
"Mas Rizky," ucap Nella sambil melongo melihat pria itu yang ternyata adalah Rizky, suaminya. Lantas Nella mengusap kedua matanya, ingin memastikan sekali lagi dan memang saat dilihat itu beneran Rizky.
'Mas Rizky ada di sini? Apa dia akan mengambil mangga untukku?' batin Nella.
"Maaf, Pak. Bukan saya mau pegang istri Bapak, tapi—"
"Pergi, atau gue ampelas kepala lu?! sergah Rizky molotot sambil menunjuk pintu gerbang.
Padahal, Indra ingin menjelaskan padanya. Tetapi akibat api cemburu yang berkobar pada hati dan mata Rizky, dia sampai tak mau mendengar penjelasan apa pun darinya.
Indra langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka dan masuk ke mobilnya.
"Mas Rizky kok ada di sini?" tanya Nella dengan hati yang berbunga-bunga, sungguh dia merasa bahagia bisa berpelukan dan menghirup aroma tubuh suaminya.
"Harusnya gue tanya lu lagi ngapain di sini? Untungnya tadi gue berhenti di depan pas makan siang, jadi bisa ketemu lu," ucap Rizky menggerutu.
Ya, itu bena. Rizky mencari Nella sampai dia lapar dan makan opor ayam kiriman Nella di dalam mobil. Tetapi tanpa diduga, saat dia hendak membeli air minum, dia malah melihat Nella dari kejauhan.
'Apa Mas Rizky tadi mencariku?' batin Nella.
"Aku mau mangga muda. Itu Mas." Nella menunjuk beberapa mangga muda yang bergelayut pada tangkainya. Dia begitu antusias sambil tersenyum.
Rizky menghela nafasnya gusar. "Oh, ya sudah bentar ... gue panjat dulu." Rizky melepaskan pelukannya lalu membuka jas miliknya dan segera diambil oleh Nella.
"Aku yang pegang tangganya, Mas yang naik." Nella memegang tangga kayu itu dibantu oleh Bi Yeyen. Perlahan Rizky menanjak beberapa tanjakan sampai akhirnya berhasil mencapai puncak dan begitu dekat pada buah mangga.
"Lu mau berapa?" tanya Rizky dari atas.
"Tiga, Mas! Cari yang agak besar!" pekik Nella sambil melompat-lompat karena sangking senangnya sang suami akan mengambil buah untuknya.
Rizky mengulurkan tangannya ke atas untuk meraih beberapa buah mangga. Satu buah berhasil diambil, dua buah bisa. Tetapi saat buah ketiga—tubuhnya tiba-tiba saja oleng lantaran tangganya bergoyang-goyang akibat Nella yang begitu kegirangan.
"Nella jangan goyang-goyang, gue nanti ja ...." Rizky tak jadi meneruskannya lantaran kakinya sudah bergelincir.
__ADS_1
"Akh!" Nella memekik dan terkejut bukan main ketika tubuh Rizky terjatuh mengarah padanya, dan seketika kedua bibir itu saling bertabrakan.
Bruk!
Cup~
Keduanya membulatkan matanya dengan lebar. Tetapi bukannya langsung bangun supaya tidak terus menimpa tubuh istrinya—Rizky justru memagut bibir istrinya. Nella pun langsung membalasnya dan memegangi kedua pipi Rizky.
Pemandangan yang terlihat begitu romantis itu rasanya malu untuk tonton oleh Bi Yeyen, sebab dia seorang diri di sana dan statusnya juga janda.
Lantas, Bi Yeyen memungut tiga mangga yang jatuh di bawah lalu berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Mereka yang masih berciuman dengan unsur ketidak sengajaan entah mengapa berakhir dengan ciuman panas. Kini mulut Rizky sudah turun ke leher Nella dan melummat serta mengigit hingga membuat wanita itu mendessah nikmat.
Ada rasa rindu pada hati Rizky meskipun baru semalam dia tidak menyentuh istrinya.
Perlahan kini tangannya menyentuh dua benda kenyal istrinya, tetapi secara tiba-tiba dia merasa lehernya begitu sakit dan gatal.
Merasa tak nyaman, Rizky pun melepaskan ciuman itu dan menarik tubuhnya untuk berdiri. Lalu mengaruk lehernya yang ternyata digigit semut hitam.
"Semutnya banyak di kemeja Mas Rizky, coba buka," ucap Nella seraya berdiri dan mendekati suaminya, dia perlahan membantu Rizky melepaskan dasi dan juga kemeja.
Setelah itu, kemeja putih Rizky langsung Nella kibas-kibaskan supaya tak ada lagi semut yang menempel, tetapi sayangnya leher suaminya sudah merah dan bentol-bentol. Seketika Nella menjadi merasa bersalah, sebab itu juga terjadi karena ulahnya.
"Apa gatel banget, Mas?" tanya Nella saat melihat Rizky masih menggaruk lehernya dengan semangat bahkan sampai lecet. "Kita ke kamar mandi sekolah dulu, cuci pakai air lalu baluri minyak angin."
Nella menarik lengan Rizky dan membawa pria tampan itu untuk mencari toilet sekolah. Rizky yang sudah telanjang dada berjalan sembari menatap bokong Nella yang seakan berlenggak lenggok menggodanya. Rok mini dan baju sabrina yang digunakan istrinya sungguh menguji iman Rizky yang begitu dangkal.
Kalau untuk menahan sampai dia percaya anak yang ada dikandung Nella adalah anaknya, rasanya akan lama. Sebab sekarang nafs*nya sudah berada di ubun-ubun dan miliknya langsung berkedut menegang.
Nella yang tengah membuka pintu dan mengajaknya masuk ke dalam toilet segera dihimpit ke arah tembok, Rizky langsung menyambar bibir wanita itu.
Cup~
__ADS_1
'Mas Rizky menciumku lagi? Kenapa?' batin Nella.
Sekarang tangan Rizky yang begitu nakalnya menyingkap rok mini Nella, lalu menyusup hingga menekan jari tengahnya tepat pada inti tubuhnya.
"Eemm ...," gumam Nella saat merasakan tangan Rizky sudah berhasil mengobrak-abrik dan membuat tubuhnya meremang tak karuan.
'Apa jangan-jangan Mas Rizky mau mengajakku bercinta? Tapi kenapa harus di toilet? Dan ini toilet sekolah.'
Niatnya Nella ingin protes, tetapi mengingat hubungannya dan Rizky sedang tidak baik, jadi dia memutuskan untuk pasrah.
Namun tidak dipungkiri, bercinta di mana saja dan dengan gaya apa pun membuat wanita itu selalu keluar lebih dulu.
Nella yang tengah didudukkan di kloset sambil mengangk*ng jelas membuat nafs* Rizky mendidih. Pria tampan itu sudah maju mundur sejak tadi dan sampai dimenit kedua puluh, akhirnya dia mencapai pelepasannya dan melenguh dengan kuat.
'Milik Nella benar-benar luar biasa, gue nggak bisa menahannya. Gue mau terus menikmatinya dan gue mau Nella hanya melakukannya sama gue.'
Rizky yang awalnya merasa puas dan bahagia, kini malah menitihkan air mata sambil memeluk tubuh istrinya dan tak ada henti-hentinya mencium puncak rambutnya, dia mengingat akan semua yang terjadi.
Dia juga merasa sensasi bercintanya kali ini tak seindah hari-hari sebelumnya. Sebab Rizky melakukannya hanya mengandalkan hawa nafs* dengan hati yang masih dilema.
"Aku hanya bercinta dengan Mas Rizky, aku mau Mas Rizky percaya padaku," lirih Nella pelan. Dia seolah mengerti akan apa yang Rizky rasakan saat ini. "Aku mohon percaya padaku, Mas. Kali ini saja."
"Tapi gue takut lu nyakitin gue lagi, Nell," jawab Rizky dengan sendu.
Nella menggeleng cepat. "Nggak, aku berjanji nggak akan menyakiti Mas Rizky lagi, tapi aku minta Mas Rizky untuk mempercayaiku. Cobalah walau sedikit, Mas ...," ucap Nella dengan nada memohon.
Rizky bergeming tak menjawab ucapan Nella, sampai akhirnya mereka membersihkan diri masing-masing dan keluar dari toilet itu.
Untungnya sekolah dasar itu sepi, hanya ada satpam yang berjaga sampai sore hari. Jadi apa yang mereka lakukan saat ini tak akan ada yang mengetahuinya.
...Jangan lupa like dan komentarnya...
...Follow juga IG Author @rossy_dildara untuk intip visual novel dan karya yang lainnya~...
__ADS_1
...1049...