itu nggak boleh! Pamali! Kamu mau membahayakan anak dan istrimu begitu?"
"Pamali? Membahayakan anak istri?" Rizky mengulang ucapan Gita. "Apaan sih maksud Mama, aku nggak ngerti."
"Intinya nggak boleh, kata orang dulu itu dilarang untuk suami yang sedang punya istri hamil!" tegas Gita.
"Ya pamali membahayakannya kenapa dulu? aku hanya memancing ikan kok." Lagi-lagi Rizky membantah dan masih tak percaya dengan ucapan mamanya.
"Ih, kamu ini susah sekali dibilanginnya, nanti anakmu kenapa-kenapa dan proses melahirkannya susah. Kamu memangnya mau begitu?"
Rizky menggeleng cepat. "Nggak! Mama kok ngomong begitu, sih? Nella dan anakku harus baik-baik saja." Rizky mengelus perut Nella dan menciumnya sekilas.
"Ya sudah, ayok pulang sekarang. Mangkanya denger ucapan Mama!"
"Tapi aku pengen makan ikan bakar, Ma," ucap Nella. Tiba-tiba hatinya merasa terenyuh saat Gita menyuruh Rizky pulang tanpa membawa ikan, dia sudah begitu ngiler mau makan ikan bakar hasil tangkapan Rizky.
__ADS_1
"Beli saja, kan itu ada restoran." Gita menunjuk restoran yang berada di depan, tepat di seberang kolam.
Nella menggeleng pelan. "Aku nggak mau, aku mau makan ikannya dari hasil tangkapan Mas Rizky. Aku mau Mas Rizky yang mengambil ikan itu dari kolam." Nella menunjuk kolam ikan. Hersa bahkan sudah dapat setengah ember dari hasil memancingnya. Sedangkan suaminya, baru memulai tapi tidak jadi.
Gita terdiam sambil melihat ke arah Guntur, jujur dia merasa tak tega saat memandangi wajah Nella yang begitu sendu. Wanita cantik itu bahkan sudah berkaca-kaca seperti hendak menangis.
"Ah, gue punya ide," ucap Rizky. Dia sedari tadi diam sambil memikirkan sesuatu. "Lu mau gue tangkap ikannya, kan? Tapi kalau caranya bukan dengan memancing tetap mau, nggak?"
Rizky menaikkan dagu Nella supaya wanita cantik itu mendongak ke arahnya, terlihat Nella diam sebentar, lalu di detik berikutnya dia mengangguk.
"Ya sudah, nggak apa-apa. Asal Mas Rizky yang menangkapnya. Tapi memangnya boleh ... ikan di dalam kolam di tangkap selain dengan cara memancing? Dan emang Mas Rizky bisa?" tanya Nella dengan wajah tak yakin.
"Bisa dong, pasti." Rizky menoleh ke arah Hersa, lalu berkata, "Sa, tolong antarkan gue sama pemiliknya, lu tahu, nggak?"
"Tahu, Pak. Ah ... itu orangnya." Hersa menunjuk pria tua berperut buncit yang tengah merokok di kursi di seberang kolam.
Rizky perlahan melepaskan pelukannya. "Sebentar, ya! Gue pergi dulu." Rizky mengecup singkat bibir istrinya saat melihat Nella mengangguki ucapannya.
Nella mengerutkan keningnya, lantaran binggung melihat Rizky berjalan menghampirinya sembari membawa jaring.
"Gue bakal tangkap ikan dengan ini, lu pegang embernya, mau berapa ikan? Satu, dua, sepuluh juga gue bakal dapetin untuk lu," ucap Rizky dengan penuh percaya diri, tangannya perlahan mencelupkan jaring tersebut ke dalam air.
Nella mengangguk, dia segera mengambil ember kecil yang tadinya untuk tempat ikan hasil memancingnya.
Melihat Rizky yang sedang berusaha menangkap ikan dengan tangan kaku, membuat mereka semua tak yakin jika dia berhasil mendapatkan ikan. Jangankan sepuluh, satu pun tak tahu.
"Cih! Susah sekali. Kok nggak ada yang nyangkut?" Rizky mendengus kesal, saat dia melihat tak ada satu pun ikan yang berhasil terjebak oleh jaring perseginya. Rizky bahkan sudah berjalan mengelilingi kolam dan tentunya dengan Nella yang ikut membuntut sambil membawa ember.
"Mungkin gelap, Mas. Mangkanya nggak kelihatan," ucap Nella.
Tak lama Hersa datang sambil menyalakan senter yang dia arahkan pada kolam, supaya Rizky bisa melihat letak di mana ikan gurame itu berenang.
__ADS_1
Saat ikan itu sudah berada di depan matanya, Rizky segera meraihnya dengan jaring dan ternyata berhasil dapat. Tetapi sayangnya kaki Rizky tergelincir dan pada akhirnya pria tampan itu terjatuh di dalam kolam bersama satu ikan yang berhasil dia tangkap barusan.
Byur!!
"Mas Rizky!" pekik Nella terbelalak.
Hersa, Guntur dan Sofyan hendak ikut masuk ke kolam demi menyelamatkan Rizky sebab takut pria itu tenggelam. Tetapi tiba-tiba Rizky yang sempat terjatuh kini berdiri, tinggi air pada kolam itu mencapai pinggangnya. Sendal yang dipakainya mengapung dan segera diambil oleh Hersa.
"Rizky, ayok naik." Guntur mengulurkan tangannya, ke arah anaknya. Seluruh tubuh dan wajah pria tampan itu basah dan bau amis.
"Sebentar, Pa. Aku belum berhasil menangkap ikannya."
Sudah terlanjur basah, masa ikan satu pun tidak berhasil didapatkan. Tadi sebenarnya sudah dapat, cuma terlepas lagi.
Rizky tentunya tak ingin melihat istrinya bersedih. Wajah cantiknya saja sudah sangat berharap jika suaminya itu dapat mengambil ikan di dalam kolam.
"Naik saja, Riz. Takutnya ada ular atau apa, kan bahaya," tegur Sofyan.
"Ular?" Nella membuka suara. Seketika dia merasa cemas jika terjadi sesuatu pada suaminya di dalam sana, tetapi terlihat Rizky masih berjalan sambil menjaring ikan di dalam kolam tersebut. "Papa benar, Mas. Mas naik saja, nanti ada ular."
"Nggak bakal. Lu tenang dulu, sebentar lagi akan dapat," lirihnya pelan. Rizky berjalan perlahan dan begitu berkonsentrasi saat mengikuti salah satu ikan yang tengah berenang di depannya.
"Satu ... dua ... tiga."
Brus!!
"Dapat!" pekiknya bersorak sambil mengangkat jaringnya, satu ikan itu berhasil didapatkan. Tetapi tiba-tiba kakinya terasa sakit akibat tertusuk sesuatu. Rizky terbelalak sambil mengerang dengan kuat. "Aaarrrgghhh!"
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
__ADS_1
...1030...